Connect with us

Widyantara

Desa Bedono: Fluktuasi Kerapatan Vegetasi Mangrove Tahun 2014-2023

LindungiHutan

Published

on

Desa Bedono

Penulis: Muhamad Agung Triyudha Agustiana

Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah di pesisir Utara Jawa yang terdampak parah abrasi. Masyarakat di perkampungan Dusun Rejosari Senik mesti angkat kaki sebab rumah tempat mereka tinggal kini terendam air laut.

Total, ada 200 sampai 250 lebih keluarga yang kini meninggalkan kampungnya, kecuali Mak Jah bersama keluarga. Mereka memilih tetap tinggal untuk menanam dan merawat kawasan hutan mangrove di pesisir Desa Bedono.

Sebab hutan mangrove penting guna menahan laju abrasi lebih parah di kawasan pesisir, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis makhluk hidup. LindungiHutan turut hadir mendukung upaya penanaman mangrove di Desa Bedono bersama Mak Jah dan berbagai pihak. Sampai saat ini, sudah ada 100 ribu lebih pohon yang ditanam dan akan terus bertambah!

Namun sebelumnya, penting untuk melihat bagaimana perkembangan dan dampak dari penanaman mangrove yang dilakukan selama ini. LindungiHutan melakukan analisis terhadap kerapatan vegetasi mangrove di Desa Bedono dalam rentang waktu 2014 hingga 2023. Berikut ulasan lengkapnya!

Temuan Penting dalam Fluktuasi Vegetasi Mangrove di Desa Bedono Tahun 2014-2023

  • Desa Bedono mengalami dampak langsung dari fenomena abrasi yang disebabkan oleh kenaikan permukaan air laut, yang terjadi akibat tekanan dari proyek reklamasi Pantai Marina dan pembangunan industri besar di Kota Semarang. Dalam konteks ini, abrasi di wilayah tersebut dipicu oleh peningkatan permukaan laut yang diakibatkan oleh proyek reklamasi pantai dan pengembangan industri yang besar.
  • Pada tahun 2011, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak melaporkan bahwa ekosistem mangrove di Desa Bedono mengalami kekhawatiran karena sekitar 8% dari totalnya dinyatakan rusak, dampak dari pembukaan lahan tambak, penebangan hutan, dan polusi lingkungan yang besar.
  • Kerapatan vegetasi mangrove di Desa Bedono, yang tercermin dalam Indeks NDVI, mengalami variasi dari tingkat rendah hingga sedang, diduga dipengaruhi oleh perubahan fungsi lahan dari mangrove dan semak belukar menjadi bangunan. Transformasi ini, terutama disebabkan oleh abrasi yang semakin parah, berkontribusi pada fluktuasi nilai indeks kerapatan di lokasi tersebut.
  • Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kerapatan vegetasi mangrove di wilayah Bedono adalah salinitas dan pH yang tidak mendukung, sehingga diduga nilai kerapatan vegetasi rendah disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang optimal bagi pertumbuhan mangrove.

Dapatkan Update Research Terbaru

Isi formulir lengkap agar dapat LindungiHutan kirimkan ke email Anda!

Research and Development atau RnD LindungiHutan melakukan kerja-kerja penelitian kaitannya dengan hutan dan temuan scientific lainnya yang akan dipublikasikan melalui kanal informasi LindungiHutan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *