Connect with us

Bisnis Lestari

Employee Engagement: Kunci Sukses Perusahaan

Logo LindungiHutan

Published

on

Employee engagement

Pernahkah Anda melihat sebuah tim sepak bola yang setiap pemainnya tidak memiliki semangat juang yang sama, loyo, atau tidak kompak? Sulit bagi tim tersebut untuk meraih kemenangan, bukan? Begitu pula dengan perusahaan. Semangat juang tim yang solid dalam dunia kerja dikenal sebagai employee engagement.

Employee engagement dapat diibaratkan sebagai semangat juang sebuah tim. Ketika karyawan merasa terhubung dan bersemangat dengan pekerjaan mereka, perusahaan akan meraih kesuksesan yang lebih besar.

Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai employee engagement, indikator untuk mengukurnya, serta contoh bentuk implementasinya. Yuk simak lebih lanjut!

Apa Itu Employee Engagement?

Employee engagement adalah tingkat keterikatan, komitmen, dan loyalitas karyawan terhadap organisasi tempatnya bekerja. Johnson and Johnson (Catteeuw et al., 2007) menyebutkan bahwa employee engagement adalah tingkat karyawan merasa dihargai, merasakan kolaborasi dan kepercayaan, serta puas dengan pekerjaannya (Robertson, 2009).

Peristiwa The Great Resignation menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan. Dalam fenomena yang terjadi beberapa tahun lalu, banyak karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya dan akhirnya mencari peluang baru. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya keterkaitan karyawan dalam menjaga loyalitasnya.

Baca juga: 5+ Alternatif Kegiatan CSR yang Bermanfaat bagi Lingkungan

Employee Engagement adalah

3 Indikator Employee Engagement

Untuk mengukur employee engagement, diperlukan alat ukur atau indikator yang menjadi ukuran untuk employee engagement. Schaufeli & Bakker mengidentifikasi 3 indikator employee engagement:

1. Vigor

Vigor adalah kondisi di mana karyawan memiliki semangat juang yang tinggi, daya tahan yang baik, dan selalu bersedia memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya. 

2. Dedication

Dedication adalah keterikatan karyawan secara emosional terhadap pekerjaan. Indikator ini dikarakteristikan dengan rasa antusias, inspirasi, kebanggaan, dan tantangan.

3. Absorption

Absorption merupakan keterikatan karyawan dikarakteristikan dengan tingkat konsentrasi tinggi, serius, dan bahagia dalam pekerjaan.

Baca juga: Apa Itu Pengelolaan CSR? 8 Tips Mengelola CSR Perusahaan

Contoh Employee Engagement

Dalam praktiknya, setiap perusahaan memiliki pendekatan yang khas untuk membuat karyawannya merasa terhubung dan dihargai.

Sebagai contoh perusahaan teknologi inovatif, Tesla, menggunakan komunikasi transparan dengan karyawan untuk meningkatkan keselamatan. Elon Musk sebagai salah satu CEO perusahaan ingin setiap cedera dilaporkan tanpa pengecualian. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat memahami apa yang diperlukan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang lagi.

Melalui strategi ini, jumlah insiden yang membahayakan pekerja berkurang lebih dari 50% di tahun 2019 (Smith, 2024).

CSR Employee Engagement

Kegiatan CSR tidak hanya memberikan manfaat untuk masyarakat dan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi katalisator semangat kerja bagi karyawan. Karyawan yang melihat perusahaannya terlibat aktif dalam inisiatif sosial dan lingkungan cenderung akan merasa bangga, sehingga menghasilkan moral, kepuasan kerja, dan tingkat retensi yang tinggi. 

CSR juga memberikan rasa memiliki kepada karyawan. Dengan berpartisipasi dalam program sukarelawan atau proyek keberlanjutan, mampu memupuk kerja sama tim dan persahabatan, hasilnya akan tercipta tempat kerja yang lebih kohesif.

Baca juga: Cerita Jalannya Proses Program CSR PT National Label Umas Daya

LindungiHutan Menanam Lebih dari 800 RIBU Pohon di 40+ Lokasi Penanaman di Indonesia Bersama 500+ Brand dan Perusahaan

Apa yang Kami Lakukan?
Hubungi Kami!

Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *