Wilayah
Taman Nasional Way Kambas: Lindungi Gajah Sumatera Lewat Pohon
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan salah satu area konservasi paling signifikan di Sumatera, baik bagi spesies yang terancam punah seperti Gajah dan Badak Sumatera, maupun bagi ekosistem hutan itu sendiri.
Sejarah pembentukannya bermula pada tahun 1937 ketika kawasan ini pertama kali ditetapkan sebagai cagar alam oleh pemerintah kolonial Belanda.
Kemudian, pada tahun 1989, statusnya resmi ditingkatkan menjadi taman nasional, dengan tujuan utama untuk melindungi ekosistem dataran rendah Sumatera yang kaya akan keanekaragaman flora dan fauna.
Dengan luas mencapai sekitar 130.000 hektar, area ini terdiri dari hutan dataran rendah, lahan gambut, rawa-rawa, serta padang rumput.
TNWK memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, mulai dari vegetasi hutan tropis hingga satwa-satwa langka seperti harimau Sumatera, badak Sumatera, dan gajah Sumatera.
Baca juga: Gunung Andong di Magelang, Menikmati Indahnya Berbagai Gunung di Jawa dan Hamparan Hutan Pinus
Daftar Isi
π Gratis! Kumpulan Riset Lokasi untuk Konservasi Alam π
Optimalkan strategi pelestarian lingkungan dengan pemahaman mendalam tentang lokasi. Download Ebook ini sekarang!
Mengenal Desa Braja Harjosari, Desa Penyangga TNWK Berkonsep Wisata Desa
Desa Braja Harjosari adalah salah satu desa penyangga di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK), yang terletak di Provinsi Lampung, Indonesia.
Sebagai desa penyangga, Braja Harjosari memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan melindungi kawasan konservasi Way Kambas, yang terkenal dengan upaya pelestarian satwa liar seperti gajah sumatera,

Sebagai salah satu desa penyangga Taman Nasional Way Kambas, Braja Harjosari memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara konservasi dan kehidupan masyarakat setempat.
Kehadiran gajah liar, yang sering berinteraksi dengan penduduk desa, telah lama menjadi bagian dari keseharian mereka. Bagi masyarakat Braja Harjosari, gajah liar bukanlah ancaman yang bisa dihindari, tetapi tetangga yang harus diterima dan dilestarikan.

Daripada melihat interaksi dengan gajah liar sebagai masalah, penduduk desa berupaya mengubahnya menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. Gajah liar kini menjadi daya tarik utama dalam pengembangan wisata pengamatan satwa liar.

Dengan menjadikan gajah sebagai ikon, masyarakat Braja Harjosari tidak hanya berperan dalam pelestarian satwa, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang bermanfaat bagi kesejahteraan mereka, sambil tetap menjaga kelestarian ekosistem.
βSaking seringnya saya berinteraksi dengan gajah liar, kebiasaan sehari-harinya seperti itu, jadi terbiasa dengan keadaan, mau nggak mau kita harus menghadapi kenyataan bahwa kita berada di desa penyangga Taman Nasional Way Kambas, gajah liar adalah tetangga kita, kita enggak mungkin menghilangkan gajah liar, dan enggak mungkin kita pindah dari desa penyangga, untuk itu bagaimana kita sebagai masyarakat yang peduli terhadap kelestarian gajah liar tersebut, adanya interaksi gajah liar tersebut kita ubah menjadi ekonomi masyarakat, jadi bagaimana gajah itu jadi icon pengamatan satwa liar,β jelas Suhadak, Mitra Petani LindungiHutan setempat sekaligus ketua KTH dan Podarwis di Braja Harjosari.
Seiring waktu, para pengunjung mulai tertarik dengan kehidupan dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Inilah yang menjadi kekuatan Braja Harjosari yaitu mengubah potensi desa penyangga menjadi pengalaman wisata yang berharga.
Melalui eksplorasi ekonomi kreatif dan industri rumahan, desa ini menawarkan berbagai produk lokal yang bisa dinikmati pengunjung.

Saat berkunjung ke Braja Harjosari, wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan alam dan satwa liar, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas masyarakat.
Mulai dari home industry yang menghasilkan keripik dan oleh-oleh khas, hingga souvenir rajutan dari Kelompok Rajut Savana seperti miniatur gajah dan tas.
Ada juga Kelompok Wanita Tani (KWT) yang fokus pada pengolahan makanan, serta Kelompok Tani Hutan (KTH) yang memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, seperti madu dan sari buah maja.
Selain itu, desa ini juga memiliki potensi pertanian agro yang menjadi bagian dari pengalaman wisata yang unik dan berkelanjutan.
βJadi, apapun itu aktivitas masyarakat sekitar penyangga Way Kambas, bisa kita eksplore, bisa kita jual, baik itu ekonomi kreatifnya, home industrinya, jadi bukan desa wisata, tetapi wisata desa,β terang Suhada.
Baca juga: Bontang Mangrove Park, Peran Penting Keberadaannya bagi Lingkungan dan Masyarakat
Upaya Penanaman Pohon di Taman Nasional Way Kambas, Membantu Ketersediaan Pakan Satwa
Di Taman Nasional Way Kambas, penanaman pohon tidak hanya berfungsi sebagai upaya penghijauan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan satwa-satwa yang menghuni area tersebut.
Berbagai jenis pohon yang ditanam, seperti laban, pule, ketapang, dan terutama pohon puspa, menjadi bagian dari strategi pelestarian ekosistem.

βKalau di sini yang ditanam seperti pohon laban, ada pule, ada ketapang juga ada, banyak macam jenisnya yang terutama di sini kebanyakan pohon Puspa, jadi, pohon yang ditanam itu selain untuk penghijauan untuk pakan burung dan gajah juga, kalau gajah suka dengan daun sungkai, pakan badak juga,β ujar Sinyo, Mitra LindungiHutan yang mengikuti penanaman.
Pohon-pohon ini tidak hanya memperkaya vegetasi hutan, tetapi juga berfungsi sebagai sumber pakan bagi satwa liar. Misalnya, daun sungkai menjadi favorit bagi gajah Sumatera, sementara beberapa jenis pohon lainnya menyediakan pakan untuk badak dan burung.

Dengan demikian, program penanaman pohon di TNWK tidak hanya berkontribusi pada konservasi lingkungan, tetapi juga secara langsung mendukung kebutuhan pangan satwa-satwa yang dilindungi di kawasan ini.
Untuk itu, LindungiHutan hadir memberikan kesempatan bagi publik dan siapapun yang ingin terlibat dalam upaya penanaman pohon di Taman Nasional Way Kambas. Hingga saat ini kami menanam lebih dari 1 JUTA pohon di 30+ lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia.
Mari bersama-sama mengambil bagian dalam proyek pelestarian alam di Taman Nasional Way Kambas dan lokasi lainnya untuk menciptakan jejak hijau yang membawa manfaat bagi lingkungan dan komunitas sekitar.
Hubungi kami dan wujudkan aksi berdampak perusahaan Anda untuk masa depan bumi yang berkelanjutan!
