Connect with us

Emisi Karbon

Apa Itu Karbon? Pengertian, Contoh, Fungsi, Hingga Perhitungan Emisi Perusahaan

Logo LindungiHutan

Published

on

mengenal karbon

Artikel ini di-review oleh Muthi’ah Aini Rahmini, Tim Rnd dan Product LindungiHutan. Terakhir diperbaharui pada 29 Januari 2025.

Beberapa dekade terakhir, istilah karbon sering terdengar di telinga kita. Berbagai persoalan tentang carbon menjadi tanggung jawab kita secara bersama, salah satunya emisi.

Penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia terbilang cukup tinggi, apalagi di kota-kota besar. Alhasil, kualitas udara di kota tersebut menurun sebab banyak CO2 yang dikeluarkan dan terperangkap di Bumi.

Sebelum membahas lebih mendalam, alangkah lebih baik jika kita mengenal dan mengetahui apakah ada manfaat atau fungsi dari carbon? Simak jawabannya dalam artikel berikut!

Apa Itu Karbon?

Karbon berasal dari bahasa Latin yaitu carbo yang artinya arang, batu bara. Secara kimia, karbon adalah unsur kimia yang memiliki simbol C dengan urutan nomor atom 6 pada tabel periodik. Carbon termasuk ke dalam unsur non logam dan bervalensi 4 (tetravalent), artinya terdapat 4 elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan kovalen.

Karbon merupakan unsur penting sebagai dasar untuk membangun bahan organik, sebab sebagian besar bahan kering sari tumbuhan terdiri dari bahan organik. Unsur carbon menjadi salah satu unsur penting yang dibutuhkan makhluk hidup untuk menghasilkan biomassa dan sumber energi bagi organisme yang memiliki zat hijau daun (klorofil).

Definisi lain menyebutkan, carbon adalah suatu unsur yang diserap dari atmosfer melalui proses fotosintesis dan disimpan di dalam bentuk biomassa suatu vegetasi (Yuniawati dan Suhartana 2014). Hampir seluruh bagian pohon tersimpan carbon seperti akar, batang, cabang, ranting, daun, bunga, dan buah.

Carbon terbentuk dari bahan organik dan anorganik. Karbon organik berasal dari makhluk hidup misalnya minyak bumi dan batubara, sementara yang bukan berasal dari makhluk hidup disebut carbon anorganik misalnya batu kapur. 

Terlepasnya carbon ke udara, biasa disebut dengan karbon dioksida, yang dihasilkan oleh makhluk hidup di bumi misalnya manusia dan hewan.

🌍 Panduan Praktis Perdagangan Karbon untuk Profesional B2B 📗

Kenali kebijakan, mekanisme, dan peluang strategis di perdagangan karbon. Optimalkan langkah Anda dalam memenuhi komitmen keberlanjutan. Download sekarang gratis!

Baca juga: Ekosistem Karbon Biru, Jenis hingga Potensi Simpanan Karbon

Apa Contoh Carbon?

Carbon merupakan senyawa yang punya peran penting bagi kehidupan. Contoh senyawa karbon yang ada di sekeliling kita antara lain CO2 (Karbon dioksida), sering disebut sebagai gas asam arang, Ca(OH)2 (Kalsium hidroksida). 

Senyawa ini terkandung dalam kapur dapat berupa bubuk putih atau kristal, dan C6H1206 (Glukosa) terdapat dalam kandungan nasi dan gula yang kita konsumsi sehari-hari.

Selain itu ada CH3COOH (Asam asetat/cuka) biasa digunakan sebagai bahan pelengkap untuk masakan, C2H6O (Etanol/Alkohol) biasa digunakan untuk mensterilkan luka, dan CH4 (Metana) gas ini salah satunya berasal dari kotoran makhluk hidup.

Karbon adalah

Apa Manfaat Karbon dalam Kehidupan Sehari Hari?

WalaupWalaupun yang kita tahu carbon memiliki efek negatif yang luar biasa seperti emisi, tetapi fungsi carbon dalam bentuk atom C sangat penting seperti:

1. Filtrasi Air

Sebagai carbon aktif, mampu menyerap zat-zat mineral yang telah mencemari air. Dalam proses ini carbon mampu menghilangkan warna, bau, klorin, dan mineral lain sehingga air layak untuk dikonsumsi (Purwanti dkk 2021).

2. Bahan Proses Fotosintesis

Proses fotosintesis adalah proses biokimia untuk memproduksi energi sebagai nutrisi tumbuhan, di mana karbon dioksida dan air diubah ke dalam persenyawaan organik dibantu dengan cahaya matahari.

Fotosintesis menjadi cara asimilasi carbon karena bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi (Pertamawati 2010).

3. Bahan Bakar Fosil

Kandungan carbon terdapat di beberapa bahan bakar fosil yang sering kita temui di sekitar kita, seperti batu bara, minyak bumi, bensin, gas metana, dan diesel. 

4. Bahan Baku Plastik

Plastik merupakan senyawa sintesis dari minyak bumi terutama senyawa hidrokarbon berantai pendek, yang dibuat melalui reaksi polimerisasi beberapa molekul kecil sehingga membentuk rantai panjang, kaku, dan akan menjadi padat setelah temperatur pembentukannya.

Bahan baku pembuatan plastik yaitu Naptha, bahan yang dihasilkan dari minyak bumi. Bahan plastik banyak digunakan untuk barang elektronik, botol minuman, hingga pembungkus makanan. 

5. Bahan Pendingin

Bahan carbon yang digunakan dalam sistem pendingin berbentuk freon. Setiap rumah mayoritas mempunyai lemari pendingin atau bahkan AC. Pendingin udara digunakan sebagai penyimpanan bahan makanan supaya tidak cepat busuk dan penyegar kualitas udara di sekitar kita.

Baca juga: Pengungkapan Emisi Karbon dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Apa Gas Carbon Berbahaya?

Perlu dipahami bahwa karbon merupakan unsur kimia yang secara alami tidak berbahaya. Namun, ketika berikatan dengan unsur lain untuk membentuk senyawa kimia tertentu, seperti karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2), hal ini dapat menimbulkan bahaya bagi manusia dan lingkungan.

Segala aktivitas hampir bisa dipastikan menghasilkan carbon. Namun, jumlahnya yang berlebihan akan membawa dampak negatif baik itu bagi makhluk hidup maupun planet bumi. 

Contoh penjelasannya begini, ketika gas CO2 menyelimuti bumi akan menyebabkan lebih banyak panas yang terperangkap.

Fenomena ini disebut sebagai efek rumah kaca, di mana CO2 terperangkap membuat bumi cukup hangat, sehingga kehidupan dapat eksis. Namun, CO2 yang berlebihan menyebabkan pemanasan global hingga krisis iklim. 

Menurut Nevers (2000), kendaraan bermotor juga merupakan sumber dari pencemaran udara yang menghasilkan emisi CO2, HC, dan NOx. 

Kemudian ada, karbon monoksida (CO), gas yang tidak berwarna, berbau, dan berasa (Wardhana 2004). Gas CO kebanyakan berasal dari pembakaran bahan bakar fosil di udara. Gas CO berpengaruh pada kesehatan, yaitu dapat mengakibatkan tekanan fisiologik pada penderita jantung dan keracunan darah (Soedomo 2001). Selain itu, mampu menyebabkan penurunan daya tampung darah untuk oksigen.

Perhitungan Emisi Karbon Perusahaan

Biasanya perhitungan emisi carbon terbagi ke dalam 3 scope.

Scope 1: Emisi Langsung

Emisi ini berasal dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan langsung oleh perusahaan. Contohnya penggunaan bahan bakar pada kendaraan operasional perusahaan dan proses produksi yang menghasilkan emisi secara langsung.

Scope 2: Emisi Tidak Langsung

Emisi ini dihasilkan dari produksi energi yang dibeli dan dikonsumsi oleh perusahaan, seperti listrik, panas, atau uap. Meskipun emisi ini terjadi di fasilitas penyedia energi, penggunaannya oleh perusahaan menjadikannya bagian dari jejak karbon mereka. Misalnya, sebuah perusahaan menggunakan listrik yang disediakan oleh negara PLN.

Scope 3: Emisi Tidak Langsung Lainnya

Lingkup ini mencakup semua emisi tidak langsung yang terjadi dalam rantai nilai perusahaan, baik hulu maupun hilir. Ini termasuk emisi dari aktivitas pemasok bahan baku, penggunaan produk oleh konsumen, hingga pengelolaan limbah produk setelah masa pakai.

Scope 3 sering menjadi bagian terbesar dari jejak karbon perusahaan dan paling kompleks untuk diukur.

Baca juga: Apa Itu ESG Investing? Bagaimana Cara Kerjanya?

Dalam webinar online Green Skilling bertajuk “Simplifying Greenhouse Gas (GHG) Calculations and Reporting for Finance Professionals”, Ghivarly Addarquthni, ESG Specialist, East Ventures menyampaikan bahwa di Indonesia, kesadaran perusahaan untuk menghitung ketiga lingkup emisi ini masih berkembang. Menurut data dari CDP, dari 103 perusahaan yang melaporkan data mereka, hanya 64 yang telah menghitung emisi Scope 1, dan hanya 23 yang telah menghitung emisi Scope 3.

Itulah penjelasan mengenai karbon. Disamping banyaknya manfaat yang ada, ternyata juga menyimpan risiko bahaya yang mengancam. Sebab, sekali lagi, carbon itu seperti bahan dasar yang tidak berbahaya. Namun, ketika carbon ini bergabung dengan zat lain maka bisa jadi berbahaya.

Jadi, sudah sepatutnya kita paham tentang apa itu karbon dan menjaga segala sesuatu sesuai dengan kadarnya! Demi tercipta masa depan planet bumi yang lebih lestari.

Baca juga: Carbon Footprint 1, 2, dan 3, Contoh serta Cara Menghitungnya

LindungiHutan Menanam Lebih dari 981 RIBU Pohon di 40 Lokasi Penanaman Bersama 590+ Brand dan Perusahaan

Apa yang Kami Lakukan?
Hubungi Kami

Ana Salsabila adalah Junior SEO Content Writer di LindungiHutan yang berpengalaman dalam penulisan artikel tentang lingkungan dan kehutanan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *