Tim Kami
Balik Lagi Outreeing, Outing LindungiHutan 2025
Pada 31 Mei hingga 2 Juni 2025, LindungiHutan kembali menyelenggarakan outing internal sebagai bagian dari program tahunan penguatan budaya organisasi, setelah sebelumnya berhasil mengadakan agenda yang sama bertajuk Outree Lindungi Hutan.
Melibatkan seluruh tim, mulai dari jajaran manajemen hingga staf operasional, kegiatan outing LindungiHutan dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas divisi, menumbuhkan semangat inovasi, serta merayakan capaian perjalanan bersama.
Lebih dari sekadar kegiatan rekreatif, outing LindungiHutan juga menjadi medium pembelajaran dan inspirasi. Berbagai agenda terintegrasi dengan nilai-nilai yang diusung LindungiHutan dalam misi pelestarian ekosistem dan penguatan komunitas.
Daftar Isi
- Menyapa Ketangguhan di Tengah Ancaman Abrasi
- Outing LindungiHutan Membangun Pengalaman Kolektif
- Inovasi dan Kolaborasi dalam Permainan Interaktif
- Menantang Batas Melalui Petualangan Alam
- Mengikat Komitmen Menuju Masa Depan
- Penutup
- LindungiHutan Menanam Lebih dari 1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 590+ Brand dan Perusahaan
Menyapa Ketangguhan di Tengah Ancaman Abrasi
Hari pertama dibuka dengan kunjungan ke Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, daerah pesisir yang telah lama menghadapi abrasi pantai dan penurunan muka tanah (subsiden).

Menurut sebuah penelitian, proses degradasi ini telah menyebabkan sebagian besar wilayah desa tenggelam sejak akhir 1990-an. Ratusan keluarga harus berpindah, meninggalkan rumah dan tanah yang telah mereka tempati selama puluhan tahun.
Namun, di tengah deru gelombang dan rumah-rumah yang telah lama kosong, satu keluarga tetap bertahan: pasangan Mak Jah dan suaminya, Pak Muji.
Mereka adalah satu-satunya keluarga yang masih mendiami Dusun Rejosari Senik, sebuah wilayah yang kini sepenuhnya dikelilingi laut.

Untuk mencapai rumah Mak Jah, akses satu-satunya adalah perahu motor yang membawa rombongan melintasi hamparan perairan yang dulunya adalah daratan. Sesampainya di sana, tampak jelas jejak perjuangan.

Rumah Mak Jah berdiri di atas tiang tinggi, hasil dari upaya bertahun-tahun meninggikan fondasi demi bertahan dari air laut dan penurunan tanah yang terus berlangsung.
Kondisi hidup mereka sangat menantang: dari ancaman ombak besar, keterbatasan akses air bersih dan listrik, hingga isolasi geografis yang menyulitkan aktivitas harian. Namun Mak Jah tidak menyerah.
Keputusannya untuk tetap tinggal didasari oleh nilai emosional terhadap kampung halaman serta kepemilikan legal atas tanah tersebut, yang diwariskan secara turun-temurun.

Kunjungan ke rumah Mak Jah menjadi momen reflektif dan emosional. Dalam suasana penuh kehangatan, tim LindungiHutan menyerahkan hadiah dan kenang-kenangan dari masing-masing divisi sebagai bentuk penghargaan atas keteguhan dan keberanian beliau.

“Mak Jah bukan hanya simbol keteguhan di tengah bencana ekologis, tetapi juga pengingat bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menanam pohon, tapi juga menjaga manusia yang hidup di tengahnya,” ungkap Ben, CEO LindungiHutan.
Baca Juga: Sehari Bersama Mak Jah, Menanam Mangrove dan Rasanya Tinggal Sendiri di Tengah Lautan
Outing LindungiHutan Membangun Pengalaman Kolektif
Setelah rangkaian kunjungan, kegiatan Outing LindungiHutan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Villa Harny’s Garden, lokasi penginapan utama.
Dalam perjalanan, momentum kebersamaan dibangun melalui sesi makan siang di salah satu kedai kuliner khas Semarang yang telah menjadi rekomendasi internal perusahaan.
Sore harinya, kegiatan stress release di Breakit.srg menjadi wadah unik bagi peserta untuk mengurangi ketegangan melalui aktivitas fisik yang aman dan terkontrol. Kegiatan stress release di Outing LindungiHutan ini merupakan agenda pertama sejak 2023.
Memecahkan botol kaca dan peralatan elektronik usang di studio khusus memberikan pengalaman berbeda yang merangsang refleksi akan pentingnya menjaga keseimbangan emosi dalam dinamika pekerjaan.

Agenda Outing LindungiHutan dilanjutkan menuju kawasan wisata Ngrembel Asri di Gunung Pati. Rencana awal untuk permainan paintball urung dilakukan karena kendala cuaca.
Meski terkendala cuaca, interaksi tetap terjaga melalui sesi makan bersama yang diiringi kegiatan pembagian kamar secara acak, sebuah metode sederhana yang mendorong interaksi lintas tim secara alami.
Inovasi dan Kolaborasi dalam Permainan Interaktif
Hari kedua Outing LindungiHutan dipusatkan di area villa dengan serangkaian permainan berbasis kolaborasi dan penguatan komunikasi.
Mulai dari simulasi Squid Game, permainan transfer pesan, hingga tantangan membawa bola dengan tali, seluruh aktivitas dirancang untuk mendorong kerja sama tim, pengambilan keputusan strategis, dan kemampuan adaptif.




Setiap permainan memberikan penghargaan dalam bentuk uang mainan, yang belakangan diketahui akan digunakan sebagai alat transaksi untuk makan siang tim.
Pendekatan ini tidak hanya melatih akuntabilitas kolektif, tetapi juga memperkuat pemahaman bahwa setiap kontribusi dalam proses kerja membawa dampak pada hasil akhir.



Sesi berikutnya menghadirkan tantangan pembangunan struktur kreatif menggunakan lego. Aktivitas ini mendorong peserta untuk mengeksplorasi ide-ide inovatif, berkomunikasi efektif dalam tim, serta mengasah keterampilan presentasi.
Beragam bentuk, mulai dari jalur race bola, kincir angin, hingga struktur unik lainnya, mencerminkan keberagaman perspektif dan kekuatan kolaboratif dalam mencapai hasil yang bernilai.
Menantang Batas Melalui Petualangan Alam
Menjelang sore, seluruh peserta outing LindungiHutan mengikuti tur jeep melintasi jalur ekstrem di kawasan hutan karet.

Perjalanan ini menjadi simulasi nyata akan pentingnya ketangguhan, kemampuan mengelola risiko, dan kerja sama dalam situasi yang penuh tantangan.

Jalur tanah liat, tanjakan ekstrem, dan penyebrangan sungai menghadirkan pengalaman yang memacu adrenalin sekaligus memperkuat solidaritas antar peserta outing LindungiHutan.
Momen kebersamaan diperkuat dengan sesi makan durian di tengah perjalanan, menghadirkan nuansa relaksasi di tengah dinamika tantangan.
Salah satu insiden ringan terjadi saat salah satu kendaraan mengalami mogok di tengah jalur, hampir keluar hutan. Situasi ini justru memperkuat rasa kebersamaan, di mana saling membantu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan.
Malam harinya ditutup dengan sesi grill night di area outdoor villa, memberikan ruang informal bagi peserta untuk berbagi cerita, refleksi, dan mempererat hubungan personal.
Mengikat Komitmen Menuju Masa Depan
Hari ketiga, 2 Juni 2025, outing LindungiHutan difokuskan pada sesi formal yang mencerminkan perjalanan strategis perusahaan. Kegiatan diawali dengan sesi foto bersama yang mengabadikan momen-momen kebersamaan dan identitas kolektif tim LindungiHutan.

Puncak acara diisi dengan penandatanganan Piagam Boja, sebuah inisiatif internal untuk memperkuat komitmen pencapaian target revenue Rp15 miliar di tahun ini.

Proses diskusi lintas divisi yang mendahului penandatanganan menciptakan ruang dialog yang konstruktif, memperkuat semangat kolaboratif dan rasa kepemilikan terhadap tujuan perusahaan.

“Setelah lama hanya terhubung lewat layar, ternyata butuh satu momen nyata untuk menyadari: kedekatan itu bukan soal waktu, tapi keberanian untuk terbuka. Outing ini jadi ruang tumbuh, bukan hanya sebagai rekan kerja, tapi sebagai manusia yang saling percaya.”
— Ratna, Human Resources LindungiHutan

LindungiHutan percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya terwujud melalui proyek lapangan atau kolaborasi dengan mitra luar, tetapi juga dari budaya internal yang kuat dan selaras.
Kegiatan outing ini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan kapasitas SDM, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 13 (Aksi Iklim), 15 (Ekosistem Daratan), dan 17 (Kemitraan).
Selain itu, penguatan budaya perusahaan secara internal merupakan langkah nyata LindungiHutan dalam membentuk human capital yang adaptif dan inovatif.
Ini menjadi sebuah komponen penting dalam kerangka ESG (Environmental, Social, Governance) yang saat ini menjadi perhatian utama sektor bisnis dan mitra CSR.
Baca Juga: Simak Capaian LindungiHutan dalam Annual Report 2024!
Penutup
Outing LindungiHutan 2025 menjadi refleksi bahwa proses membangun organisasi tidak hanya terjadi di ruang kerja, melainkan juga melalui pengalaman yang membentuk budaya, memperkuat relasi, dan menumbuhkan semangat inovasi.
Dalam konteks kerja-kerja pelestarian lingkungan yang penuh tantangan, kekuatan kolektif tim menjadi modal utama.
Melalui perjalanan ini, semangat kolaborasi, ketangguhan, dan komitmen yang diperkuat diharapkan terus terintegrasi dalam setiap langkah LindungiHutan dalam menjaga dan memulihkan ekosistem Indonesia.
Ingin berkontribusi lebih dalam upaya pelestarian lingkungan bersama LindungiHutan?
Melalui program Corporatree, perusahaan Anda dapat turut serta dalam aksi nyata menjaga ekosistem Indonesia. Bangun kolaborasi yang berdampak, perkuat nilai keberlanjutan, dan wujudkan komitmen ESG bersama kami.
