Bisnis Lestari
Apa Itu ESG Investing? Bagaimana Cara Kerjanya?
Artikel ini diperbaharui pada 12 September 2025
ESG investing adalah investasi yang mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi.
Dalam ESG investing, investor membeli saham perusahaan yang memiliki skor tinggi pada faktor tanggung jawab lingkungan dan sosial.
ESG investing membantu investor untuk mengalokasikan dana mereka pada perusahaan yang berupaya menciptakan dunia menjadi tempat yang lebih baik. Adapun, ESG singkatan dari environment, social, and governance.
Daftar Isi
Mengapa ESG Penting?
ESG investing penting karena dapat membantu investor menghindari perusahaan yang terlibat dalam praktik yang berisiko atau tidak etis.
ESG investing juga dapat membantu investor memperoleh pandangan yang lebih holistik tentang perusahaan yang mereka dukung, yang dapat membantu mengurangi risiko dan mengidentifikasi peluang.
Selain itu, ESG investing juga dapat membantu investor mengalokasikan dana mereka pada perusahaan yang memiliki dampak positif pada lingkungan dan masyarakat.
Berdasarkan berbagai studi, investor ritel cenderung mendukung investasi ESG karena alasan sosial, bukan semata-mata karena ekspektasi profil risiko-pengembalian yang lebih baik.
Bagi banyak investor, ESG lebih dari sekadar konsep, ini adalah proses konkret untuk menilai bagaimana perusahaan melayani pemangku.
Wujudkan Implementasi ESG Berkelas Dunia melalui Ebook Panduan Komprehensif! 🌟
Bangun keunggulan kompetitif melalui panduan ESG komprehensif yang bisa langsung Anda terapkan
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan ESG Score? Bagaimana Cara Menghitungnya?
Peran Sustainable Finance untuk Mendorong Keberlanjutan Lingkungan
Sustainable finance atau keuangan berkelanjutan merujuk pada dukungan komprehensif dari Sektor Jasa Keuangan (SJK) untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Konsep ini berupaya menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial, dan pelestarian lingkungan secara holistik.
Produk serta layanan yang termasuk dalam keuangan berkelanjutan adalah produk atau jasa keuangan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, serta tata kelola yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Pergeseran menuju keuangan berkelanjutan mendefinisikan ulang paradigma bisnis tradisional, perusahaan menyadari kesuksessan jangka panjang bukan hanya memaksimalkan keuntungan tetapi juga berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan, jadi paradigma baru ini akan mendorong bisnis untuk mempertimbangkan dampak yang lebih luas terhadap stakeholder,” ujar Mulia Simatupang, Peneliti Eksekutif Senior OJK Institute, dalam webinar Green Skilling “Akuntabilitas Sustainability Report dari Perspektif Implementasi Bidang Keuangan”
Bagaimana Investasi ESG Bekerja?
Investasi ESG yang juga dikenal sebagai investasi berkelanjutan atau bertanggung jawab, adalah pendekatan di mana investor menilai perusahaan berdasarkan kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Investor ESG memastikan bahwa perusahaan yang mereka danai menjalankan bisnis dengan mempertimbangkan tanggung jawab terhadap lingkungan, hubungan yang sehat dengan pemangku kepentingan, dan tata kelola yang transparan serta akuntabel.
Mereka menilai aspek-aspek seperti kebijakan iklim, emisi gas rumah kaca, pengelolaan limbah, kontribusi terhadap komunitas, dan integritas dalam pemilihan kepemimpinan perusahaan.
Baca juga: Panduan Program Penghijauan untuk CSR Perusahaan

Apa yang Menjadi Kriteria ESG Investing?
ESG investing mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi. Kriteria dalam ESG investing dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1. Environmental (Lingkungan)
Kriteria lingkungan mempertimbangkan bagaimana perusahaan berkinerja dengan cara yang ramah lingkungan. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam kategori ini antara lain:
- Pengelolaan limbah dan emisi
- Penggunaan energi terbarukan
- Penghematan energi
- Kebijakan pengelolaan air
- Kebijakan pengelolaan hutan dan lahan
- Kebijakan pengelolaan bahan kimia berbahaya
2. Social (Sosial)
Kriteria sosial mempertimbangkan bagaimana perusahaan berkinerja dalam hubungannya dengan masyarakat luar dan dalam perusahaan. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam kategori ini antara lain:
- Hubungan dengan masyarakat sekitar
- Kebijakan karyawan dan hak asasi manusia
- Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja
- Kebijakan diversitas dan inklusivitas
- Kebijakan pelanggan dan rantai pasokan
- Governance atau Tata Kelola Perusahaan
3. Governance (Tata kelola perusahaan)
Kriteria tata kelola perusahaan mempertimbangkan kapasitas dan legitimasi sebuah perusahaan, hubungan internal, kontrol internal, hak-hak investor, dan sebagainya. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam kategori ini antara lain:
- Komposisi dewan direksi
- Audit internal
- Transparansi perusahaan terhadap publik
- Konflik kepentingan dalam bisnis
- Penerapan standar akuntansi
- Penggelapan pajak
Perusahaan yang memenuhi kriteria ESG dianggap sebagai perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Hal tersebut dapat menarik minat investor yang ingin mengalokasikan dana mereka pada perusahaan yang berusaha membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik
Baca juga: Testimoni BCA Syariah Kolaborasi Hijau Bersama LindungiHutan
