Lingkungan
El Nino Segera Datang. Lebih Kering dan Lebih Panas. Kekeringan? Kebakaran Hutan?
Daftar Isi
LindungiHutan Insight
- El Nino adalah fenomena meningkatnya suhu panas yang bisa memberikan ancaman kekeringan dan kebakaran.
- Keberadaan hutan menjadi salah satu solusi untuk menjaga stabilitas iklim dan ketersediaan air.
- Konservasi hutan dan penanaman pohon menjadi strategi penting untuk mengurangi dampak fenomena iklim ekstrem seperti El Nino.
Fenomena iklim El Nino di Indonesia, lebih dikenal dengan sebutan musim kemarau. Kabarnya, El Nino pada tahun 2026 ini, akan datang lebih cepat, dengan membawa suhu yang lebih panas dan lebih kering.
El Nino adalah fenomena iklim yang ditandai dengan memanasnya dan naiknya suhu permukaan laut sehingga menyebabkan gangguan iklim. Kenaikan suhu permukaan laut, akan mengakibatkan penurunan curah hujan.
Penurunan curah hujan, tentu akan meningkatkan risiko kekeringan. Kekeringan bisa menyebabkan tanah dan tanaman menjadi kering karena kekurangan kadar air, sehingga berpotensi kebakaran lahan dan hutan.
Dampak El Nino Terhadap Hutan: Berpotensi Kekeringan, Berpotensi Kebakaran Hutan
Dampak dari El Nino, bisa berpotensi kekeringan pada lahan dan tanaman kering karena kekurangan air, sehingga berpotensi kebakaran pada lahan ataupun hutan.
1. Berpotensi Kekeringan
Salah satu tanda dari fenomena iklim El Nino yaitu turunnya curah hujan. Penurunan curah hujan, akan mengakibatkan kekeringan di daerah-daerah di Indonesia.
Turunnya curah hujan akan mengakibatkan air sumur dan air sungai menjadi kering. Hal tersebut akan mengganggu keberlanjutan hidup dan pangan pada masyarakat.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan air. Jika air sumur mengering, tentu akan mengganggu keberlanjutan hidup.
Adapun jika air sungai mengering, akan mengganggu keberlanjutan pangan pada masyarakat karena tidak ada air yang mengairi sawah dan akhirnya mengalami gagal panen.
Oleh karena itu, sektor pertanian, menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari terjadinya fenomena El Nino.
2. Berpotensi Kebakaran
Selain itu, kekeringan juga akan membuat tanah menjadi gambut karena menurunnya muka air tanah. Tanah kemudian akan menjadi kering dan mudah terbakar.
Kebakaran pada lahan gambut, dinilai cukup sulit untuk memadamkannya walaupun sudah disiram air berulang kali. Dari permukaan, api memang terlihat sudah padam, tetapi di dalam tanah, api masih membakar sehingga berpotensi menyebar ke lahan sekitarnya.
Menurunnya muka tanah air karena kekeringan, juga akan berdampak pada keberlangsungan hidup pohon-pohon yang ada di hutan. Pohon akan mati karena kekurangan air.
Daun-daun dari pohon yang mati, akan mengering dan jatuh dari tangkainya. Jika disekitarnya terdapat sumber api, daun kering tersebut bisa menimbulkan kebakaran di hutan.
Baca juga: Fenomena El Nino dan La Nina, Apa sih Perbedaannya? (2023)
Peran Hutan Dalam Menjaga Keseimbangan Iklim
Hutan memiliki peran dalam menjaga keseimbangan iklim, seperti menyerap karbon, penghasil oksigen, dan pengatur siklus air.
1. Menyerap Karbon
Pohon-pohon di hutan dapat menyerap karbon dioksida atau CO₂ melalui proses fotosintesis. Proses fotosintesis akan membantu mengurangi jumlah karbon, yang berefek pada turunnya suhu bumi.
Seperti pada saat fenomena iklim EL Nino, di mana suhu bumi meningkat sehingga cuaca lebih panas. Pada saat itulah pohon akan membantu menurunkan suhu panas dengan menyerap jumlah karbon di atmosfer.

2. Penghasil Oksigen
Pada saat fenomena iklim El Nino, pasokan oksigen bisa saja berkurang karena efek dari tanah gambut yang menyebarkan debu berlebih. Debu berlebih akan berefek pada kesulitan dalam bernapas.
Pada saat itulah, peran pohon sangat dibutuhkan karena salah satu perannya yaitu menghasilkan oksigen untuk bernapas. Menjaga keberadaan hutan, berarti menjaga ketersedian oksigen dan kualitas udara.
3. Pengatur Siklus Air
Pohon juga berperan dalam siklus air melalui proses transpirasi, yaitu pelepasan uap air dari daun melalui pori-pori daun (stomata) ke atmosfer. Uap air ini meningkatkan kelembapan udara dan dapat berkontribusi pada pembentukan awan yang menghasilkan hujan.
Air hujan yang turun ke tanah, akan diserap kembali oleh pohon. Akar pohon kemudian akan menyalurkan air ke tanah dan meningkatkan muka air tanah.
Lahan yang sering berpotensi terjadi kebakaran yaitu pada tanah gambut. Melalui peningkatan muka air tanah, akan meningkatkan kelembaban pada tanah gambut sehingga permukaan tanah gambut tidak mudah terbakar.
Akar pohon yang juga menyimpan cadangan air, akan diserap lebih dalam oleh air sehingga cadangan air di tanah meningkat dan dapat menjaga ketersedian mata air serta bisa terhindar dari kekeringan.
Baca Juga: Konservasi Hutan dan Rehabilitasi, Apa Pentingnya?
Menjaga Keseimbangan Iklim Melalui Program Konservasi
Pohon sangat berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim khususnya pada dampak fenomena iklim ekstrim seperti El Nino. Oleh karena itu, kita harus menjaga keberlangsungan hutan dengan menjaga keberadaan pohon.
Menjaga keberadaan pohon, dapat dilakukan melalui program konservasi seperti melindungi pohon, menanam pohon, hingga mengelola pohon.

Tahukah Anda? Bahwa program konservasi tersebut dapat ditemukan di LindungiHutan. LindungiHutan merupakan startup peduli lingkungan dengan program utamanya yaitu penanaman pohon.
Jika Anda ingin melakukan program konservasi sebagai salah satu cara melindungi bumi, Anda dapat berkolaborasi bersama LindungiHutan. Kolaborasi dapat dilakukan secara berkelompok maupun individu.
Anda dapat mencoba beberapa program yang disediakan LindungiHutan seperti, CorporaTree (penanaman pohon), CollaboraTree, hingga Kampanye Alam. Program-program tersebut mencakup semua program konservasi mulai dari menanam hingga mengelola.
Jadi, tunggu apa lagi! Ayo berkolaborasi bersama LindungiHutan untuk menjaga keseimbangan iklim, menjaga keseimbangan alam, menjaga keberlanjutan hutan, hingga menjaga keberadaan pohon.
