Bisnis Lestari
5 Panduan Menjalankan Program CSR bagi Perusahaan
Tahukah Anda bahwa setiap perusahaan harus memenuhi tanggung jawab sosial atau CSR? Artinya perusahaan tidak hanya fokus menghasilkan keuntungan tetapi juga wajib memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Program CSR adalah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sebagai bentuk rasa tanggung jawab dan respon perusahaan tersebut.
Beberapa jenis CSR yang bisa perusahaan lakukan antara lain seperti rehabilitasi alam, penggunaan sumber energi terbarukan, pengolahan limbah, filantropi, volunteering, dan lain sebagainya.
Lantas, bagaimana caranya melaksanakan program CSR yang efektif? Simak artikel berikut untuk tahu jawabannya!
Daftar Isi
- 1. Pastikan Program CSR yang diinisiasi Sejalan dengan Visi Perusahaan
- 2. Tentukan Sasarannya
- 3. Melibatkan Karyawan dalam Program CSR
- 4. Lakukan Promosi
- 5. Timbang Keuntungannya
- Kenalan Dulu Sama Program Impact CSR LindungiHutan, Berdampak dan Berkelanjutan
- LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan
1. Pastikan Program CSR yang diinisiasi Sejalan dengan Visi Perusahaan
Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengadakan CSR adalah mempertimbangkan visi dan misi perusahaan. Mengapa penting? Sebab, CSR akan menjadi wajah implementasi dari sebuah perusahaan mengenai fokus dan perhatian mereka.
Oleh sebab itu, pastikan pihak yang bertanggung jawab atas program CSR perusahaan tersebut paham apa yang perusahaan inginkan. Untuk memahaminya, Anda bisa mempelajari apa saja value, budaya kerja, hingga produk yang dihadirkan oleh perusahaan.
Sederhananya adalah ketika perusahaan menghasilkan emisi karbon dari kegiatan operasionalnya, Anda dapat menerapkan tanggung jawab sosial melalui program carbon offset berbasis penanaman pohon.
Keberadaan pohon membantu menyerap emisi karbon secara alami sehingga upaya penanaman pohon menjadi langkah penting dalam mendukung komitmen keberlanjutan perusahaan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, program CSR yang perusahaan lakukan berhubungan dengan apa yang mereka kerjakan selama ini. Walhasil, masyarakat pun akan mendapatkan dampak baiknya.
Baca juga: CSR Perusahaan Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaat
2. Tentukan Sasarannya
Setelah mendapatkan gambaran program CSR seperti apa, tips berikutnya adalah menentukan siapa sasarannya. Sasaran dalam hal ini adalah masyarakat mana yang sekiranya akan terbantu dengan adanya program CSR ini.
Misalnya, masyarakat sekitar merasa bahwa pabrik perusahaan membuat lingkungan mereka jadi terasa panas dan udaranya kotor.
Berangkat dari persoalan tersebut, Anda bisa menggandeng pihak ketiga baik itu pemerintah atau organisasi terkait untuk mengatasi persoalan tersebut.
Perusahaan bisa membuat Ruang Terbuka Hijau dan melakukan penanaman pohon yang efektif menyerap timbal dan zat pencemaran lain.
Jadi, program CSR yang digalakan oleh perusahaan bisa tepat sasaran dan berimbas baik terhadap masyarakat yang memang membutuhkan dan terdampak.

3. Melibatkan Karyawan dalam Program CSR
Tidak semua karyawan mungkin mau untuk aktif terlibat dalam program CSR perusahaan. Padahal, keterlibatan karyawan menjadi bukti bahwa perusahaan melaksanakan CSR semata-mata tidak hanya untuk menyelesaikan kewajibannya.
Melainkan, perusahaan benar-benar memiliki kepedulian terhadap masyarakat dengan membangun hubungan komunikasi yang baik pula.
Maka dari itu, karyawan perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya CSR. Karena, ada banyak manfaat yang bisa diberikan kepada lingkungan, masyarakat, dan komunitas setempat.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan juga bisa mendapatkan brand image yang bagus di mata masyarakat atas sepak terjang karyawan terkait sumbangsihnya.
Lantas, apa yang harus perusahaan lakukan? Simak cerita PT National Label Umas Daya yang melibatkan karyawannya dalam program CSR perusahaan, dalam artikel “Prosesnya Cepat, Cukup 2 Minggu: Pengalaman Kolaborasi National Label dengan LindungiHutan”
4. Lakukan Promosi
Setelah program CSR dilakukan, jangan lupa pula untuk melakukan publikasi dan promosi terkait tanggung jawab sosial yang sudah perusahaan lakukan.
Anda bisa membuat press release dan menyebarkannya di berbagai media massa atau dengan mengundang wartawan untuk meliput jalannya pelaksanaan program CSR perusahaan.
Promosi penting untuk dilakukan selain sebagai bukti bahwa CSR benar-benar dilakukan, sekaligus juga menjadi teknik pemasaran yang efektif guna mendongkrak citra baik perusahaan. Supaya, masyarakat memiliki persepsi yang baik pula terhadap perusahaan.
Jadi, melalui CSR, baik itu perusahaan maupun masyarakat akan sama-sama diuntungkan. Di satu sisi harapannya masyarakat bisa terbantu dengan adanya program ini, dan di sisi lain perusahaan mendapatkan citra positif.
5. Timbang Keuntungannya
Seperti dalam penjelasan poin sebelumnya, strategi CSR yang baik adalah mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat maupun perusahaan.
Adapun yang dimaksud dengan keuntungan bisa bermacam-macam. Mulai dari pendapatan hasil penjualan, brand awareness, hingga impresi yang baik di mata masyarakat.
Jadi, pastikan Anda sudah memperkirakan keuntungan apa saja yang didapat dari perusahaan serta masyarakat melalui program CSR ini. Jangan sampai CSR tidak memberikan dampak yang signifikan sehingga terasa sia-sia.
Baca juga: 10+ Manfaat CSR bagi Perusahaan yang Perlu Anda Ketahui
Itulah lima panduan/ tips melaksanakan program CSR perusahaan agar efektif. Harapannya, program semacam ini tidak hanya menjadi euforia atau upaya menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar memberi kebaikan bagi masyarakat maupun lingkungan.
Kenalan Dulu Sama Program Impact CSR LindungiHutan, Berdampak dan Berkelanjutan
LindungiHutan hadir sebagai penghubung bagi siapapun yang berkeinginan ikut serta dalam upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan melalui inisiatif penanaman pohon.

Bersama dengan lebih dari 600 perusahaan dan brand, LindungiHutan menanam lebih dari 1,1 Juta pohon di lebih 30 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia.
Dalam prosesnya, kami tidak sendirian. LindungiHutan melibatkan partisipasi masyarakat setempat dalam menyediakan bibit, mengelola lahan penanaman, menanam pohon, memantau pertumbuhan, dan melakukan kegiatan penanaman kembali atau penyulaman.

