Mitra Hijau
Pengalaman Kolaborasi MUSAT Bersama LindungiHutan, Inisiasi Campaign Tanam Ratusan Mangrove
MUSAT merupakan kedai kopi dari Kota Bandung yang memiliki concern isu mengenai keberlanjutan lingkungan. Bersama dengan LindungiHutan, MUSAT menginisiasi dua Kampanye Alam “Gorilla Troops” yang dilaksanakan pada tahun 2021 dan 2022, berhasil menanam 324 pohon dan 510 mangrove dari masing-masing campaign.
Di Kampanye Alam pertama, “Join Our Gorilla Troops to Restore Our Earth’s Day 2021”, MUSAT berkontribusi dalam upaya penghijauan dengan membeli mangrove untuk ditanam di pesisir Tambakrejo Semarang. Untuk setiap satu pembelian minuman di MUSAT, termasuk dengan donasi satu pohon mangrove.
Di tahun berikutnya, MUSAT kembali menanam bersama LindungiHutan, tetapi kali ini mengajak clothing brand, Ragam Bentala, untuk menyumbangkan satu pohon mangrove di setiap pembelian produk Ragam Bentala maupun Musat.
Lantas, bagaimana jalannya kolaborasi berlangsung? Simak cerita selengkapnya bersama Satrio Danu Prabowo, pemilik dan pengelola MUSAT.
Daftar Isi
- Cerita Awal Mula Kerja Sama dengan LindungiHutan?
- Additional Mangrove, Cara Unik Mengedukasi Publik
- Pengalaman Ikut Menanam di lokasi, Pesisir Tambakrejo Semarang
- Dari Skala 1-10, Seberapa Puas MUSAT Merasakan Layanan LindungiHutan?
- Harapan MUSAT Atas Kolaborasinya dengan LindungiHutan
- LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 40+ Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan
Cerita Awal Mula Kerja Sama dengan LindungiHutan?
Sejak awal MUSAT memang memiliki concern lebih terhadap lingkungan, lebih tepatnya dari pengelolaan sampah. Sebagai industri Food and Beverage, awalnya MUSAT ingin sampah-sampah yang dihasilkan dari proses bisnisnya bisa dikelola dengan baik dan ramah lingkungan.

Dalam praktik implementasinya, MUSAT mulai dengan disiplin dalam pengelolaan sampah secara ramah lingkungan, termasuk melakukan recycling, hingga merambah ke workshop dan edukasinya.
“Visi MUSAT dari awal tujuannya ingin tanggung jawab sama sampah diri sendiri, eh tahunya lama-lama ke arah yang lain, jadinya workshop juga tentang sustainable atau environment friendly bersama dengan Mitra terkait,” tutur Danu.
MUSAT berupaya untuk menciptakan bisnis yang ramah lingkungan dari segala aspek proses bisnisnya. Seakan tidak puas sampai di situ, Musat ingin hadir dengan inisiatif movement lainnya. Hingga momen Earth Day tiba pada tahun 2021, muncul inisiatif untuk ikut penanaman pohon.
Baca juga: Cerita Kolaborasi TISOO dan LindungiHutan, Komitmen Bersama untuk Pelestarian Lingkungan
Menggandeng LindungiHutan, MUSAT memutuskan untuk menanam mangrove di pesisir Tambakrejo Semarang mengingat urgensi dan kondisi lingkungan yang terjadi di lapangan.
“Dari momen Earth Day itu, kita sadar kalau salah satu yang bisa kita lakukan itu menanam kembali. Menanam sebuah pohon, cuma nanam pohon bisa di mana saja? Akhirnya kita cari urgensi dari menanam ini, terus pas aku baca-baca di LindungiHutan, ada rekomendasi untuk menanam di kawasan tepian pantai, itu salah satunya Semarang, akhirnya kita nemu urgensi menanam di tepian pantai, makanya mangrove,” sambung Danu.

Uniknya, dalam Kampanye Alam yang pertama ini, MUSAT melibatkan seniman FSRD ITB. Mereka ikut ke lokasi penanaman untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus melakukan penanaman mangrove.
Hasilnya, pengalaman selama di lokasi kemudian diceritakan ke dalam lukisan dan performance art yang dipamerkan di MUSAT, sembari bentuk report dari campaign yang sudah dilakukan.
“Di lokasi sembari menanam, kita riset juga mengumpulkan data, masalahnya apa, solusinya apa, terus agenda itu reportnya berupa lukisan dan kita pamerkan di MUSAT,” terang Danu saat tim LindungiHutan hubungi via Google Meet.
Additional Mangrove, Cara Unik Mengedukasi Publik
MUSAT memiliki pendekatan unik dalam menyebarkan kesadaran lingkungan. Jika biasanya pelanggan bisa menambah topping seperti es krim atau espresso, di MUSAT yang ditambahkan justru adalah pohon mangrove.
Jadi, setiap pembelian minuman bisa disertai dengan satu pohon bakau. Strategi ini sengaja diterapkan untuk membangkitkan rasa penasaran pelanggan, sehingga tercipta diskusi yang lebih mendalam mengenai isu-isu lingkungan di pesisir Semarang.
“Kalau biasanya di kasir kita tawarin mau additional ice cream atau espresso, nah kita additional-nya mangrove, mangrove yang kurang lebih harganya Rp15000,00, nah mereka cukup nambah additional Rp7500,00, mereka udah dapat satu mangrove, nah di situ akan jadi conversation maksudnya ekstra mangrove apa Kak? Nah di situ ada edukasi,” jelas Danu.
Baca juga: Apa Itu Product Bundling? Simak Cerita Kolaborasi Dus Duk Duk dengan LindungiHutan
Pengalaman Ikut Menanam di lokasi, Pesisir Tambakrejo Semarang

MUSAT bersama 5-6 orang ikut menanam mangrove di Semarang untuk menyaksikan sendiri kondisi di wilayah tersebut.
“Kita ingin ngerayain Earth Day dengan aksi nyata, charity yang nyata, kita bawa tim 5-6 orang ke Semarang, kita ingin lihat sehancur apa memang kondisinya? Kita benar-benar lihat di depan mata ada kuburan di tengah laut yang sudah tenggelam,” cerita Danu.

Pengalaman menanam mangrove langsung di lokasi juga menjadi kesan tak terlupakan bagi MUSAT dan tim.
“Yang seru dan menarik itu kita enggak nyangka lumpurnya sepinggang. Itu lucu sih, kita nggak expect sih, kita berusaha mengalahkan ego kita sendiri dan memaksakan diri sendiri untuk melakukan hal tersebut,” sambung Danu.
Dari Skala 1-10, Seberapa Puas MUSAT Merasakan Layanan LindungiHutan?
“10, itu jawaban yang paling mudah. Kita masih bisa ngobrol sampai sekarang di sini itu bukti nyata bahwa LindungiHutan, punya engagement yang sangat tinggi. LindungiHutan masih punya effort untuk kontak aku dan masih ingin keep in touch, itu aku salut banget sih,” ungkap Danu.
Harapan MUSAT Atas Kolaborasinya dengan LindungiHutan
MUSAT berharap pohon-pohon yang ditanam dari hasil kolaborasi dapat tumbuh dan memberikan dampak yang baik terhadap lingkungan.
“Pastinya sih tanamannya dirawat, programnya berhasil, tanamannya semua tumbuh dan benar bisa menanggulangi masalah tersebut, kemarin itu kan mewakilkan selain kita sebagai tim Musat, tetapi juga mewakilkan konsumen-konsumen kita, jadi kemarin semua yang beli itu kita data, jadi semua orang yang beli kita buatkan sertifikat dan kita emailkan ke mereka,” pungkas Danu.
Baca juga: No Ribet, No Repot! Pengalaman Arkadia Works Kolaborasi Penanaman Bersama LindungiHutan

