Connect with us

Bisnis Lestari

Social Impact Assessment Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Tahapan Melakukannya

Published

on

social impact assessment

Social Impact Assessment adalah tahapan yang tidak boleh dilewatkan dalam menjalankan bisnis serta dalam merancang program yang tentunya memiliki dampak kepada masyarakat.

Perencanaan merupakan langkah pertama yang penting untuk dilakukan dalam menjalankan suatu program, proyek, atau kebijakan.

Termasuk dalam menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan kewajiban bagi perusahaan. Maka dari itu penting bagi perusahaan Anda untuk memahami signifikansi dari Social Impact Assessment.

Pencetusan program CSR tidak tepat jika hanya memperhatikan nilai positif saat dilaksanakan, sehingga diperlukan perencanaan yang matang agar bisa memperoleh tujuan yang diinginkan, menyebabkan pengaruh yang terarah, dan memastikan dampak positif yang berkelanjutan.

Lebih tepatnya apakah Social Impact Assessment itu? Apa tujuannya? Bagaimana manfaatnya? Serta seperti apa tahapan dalam melakukannya? Simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Panduan Meningkatkan Dampak Sosial Positif dalam Pelaksanaan CSR

Pengertian Social Impact Assessment

Penilaian Dampak Sosial (PDS) atau Social Impact Assessment adalah proses kajian sosial yang mengidentifikasi, menganalisis, menilai, mengelola, dan memantau potensi dampak sosial baik yang bersifat positif maupun negatif di wilayah masyarakat tempat terlaksanannya pembangunan, proyek, atau program oleh perusahaan.

Dampak sosial yang dimaksud adalah dampak langsung dan tidak langsung yang memengaruhi terjadinya perubahan cara hidup masyarakat. Terutama pengaruh budaya seperti perubahan pada nilai, norma, keyakinan, dan persepsi masyarakat mengenai diri dan lingkungannya selama semua tahap siklus hidup proyek dijalankan.

Tujuan Social Impact Assessment

Secara esensial, tujuan dari SIA adalah untuk mengidentifikasi dampak yang diinginkan dan tidak diinginkan dari intervensi program yang dijalankan oleh perusahaan agar dapat mengembangkan rencana pengelolaan yang berkelanjutan.

Di samping itu, SIA juga bertujuan sebagai upaya pengamanan sosial untuk mendorong keeratan hubungan keterkaitan sosial antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat demi mewujudkan pembangunan dan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Namun, tujuan paling penting bagi perusahaan dari perumusan hasil SIA adalah agar dapat digunakan sebagai acuan dalam merancang kegiatan CSR yang tepat sasaran dan berdampak positif secara berkelanjutan.

Perusahaan tentulah harus memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat yang terpengaruh oleh kegiatan bisnisnya. Sehubungan dengan tanggung jawab tersebut, perusahaan haruslah memiliki strategi dalam menjamin kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Strategi yang dirancang jugalah harus mempertimbangkan seluruh aspirasi masyarakat tanpa harus mengabaikan keseimbangan lingkungan, sehingga SIA menjadi sarana perusahaan untuk mengetahui kondisi, aspirasi, dan penerimaan dari masyarakat terhadap program yang diciptakan.

Manfaat Social Impact Assessment

Setelah mendapatkan hasil dari proses kajian penilaian dampak sosial, terdapat beberapa manfaat yang bisa diraih oleh perusahaan seperti dapat menentukan jenis pembangunan, proyek, atau program CSR yang cocok untuk wilayah lokasi pelaksanaan.

Manfaat utama yang bisa didapatkan adalah perusahaan dapat mengetahui dan memaksimalkan dampak positif yang dihasilkan oleh bisnisnya dan program yang telah dicanangkan, sekaligus dapat menilai, mengurangi, dan menangkal dampak negatif yang dihasilkan oleh bisnisnya dan program yang telah dijalankan terhadap masyarakat setempat.

Perusahaan dapat merancang intervensi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan bermanfaat yang meminimalkan risiko dan memaksimalkan peluang.

Ditambah lagi, perusahaan dapat menjalin hubungan yang lebih baik dan erat dengan pemerintah dan masyarakat, yang mana perusahaan dapat memperoleh citra yang baik dari dampak yang dihasilkannya, sekaligus meningkatkan kepercayaan dari masyarakat, investor, dan stakeholder lainnya.

Perbedaan Antara SIA dan EIA

Selain Social Impact Assessment (SIA), terdapat juga istilah bernama Environmental Impact Assessment (EIA). Seperti nama yang terkandung di dalam istilahnya, perbedaan antara SIA dan EIA terletak pada fokus kajiannya.

Jika SIA menganalisis dampak sosial, maka EIA lebih berfokus pada analisis dampak terhadap lingkungan yang lebih spesifik.

Kedua laporan analisis tersebut sejatinya tergabung di dalam konsep Strategic Impact Assessment yang merupakan alat multi-disiplin yang berkembang dari SIA dan EIA.

Baca juga: Pengertian LCA (Life Cycle Assessment), Prinsip, Manfaat, dan Kegunaannya

LindungiHutan Menanam Lebih Dari 750 RIBU Pohon di 45+ Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia

Tahapan Melakukan Laporan Social Impact Assessment

Agar menghasilkan laporan SIA yang efektif dan mencakup seluruh aspek dan dimensi dampak sosial yang relevan, beberapa tahapan harus dilakukan yang diantaranya:

1. Pelingkupan dan Penyaringan

Tahap pertama dalam membuat laporan SIA adalah mengidentifikasi ruang lingkup dan skala dari proyek atau program, serta menyaring dampak yang tidak relevan atau tidak signifikan.

Melakukan tahap ini dapat membantu perusahaan Anda menentukan tujuan, sasaran, dan batasan SIA, serta pemangku kepentingan utama, isu, dan indikator yang menjadi fokus utama proyek atau program.

Pelingkupan dan penyaringan dapat dilakukan melalui studi literatur, konsultasi dengan pemangku kepentingan, daftar periksa, matriks, atau kerangka kerja yang memandu perusahaan Anda melalui kriteria dan pertanyaan yang relevan.

2. Analisis Baseline dan Dampak

Tahap selanjutnya adalah menetapkan data dasar dan menganalisis potensi dampak proyek atau kebijakan terhadap lingkungan sosial.

Analisis baseline atau titik acuan dan dampak dapat membantu perusahaan Anda memahami situasi terkini dan perubahan yang diharapkan dari segi sosial, ekonomi, budaya, politik, kelembagaan, dan kesehatan.

Tahap ini dapat dilakukan melalui metode pengumpulan dan analisis data kuantitatif atau kualitatif, seperti survei, wawancara, kelompok terarah, observasi, studi kasus, atau metode partisipatif.

Baca juga: ISO 26000, Pedoman Pelaksanaan CSR untuk Perusahaan

3. Mitigasi dan Peningkatan

Tahap berikutnya adalah mengusulkan dan mengevaluasi langkah-langkah untuk memitigasi dampak negatif dan meningkatkan dampak positif dari proyek atau kebijakan.

Dengan melakukan tahap ini, perusahaan Anda dapat terbantu dalam mengurangi risiko dan meningkatkan manfaat dari intervensi, serta mengatasi trade-off, konflik, atau ketidakpastian yang ada.

Untuk mencapai tahap ini dapat dilakukan melalui analisis biaya-manfaat, analisis multi-kriteria, analisis skenario, atau metode umpan balik dari pemangku kepentingan.

4. Pemantauan dan Evaluasi

Tahap terakhir adalah memantau dan mengevaluasi dampak dan hasil aktual dari proyek atau kebijakan, serta membandingkannya dengan hasil yang telah diprediksi dan diinginkan.

Perusahaan Anda dapat terbantu dalam melacak kemajuan dan kinerja intervensi, serta mengidentifikasi kesenjangan, tantangan, atau pelajaran yang dapat dipetik dengan melakukan tahap ini.

Sementara itu, tahap ini dapat dilakukan melalui pengadaan indikator, target, tolok ukur, atau mekanisme umpan balik.

Berdasarkan tahapan di atas, Social Impact Assessment adalah strategi komprehensif yang mencakup seluruh aspek sosial dalam mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan secara maksimal, terukur, dan berdampak positif secara berkelanjutan.

Baca juga: Cerita Bank Danamon Menanam Mangrove Bersama LindungiHutan

Penulis: Prabu Haryo Pamungkas

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Survey LindungiHutan