Penggalang
Ketika Kepedulian Menjadi Aksi: Cinta Laura Tanam Harapan di Pulau Pari
“Hari ini yang membuat aku sangat berkesan adalah pejuang mangrove itu para perempuan. Amazing! Perempuan Pulau Pari!” seru Cinta Laura dengan semangat, disambut tepuk tangan para relawan.
Di Pulau Pari, Minggu 27 Juli 2025, sehari setelah Hari Mangrove Sedunia, Cinta Laura turun langsung menanam mangrove bersama LindungiHutan. Aksi ini bukan hanya simbolik, tapi lahir dari komitmen nyata.
Lewat Act of Love Foundation, ia menggandeng LindungiHutan dalam gerakan Mangrove Youth Mission, sebuah kampanye yang mengajak anak muda peduli dan terlibat langsung dalam pelestarian ekosistem mangrove yang kian terancam.

Daftar Isi
Dari Kepedulian Pribadi ke Gerakan Kolektif
Keterlibatan Cinta bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. “Aku punya kepedulian tinggi terhadap hutan mangrove, mungkin karena orang tua aku tinggal di Bali.
Beberapa tahun lalu sempat ada skandal besar, hutan mangrove mau dimusnahkan demi pembangunan fasilitas wisata,” ceritanya.
Dari situ, ia mulai sadar bahwa mangrove punya peran vital, seperti menghindari abrasi, mencegah banjir, hingga menjaga ekosistem laut. Maka, ketika diberi kesempatan menanam di Pulau Pari, ia tak ragu.

Tak sekadar menanam, kegiatan hari itu juga menghadirkan momen reflektif. Setelah aksi selesai, para peserta duduk bersama dalam sharing session. Mereka saling berbagi cerita, alasan terlibat, dan harapan untuk lingkungan.
Momen kebersamaan ini membuat pengalaman menanam lebih bermakna dan hubungan antarpeserta pun jadi lebih erat.
“Aku terharu. Ternyata yang berjuang melestarikan pohon-pohon mangrove di sini adalah para perempuan. Itu luar biasa banget. Mereka bukti bahwa siapa pun bisa jadi pahlawan,” katanya.

Namun, aksi Cinta Laura hari itu juga membuka matanya. Saat menanam, ia menemukan sampah plastik tersangkut di pohon mangrove yang sudah berumur 3–4 tahun.
“Itu sakit hati banget ngelihatnya. Ini nunjukin masyarakat masih butuh banget edukasi soal lingkungan. Karena tanpa pengetahuan, sulit untuk peduli.”
Pulau Pari dan Makna Hari Mangrove Sedunia
Penanaman mangrove dilakukan pada hari Minggu, 27 Juli 2025, tepat sehari setelah Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli 2025.
“Luar biasa banget momennya. Aku harap Hari Mangrove Sedunia ini bisa dirayakan semua orang, terutama di Indonesia. Kita kan negara kepulauan, sangat bergantung sama laut,” jelasnya.
Menurut Cinta, edukasi soal pentingnya mangrove sebaiknya dimulai sejak dini. “Kalau dari SD udah tahu pentingnya mangrove, mereka bisa tumbuh jadi orang yang peduli. Dan tentunya, kalau bisa, juga ambil aksi,” tambahnya.
Lewat kampanye Mangrove Youth Mission, Act of Love bersama LindungiHutan ingin menghadirkan ruang untuk belajar, bertindak, dan tumbuh sebagai agen perubahan.

Bukan cuma aksi tanam pohon, tapi juga edukasi lapangan dan kampanye digital yang melibatkan anak muda.
Kolaborasi yang Kuat: Lingkungan, Edukasi, dan Harapan
Ica, perwakilan dari Act of Love, menjelaskan bahwa kampanye ini lahir dari riset mendalam. “Sebelum bikin Mangrove Youth Mission, kami riset dulu isu sosial dan ekosistem mangrove. Pulau Pari jadi salah satu wilayah terdampak perubahan iklim dan ekosistemnya,” jelasnya.
“Untungnya, kami ketemu partner hebat: LindungiHutan. Mereka bantu riset dan aksi nyata di lapangan,” lanjutnya.
Bibit mangrove yang ditanam hari itu dibeli langsung dari petani lokal Pulau Pari. “Jadi kita bantu lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat sekitar.”
Bukan sekadar tanam lalu selesai. Bibit ini akan dipantau selama setahun penuh oleh tim LindungiHutan. “Ada laporan pertumbuhan lengkap yang bisa dicek langsung di website mereka.”
“Kita percaya langkah kecil hari ini bisa berdampak besar untuk generasi masa depan. Ini tentang warisan hidup yang lebih baik untuk anak cucu kita.”
Aksi Cinta Laura yang Menenangkan Hati
Menutup harinya di Pulau Pari, Cinta Laura mengungkapkan betapa damainya berada di tengah keindahan alam. Sebagai seseorang yang mencintai laut, ia merasa aksi menanam mangrove bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tapi juga membawa ketenangan batin.

“Walaupun matahari cukup terik, aku senang melakukannya dan justru merasa lebih tenang daripada hari Minggu santai di rumah di Jakarta,” ungkapnya.
“Tadi pagi memang agak susah bangunnya, tapi ternyata selain kita berbuat baik untuk alam, kita juga bisa menenangkan hati dan pikiran di antara keindahan alam.
Ia pun menitipkan harapan yang menyentuh:
“Kalau kalian belum tahu harus mulai dari mana, langsung saja kunjungi website LindungiHutan. Cara paling mudah adalah berdonasi dari rumah supaya kita bisa menanam pohon langsung di lokasi.
Tapi nggak cuma itu. Kalian juga bisa jadi volunteer, bahkan bikin campaign sendiri kalau komunitas atau daerah kalian butuh bantuan.
Ingat, belum terlambat untuk memulai. Aksi sekecil apa pun bisa memberi dampak yang luar biasa besar. Mari kita sama-sama menghijaukan bumi dan jadi agents of love.”
Dari artis ke aktivis, aksi Cinta Laura adalah pengingat bahwa cinta pada alam bukan cuma soal kata-kata. Ia menunjukkannya lewat langkah nyata. Menanam, menyuarakan, dan melibatkan.
