Connect with us

Bisnis Lestari

Apa Itu MICE, Green MICE, dan Sustainable MICE? Kenali Perbedaannya

Published

on

apa itu mice

LindungiHutan Insight

  • MICE merupakan sektor penting dalam industri pariwisata dan bisnis, yang mencakup kegiatan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran dengan dukungan berbagai fasilitas seperti hotel dan pusat konvensi.
  • Green MICE berfokus pada pengurangan dampak lingkungan acara, sedangkan Sustainable MICE memiliki cakupan yang lebih luas dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan.
  • Tren keberlanjutan semakin mendorong transformasi industri MICE, sehingga penyelenggaraan acara tidak hanya mengejar kesuksesan bisnis, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) menjadi salah satu penggerak sektor pariwisata di Indonesia. 

Seiring meningkatnya jumlah perjalanan bisnis, konferensi, pameran, dan berbagai kegiatan korporasi lainnya, kebutuhan akan penyelenggaraan acara yang lebih bertanggung jawab juga semakin mendapat perhatian.

Istilah Green MICE dan Sustainable MICE semakin banyak digunakan dalam industri pariwisata dan acara. 

Meski sering dianggap serupa, keduanya memiliki fokus yang berbeda. Memahami perbedaannya penting agar pelaku industri dapat menerapkan strategi keberlanjutan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan acara.

Lalu, apa yang dimaksud dengan MICE, Green MICE, dan Sustainable MICE

Apa Itu MICE? Pengertian dan Kepanjangannya

MICE merupakan singkatan dari Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions. 

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perjalanan bisnis, mulai dari rapat perusahaan dan perjalanan insentif hingga konferensi dan pameran berskala besar.

Berbeda dengan wisata rekreasi yang bertujuan untuk liburan, kegiatan MICE umumnya diselenggarakan untuk kebutuhan profesional, bisnis, atau organisasi tertentu. 

Karena itu, penyelenggaraannya membutuhkan dukungan berbagai layanan, seperti transportasi, akomodasi, venue, hingga fasilitas pendukung acara lainnya.

M — Meetings

Meetings merupakan kegiatan pertemuan yang bertujuan mendukung kebutuhan bisnis atau organisasi, seperti rapat, pelatihan, workshop, dan forum diskusi. 

Kegiatan ini umumnya melibatkan peserta dalam jumlah kecil hingga menengah dan sering diselenggarakan di hotel, ruang pertemuan, atau pusat konvensi.

I — Incentives

Incentives merujuk pada perjalanan penghargaan yang diberikan perusahaan kepada karyawan atau mitra bisnis yang menunjukkan kinerja terbaik. Program seperti ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga cara untuk meningkatkan motivasi dan loyalitas. 

Salah satu contohnya adalah perjalanan bersama ke destinasi wisata bagi tim yang berhasil melampaui target penjualan.

C — Conferences

Conferences berbeda dari meetings dalam hal skala dan tujuan. Konferensi biasanya melibatkan ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai organisasi atau negara, dengan agenda presentasi, diskusi panel, dan pertukaran pengetahuan. 

Contoh skala besarnya adalah Konferensi Pariwisata ASEAN yang digelar di Nusa Dua, Bali.

E — Exhibitions

Exhibitions adalah pameran dagang atau expo yang mempertemukan exhibitor dan pengunjung dalam satu ruang untuk memamerkan produk, layanan, atau inovasi. 

Di Indonesia, contoh yang paling dikenal adalah Indonesia International Motor Show (IIMS) dan Food & Hotel Indonesia (FHI).

MICE Hotel: Peran Hotel dalam Industri Ini

MICE hotel adalah hotel yang dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan bisnis dan acara berskala besar, seperti rapat perusahaan, konferensi, pameran, hingga perjalanan insentif. 

Karena itu, fasilitas yang dimiliki biasanya lebih lengkap dibandingkan hotel pada umumnya.

Selain menyediakan kamar untuk menginap, hotel jenis ini umumnya dilengkapi dengan ballroom, ruang pertemuan dengan berbagai kapasitas, fasilitas audiovisual, akses internet yang memadai, serta tim yang membantu kebutuhan penyelenggaraan acara. 

Kombinasi fasilitas dan layanan tersebut membuat MICE hotel menjadi pilihan utama untuk kegiatan korporasi maupun acara profesional lainnya.

Di Indonesia, MICE hotel banyak ditemukan di kota-kota yang menjadi pusat bisnis dan destinasi penyelenggaraan acara, seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali. 

Kota-kota tersebut secara rutin menjadi tuan rumah berbagai konferensi, pameran, dan pertemuan tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: Konsultan Sustainability: Pahami Peran dan 5 Tanda Bisnis Anda Membutuhkannya

Perkembangan Industri MICE di Indonesia

Indonesia semakin sering dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai acara bisnis dan konferensi internasional. 

Destinasi seperti Bali, Jakarta, dan Lombok menjadi tujuan yang cukup populer karena didukung oleh fasilitas pertemuan yang memadai, akses transportasi yang semakin baik, serta daya tarik wisata yang kuat.

Perkembangan industri MICE di Indonesia juga tidak lepas dari pembangunan infrastruktur pendukung dalam beberapa tahun terakhir. 

Kehadiran pusat konvensi, peningkatan konektivitas penerbangan, hingga bertambahnya hotel dengan fasilitas MICE membuat penyelenggaraan acara berskala nasional maupun internasional menjadi lebih mudah.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pengembangan sektor MICE sebagai salah satu penggerak pariwisata. 

Seiring meningkatnya kembali aktivitas perjalanan bisnis dan tren acara hybrid yang menggabungkan format luring dan daring, peluang pertumbuhan industri ini pun masih terbuka lebar.

mice green mice_11zon

Apa Itu Green MICE?

Green MICE adalah konsep penyelenggaraan kegiatan MICE yang berupaya mengurangi dampak lingkungan dari sebuah acara. 

Penerapannya bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti menghemat penggunaan energi, mengurangi produksi sampah, serta memilih material dan perlengkapan yang lebih ramah lingkungan.

Konsep ini muncul seiring meningkatnya kesadaran bahwa kegiatan MICE dapat menghasilkan dampak lingkungan yang cukup besar. 

Mulai dari penggunaan listrik di venue, konsumsi kertas dan bahan promosi, hingga sampah yang dihasilkan selama acara berlangsung, semuanya menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan event yang lebih bertanggung jawab.

Contoh Penerapan Green MICE

Green MICE dapat diterapkan melalui berbagai langkah sederhana dalam penyelenggaraan acara. Penggunaan materi digital, misalnya, membantu mengurangi kebutuhan kertas, sementara pemilihan bahan makanan lokal dapat mengurangi jarak distribusi dan mendukung ekonomi setempat.

Pemilihan venue juga menjadi faktor penting. Saat ini, semakin banyak tempat penyelenggaraan acara yang menerapkan prinsip bangunan hijau untuk meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan sumber daya selama kegiatan berlangsung.

Apa Itu Sustainable MICE?

Sustainable MICE adalah konsep yang lebih luas dari Green MICE. Jika Green MICE berfokus pada aspek lingkungan, Sustainable MICE mencakup tiga pilar sekaligus, lingkungan (environmental), sosial (social), dan ekonomi (economic).

Artinya, sebuah event yang benar-benar sustainable tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan komunitas lokal, menggunakan vendor lokal secara adil, dan memastikan manfaat ekonominya dirasakan oleh masyarakat sekitar venue.

Perbedaan Green MICE vs Sustainable MICE

Perlu dipahami bahwa Green MICE dan Sustainable MICE bukanlah konsep yang sama. Berdasarkan jurnal Penerapan Konsep Keberlanjutan pada Pelaku Industri MICE, Green MICE lebih berfokus pada upaya mengurangi dampak lingkungan dari sebuah acara, sedangkan Sustainable MICE memiliki cakupan yang lebih luas dan mencakup berbagai aspek keberlanjutan.

AspekGreen MICESustainable MICE
Fokus utamaLingkungan (energi, limbah, material)Lingkungan + sosial + ekonomi
Skala pertimbanganOperasional eventDampak jangka panjang terhadap komunitas
Contoh praktikVenue green building, paperless, catering lokalPemberdayaan vendor lokal, inklusivitas, zero-waste
Tujuan akhirKurangi jejak karbon eventEvent yang memberi manfaat menyeluruh

Contoh Penerapan Sustainable MICE

Penerapan Sustainable MICE dapat terlihat dari berbagai keputusan yang diambil selama penyelenggaraan acara. Selain memperhatikan aspek lingkungan, penyelenggara juga berupaya melibatkan pelaku usaha lokal dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Tren ini juga mulai terlihat di berbagai hotel dan venue penyelenggara acara. Keberlanjutan yang sebelumnya dianggap sebagai inisiatif tambahan kini semakin sering menjadi salah satu pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan event.

Baca Juga: 7 Contoh Sustainable MICE di Indonesia yang Bisa Jadi Inspirasi

Seiring berkembangnya industri MICE, isu keberlanjutan menjadi bagian yang semakin sulit dipisahkan dari penyelenggaraan acara bisnis. Karena itu, istilah seperti Green MICE dan Sustainable MICE kini semakin sering muncul dalam berbagai diskusi industri.

Memahami konsep-konsep tersebut dapat membantu pelaku usaha, penyelenggara acara, maupun pengelola hotel untuk melihat bagaimana industri MICE terus beradaptasi dengan tuntutan keberlanjutan yang berkembang saat ini.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Apa yang Kami Lakukan?
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *