Connect with us

Lingkungan

Fungsi Terumbu Karang dan Pentingnya Melestarikannya untuk Masa Depan

Logo LindungiHutan

Published

on

Fungsi terumbu karang

Terumbu karang adalah keajaiban yang menyokong kehidupan di bawah laut. Meski hanya mencakup kurang dari 1% permukaan laut dunia, mereka menjadi habitat bagi lebih dari 25% spesies laut.

Tidak hanya itu, fungsi terumbu karang sangat berdampak besar bagi manusia, mulai dari perlindungan pantai hingga sumber penghidupan. 

Namun, ekosistem ini kini berada dalam bahaya akibat perubahan iklim, polusi, dan aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab. Bagaimana kita bisa melindunginya? Lantas, apa yang harus kita lakukan?

Fungsi Terumbu Karang

Terumbu karang tidak hanya menakjubkan secara estetika, tetapi juga memiliki berbagai fungsi penting:

1. Ekologis

Terumbu karang adalah rumah bagi ribuan spesies laut, termasuk ikan, moluska, dan crustacea. Ekosistem ini juga membantu menjaga keseimbangan rantai makanan laut dan berfungsi sebagai penyaring alami untuk meningkatkan kualitas air laut. Lebih dari itu, terumbu karang melindungi pantai dari abrasi dengan menyerap energi gelombang besar.

2. Ekonomi

Ekosistem ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Terumbu karang mendukung sektor perikanan yang menjadi sumber penghidupan bagi jutaan orang. Selain itu, wisata bahari seperti snorkeling dan menyelam di kawasan seperti Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu menjadi daya tarik wisata utama yang menghasilkan pendapatan besar bagi masyarakat lokal.

3. Sosial dan Budaya

Bagi komunitas pesisir, terumbu karang memiliki nilai budaya dan sosial yang penting. Banyak tradisi dan praktik lokal yang bergantung pada keberlanjutan laut. Selain itu, terumbu karang juga menjadi sumber bahan alami untuk pengobatan tradisional dan penelitian medis modern.

Baca juga: 5 Hal tentang Kalkulator Jejak Karbon Imbangi yang Harus Anda Ketahui

Fungsi terumbu karang

Jenis-Jenis Terumbu Karang

Terumbu karang terbentuk dari koloni yang terus tumbuh. Berdasar teori penenggelaman ada beberapa macam jenis-jenis terumbu karang.

1. Fringing Reef (Terumbu Karang Tepi)

Terumbu ini tumbuh di sepanjang pantai dengan kedalaman hingga 40 meter, berkembang ke arah permukaan dan laut lepas. Umumnya ditemukan di pesisir pulau besar dan bisa membentuk lingkaran dengan endapan karang mati di sekelilingnya. Contohnya terdapat di Bunaken (Sulawesi), Pulau Panaitan (Banten), dan Nusa Dua (Bali).

2. Barrier Reef (Terumbu Karang Penghalang)

Terumbu ini berada jauh dari daratan, sekitar 0,5–2 km ke laut lepas, dengan perairan dalam hingga 75 meter yang memisahkannya dari pulau utama. Terkadang membentuk lagoon atau celah air yang lebarnya bisa mencapai puluhan kilometer. Contoh terumbu ini ada di Batuan Tengah (Bintan), Spermonde (Sulawesi Selatan), dan Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah).

3. Atolls (Terumbu Karang Cincin)

Atol berbentuk cincin yang mengelilingi pulau vulkanik yang tenggelam, sehingga tidak memiliki hubungan langsung dengan daratan. Jenis-jenis terumbu karang ini biasanya muncul di perairan dalam dan membentuk laguna di tengahnya.

4. Patch Reef (Terumbu Karang Datar/Gosong)

Terumbu ini tumbuh dari dasar laut hingga ke permukaan dan berperan dalam pembentukan pulau datar. Dalam perkembangannya, ia dapat meluas secara horizontal atau vertikal di perairan dangkal. Contohnya ada di Kepulauan Seribu (DKI Jakarta) dan Kepulauan Ujung Batu (Aceh).

Dampak Perubahan Iklim terhadap Terumbu Karang

Perubahan iklim menyebabkan penurunan fungsi terumbu karang. Berdasar wawancara tim LindungiHutan dengan Dawet Al Bukhori, anggota Smiling Coral Indonesia sebuah LSM yang peduli pada konservasi di Pulau Pramuka, mengungkapkan adanya perubahan iklim menjadi ancaman serius terhadap kelestariannya. 

Salah satu dampak utama yang ditimbulkan adalah fenomena bleaching atau pemutihan karang akibat peningkatan suhu laut. Kenaikan suhu air laut yang terjadi secara terus-menerus menyebabkan karang kehilangan zooxanthellae, alga yang berperan dalam proses fotosintesis dan memberi warna pada karang. Ketika hal ini terjadi, terumbu karang menjadi lemah dan lebih rentan terhadap penyakit serta kematian massal.

Selain itu, perubahan iklim juga berkontribusi terhadap peningkatan intensitas badai dan gelombang tinggi yang dapat merusak struktur fisik terumbu karang. Karang yang sudah mengalami pemutihan dan melemah lebih mudah pecah dan hancur akibat kuatnya arus laut dan gelombang.

Tidak hanya itu, kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim juga dapat mengurangi penetrasi cahaya matahari yang diperlukan oleh terumbu karang untuk bertahan hidup.

Di sisi lain, faktor lain yang turut memperburuk kondisi terumbu karang di Pulau Pramuka adalah pencemaran lingkungan, terutama limbah plastik dan sampah yang berasal dari daratan, termasuk muara sungai di Pulau Jawa.

Sampah-sampah ini terbawa arus dan mencemari perairan sekitar Pulau Pramuka, menghambat pertumbuhan terumbu karang dan mengganggu keseimbangan ekosistem laut.

Baca juga: Menjaga Titipan Alam di Pulau Pramuka, Melihat dari Dekat Konservasi Coral dan Mangrove

Apa Itu Program Adopsi Terumbu Karang dan Apa Manfaatnya?

Program adopsi terumbu karang adalah inisiatif LindungiHutan bersama Smiling Coral Indonesia untuk mendukung pemulihan dan pelestarian karang. Program ini juga dapat melibatkan individu atau perusahaan sebagai salah satu cara melestarikan terumbu karang.

Di Pulau Pramuka, program adopsi terumbu karang telah berhasil menanam ratusan struktur karang dengan harapan menciptakan habitat baru bagi berbagai spesies laut. Manfaatnya meliputi:

  • Pemulihan ekosistem laut.
  • Peningkatan populasi ikan dan spesies laut lainnya.
  • Pengurangan dampak abrasi pantai.
  • Edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga laut.

Melalui konservasi terumbu karang, dapat menjadi peluang bagi perusahaan Anda untuk mendukung tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

Lokasi Penanaman LindungiHutan di Pulau Pramuka

Pulau Pramuka, bagian dari Kepulauan Seribu memiliki luas sekitar hampir 16,5 hektar yang dihuni oleh komunitas lokal. Pulau Pramuka juga menjadi destinasi ekowisata unggulan. Menyajikan keindahan bawah laut yang cocok untuk aktivitas snorkeling dan diving. 

Di pulau ini menawarkan kesempatan bagi pengunjung dan perusahaan untuk berpartisipasi dalam konservasi laut melalui program adopsi coral bersama Smiling Coral Indonesia (SCI). Peserta dapat menanam baby coral pada media khusus bernama rocklife, yang dilengkapi dengan label nama sebagai tanda keterlibatan pribadi. 

SCI juga melakukan pemantauan dan perawatan rutin, dengan hasil dokumentasi yang dapat diakses melalui media sosial. Program ini menjadikan Pulau Pramuka tidak hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat konservasi ekosistem laut Indonesia.

Baca juga: The Wujil Resort & Convetions Gandeng LindungiHutan Tanam 3.000+ Mangrove, Simak Proses dari Awal hingga Akhir

LindungiHutan Menanam Lebih Dari 900 RIBU Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan

Apa yang Kami Lakukan?
Jalin Kerja Sama!

Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah: