Penggalang
Risa Vibia dan #Peluk2111Pohon: Merayakan Ulang Tahun dengan Menanam Pohon Alpukat
Kenapa kita tidak menanam pohon saat ini juga? Mumpung ada fasilitas dan pihak yang mencarikan ruangnya. Menanam bisa dilakukan di mana saja bersama LindungiHutan.
Platform ini sudah menyediakan timeline dan memantau keberlangsungan hidup pohon sehingga tidak ada lagi alasan untuk menunda.
Kalimat itu lahir dari keyakinan Risa Vibia bahwa merawat bumi dapat dimulai dari langkah sederhana yang memberi dampak besar.
Dari keyakinan tersebut, tercetuslah kampanye alam #Peluk2111Pohon yang rencananya akan melakukan penanaman pohon alpukat di Jabungan, Kota Semarang pada 31 Desember 2025.
Angka 2111 diambil dari tanggal lahirnya, 21 November, sekaligus menjadi target jumlah pohon yang ingin ditanam.
Daftar Isi
Latar Belakang Membuat Kampanye Alam #Peluk2111Pohon
Risa sudah mengenal LindungiHutan cukup lama melalui teman-temannya yang pernah ikut aksi tanam. Tahun lalu, tepat di ulang tahunnya, ia tergerak untuk merayakannya dengan cara yang berbeda, sesuatu yang bermakna untuk setahun ke depan.
Momen ini dipicu oleh dokumentasi workshop journaling yang ia ikuti di awal tahun 2024 di Semarang. Workshop tersebut membahas memori manusia dengan tanaman, hutan, dan alam.
Saat sesi berlangsung, di belakang mereka berdiri sebuah pohon besar berusia ratusan tahun. Bersama belasan peserta lain, Risa memeluk pohon tersebut, namun lingkaran tangan mereka tetap belum mampu mengelilinginya.

Dari situ ia merasakan koneksi yang kuat dengan pohon hidup yang akarnya menjalar luas, berbeda dengan memeluk benda mati seperti patung. Kenangan itu kembali terlintas pada November 2024.
Saat itulah ia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menggandeng LindungiHutan. Platform ini memudahkan pemilihan jenis pohon, lokasi tanam, waktu penanaman, hingga target jumlah pohon.
Risa pun memilih pohon alpukat karena memiliki nilai nostalgia. Di depan rumahnya tumbuh pohon alpukat yang setiap akhir tahun menjatuhkan buah-buah kecil.
Selain itu, alpukat dikenal bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat dari hulu ke hilir. Lokasi penanaman ia tetapkan di Jabungan, Semarang.
Tanpa pikir panjang, Risa membuat kampanye alam bertajuk #Peluk2111Pohon. Angka 2111 merujuk pada tanggal lahirnya, 21 November, dengan target 2.111 pohon alpukat.
Meski menjelang ulang tahunnya target penanaman belum mencapai setengah, Risa tetap optimis. Ia berharap kampanye ini bisa sampai ke lebih banyak orang agar target tersebut terpenuhi.
Untuk itu, ia berbagi cerita dengan teman-teman, sesama campaigner LindungiHutan, dan mengajak publik ikut berpartisipasi melalui media sosial dan tagar #Peluk2111Pohon.
Bagi Risa, kampanye ini bukan sekadar proyek menanam pohon. Ia melihatnya sebagai perayaan ulang tahun yang melibatkan semesta.
Sejak kecil, ia sudah dekat dengan alam. Ibunya adalah seorang guru biologi yang akrab disapa “Ibu Bumi” oleh murid-muridnya, dan dari sanalah kecintaannya terhadap tanaman tumbuh.
Bahkan ia pernah bercita-cita menjadi seorang botanis. Menurutnya, menanam lebih banyak pohon berarti memberi manfaat bagi manusia dan alam.
Kampanye ini juga menjadi “perayaan” yang tak hanya dirasakan manusia, tetapi juga oleh pohon itu sendiri.
Baca Juga: Ketika Kepedulian Menjadi Aksi: Cinta Laura Tanam Harapan di Pulau Pari
Dari Mana Risa Vibia Mengenal LindungiHutan
Risa mengetahui LindungiHutan dari temannya yang menikah dengan konsep pernikahan ramah bhumi. Teman tersebut adalah pemilik Ranah Bhumi di Yogyakarta, yang kini berganti nama menjadi Bhumi Bhuvana.
Ranah Bhumi dulunya adalah bulk store, kini berkembang menjadi pusat R&D pangan lokal. Di acara pernikahan itu, Risa mendengar langsung tentang LindungiHutan dari salah satu tim yang hadir.
Sejak 2016–2017, Risa sudah berkarya di dunia green jobs, sehingga nama LindungiHutan terasa tidak asing. Bahkan, beberapa rekan dan mitranya seperti Vert Terre Bulk Store di Jogja pernah membuat kampanye di platform ini.
Saat ini, Risa aktif di dua proyek ramah lingkungan. Ia mendirikan Pasar Wiguna, pasar ekokultur di Yogyakarta sejak 2021 yang telah berekspansi ke Bandung dan kota kecil lainnya, serta membangun toko bunga ramah bumi bernama Sporadies.
Pasar Wiguna sendiri dirancang sebagai ruang pertemuan terbuka hijau. Konsepnya memadukan budaya lokal, pengelolaan limbah, dan wellness, sehingga pengunjung bisa menikmati alam sambil belajar hidup berkelanjutan.
Dengan latar belakang ini, Risa berharap dapat memiliki lebih banyak peluang untuk berkolaborasi dengan LindungiHutan, menggabungkan jejaringnya di bidang green jobs dengan misi penghijauan.
Pengalaman Risa Vibia Menggunakan Platform LindungiHutan
Bagi Risa, mengakses dan mengatur kampanye di LindungiHutan terasa mudah. Pilihan pohon yang bervariasi dan kebebasan menulis deskripsi dengan gaya personal membuatnya merasa terwadahi.

Pendekatannya terasa personal dan berkarakter, bukan sekadar formal. Sebagai pengguna, ia merasa menjadi agen aktif dalam gerakan penghijauan, bukan sekadar objek.
Tampilan platform dinilainya jelas dan mudah dipahami, sehingga orang baru pun cepat mengerti cara membuat kampanye. Kolom khusus individu dan fitur kampanye donasi pohon membuat proses semakin praktis.
Selain itu, Risa sangat terbantu oleh admin CS Asri yang rutin memberi pengingat perkembangan kampanye. Pelayanan ini membuatnya selalu ingat bahwa kampanyenya sedang berjalan.
Baca Juga: Kampanye Alam Kim Jiwoong: Hadiah Ulang Tahun yang Menjaga Bumi
Ajakan
Pengalamannya dengan LindungiHutan membuat Risa semakin yakin bahwa hubungan manusia dengan alam itu personal. Dari bencana, panas ekstrem, hingga banjir, ia merasa pohon adalah penolong terbesar kita.

Ia mengajak untuk melawan plant blindness atau kondisi ketika orang tidak mengenal jenis tanaman atau pohon di sekitarnya. Menurutnya, jangan sampai pohon hilang sebelum sempat kita kenal.
Di Sporadies, ia membawa kampanye plant blindness dan pernah berkolaborasi dengan LindungiHutan lewat edukasi pohon di Instagram. Harapannya, semakin banyak orang sadar akan pentingnya mengenal dan menanam pohon.
Mumpung masih ada ruang, ia mengajak untuk menanam sekarang juga. LindungiHutan memfasilitasi dari pemilihan pohon, pencarian lahan, hingga pemantauan pertumbuhannya.
Kesan dan Pesan
Risa berharap LindungiHutan terus menjadi penghubung antara manusia dan alam, karena peran itu sangat vital menurutnya. Ia melihat banyak orang merasa tidak punya akses untuk terhubung dengan alam, padahal fasilitasnya sudah ada dan mudah dijangkau.
“Semoga LindungiHutan panjang umur dan terus mengajak teman-teman untuk terhubung dengan alam lewat penanaman pohon,” tutupnya.
Dukung Kampanye Alam #Peluk2111Pohon
Kampanye #Peluk2111Pohon akan ditutup pada November mendatang. Masih ada waktu untuk ikut menyukseskan misi menanam 2.111 pohon alpukat di Jabungan, Semarang.
Setiap donasi pohon yang Anda berikan akan membawa kita lebih dekat pada target, sekaligus memberi manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat setempat.
Mari rayakan ulang tahun Risa dengan hadiah terbaik untuk bumi: pohon yang akan tumbuh, berbuah, dan melindungi kita semua.
Yuk, Dukung Kampanye Alam #Peluk2111Pohon Lewat Donasi Pohon di LindungiHutan
