Connect with us

Hutanpedia

Hari Mangrove Sedunia 2026: Kenali Jenis, Manfaat dan Cara Menanamnya

Published

on

Hari Mangrove Sedunia 2026: Kenali Jenis, Manfaat, dan Cara Menanamnya

LindungiHutan Insight

  • Hari Mangrove Sedunia 2026 mengajak masyarakat menjaga ekosistem mangrove yang penting bagi pesisir dan iklim.
  • Mangrove memiliki banyak jenis dan manfaat, sehingga perlu dilestarikan melalui penanaman dan perawatan yang tepat.
  • Perusahaan dapat mendukung pelestarian mangrove melalui program CSR, ESG, dan kolaborasi berbagai pihak.

Setiap tanggal 26 Juli, dunia memperingati Hari Mangrove Sedunia sebagai bentuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian ekosistem mangrove. 

Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berperan dalam melindungi garis pantai, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap karbon sehingga mendukung mitigasi perubahan iklim. 

Kerusakan mangrove dapat menyebabkan abrasi, intrusi air laut, hilangnya habitat satwa, dan menurunnya kualitas lingkungan pesisir. Oleh karena itu, konservasi mangrove menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem pesisir yang berkelanjutan.

Apa itu Mangrove? 

Mangrove merupakan ekosistem hutan yang tumbuh di wilayah pesisir, muara sungai, dan kawasan pasang surut dengan kadar garam tinggi. 

hari mangrove sedunia 2026

Tumbuhan mangrove memiliki kemampuan beradaptasi melalui sistem akar khusus yang mampu menopang pertumbuhan pada tanah berlumpur dan tergenang. 

Jenis-Jenis Mangrove 

Indonesia memiliki beragam jenis mangrove, menurut  (Safitri, dkk., 2024):

  1. Avicennia alba: memiliki akar napas dan sistem perakaran horizontal yang membantu merangkap sedimen di kawasan pasang atupun surut.
  2. Rhizophora apiculata: memiliki ciri-ciri akar tunjang dan daun elips berujung meruncing, sehingga banyak digunakan dalam rehabilitasi pesisir.
  3. Bruguiera hainesii: memiliki akar lutut, kulit batang cokelat keabu-abuan, serta daun elips yang tersusun berlawanan.
  4. Sonneratia alba: memiliki akar napas, kulit batang putih kecokelatan, dan daun bulat yang tumbuh di kawasan berlumpur.
  5. Ceriops decandra: berupa pohon atau semak kecil dengan daun elips mengilap dan kulit batang berwarna cokelat.
  6. Excoecaria agallocha: berukuran kecil dengan akar menjalar serta mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri dan biopestisida.
  7. Xylocarpus granatum: memiliki akar papan, kulit batang cokelat kekuningan dan daun elips yang tebal.
  8. Lumnitzera racemosa: berupa pohon kecil tanpa akar napas, dengan daun tebal berbentuk bulat yang tahan terhadap kondisi pesisir.
Cara Menanam Mangrove

Baca Juga: Manfaat Konservasi Mangrove bagi Lingkungan dan Ekonomi

Manfaat Mangrove bagi Lingkungan 

Adapun beberapa manfaat utama mangrove adalah sebagai berikut.

  1. Melindungi garis pantai dari abrasi, gelombang, dan badai sehingga dapat mengurangi resiko erosi dan kerusakan wilayah pesisir.
  2. Menjadi habitat berbagai biota laut dan satwa liar serta berbagai organisme lainnya yang mendukung keanekaragaman hayati.
  3. Menyerap dan menyimpan karbon (blue carbon) dalam jumlah besar sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
  4. Mendukung perekonomian masyarakat pesisir melalui sektor perikanan, ekowisata, serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

Cara Menanam Mangrove 

Keberhasilan penanaman mangrove memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat. Beberapa tahapan penting dalam penanaman mangrove meliputi: 

  1. Identifikasi lokasi penanaman, dengan mempertimbangkan kondisi pasang surut, jenis tanah, salinitas, dan tingkat abrasi.
  2. Pemilihan bibit, yaitu menggunakan bibit yang sehat serta memilih jenis mangrove yang sesuai dengan karakteristik lokasi.
  3. Proses penanaman, dilakukan dengan membuat lubang tanam dan mengatur jarak tanam sesuai jenis mangrove serta tujuan rehabilitasi.
  4. Pemeliharaan pasca tanam, meliputi pemantauan pertumbuhan, penyulaman atau penggantian bibit yang mati, serta perlindungan dari gangguan lingkungan.
  5. Kolaborasi berbagai pihak, melalui pelibatan masyarakat, pemerintah, perusahaan, dan komunitas untuk meningkatkan keberhasilan rehabilitasi dan pelestarian mangrove.

Mengapa Hari Mangrove Sedunia Penting untuk Diperingati? 

Hari Mangrove Sedunia ditetapkan oleh UNESCO untuk meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya konservasi mangrove. Di Indonesia, mangrove masih menghadapi ancaman akibat alih fungsi lahan, pencemaran, dan eksploitasi yang tidak berkelanjutan. 

Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran, kolaborasi, dan aksi nyata dalam pelestarian mangrove. 

Berbagai kegiatan, seperti penanaman mangrove, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan dapat menjaga ekosistem pesisir serta mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.  

Baca Juga: Pulihkan Ekosistem: Budidaya Mangrove Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang 

Bagaimana Perusahaan Dapat Berkontribusi dalam Pelestarian Mangrove?  

Perusahaan dapat mendukung pelestarian mangrove melalui berbagai upaya, antara lain:

  1. Melaksanakan program CSR berupa penanaman dan rehabilitasi mangrove.
  2. Mengintegrasikan konservasi mangrove dalam strategi ESG.
  3. Berkolaborasi dengan pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat.
  4. Mendukung pencapaian SDGs melalui program keberlanjutan yang berkelanjutan.

Hari Mangrove Sedunia mengingatkan bahwa mangrove merupakan ekosistem yang memiliki peran penting bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan wilayah pesisir. 

Memahami jenis mangrove, manfaatnya, serta cara penanaman yang tepat merupakan langkah awal dalam mendukung konservasi.

LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.3 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan

Apa yang Kami Lakukan?
Referensi yang digunakan dalam artikel

Safitri, I., Kushadiwijayanto, A. A., Nurdiansyah, S. I., Sofiana, M. S. J., & Andreani, A. (2023). Inventarisasi Jenis Mangrove di Wilayah Pesisir Desa Sungai Nibung, Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(1), 109-124. https://doi.org/10.14710/jil.22.1.109-124  

Kaliamurthi, S. & Selvaraj, G. (2016). Insight on Excoecaria agallocha: An Overview. Nat. Prod. Chem. Res., 4(2), 2-6.  

Puspitasari, D. (2017). Aktivitas antibakteri dari ekstrak getah mangrove Excoecaria agallocha pada pelarut kloroform terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Acta Aquatica, 4(1), 1-3. 

Setyastuti, T.A., Puspitasari, I., Sukamto, D., & Asmaran, R.A. (2022). Pemanfaatan Getah Excoecaria agallocha sebagai Bahan Aktif Pembasmi Hama Trisipan (Cerithidea sp.). Chanos chanos, 20(1), 1-8.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *