Mitra Hijau
PT Hino Finance Indonesia Tanam 2.511 Mangrove di Pesisir Wonorejo, Surabaya
Di tengah urgensi mitigasi perubahan iklim dan perlindungan kawasan pesisir, PT Hino Finance Indonesia menunjukkan langkah nyata dalam pelestarian lingkungan.
Berkolaborasi dengan LindungiHutan, perusahaan ini menanam sebanyak 2.511 pohon mangrove jenis Rhizophora di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya.
Kegiatan bertajuk “Investing in Nature, Securing Our Future” ini menjadi bentuk kontribusi terhadap ketahanan iklim dan keberlanjutan ekosistem.
Daftar Isi
Mengapa Mangrove dan Mengapa Wonorejo?
Wilayah pesisir Surabaya, khususnya Wonorejo, menjadi salah satu garis pertahanan penting dari abrasi laut. Dengan karakteristik lingkungan yang rentan terhadap rob dan erosi, keberadaan vegetasi mangrove seperti Rhizophora sangat dibutuhkan.

Rhizophora dikenal sebagai mangrove tangguh yang mampu bertahan di perairan bersalinitas tinggi serta memiliki akar tunjang yang efektif menahan ombak.
Dalam aksi kolaboratif ini, PT Hino Finance Indonesia memilih Rhizophora karena keandalannya sebagai pelindung alami garis pantai, sekaligus kontribusinya dalam menyerap karbon dan menjaga kestabilan ekosistem pesisir secara menyeluruh.
Selain fungsi ekologisnya, mangrove juga menyimpan potensi ekonomi: dari bahan bangunan, kayu bakar, hingga tanin alami yang digunakan dalam penyamakan kulit. Rehabilitasi kawasan ini sekaligus membuka peluang manfaat ganda, untuk alam dan masyarakat.
Baca Juga: Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, PT Hino Finance Indonesia Tanam 3.412 Mangrove di Bali
Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat
Penanaman mangrove PT Hino Finance Indonesia dilakukan pada 4 Juni 2025 dengan melibatkan kelompok tani lokal dan mitra tanam LindungiHutan, menciptakan sinergi antara ilmu lokal dan upaya konservasi berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Sebanyak 10 peserta aktif turut hadir dalam penanaman langsung, sementara lebih dari 30 petani lokal berperan sejak awal tahap persiapan hingga penanaman.

Para petani tidak hanya terlibat dalam aspek teknis penanaman, tetapi juga memberikan wawasan lokal mengenai kondisi tanah dan pasang surut air, yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan rehabilitasi mangrove.
Keterlibatan mereka diharapkan memperkuat pemahaman serta kepemilikan masyarakat terhadap proyek konservasi ini, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi tumpuan hidup bersama.
Kolaborasi ini mencakup luasan area tanam sebesar 1.752 m². Dengan pendekatan partisipatif, proyek ini tidak hanya memperkuat benteng alami Surabaya, tapi juga membangun kesadaran ekologis warga sekitar.
Baca Juga: Hino Finance Indonesia Kembali Tanam 3.500 Mangrove di Semarang dan Lampung
Komitmen Jangka Panjang dan Monitoring
Rehabilitasi bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga memastikan keberlanjutannya. PT Hino Finance Indonesia dan LindungiHutan akan melakukan monitoring selama enam bulan ke depan untuk mengevaluasi pertumbuhan pohon dan efektivitas proyek restorasi ini.
Data hasil monitoring akan menjadi dasar laporan dampak sosial dan lingkungan yang akan dipublikasikan sebagai bentuk transparansi.
Laporan ini tidak hanya menjadi acuan evaluasi internal, tetapi juga mendorong keterlibatan publik dan mitra dalam mendukung kelanjutan program restorasi pesisir secara kolektif.
Menurut riset oleh Donato et al. (2011), hutan mangrove mampu menyimpan karbon 3–5 kali lebih banyak dibandingkan hutan tropis daratan.
Ini karena akar mangrove yang kompleks tidak hanya menyerap karbon dari atmosfer, tetapi juga menyimpannya secara stabil di dalam tanah jenuh air selama ratusan bahkan ribuan tahun.
Bahkan, studi lebih lanjut oleh Kauffman et al. (2020) menyebutkan bahwa satu hektare hutan mangrove dapat menyimpan hingga 1.000 ton karbon dalam biomassa dan tanahnya (Nature Geoscience).
Hal ini menjadikannya penyerap karbon yang sangat efisien dalam mengurangi dampak perubahan iklim.
Artinya, inisiatif seperti ini tidak hanya mencegah abrasi, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam menekan laju emisi karbon dan meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim yang kian ekstrem.
Baca Juga: Hino Finance Indonesia Gelar Penanaman 2.000+ Mangrove di Jakarta dan Tangerang
Investasi untuk Masa Depan
“Investasi hijau bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga tentang melindungi masa depan masyarakat dan ekosistem yang menjadi penopangnya,” ujar Dwi Ratnaningsih, perwakilan dari PT Hino Finance Indonesia.
Dwi menegaskan bahwa langkah ini merupakan kontribusi perusahaan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, bagi alam, bagi kehidupan, dan bagi generasi mendatang.
Penanaman mangrove di Surabaya ini diharapkan menjadi simbol komitmen jangka panjang perusahaan terhadap restorasi ekosistem dan penguatan ketahanan pesisir Indonesia.
Inisiatif ini membuktikan bahwa sektor swasta memiliki peran besar dalam mendukung pelestarian lingkungan. Harapannya, langkah PT Hino Finance Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut ambil bagian dalam menyelamatkan bumi.
Ingin berkontribusi seperti Hino Finance? LindungiHutan membuka ruang bagi individu dan korporasi menjalankan program CSR lewat penanaman pohon bersama CorporaTree, sesuai nilai dan visi masing-masing. Sebab, menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama.

