Hutanpedia
5 Rekomendasi Ekowisata Mangrove yang Cocok Untuk Liburan!
Berwisata memberi kita kesempatan untuk menemukan ketenangan dan memperluas wawasan kita, tapi kita harus melakukannya tanpa merugikan hewan, alam, atau planet. Di sinilah pentingnya ekowisata, wisata yang berkelanjutan, dan bertanggung jawab.
Salah satunya, bisa dengan mengunjungi ekowisata mangrove yang memungkinkan kamu mengeksplorasi kawasan pesisir dengan cara yang peduli lingkungan sekaligus terlibat dalam melindungi dan menjaga lingkungan.
Lantas, ekowisata mana saja yang bisa kamu kunjungi? Simak ulasan lengkap dan rekomendasi tempat berikut ini!
Daftar Isi
Apa itu Ekowisata Mangrove?
Dikutip dari laman The International Ecotourism Society, ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ke daerah alami yang melestarikan lingkungan, mendukung kesejahteraan penduduk lokal, dan melibatkan pemahaman serta Pendidikan.
Sedangkan menurut Park and Forests, ekowisata mencakup aktivitas berbasis alam yang meningkatkan apresiasi dan pemahaman pengunjung terhadap nilai-nilai alam dan budaya.
Aktivitas ini dikelola agar tetap ramah lingkungan, menguntungkan secara ekonomi, dan berkelanjutan secara sosial, serta berkontribusi pada kesejahteraan dan pelestarian daerah alami serta masyarakat setempat di mana mereka beroperasi.
Ekowisata mangrove adalah pemanfaatan hutan mangrove secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan tiga aspek utama yaitu kelestarian lingkungan, keuntungan ekonomi, dan pandangan masyarakat setempat.
Menurut laman Ecotourism World, perbedaan antara ekowisata dan wisata konvensional adalah jenis wisatawan, dampak lingkungan, dan aktivitas dari wisatawan selama di lokasi.
Pariwisata reguler bertujuan untuk mempelajari sejarah, geografi, dan budaya lokal suatu destinasi. Sedangkan, ekowisata berfokus pada pelestarian satwa liar lokal dan berkontribusi pada komunitas setempat untuk memperbaiki keadaan.
Baca juga: 5 Rekomendasi Lokasi Menanam Mangrove

Manfaat Ekowisata Mangrove
Ekowisata mangrove berdampak baik pada ekologi, sosial, dan ekonomi sekitar. Berikut ini beberapa manfaat ekowisata mangrove.
1. Melawan Perubahan Iklim
Ekowisata mengutamakan pelestarian alam sehingga pengelolaannya biasanya melibatkan praktik yang ramah lingkungan yang dapat mengurangi emisi karbon dari aktivitas pariwisata.
Selain itu, ekowisata juga sering kali mendukung proyek-proyek konservasi yang membantu menjaga hutan dan lahan basah, yang berperan penting dalam menyerap karbon dari atmosfer.
Terlebih, keberadaan hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem karbon biru atau blue carbon sangat mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
2. Menjadi Sumber Penghasilan Penduduk Lokal
Dengan menarik wisatawan, ekowisata menciptakan peluang kerja bagi penduduk setempat. Misalnya, penduduk setempat dapat bekerja sebagai pemandu wisata, petugas konservasi, atau pengelola akomodasi wisata.
Pendapatan yang diperoleh dari ekowisata juga sering kali mengalir kembali ke komunitas setempat melalui pembangunan infrastruktur, program pendidikan, atau inisiatif pengembangan ekonomi lokal lainnya. Simak lebih lanjut mengenai manfaat rehabilitasi mangrove dalam artikel “Cerita Manfaat Penanaman Mangrove bagi Mitra Petani LindungiHutan”
3. Mendorong Konservasi Hayati
Pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas ekowisata seringkali digunakan untuk mendukung proyek-proyek konservasi, seperti rehabilitasi ekosistem yang terdegradasi dan penegakan hukum terhadap kegiatan ilegal yang merusak lingkungan.
Selain itu, keberhasilan bisnis ekowisata sering kali bergantung pada kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, sehingga pengelola akan memiliki insentif ekonomi untuk menjaga dan memelihara lingkungan alamiah tempat mereka beroperasi.
5 Rekomendasi Ekowisata Mangrove
Berikut ini, lima rekomendasi ekowisata mangrove yang dapat kamu kunjungi, lengkap dengan lokasi Google Maps, harga tiket, hingga jam operasional.
1. Ekowisata Mangrove PIK
Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk (Hutan Mangrove PIK) di Jakarta Utara menawarkan panorama alam dan berbagai aktivitas seperti wisata air, penanaman mangrove, dan foto prewedding.
Harga tiket masuk berkisar dari Rp 15.000 hingga Rp 35.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 150.000 hingga Rp 170.000 untuk turis mancanegara.
Jam operasionalnya dari pukul 08.00 hingga 17.30 WIB pada hari biasa, dan dari pukul 07.00 hingga 17.30 WIB pada akhir pekan dan hari libur.
2. Ekowisata Mangrove Wonorejo
Ekowisata Mangrove Wonorejo di Surabaya merupakan destinasi wisata alam yang menggabungkan rekreasi dan edukasi. Terletak di Jalan Raya Wonorejo, Kecamatan Rungkut, kawasan ini berfungsi untuk mencegah abrasi dan menyediakan habitat bagi satwa liar.
Wisatawan dapat menikmati jogging track gratis, tetapi harus menyeberangi sungai dengan perahu untuk menjelajahi hutan mangrove. Tiket perahu berharga Rp 25.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak. Kawasan ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
3. Ekowisata Mangrove Cengkrong
Hutan Mangrove Pancer Cengkrong di Trenggalek, Jawa Timur, adalah objek wisata alam populer yang menawarkan pemandangan hutan bakau yang luas. Terletak di Desa Karanggongso, Kecamatan Watulimo, kawasan ini berjarak sekitar 49 km dari pusat kota.
Tiket masuk dikenakan Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk dewasa. Fasilitas lainnya termasuk gazebo untuk bersantai, dermaga kecil, dan sampan untuk menjelajahi sungai Kalisongo yang mengalir ke Pantai Cengkrong.
4. Ekowisata Mangrove Medokan
Ekowisata Mangrove di Kelurahan Medokan Sawah, Kecamatan Rungkut, Surabaya, menawarkan wahana baru untuk berswafoto, dibangun dari barang-barang bekas seperti pipa pompa air, paving, kayu, dan tiang PJU. Selain area ber-swafoto, terdapat gazebo, perahu, dan jembatan kayu alami.
Lokasi ini juga menyediakan tempat bermain anak-anak, dibangun dari barang bekas, dan buka setiap hari. Wisatawan bisa menikmati wisata air dengan syarat membeli dua bibit mangrove dari petani setempat.
Lokasinya buka Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 dan Sabtu-Minggu pukul 09.00-16.00 WIB.
5. Ekowisata Mangrove Gunung Anyar
Hutan Mangrove Gunung Anyar di Jalan Medokan Sawah, Surabaya, adalah tempat wisata ekowisata yang bisa dikunjungi tanpa biaya masuk. Fasilitas yang tersedia meliputi area parkir, toilet, musala, gazebo, warung makan, dan spot foto menarik seperti jembatan, menara pandang, dan dermaga bambu.
Tempat ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Biaya parkir adalah Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil, sementara biaya sewa perahu adalah Rp50.000 per orang. Pengunjung yang ingin menyusuri hutan mangrove dengan perahu perlu membayar biaya tambahan.
Implementasi Program Ekowisata Mangrove Dalam CSR
Implementasi ekowisata mangrove dalam program CSR dapat dilakukan melalui beberapa langkah. Pertama, perusahaan bisa bekerja sama dengan pemerintah dan komunitas lokal untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi kawasan mangrove.
Kedua, mereka dapat membantu membangun infrastruktur seperti jembatan kayu, gazebo, dan fasilitas umum lainnya.
Ketiga, perusahaan bisa menyediakan dana dan sumber daya untuk kegiatan edukasi dan pelatihan bagi masyarakat setempat mengenai pentingnya konservasi mangrove.
Dengan demikian, program CSR yang dilaksanakan bisa memberikan dampak positif baik itu dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat setempat. Tentunya, juga secara berkelanjutan!

Selain itu, mereka dapat mendukung kegiatan promosi untuk menarik lebih banyak wisatawan. Dengan cara ini, perusahaan berkontribusi pada pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.
Baca juga: Penanaman Mangrove, Ide Program CSR Lingkungan yang Berdampak
LindungiHutan Menanam Lebih dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Bersama 500+ Brand dan Perusahaan
FAQ
Apa yang dimaksud dengan ekowisata mangrove?
Ekowisata mangrove adalah kegiatan wisata yang dilakukan dengan memanfaatkan hutan mangrove sebagai objek utama, sambil mempromosikan konservasi alam dan edukasi lingkungan.
Apa yang dimaksud dengan wisata mangrove?
Wisata mangrove adalah kunjungan atau kegiatan rekreasi yang dilakukan di kawasan hutan mangrove untuk menikmati keindahan alam, aktivitas seperti berjalan-jalan, berfoto, atau menyusuri sungai.
Apakah hutan mangrove objek wisata?
Ya, hutan mangrove dapat menjadi objek wisata karena menawarkan pemandangan alam yang menarik dan beragam aktivitas bagi pengunjung.
Apa manfaat mangrove bagi lingkungan?
Manfaat mangrove bagi lingkungan meliputi perlindungan pantai dari abrasi, penyerapan karbon dioksida, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.
Penulis: Fida Afra’ Effendi
