Wilayah
Menjaga Titipan Alam di Pulau Pramuka, Melihat dari Dekat Konservasi Coral dan Mangrove
Pulau Pramuka, terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta, dikenal sebagai pusat administrasi kawasan Kepulauan Seribu. Dengan luas sekitar 16,50 hektare, pulau ini dihuni oleh komunitas lokal yang sebagian besar menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan, pariwisata, dan perdagangan.
Selain peran pentingnya sebagai pusat administratif, Pulau Pramuka menjadi salah satu destinasi ekowisata dan konservasi unggulan, menawarkan berbagai daya tarik alam dan upaya pelestarian lingkungan.

Keindahan bawah lautnya menjadikan Pulau Pramuka sebagai lokasi populer untuk snorkeling dan diving, yang mana terumbu karang yang terjaga menjadi rumah bagi beragam spesies ikan tropis yang menawan.

Salah satu atraksi konservasi paling menarik di sini adalah pusat konservasi penyu sisik, tempat pengunjung dapat melihat dari dekat proses penangkaran, serta ikut serta dalam pelepasan tukik ke laut sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa laut.

Bukan hanya itu, Pulau Pramuka juga memiliki pantai dengan pasir putih yang bersih dan hutan mangrove yang dapat dijelajahi melalui jalur tracking, memberikan pengalaman unik bagi para pengunjung dan sekaligus berfungsi sebagai pelindung alami pulau dari abrasi.
Baca juga: Perubahan Iklim Menuntut Keadilan Iklim, Edi, dari Pulau Pari Menyampaikan Tuntutannya di Eropa
Daftar Isi
Smiling Coral Indonesia, Mitra Konservasi LindungiHutan di Pulau Pramuka
Smiling Coral Indonesia (SCI) adalah kelompok masyarakat di Pulau Pramuka yang bergerak di bidang konservasi laut di bawah naungan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. SCI berfokus pada pelestarian ekosistem terumbu karang melalui program adopsi, penanaman, dan transplantasi karang.
Dari tahap pembibitan hingga perawatan dan pemantauan, SCI berupaya menjaga keberlanjutan terumbu karang sebagai habitat penting di perairan sekitar Kepulauan Seribu.
Selain itu, SCI juga aktif dalam konservasi mangrove, dengan area penanaman khusus di Pulau Pramuka yang telah dimulai lebih dari satu dekade lalu. Sejak memperoleh legalitas formal pada 2020, SCI semakin menguatkan komitmennya dalam mengembangkan atraksi wisata berbasis lingkungan, bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, korporasi, dan institusi pendidikan di Jabodetabek.

Berkat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, SCI berhasil menanam hingga 300 meter persegi area konservasi di sekitar Tanjung Elang, yang ditandai dengan pelampung di dekat dermaga.
Area ini kini menjadi lokasi penangkapan ikan bagi nelayan setempat dan tempat anak-anak memancing, memperlihatkan dampak positif bagi ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Program Adopsi Coral, Langkah Nyata untuk Kelestarian Terumbu Karang
Pulau Pramuka menawarkan kesempatan unik bagi pengunjung dan para Mitra Hijau LindungiHutan untuk turut menjaga ekosistem laut melalui program adopsi coral bersama Smiling Coral Indonesia (SCI).
Dalam program ini, peserta dapat secara langsung menanam baby coral di media khusus yang telah disediakan, sebagai bagian dari upaya rehabilitasi terumbu karang di sekitar perairan Kepulauan Seribu.
Setiap media tanam, yang dikenal sebagai rocklife, dilengkapi dengan label nama pengadopsi sebagai simbol keterlibatan pribadi dalam upaya konservasi. Program ini juga mencakup pemantauan dan perawatan berkala oleh tim SCI untuk memastikan coral-coral yang diadopsi tumbuh dengan baik.
Hasil pemantauan ini terdokumentasi, dan peserta dapat melihat perkembangan coral mereka di sosial media SCI. Lewat program adopsi coral ini, Pulau Pramuka tidak hanya menjadi tujuan wisata alam, tetapi juga wadah bagi setiap pihak yang ingin berkontribusi langsung dalam melestarikan kekayaan laut Indonesia.
Baca juga: Kisah Edi dan Teh Aas Menjaga Pulau Pari Kepulauan Seribu
Menggugah Kesadaran untuk Masa Depan yang Lebih Hijau
Terumbu karang dan mangrove bagi kelangsungan lingkungan utamanya kawasan pesisir. Kesadaran untuk menjaga alam—sebagai titipan berharga bagi generasi mendatang—adalah langkah yang dapat kita ambil bersama demi menciptakan masa depan yang lestari dan sehat.
Bagi Anda, perusahaan, brand, maupun korporasi yang ingin berkontribusi dalam upaya konservasi dan penghijauan, LindungiHutan membuka peluang kolaborasi melalui program CSR yang berdampak nyata dan berkelanjutan.
Hingga saat ini LindungiHutan menanam lebih dari 800 RIBU pohon di 40+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia, bersama 500+ brand dan perusahaan terlibat! Simak dampak yang kami upayakan di sini!
Mari bersama-sama mengambil bagian dalam proyek pelestarian alam di Pulau Pramuka dan lokasi lainnya untuk menciptakan jejak hijau yang membawa manfaat bagi lingkungan dan komunitas sekitar. Hubungi kami dan wujudkan aksi berdampak perusahaan Anda untuk masa depan bumi yang berkelanjutan!
