Lingkungan
Energi Terbarukan: Pengertian, Contoh dan Penerapannya di Indonesia
Artikel di-review oleh Muthi’ah Aini Rahmi, Product Team LindungiHutan
Indonesia telah berkomitmen untuk membatasi emisi, mempercepat pengembangan energi terbarukan, dan menetapkan tujuan untuk mencapai emisi net-zero pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Indonesia juga telah mengalami pergeseran nyata terjadi di sektor ketenagalistrikan, di mana RUPTL 10 tahun PLN (2021-2030) untuk pertama kalinya mencakup lebih banyak pembangkit listrik terbarukan daripada bahan bakar fosil.
Selain itu, Indonesia telah memulai interkoneksi jaringan energi di ASEAN untuk mencapai target 23% bauran energi terbarukan dalam energi primer, dan 35% kapasitas energi terbarukan terpasang di 2025.
Daftar Isi
Apa yang Dimaksud dengan Energi Terbarukan
Energi terbarukan adalah sumber energi yang berasal dari alam dan bisa diolah maupun dimanfaatkan secara terus-menerus. Istilah energi terbarukan muncul saat adanya pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Conference of the Parties (COP) ke-21 di Paris tahun 2015.
Pada konferensi itu melahirkan Paris Agreement yang membahas tentang isu pemanasan global dan kesepakatan dunia untuk sama-sama menjaga peningkatan suhu bumi dengan mengupayakan pemanfaatan energi terbarukan di seluruh dunia.
Energi terbarukan memang memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan minim dampak negatif. Secara fakta, pengelolaan energi terbarukan tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (CO2) seperti energi fosil.
Indonesia dengan segala kekayaan alamnya memiliki potensi dalam pengadaan energi terbarukan. Berdasarkan laporan Outlook Energy Indonesia (OEI) 2019 Terdapat beberapa jenis energi yang dapat dijadikan alternatif dalam penggunaan energi fosil, diantaranya tenaga panas bumi, bio-energi, surya, angin, dan energi laut.
Baca juga: Pengertian Blue Carbon, Manfaat, dan Elemen Ekosistem Karbon Biru

Apa Saja Contoh Energi Terbarukan?
Lubis (2007) memberikan keterangan mengenai potensi sumber energi terbarukan di Indonesia, diantaranya:
1. Energi Panas Bumi
Indonesia memiliki potensi panas bumi karena setiap daratan terdapat tanah dan gunung vulkanik. Setiap gunung di dalamnya memiliki gas panas yang dapat diolah menjadi energi pengganti fosil.
2. Energi Air
Secara topografi, Indonesia memiliki banyak gunung dan bukit serta dialiri oleh banyak sungai. Aliran-aliran sungai yang ada dapat dijadikan sebagai pembangkit listrik tenaga air.
Proses mengolah dari air menjadi energi listrik dimulai dari mengadakan kincir air di daerah aliran sungai. Semakin deras aliran air maka hasil putaran kincir semakin kencang. Putaran dari kincir ini menghasilkan energi kinetik dan diolah menjadi energi listrik.
3. Energi Tumbuhan (Bio Energi)
Bio energi merupakan energi yang dihasilkan melalui tumbuhan hidup maupun limbah organik. Bio energi dibagi menjadi biodiesel, biomassa/biogas, dan alkohol.
Biodiesel berasal dari minyak kelapa sawit, proses pengolahannya dapat menjadi pengganti biosolar. Biomassa berasal dari limbah-limbah kayu maupun kotoran hewan. Sementara alkohol, bisa berasal dari sari tebu. Zat alkohol jika diolah lebih lanjut dapat menjadi etanol.
4. Energi Samudra/Laut
Indonesia sebagai negara maritim tentu memiliki potensi energi listrik dari laut. Terdapat 4 macam energi laut yaitu energi panas laut, energi pasang surut, energi gelombang, dan energi arus laut. Dari masing-masing cara kerja itu masih belum diimplementasikan di Indonesia, hal ini karena membutuhkan biaya penelitian dan investasi yang sangat mahal.
5. Angin
Kecepatan angin dapat diolah menjadi energi listrik dengan menggunakan kincir angin. Cara kerjanya sama dengan pengelolaan energi air, semakin cepat putaran kincir maka dapat dikonversikan menjadi energi listrik.
6. Surya
Energi surya berasal dari sinar matahari. Sama seperti halnya dengan sistem fotosintesis tumbuhan, sinar matahari dapat diolah jadi energi listrik bagi manusia. Hal itu dilakukan dengan cara pengadaan panel surya, panel surya berfungsi untuk mengkonversikan sinar matahari menjadi energi listrik.
Baca juga: Pengungkapan Emisi Karbon dan Manfaatnya bagi Perusahaan
Upaya Penerapan Energi Terbarukan di Indonesia
Salah satu cara yang telah dilakukan dalam pengembangan pengelolaan energi terbarukan di Indonesia yaitu dengan pengadaan pembangkit listrik selain batu bara oleh PLN. PLN, telah memiliki beberapa pembangkit listrik yang berasal dari energi terbarukan, seperti:
1. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
2. Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM)
3. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
4. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Dampak Negatif Penggunaan Energi Tak Terbarukan
Lubis (2007) dalam kajiannya yang berjudul ‘Energi Terbarukan dalam Pembangunan Berkelanjutan’ menyatakan terdapat tiga ancaman serius jika kita terus menerus tergantung pada energi fosil, yaitu menipisnya cadangan minyak bumi, kenaikan harga akibat laju permintaan yang lebih besar dari produksi minyak, dan polusi gas rumah kaca (CO2) akibat pembakaran bahan bakar fosil.
Proses produksi pengolahan energi fosil dapat berdampak serius terhadap aspek lingkungan dan kesehatan manusia. European Environment Agency menyatakan hasil dari emisi karbon (CO2) secara terus menerus akan memperburuk kualitas udara, terutama di area perkotaan.
Akibat dari polusi udara yang berjangka panjang maka dapat menimbulkan berbagai penyakit kesehatan pada diri manusia, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), kanker paru-paru, asthma yang dapat menyebabkan kematian.
Baca juga: Konservasi Hutan Mangrove, Pentingnya Menjaga Ekosistem Pesisir
Sejauh ini penggunaan energi di Indonesia masih didominasi dari energi tak terbarukan (minyak bumi dan batu bara). Secara dampak negatif energi fosil jauh lebih unggul karena menghasilkan emisi gas rumah kaca. Upaya memaksimalkan energi terbarukan masih perlu riset dan inovasi yang membutuhkan proses sangat lama.
LindungiHutan Menanam Lebih dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman Bersama 500+ Perusahaan dan Brand
FAQ
Apa yang dimaksud dengan energi terbarukan?
Sumber energi yang berasal dari alam dan bisa diolah maupun dimanfaatkan secara terus-menerus.
Apa yang dimaksud dengan energi tak terbarukan?
Sumber energi yang diperoleh dari sumber daya alam yang waktu pembentukannya sampai jutaan tahun lamanya.
Apa contoh energi terbarukan?
Surya, panas bumi, air, bio energi, dan angin.
Penulis: Adji
