Connect with us

Wilayah

Hutan Mangrove PIK Jakarta Utara dari Kacamata Lingkungan

Published

on

Potensi dan permasalahan lingkungan hutan mangrove PIK, Jakarta.

Selain terkenal dengan komplek perumahan elit di Jakarta Utara. Kawasan pesisir Pantai Indah Kapuk (PIK) merupakan salah satu ekosistem di Teluk Jakarta yang mengalami tekanan lingkungan. Tekanan tersebut salah satunya diakibatkan oleh penumpukan penduduk sebagai dampak dari berbagai sektor seperti pusat perkantoran, bisnis, perdagangan, rekreasi, wisata, perumahan elite, pendidikan, dan lain-lain. 

Mulanya, kawasan pesisir Jakarta Utara adalah sebuah rawa yang dihuni oleh ular dan monyet di mana tempat ini jarang dikunjungi oleh masyarakat. Pada tahun 1992 Ancol sudah menjadi tempat destinasi wisata, yaitu Dunia Fantasi atau Sea World sehingga daerah ini menjadi magnet masyarakat untuk datang.

Rawa Ancol dengan luas 552 ha diuruk oleh pengembang selama tiga tahun empat bulan dan selesai pada Februari 1966. Kemudian, usai berhasil membangun Ancol, Ciputra mencari peluang emas di sekitar pesisir utara Jakarta lainnya.

Dari situlah awal perubahan fungsi rawa-rawa di Pantai Indah Kapuk. Rawa seluas 831 ha telah disulap menjadi perumahan PIK, permukiman termuka di Jakarta Utara. Tidak hanya rawa yang disulap, laut pun menjadi proyek selanjutnya.

Pulau buatan di PIK sempat menjadi isu hangat di masyarakat tentang dampak lingkungan yang akan dihasilkan pasca reklamasi. Kini wajah PIK Jakarta Utara dihiasi oleh perumahan elit yang masih dikelilingi sedikit rawa dan danau air payau juga pulau reklamasi. Kawasan PIK ini bisa dibilang seperti bukan di Indonesia tetapi di luar negeri. 

Letak dan Keadaan Hutan Bakau PIK, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara

Menariknya bagai hutan di pinggir pesisir kota, sebuah kawasan ekowisata hutan mangrove eksis di tengah-tengah perubahan lahan Jakarta utara, yaitu Hutan Mangrove PIK.

Wisata hutan mangrove PIK, selain menjadi favorit jujugan liburan, spot pemotretan, hingga prewedding, juga berperan besar dalam upaya pencegahan abrasi pantai, penyeimbang kualitas air dan udara, dan mencegah intrusi air laut.

Tidak hanya dari segi ekologi, secara ekonomi, mangrove memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan masyarakat seperti penyerapan tenaga kerja serta tambak hewan laut di daerah pesisir. 

Kawasan Mangrove Edupark PIK masih mencerminkan ekosistem mangrove yaitu air payau, terpengaruh pasang surut dan memiliki kenekaragaman jenis burung. Keberadaan suatu populasi jenis burung tergantung pada habitat yang disukai, misalnya populasi burung yang ada di kawaaan hutan bakau akan dipenuhi oleh burung pantai.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa keragaman jenis burung khas hutan bakau di Ekowisata Mangrove PIK ditemukan pada spot-spot yang mempunyai vegetasi tebal, dekat sumber makanan, dan jauh dari aktivitas manusia.

Selain burung, juga terdapat populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang berjumlah 13 individu dan 8 jenis tumbuhan mangrove di Hutan Mangrove PIK.

Populasi monyet ekor panjang memanfaatkan flora mangrove jenis Avicennia officinalis untuk rumah dan tidur. Terdapatnya fauna merupakan bioindokator dari suatu kawasan dengan keanekaragaman hayatinya.

Hal ini yang memegang peran dalam ekosistem, jika suatu kawasan mengalami penurunan keragaman hayati, maka kawasan tersebut mengalami penurunan kualitas lingkungan. 

Baca juga: Perjuangan Pak Ujang Jaga Kelestarian Hutan Mangrove Jakarta

Permasalahan Lingkungan yang Terjadi di Hutan Mangrove PIK

Sangat tidak mudah ekosistem mangrove ini menghadapi tantangan peralihan area mangrove. Kini mangrove berkonversi menjadi tempat permukiman, kondominium, pusat bisnis, rekreasi dan lapangan golf yang dilakukan tanpa memperhatikan kondisi mangrove itu sendiri.

Peralihan fungsi mangrove menyebabkan meningkatnya sedimen, meningkatnya abrasi, dan menurunnya kualitas tanah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara.

Dengan keadaan itu, cepat atau lambat akan berkonsekuensi dengan penurunan jasa ekosistem yang tersedia. Jasa ekosistem menjadi semakin berkurang atau bahkan hilang sehingga pada akhirnya menjadikan ketidaknyamanan, kerugian ekonomi, dan ancaman bencana. 

Selain itu, di hutan mangrove PIK ditemukan banyak mengandung sampah laut atau microdebris yang 77,7 %-nya adalah plastik dan 18,1%-nya styrofoam. Mangrove ini memang merupakan gerbang lewatnya air sungai yang masuk ke laut. Maka dari itu, sampah platik dari permukiman serta polusi dari pabrik akan terangkut dan terjebak di sedimentasi akar mangrove.

Adapun microdebris akan merusak ekosistem mangrove dengan berbagai tahapan yaitu:

  1. Melalui system pencernaan dan terperangkapnya biota,
  2. Terakumulasi dan menyebar ke wilayah lain, bersifat toxic, bioavaibility, dan memberikan dampak melalui rantai makanan,
  3. Sebagai vector spesies invasif,
  4. Berdampak terhadap habitat dan kehidupan dasar laut,
  5. Berdampak pada kerugian ekonomi masyarakat dan lingkungan. 

Adapun efek setelah terbangunnya pulau reklamasi  di sekitar ekosistem hutan mangrove PIK akan tidak berpengaruh dan tidak menganggu mangrove yang telah ada, dengan catatan keberadaan pulau reklamasi tersebut tidak meghalangi masuknya pasokan air laut menuju area mangrove.

Kolaborasi dengan LindungiHutan untuk Menjaga Ekosistem Mangrove di Jakarta

Kegiatan penanaman bibit mangrove di hutan mangrove PIK, Jakarta.
Foto proses penanaman oleh Bank Mega Syariah yang berkolaborasi dengan LindungiHutan di hutan mangrove PIK. (Dokumentasi: LindungiHutan/Business Development).

Mengingat akan pentingnya ekosistem mangrove dan kondisi fisik wilayah Jakarta yang memprihatinkan, maka diperlukan rencana penambahan lahan mangrove sebagai pengganti lahan yang rusak karena alih fungsi lahan. Untuk itu, Lindungi Hutan melalui kampanye alam akan melakukan penanaman pohon mangrove yang dapat mengendapkan lumpur di akar-akar pohon mangrove sehingga mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan. 

Selain kampaye alam, ada beberapa saran dari hasil penelitian tentang cara konservasi mangrove supaya lebih efektif. Salah satunya dari Hastuti (2014) menjelaskan alternatif konservasi hutan mangrove yaitu:

  1. Secara tegas menerapkan undang-undang tentang pengelolahan sampah untuk mengurangi sampah plastik ke sungai,
  2. Kampaye mengenai pengolahan sampah di setiap lapisan masyarakat,
  3. Mambangun  sistem pengelolahan air limbah dari pabrik sebelum di buang ke sungai,
  4. Partisipasi masyarakat pesisir yang rutin dalam pembersihan kawasan mangrove,
  5. Banyak menanam jenis vegetasi pohon mangrove tipe A. marina  yang di percaya dapat menangkap sampah laut atau microdebris melalui akarnya,
  6. Upaya rehabilitasi ekosistem melalui perluasan ketebalan mangrove dan penataan ruang pesisir dan melakukan penanaman mangrove dengan dominasi Rhizopora sp. di wilayah paling luar. 

Baca juga: Hutan Kota Munjul Jakarta Timur, Menjaga Tetap Lestari dan Asri

Perkembangan Lokasi Penanaman Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara

Kawasan hutan mangrove PIK telah menjalin kerja sama dengan LindungiHutan sejak tahun 2019. Tak heran, PIK menjadi salah satu lokasi favorite penanaman mitra-mitra di LindungiHutan.

Sejauh ini, ada 54 kampanye alam yang dilakukan dan melibatkan 981 orang termasuk donatur, petani, serta relawan lainnya. Hampir 1 ha area Pantai Indah Kapuk telah ditanami lebih dari 12.000 mangrove dan menyerap karbon sebesar 3.400 kg CO2eq.

Beberapa perusahaan menjalankan program CSR maupun berkolaborasi lain sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan, antara lain:

1. PT Honda Trading Indonesia

pt honda trading indonesia menanam di hutan mangrove PIK
Penanaman pohon mangrove oleh PT Honda Trading Indonesia di hutan mangrobe PIK. (Dokumentasi: LindungiHutan/Business Development).

Penanaman baru-baru ini yang dilakukan di Pantai Indah Kapuk diinisiasi oleh PT Honda Trading Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang ekspor dan impor suku cadang mobil dan motor, mesin pertanian, mesin kantor, serta bahan baku produksi.

Program CSR yang dilakukan PT Honda Trading Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga alam sekitar. Melalui kampanye alam bertajuk “Cultivate The Mangrove Spirit”, sebanyak 1.500 mangrove ditanam di Pantai Indah Kapuk pada 18 Maret 2023.

2. PT Idemitsu Energy Indonesia

penanaman mangrove pt idemitsu energy indonesia
Keseruan menanam mangrove oleh PT Idemitsu Energy Indonesia. (Dokumentasi: LindungiHutan/Business Development).

PT Idemitsu Energy Indonesia adalah perusahaan lokal konsultan yang menunjang bisnis batubara Idemitsu Kosan Co.,Ltd. Sedangkan, Idemitsu Kosan Co.,Ltd adalah salah satu perusahaan terbesar di Jepang yang bergerak di sektor minyak bumi dan berpengalaman lebih dari 100 tahun.

Melalui kampanye alam “300 Mangrove Trees Planting by CSR PT Idemitsu Energy Indonesia”, mereka berhasil menanam 300 pohon mangrove pada tanggal 28 Januari 2023. 

Upaya yang mereka lakukan sejalan dengan komitmen perusahaan yang saat ini sedang mengembangkan bisnis baru untuk mengurangi emisi CO2.

3. Sekolah Tunas Muda

Sekolah Tunas Muda
5 siswa Sekolah Tunas Muda menanam 500+ pohon di hutan bakau PIK. (Dokumentasi: LindungiHutan/Business Development).

Sekolah Tunas Muda merupakan salah satu sekolah International Baccalaureate (IB) terbaik di Jakarta.

Lima siswa dari sekolah tersebut, menggagas sebuah kampanye alam bertajuk “1Tree1Life” dengan mengajak orang sekitar berdonasi di LindungiHutan dan melestarikan hutan mangrove di kawasan Jakarta Utara. Aksi nyata mereka wujudkan dengan menanam lebih dari 500 pohon pada 10 Desember 2022. 

Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk yang seluas 99,82 ha adalah rumah bagi flora, fauna, dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Hutan mangrove dengan berbagai hasilnya merupakan sumber daya alam yang menjadi salah satu modal pembangunan.

Penanaman mangrove di wilayah ini menjadi salah satu solusi langkah pertahanan terhadap resiko bencana banjir yang selama ini melanda Jakarta juga tantangan climate crisis.

Baca juga: Prosesnya Cepet, Cukup 2 Minggu, Pengalaman Kolaborasi CSR National Label Bersama LindungiHutan

Untuk terus mendukung dan berkontribusi dalam pemulihan kawasan pesisir Jakarta Utara, Lindungi Hutan juga mengajak untuk melakukan aksi nyata dan berdonasi untuk melakukan rehabilitasi mangrove.

Hutan Mangrove PIK

Lokasi Penanaman: 7 Jalan Katamaran Indah 1 RT.7, RT.1/RW.7, Kapuk Muara, Kec. Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14460

Nama Petani: Ujang Kustiawan

Total pohon ditanam di lokasi ini: 12.360

Bank Mega Syariah menanam di hutan mangrove PIK

Mari Berkontribusi untuk Menjaga Kelestarian Ekowisata Hutan Mangrove PIK, Jakarta dengan Menanam Mangrove

Kami bermitra dengan pengelola dan pengurus area mangrove edupark PIK untuk mempermudah proses penghijauan dan penanaman bibit mangrove yang mudah, aman dan berdampak sosial berkelanjutan

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh Annual Report LindungiHutan