Connect with us

Green Skilling

Manfaat Sertifikasi Keberlanjutan bagi Perusahaan Anda, Serta Kaitannya dengan Regulasi

Logo LindungiHutan

Published

on

Sertifikat keberlanjutan untuk bisnis

LindungiHutan kembali menyelenggarakan webinar Green Skilling edisi ke-14 dengan tema sertifikasi keberlanjutan “Peran Sertifikasi dalam Mendukung Praktik Bisnis Berkelanjutan”. Acara ini menghadirkan Karlina Bone, Head of Systems Certification Division di TUV NORD, sebagai pembicara utama.

Seiring dengan berkembangnya regulasi terkait keberlanjutan, permintaan pasar terhadap produk ramah lingkungan pun terus meningkat. Riset terbaru juga mengungkap bahwa tren ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen yang semakin mengutamakan produk-produk berkelanjutan. 

Dalam konteks ini, sertifikasi menjadi faktor penting yang membantu perusahaan memastikan bahwa praktik bisnis berkelanjutan mereka sesuai dengan standar global dan dapat dipercaya oleh pasar.

“Penerapan sertifikasi keberlanjutan dapat didorong oleh pasar maupun regulator. Mungkin, diwajibkan oleh rantai pasok perusahaan, investor, atau sebuah negara yang mengadopsi sebuah standar kemudian menjadikan standar wajib,” ujar Karlina.

6 Manfaat Utama Sertifikasi Keberlanjutan bagi Perusahaan Anda

Penerapan sertifikasi keberlanjutan membawa berbagai manfaat bagi industri, terutama dalam memastikan bahwa operasional perusahaan selaras dengan prinsip bisnis berkelanjutan. Berikut enam manfaat utama yang dapat diperoleh perusahaan dari penerapan sertifikasi keberlanjutan:

🌍 Wajib Tahu! Regulasi & Peraturan Sustainability untuk Bisnis 📖

Pastikan bisnis Anda patuh terhadap regulasi lingkungan dengan panduan lengkap ini. Unduh sekarang, GRATIS!

1. Peningkatan Efisiensi Sumber Daya

Melalui proses audit yang ketat, sertifikasi membantu perusahaan mengidentifikasi penggunaan sumber daya yang tidak efisien. Dengan demikian, perusahaan dapat mengoptimalkan pemakaian energi, air, dan bahan baku, sehingga mengurangi pemborosan.

2. Meningkatkan Reputasi Brand

Konsumen semakin sadar akan dampak lingkungan dari produk yang mereka beli. Dengan memiliki sertifikasi keberlanjutan, perusahaan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, terutama di kalangan pembeli yang lebih peduli terhadap lingkungan (environmentally conscious consumers).

3. Kepatuhan terhadap Regulasi

Dinamisnya regulasi pemerintah terkait keberlanjutan membuat kepatuhan menjadi tantangan bagi perusahaan. Sertifikasi memastikan bisnis tetap berjalan dengan lancar, sekaligus membuka peluang ekspor ke negara-negara yang memiliki standar keberlanjutan ketat.

4. Penghematan Biaya Operasional

Dengan menerapkan standar bisnis berkelanjutan, perusahaan dapat mengidentifikasi dan menghilangkan titik-titik operasional yang tidak efisien. Hal ini membantu dalam mengurangi pemborosan waktu dan biaya, sehingga meningkatkan profitabilitas bisnis.

5. Mengurangi Dampak Lingkungan

Salah satu tujuan utama sertifikasi keberlanjutan adalah memastikan bahwa operasional bisnis tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan penerapan praktik yang lebih ramah lingkungan, perusahaan dapat berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim.

6. Mendorong Inovasi

Dalam upaya memenuhi standar sertifikasi, perusahaan sering kali terdorong untuk mengembangkan solusi inovatif, baik dalam hal proses produksi, material yang digunakan, maupun efisiensi rantai pasok. Hal ini memberikan keunggulan kompetitif di industri yang semakin mengedepankan keberlanjutan.

Dengan berbagai manfaat ini, penerapan sertifikasi menjadi langkah strategis bagi perusahaan yang ingin memastikan keberlanjutan operasionalnya sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

Baca juga: Apa Itu Impact Report? Berikut Solusi untuk Perusahaan Anda

Penerapan dan Implementasi Sertifikasi Keberlanjutan

Penerapan sertifikasi keberlanjutan tidak dapat dipisahkan dari kebijakan lingkungan yang lebih luas terutama dalam upaya pengurangan emisi karbon. Sebagai negara yang mengadopsi Perjanjian Paris, Indonesia berkomitmen untuk menekan laju pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius. 

Dengan lebih dari 11.634 industri besar yang beroperasi di berbagai sektor seperti transportasi, pertambangan, perumahan, dan manufaktur, industri menjadi salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca. Oleh sebab itu, regulasi yang mendukung praktik bisnis berkelanjutan menjadi makin penting. 

Salah satu kebijakan yang mendukung upaya ini adalah Peraturan Pemerintah (PP) No. 33 Tahun 2023, yang mewajibkan perusahaan di sektor energi, industri, transportasi, dan bangunan gedung dengan konsumsi energi melebihi batas tertentu untuk menerapkan manajemen energi. 

Kebijakan ini mencakup kewajiban audit energi serta pelaporan konsumsi energi berdasarkan ambang batas Total Oil Equivalent (TOE) per tahun. Dengan regulasi ini, pemerintah mendorong efisiensi energi guna mengurangi dampak lingkungan akibat emisi industri. 

Selain kepatuhan terhadap regulasi nasional, perusahaan yang ingin memperluas pasar ke tingkat global juga mesti memahami standar keberlanjutan yang berlaku di negara tujuan. Setiap negara memiliki persyaratan khusus terkait sertifikasi, yang sering kali menjadi syarat utama bagi produk dan layanan agar dapat bersaing di pasar internasional. 

Dengan memastikan kepatuhan terhadap standar ini, perusahaan tidak hanya dapat meningkatkan daya saingnya tetapi juga memperkuat komitmen terhadap prinsip bisnis berkelanjutan.

“Jika perusahaan ingin memperluas pasar (ekspor), penting untuk memahami standar yang berlaku di negara tujuan. Keuntungannya, produk kita lebih mudah diterima,” pungkas Karlina.

Baca juga: Pengungkapan Emisi Karbon dan Manfaatnya bagi Perusahaan

lindungiHutan Menanam Lebih Dari 900 RIBU Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan

Apa yang Kami Lakukan?
Jalin Kerja Sama!
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *