Mitra Hijau
Bussan Auto Finance Masuk Daftar Perusahaan CSR Teraktif dalam Aksi Tanam Pohon 2025
Melalui rilis data terbaru LindungiHutan, PT Bussan Auto Finance (BAF) menempati posisi penting sebagai salah satu perusahaan dengan kontribusi besar dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang penghijauan.
Melalui inisiatif BAF ECO Move, Bussan Auto Finance telah konsisten melakukan penanaman pohon mangrove sejak 2023 di berbagai kawasan pesisir Indonesia.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa sektor bisnis dapat mengambil peran aktif dalam melindungi lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Daftar Isi
Aksi Nyata Bussan Auto Finance di Tiga Titik Pesisir
Salah satu lokasi penanaman yang menjadi fokus Bussan Auto Finance ECO Move bersama LindungiHutan adalah Pantai Mangunharjo, Semarang. Kawasan ini pernah mengalami abrasi parah, dengan garis pantai mundur hingga sekitar 2 kilometer antara tahun 2000–2012.
Namun, sejak dilakukan penanaman mangrove secara masif oleh komunitas lokal, pemerintah, dan organisasi lingkungan, perlahan garis pantai mulai kembali.
Data mencatat bahwa hingga 2023, lebih dari 119 ribu pohon mangrove telah ditanam di kawasan ini, menghasilkan sedimentasi baru seluas 1,2 hektare dan membantu menyerap hampir 6 ton emisi karbon.
Selain mengurangi abrasi, hutan mangrove di Mangunharjo kini juga menjadi habitat berbagai biota pesisir yang mendukung ekonomi masyarakat sekitar. Penanaman oleh Bussan Auto Finance membantu membangun benteng hijau dalam mengurangi abrasi di wilayah ini.

Lokasi kedua penanaman oleh Bussan Auto Finance adalah Pantai Kartika Jaya di Kendal. Wilayah pesisir ini juga mengalami abrasi berat, tercatat sekitar 30 hektare terkikis pada 2009, dan meluas hingga 380 hektare pada 2014.
Dampaknya, banjir rob sering merendam permukiman warga. Untuk mengatasinya, sejak 2017 masyarakat bersama LindungiHutan telah melakukan kampanye penanaman puluhan ribu mangrove dan cemara laut.
Hasilnya, sebagian lahan berhasil dipulihkan dan ratusan kilogram karbon berhasil diserap. Menurut catatan terbaru, di Pantai Kartika Jaya sudah tertanam lebih dari 30 ribu pohon mangrove dengan melibatkan ribuan relawan.
Meski begitu, tantangan masih besar karena sekitar 200 hektare pesisir Kendal berstatus kritis dan membutuhkan ratusan ribu bibit tambahan untuk benar-benar pulih.

Sementara itu, di kawasan perkotaan, program penanaman juga dilakukan di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Kawasan PIK dibangun di atas lahan rawa dan mangrove yang dulunya berfungsi alami menahan abrasi serta banjir rob.
Hilangnya mangrove akibat pembangunan menimbulkan kerentanan lingkungan di pesisir Jakarta. Sebagai langkah pemulihan, sejak 2011 pemerintah bersama berbagai pihak mulai melakukan reforestasi mangrove di wilayah Penjaringan dengan cakupan sekitar 400 hektare.
Upaya tersebut tidak hanya penting untuk melindungi pantai Jakarta Utara dari abrasi, tetapi juga memulihkan sebagian fungsi ekologis mangrove yang sempat hilang.

Melalui aksi di tiga lokasi tersebut, program BAF ECO Move yang dijalankan Bussan Auto Finance, turut berkontribusi nyata dalam mengurangi abrasi, memperbaiki kualitas lingkungan pesisir, sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.
Dengan kolaborasi yang konsisten antara perusahaan, komunitas lokal, dan lembaga lingkungan, ekosistem mangrove di Indonesia diharapkan bisa pulih dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Baca Juga: BAF Eco Move: Komitmen Lingkungan Bussan Auto Finance Tanam Lebih 20.000 Mangrove pada Tahun 2024
Peran Bussan Auto Finance dalam Pemulihan Ekosistem
CEO LindungiHutan, Miftachur “Ben” Robani, menegaskan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam menjaga lingkungan.
“Keterlibatan korporasi seperti BAF dalam mendukung program pemulihan lingkungan menunjukkan bahwa sektor bisnis dapat berperan aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” ungkapnya.
Selain menanam pohon, program BAF ECO Move 2025 juga mengintegrasikan edukasi lingkungan untuk masyarakat sekitar dan pemberdayaan petani penggerak yang menjadi ujung tombak pemulihan ekosistem.
Aminul Ichsan, Ketua Yayasan LindungiHutan, menambahkan bahwa tren keterlibatan swasta dalam CSR terus meningkat. “Kami mencatat adanya peningkatan partisipasi dari sektor swasta, tidak hanya dalam bentuk pendanaan, tetapi juga dalam keterlibatan langsung karyawan mereka di lapangan,” ujarnya.
Konservasi Mangrove: Urgensi Nasional
Indonesia dikenal sebagai negara dengan hutan mangrove terluas di dunia. Menurut laporan The State of the World’s Mangroves 2024 yang dirilis Global Mangrove Alliance (GMA), Indonesia menyumbang sekitar 21% dari total mangrove dunia.
Sementara itu, data pemerintah memperkirakan luas hutan mangrove di Indonesia mencapai 3,44 juta hektar, atau setara 23% dari total global. Angka ini menegaskan betapa strategisnya peran Indonesia dalam menjaga ekosistem mangrove dunia (Wetlands.org).
Sayangnya, keberadaan mangrove di Indonesia terus menghadapi ancaman serius. Faktor utama yang mendorong degradasi mangrove adalah alih fungsi lahan untuk tambak udang, perkebunan sawit, dan pertanian.

Laporan GMA mencatat bahwa antara tahun 2000–2020, sekitar 43,3% kehilangan mangrove global disebabkan oleh konversi untuk aquaculture.Kolaborasi Hijau: Dus Duk Duk dan LindungiHutan Bersama Menanam Mangorve
Selain itu, perubahan iklim, mulai dari kenaikan muka air laut hingga badai tropis yang semakin sering, juga mempercepat kerusakan kawasan pesisir.
Padahal, mangrove memiliki peran vital bagi kehidupan manusia dan ekosistem pesisir. Akar mangrove mampu menahan abrasi, meredam gelombang besar, dan melindungi pemukiman pesisir dari bencana alam.
Selain itu, mangrove dikenal sebagai penyimpan karbon biru (blue carbon) yang sangat efisien, bahkan lebih besar dibandingkan hutan hujan tropis di daratan.
Nilai ekologis ini juga berdampak pada sosial-ekonomi, karena ekosistem mangrove menjadi sumber penghidupan bagi nelayan dan komunitas lokal.
Melihat urgensi tersebut, keterlibatan sektor swasta dalam aksi konservasi mangrove menjadi sangat penting. Program BAF ECO Move yang dijalankan oleh Bussan Auto Finance, misalnya, menjadi contoh konkret bagaimana perusahaan dapat ikut serta dalam pemulihan ekosistem.

Tidak hanya melalui pendanaan dan penanaman pohon, tetapi juga lewat edukasi lingkungan serta pemberdayaan komunitas pesisir.
Model kemitraan semacam ini memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, organisasi lingkungan, dan masyarakat, sehingga restorasi mangrove bisa berjalan lebih berkelanjutan.
Baca Juga: PT Hino Finance Indonesia Tanam 2.511 Mangrove di Pesisir Wonorejo, Surabaya
Menuju CSR yang Berkelanjutan
Kolaborasi BAF dengan LindungiHutan melalui program CorporaTree menekankan bahwa keberhasilan pemulihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan upaya pemerintah dan komunitas lokal semata.
Perusahaan memiliki peran penting untuk ikut menggerakkan sumber daya, teknologi, dan jaringan yang mereka miliki demi keberlanjutan ekosistem.
Data terbaru yang dirilis tahun 2025 menunjukkan adanya tren positif, di mana semakin banyak perusahaan mulai mengadopsi CSR berorientasi lingkungan yang berfokus pada dampak jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial.
CSR dengan penanaman pohon menjadi salah satu komitmen yang mempertegas bahwa krporasi memiliki peran penting terhadap pelestarian Bumi.
Komitmen ini tercermin dalam program Bussan Auto Finance ECO Move dari Bussan Auto Finance, yang secara konsisten melaksanakan penanaman mangrove di titik-titik kritis pesisir.
Inisiatif semacam ini bukan hanya mengurangi abrasi dan meningkatkan kualitas ekosistem laut, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa pemberdayaan masyarakat pesisir, peningkatan literasi lingkungan, serta kontribusi nyata dalam penyerapan karbon.
Dengan demikian, CSR berbasis keberlanjutan tidak hanya memperkuat citra positif perusahaan, melainkan juga menghadirkan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi yang saling menguatkan.
Namun, perjalanan menuju pemulihan ekosistem masih panjang. Abrasi pantai, banjir rob, dan degradasi lingkungan terus mengancam berbagai wilayah pesisir di Indonesia.
Karena itu, semakin banyak pihak yang bergabung akan semakin memperbesar peluang keberhasilan. LindungiHutan membuka kesempatan bagi siapa saja, baik individu, komunitas, maupun perusahaan, untuk ikut serta dalam gerakan menanam pohon.
Melalui platform LindungiHutan, siapa pun dapat berkontribusi dengan mudah, termasuk memilih lokasi penanaman, menentukan jumlah pohon, dan bahkan mengikuti kegiatan tanam langsung di lapangan.
Dengan bergabung dalam gerakan ini, kita turut serta melindungi ekosistem, memperkuat ketahanan pesisir, serta meninggalkan warisan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

