Mitra Hijau
680 Penanaman Pohon Waskita Beton Precast untuk Hutan Lestari
Catatan LindungiHutan
- Waskita Beton Precast menanam 680 pohon Trembesi di Kabupaten Bandung Barat sebagai bentuk komitmen pelestarian lingkungan dan dukungan pada petani lokal.
- Program ini berdampak ekologis dan sosial, mulai dari penyerapan karbon hingga peningkatan pendapatan petani hingga 23%.
- LindungiHutan membuka peluang kolaborasi CSR penanaman pohon yang terukur dan berkelanjutan. Jadilah bagian dari solusi hijau bersama kami.
Penanaman pohon Waskita Beton Precast dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2025 sebagai bagian dari kampanye pelestarian hutan yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) adalah anak perusahaan dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang bergerak di bidang produksi beton pracetak (precast) dan beton siap pakai (readymix).
Berdiri pada tahun 2014 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2016, WSBP kini merupakan salah satu produsen beton pracetak terbesar di Indonesia, dengan kapasitas produksi mencapai 3,7 juta ton per tahun.
Produk-produk WSBP digunakan dalam berbagai proyek besar seperti jalan tol, bandara, dan LRT di seluruh Indonesia.
Tak hanya berfokus pada infrastruktur, WSBP juga aktif menjalankan program-program keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud nyata komitmen WSBP dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan penanaman pohon Waskita merupakan bentuk kolaborasi antara LindungiHutan, Waskita Group, dan mitra lokal, Pak Dasep, yang telah berpengalaman dalam berbagai program penghijauan dan konservasi lingkungan.
Daftar Isi
Fakta Kegiatan Penanaman
Sebanyak 680 batang pohon berhasil ditanam dalam kegiatan ini. Adapun jenis-jenis pohon yang ditanam meliputi Trembesi, yang memiliki nilai ekologis maupun ekonomis tinggi.
Pohon-pohon yang ditanam memiliki tinggi rata-rata 100 cm dengan diameter batang sekitar 1 cm, dan telah berumur sekitar 12 bulan saat penanaman.
Spesifikasi ini menunjukkan bahwa bibit telah cukup matang untuk ditanam di alam terbuka dan memiliki peluang hidup yang tinggi.

Kegiatan ini melibatkan 32 orang kontributor dari berbagai latar belakang, meskipun tidak ada peserta yang secara langsung hadir di lokasi pada hari penanaman. Penanaman sepenuhnya dilakukan oleh mitra lokal yang berpengalaman.
Dari segi dampak lingkungan, pohon-pohon yang ditanam di kampanye penanaman pohon Waskita diperkirakan akan menyerap 62 kg karbon dioksida ekuivalen (CO2eq).
Selain itu, kegiatan ini juga mencakup area penanaman seluas 680 meter persegi, yang menjadi kontribusi nyata terhadap perluasan tutupan hijau di kawasan tersebut.
Yang tak kalah penting, kegiatan ini berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tercatat, terjadi peningkatan pendapatan petani lokal hingga 23%, menunjukkan bahwa inisiatif pelestarian hutan ini juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Baca Juga: OCBC Menguatkan Pesisir Tambakrejo Lewat 1001 Pohon Mangrove
Profil Lokasi Penanaman Pohon Waskita
Lokasi penanaman pohon Waskita berada di wilayah Perhutani, yang juga berfungsi sebagai kawasan wisata alam. Perjalanan dari Kota Bandung ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari kantor Bupati Kabupaten Bandung Barat.
Lokasi penanaman pohon Waskita memiliki akses jalan yang cukup baik. Namun, untuk mencapai titik penanaman, perlu menempuh jalur sempit sejauh sekitar 1 kilometer dari jalan raya utama.
Lahan yang digunakan cukup luas, mencapai lebih dari 5 hektar, dan dapat mendukung hingga 20 kali kegiatan penanaman serupa di masa mendatang.
Fasilitas penunjang di lokasi penanaman pohon Waskita cukup memadai. Terdapat tempat istirahat, kamar mandi, serta berbagai fasilitas wisata seperti spot foto di puncak, curug (air terjun), villa, dan perkebunan yang memperkaya pengalaman pengunjung.
Dari sisi aksesibilitas, lokasi ini bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda dua milik warga, menjadikannya cukup strategis meski tidak langsung berada di tepi jalan utama.
Selain itu, lokasi ini juga memiliki nilai sosial dengan adanya komunitas lokal penggiat kebencanaan yang terdiri dari 10 orang pengurus aktif, yang turut berperan dalam menjaga dan mengelola kawasan sekitar.
Jenis Pohon Utama: Trembesi
Trembesi (Samanea saman) dikenal sebagai pohon hujan, merupakan pohon peneduh yang pertumbuhannya sangat cepat dan mampu hidup hingga ratusan tahun.
Pohon trembesi sangat cocok untuk program reboisasi karena kontribusinya dalam menyimpan cadangan air dan menyerap karbon dari udara.
Trembesi dapat tumbuh optimal pada ketinggian antara 0 hingga 1.300 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini cocok pada tanah dengan tingkat keasaman (pH) antara 4,6 hingga 7, menunjukkan fleksibilitasnya terhadap berbagai jenis tanah.

Dari segi iklim, Trembesi mampu tumbuh baik pada suhu antara 20°C hingga 35°C, serta curah hujan tahunan antara 600 hingga 3.000 mm.
Pohon Trembesi (Samanea saman) dikenal sebagai salah satu spesies dengan kemampuan menyerap karbon yang sangat tinggi.
Satu pohon Trembesi dewasa mampu menyerap hingga 28,5 ton karbon dioksida (CO₂) per tahun, menjadikannya pohon yang sangat efektif dalam mitigasi perubahan iklim (Changemakr Asia, 2023).
Selain itu, sistem perakarannya yang luas membantu menyimpan cadangan air tanah dan mengurangi risiko erosi, terutama di lahan dengan kemiringan tinggi.
Dari segi ekologis, Trembesi memberikan manfaat penting lain seperti meningkatkan kualitas udara melalui penyerapan partikel debu dan polutan gas, serta menciptakan habitat alami bagi berbagai jenis burung dan serangga (IDN Times, 2023).
Kanopinya yang lebar juga berfungsi sebagai peneduh alami, mampu menurunkan suhu lingkungan di sekitarnya secara signifikan.
Hal ini menjadikan Trembesi tidak hanya berperan dalam rehabilitasi hutan, tetapi juga sangat cocok ditanam di kawasan urban dan kawasan konservasi.
Baca Juga: CorporaTree Bantu Aksi CSR Perusahaan Melalui Tanam Pohon
Dampak Lingkungan dan Sosial
Selain menyerap karbon, kegiatan penanaman pohon Waskita juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada petani lokal melalui peningkatan pendapatan hingga 23%.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa program pelestarian alam tidak hanya membawa dampak positif bagi lingkungan, namun juga memberdayakan masyarakat lokal.
Kampanye “Trees Planting Waskita Beton Precast – November” bukan hanya sekadar program CSR, tetapi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Kegiatan penanaman pohon Waskita bukan hanya langkah nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan ekosistem.
LindungiHutan membuka peluang kerja sama dengan perusahaan, institusi, maupun komunitas dalam program CSR penanaman pohon yang transparan, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi ini, Anda turut memperkuat komitmen hijau perusahaan sekaligus menciptakan dampak lingkungan dan sosial yang nyata.
Tertarik berkolaborasi? Hubungi tim LindungiHutan hari ini dan wujudkan CSR yang bermakna!
Kolaborasi Tanam Pohon Mudah di LindungiHutan

