Connect with us

Wilayah

Pusat Kawasan Lingkungan Hidup Takalar : Desa Laikang dan Segala Potensi serta Kerusakannya

Published

on

Pusat Kawasan Lingkungan Hidup Takalar _ Desa Laikang dan Segala Potensi serta Kerusakannya.

Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan meliputi daerah selatan Pulau Sulawesi, termasuk pulau-pulau kecil di sekitarnya, di antaranya Pulau Tanakeke, Pulau Bauluang, Pulau Satangga, dan Pulau Dayang-Dayang. Batas timur dari Kabupaten Takalar adalah Kabupaten Gowa dan Jeneponto. Di sebelah utara Kabupaten Takalar berbatasan dengan Kabupaten Gowa dan Kota Makassar. Sementara itu, batas barat dan selatan Kabupaten Takalar adalah Selat Makassar dan Laur Flores.

Luas tanah Kabupaten Takalar mencapai 56,65 ha yang tersebar di 9 wilayah kecamatan. Tipologi wilayahnya terdiri dari pantai, daratan, dan perbukitan. Bagian barat Kabupaten Takalar didominasi oleh pantai dan dataran rendah. Area yang lebih datar tersebar di bagian utara dan selatan. Sebagian kecil daerah juga dikelilingi oleh perbukitan. Sementara itu, pemanfaatan lahan terbesar di Kabupaten Takalar ini adalah sebagai pertanian lahan basah. Kegiatan budidaya lahan basah ini mencapai luasan 32.442,53 ha.

Potensi Wisata Pantai dan Sumber Daya Alam Lainnya

Salah satu kecamatan yang kucup luas di Kabupaten Takalar adalah Mangarabombang. Kecamatan ini menempati area seluas 100,5 km2 atau 17,75% dari luas Kabupaten Takalar. Salah satu potensi sumber daya alam yang ada di Kecamatan Mangarabombang adalah Teluk Laikang yang terletak di Dusun Puntondo, Desa Laikang. Panorama pantai yang terhampar di Teluk Laikang menjadi daya tarik tersendiri untuk menjadi destinasi wisata. Laut biru jernih dan hamparan mangrove merupakan obyek wisata yang dapat dinikmati di Desa Laikang ini. Pantai lain yang tak kalah indahnya di Kecamatan Mangarabombang adalah Pantai Lamangkia, Pantai Puntondo, dan Pantai Punaga.

Kegiatan wisata di Desa Laikang sudah cukup berkembang dengan memanfaatkan kearifan lokal setempat. Potensi wisata dikelola dengan baik oleh masyarakat sehingga memberikan imbal balik yang baik bagi perekonomian warga. Berbagai fasilitas seperti bungalow, outbond, dan penginapan dibangun untuk menunjang kegiatan wisata. Di pesisir Desa Laikang, wisatawan dapat berekreasi dengan berbagai aktivitas seperti snorkeling dan diving. 

Tradisi budaya masyarakat Sulawesi juga digelar setiap tahun di Kecamatan Mangarabombang. Maudu Lampoa merupakan pesta adat yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Perpaduan budaya lokal dan nilai religi tercermin dalam pesta tiap tanggal 2 Rabiul Awal penanggalan hijriah ini. Berbagai pertunjukan yang dihadirkan dalam acara ini menjadi daya tarik lain bagi wisatawan yang berkunjung.

Kecamatan Mangarabombang juga merupakan salah satu kawasan pusat pertanian lahan basah di Kabupaten Takalar. Berbagai tumbuhan juga hewan perikanan dibudidayakan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Masyarakat sekitar desa mendirikan tambak-tambak ikan air payau seperti udang dan bandeng. Ikan air tawar juga tidak kalah bersaing untuk dikembangbiakkan di Mangarabombang. Sementara itu, dataran basahnya banyak dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa dan kapuk. Beberapa penduduk juga mengembangkan rumput laut di laut lepas.

Baca juga: Desa Bojong, Kabupaten Garut: Sungai Cimanuk yang Harus DIlindungi dengan Pohon

Terancam Abrasi dan Tsunami

Kekayaan alam yang ada di Kabupaten Takalar tersebut, khususnya di Kecamatan Mangarabombang, kini terancam oleh kerusakan-kerusakan yang terjadi. Bahaya abrasi bahkan tsunami membayangi penduduk sekitar. Di tahun 2022 ini abrasi bahkan terjadi hingga nyaris memutuskan jalan raya. Pemakaman-pemakanan juga hancur oleh air laut yang meluap ke daratan. Puluhan makan hilang hingga tulang-belulang manusia berserakan.

Kejadian abrasi tersebut telah menelan daratan Mangarabombang. Sampai sekarang, daratan hanya berkisar 40 meter dari muka pantai. Selama empat tahun ke belakang, abrasi telah menghilangkan 3-4 meter daratan. Setahun terakhir bahkan 5-7 meter daratan tenggelam diterjang ombak. Dampak abrasi ini bahkan ditaksir mencapai kurang lebih 4 kilometer.

Mangrove sebagai Penyelamat

Salah satu cara untuk menangani kerusakan alam yang ada adalah dengan memulihkan hutan mangrove dengan penanaman pohon. Hutan mangrove di Kecamatan Mangarabombang mulai berkurang karena adanya alih fungsi lahan menjadi tambak atau pemukiman juga pemanfaatan kayu sebagai bahan bakar. Hal-hal inilah yang menyebabkan ancaman abrasi juga tsunami menerjang rumah-rumah warga. Penanaman mangrove kembali akan mengurangi dampak kerusakan tersebut.

Pohon mangrove memiliki akar yang kuat untuk menghalau gelombang laut. Selain itu, keberadaan mangrove juga berfungsi dalam pengumpulan sedimen untuk membentuk daratan baru. Manfaat mangrove lainnya adalah sebagai tempat hidupnya berbagai biota laut. Keberadaan biota laut ini menjadi sumber daya alam tersendiri yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Maka dari itu, LindungiHutan kemudian hadir untuk membantu masyarakat sekitar Kecamatan Mangarabombang untuk mengembalikan hutan mangrove. Bersama Andi, salah satu warga Desa Laikang, LindungiHutan menggerakkan kegiatan penanaman pohon Rhizophora sp.. Adanya mangrove berguna dalam menjaga keberagaman biota laut serta mencegah abrasi. Dengan begitu, status Takalar sebagai Pusat Lingkungan Hidup akan tetap terjaga. Sebagai pusat lingkungan hidup, Takalar bisa memberi edukasi kepada masyarakat tentang keberagaman hayati yang ada.

Baca juga: Kondisi Kritis Muara Cisadane: Dari Tambak Kembali ke Mangrove (2022)

Ayo dukung kegiatan penanaman LindungiHutan di Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar ini dengan berdonasi atau membuat kampanye alam di www.LindungiHutan.com! #BersamaMenghijaukanIndonesia!

Penulis: Alma Cantika Aristia

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *