Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications

Bontang Mangrove Park: Peran Penting Keberadaannya bagi Lingkungan dan Masyarakat (2022)

Bontang Mangrove Park hadir dengan harapan bisa menjadi pusat edukasi mangrove terbaik di Indonesia. Seperti apa kondisinya dan bagaimana kisahnya?
Mengenal Bontang Mangrove Park.

Tahukah kamu, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lautnya yang luas merupakan salah satu negara dengan hutan mangrove terbesar di dunia. Berdasarkan  Peta Mangrove Nasional yang resmi dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2021, diketahui bahwa total luas mangrove Indonesia seluas 3.364.076 Ha.

Namun perlu kita sadari bersama, bahwasanya luas tersebut bisa saja berkurang seiring berjalannya waktu. Baik itu terkonversi menjadi pemukiman maupun untuk kepentingan komersil. Padahal, apabila kawasan hutan mangrove hilang akan berimbas pada penurunan potensi sumber daya hayati dan sumber daya ekonomi bagi masyarakat yang hidup di sekitar hutan mangrove.

Hutan mangrove juga memiliki fungsi ekologi yang berhubungan langsung dengan fungsi ekonomi, karena vegetasi mangrove dapat berfungsi sebagai breeding dan feeding site bagi kelompok burung, ikan, crustacea, reptile, dan juga kelompok hewan mamalia. Jika ekosistemnya terganggu maka kehidupan mereka pun turut terganggu.

Tentu, hilangnya hutan mangrove akan memberikan dampak beruntun bagi lingkungan, biodiversitas, dan juga masyarakat setempat.

Kenalan dengan Kawasan Bontang Mangrove Park (BMP)

Lokasi penanaman LindungiHutan Bontang Mangrove Park.
Melihat lebih dekat lokasi penanaman LindungiHutan di Bontang Mangrove Park, Kota Bontang.

Salah satu kota di Indonesia yang mempunyai kawasan ekosistem mangrove yaitu Kota Bontang. Bontang sebagai salah satu daerah pesisir memiliki kawasan yang tertutup hutan mangrove yang tersebar pada garis pantainya.

Adapun beberapa jenis mangrove yang ditemui di perairan laut Kota Bontang adalah Rhizophora sp, Bruguiera sp, Avicennia sp, Sonneratia sp, dan Ceriop sp.

Sementara itu, berbicara soal lokasi, Bontang Mangrove Park (BMP) secara administratif termasuk dalam wilayah Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang.

BMP dibangun dengan konsep conservation, education, and adventure dengan harapan bisa menjadi pusat edukasi mangrove terbaik di Indonesia. Dengan demikian, guna mendukung fungsi BMP sebagai sarana edukasi, disepanjang boardwalk yang terbentang dari daratan sampai ke laut, terdapat berbagai informasi tentang jenis-jenis vegetasi hutan mangrove.

Baca juga: Desa Sungai Sintuk: Tanah Gambut yang Rawan Terbakar

Bontang Mangrove Park sebagai kawasan pendidikan lingkungan, dan ekosistem yang baru tentunya banyak informasi yang belum tergali secara maksimal. Dibutuhkan informasi-informasi edukatif tentang hutan mangrove sehingga masyarakat atau pengunjung mendapat ilmu pengetahuan yang cukup dan dapat menyampaikan pesan kepada kerabat dan masyarakat umum.

Nilai pengetahuan, nilai keindahan, dan nilai sejarah menjadi obyek daya tarik kawasan BMP. Mengingat, pusat pendidikan lingkungan ini ditujukan untuk menjaga agar hutan mangrove yang bersinggungan langsung dengan masyarakat dapat terjaga dengan baik dan tidak mengalami pragmentasi akibat ketidaktahuan.

Kondisi Hutan Mangrove BMP dan dampak terhadap ekonomi

Berdasarkan analisa dan pembahasan sebaran luas tutupan lahan mangrove di Bontang Mangrove Park Taman Nasional Kutai, mengalami pertambahan luas dari tahun 2002 sampai 2018, dengan rata-rata laju perubahan tutupan lahan mangrove sebesar 22,88 ha/tahun. Pada tahun 2002 luas lahan terbuka sebesar 70,91 ha dan tahun 2018 menjadi 13,82 ha, sedangkan mangrove pada tahun 2002 dengan luasan 84,67 ha pada tahun 2018 menjadi 189 ha, (Eko Harjanto, dkk: 2019).

Penanaman mangrove di Bontang Mangrove Park.
Laskar Taman Nasional Kutai sedang melakukan penanaman di BMP.

Keberadaan hutan mangrove sejatinya memang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan. Seperti yang sudah disinggung di awal artikel, mangrove juga membawa nilai ekonomi. Nilai ekonomi kawasan wisata Bontang Mangrove Park sebesar Rp 6.471.315.944 Daya dukung kawasan aktivitas Bontang Mangrove Park untuk kegiatan wisata track mangrove adalah 290 orang/hari dan kegiatan wisata berperahu adalah 90 orang/hari. Kontribusi ekonomi Bontang Mangrove Park terhadap penghasilan masyarakat dari awal pengembangan kegiatan usaha yang terhitung dari bulan Oktober-Desember 2020 yaitu Rp117.122.000, (Rina Marsela Safitri, dkk: 2022).

Upaya Harus Terus Dilakukan untuk Menjaga Bontang Mangrove Park tetap Lestari

BMP boleh dikatakan salah satu aset penting yang kita miliki bersama dan harus dijaga kelestariannya. Jangan sampai keberadaannya rusak atau hilang sedikit demi sedikit tergerus pembangunan atau aktivitas manusia. 

Maka dari itu, LindungiHutan bersama berbagai pihak melalui kampanye alamnya melakukan penanaman pohon Mangrove Rhizophora sebagai salah satu upaya untuk mencegah abrasi. Selain itu, akar mangrove memiliki fungsi untuk menjerat sedimen, dan diharapkan akan memunculkan daratan baru ke depannya. Akar mangrove juga dapat mempercepat penguraian limbah organik dan limbah kimia yang dapat mencemari laut.

Baca juga: Pantai Lowita, Pinrang, Sulawesi Selatan: Pantai yang Indah hingg Rumah bagi Penyu dan Dugong

Hingga tahun 2021, LindungiHutan telah menanam 7429 pohon di BMP dalam 18,5 ha area dan menyerap 2,7 ton CO2 ekv. Mari, bersama-sama kita menghijaukan Indonesia!!!

Muhamad Iqbal
Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.