Hutanpedia
Upaya Konservasi Mangrove: Pentingnya Menjaga Ekosistem Pesisir
Indonesia menjadi salah satu negara yang mempunyai 20-25% kawasan ekosistem mangrove dunia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 3.36 juta hektar lahan mangrove yang tersebar di seluruh pulau. Kawasan mangrove Indonesia terluas berada di Papua 1.562.905 hektar.
Menariknya, hutan mangrove diyakini memiliki kapasitas penyerapan karbon 3-5 kali lebih efektif dibanding hutan tropis. Tentu saja tetap bergantung pada kerapatan dan besaran pohon serta faktor lain yang mempengaruhinya.
Melihat potensinya, diperlukan upaya konservasi mangrove yang bertujuan untuk melindungi ekosistem pesisir dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga sumber daya alam ini. Lantas, apa yang perlu kita lakukan?
Daftar Isi
Upaya Konservasi Mangrove di Indonesia: Tantangan dan Peluang
Ekosistem ini tidak hanya menjadi habitat bagi spesies flora dan fauna, tetapi juga memainkan peran dalam penyerapan karbon dan perlindungan wilayah pesisir dari abrasi. Sebagai negara kepulauan, Indonesia bergantung pada ekosistem mangrove untuk menjaga keberlanjutan laut dan pesisir, sekaligus sebagai upaya untuk mengatasi perubahan iklim.
Pemerintah Indonesia memiliki komitmen besar dalam rehabilitasi dan konservasi mangrove sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emission tahun 2060. Salah satu upaya strategis untuk mencapai target tersebut adalah dengan meluncurkan target rehabilitasi 600.000 hektar hingga 2024.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga meningkatkan mata pencaharian masyarakat pesisir melalui kegiatan berbasis mangrove seperti ekowisata, akuakultur, dan pengelolaan hasil hutan bukan kayu.
Mangrove memiliki kapasitas menyerap karbon yang lebih efektif dalam mitigasi perubahan iklim. Oleh karena itu, rehabilitasi dan upaya konservasi mangrove menjadi prioritas dalam agenda keberlanjutan Indonesia.
Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo juga menegaskan pentingnya peran mangrove dalam pidatonya di berbagai forum internasional, seperti COP26 di Glasgow, sebagai bentuk kontribusi nyata Indonesia terhadap pengendalian perubahan iklim.
Selain inisiatif pemerintah, berbagai lembaga swasta dan organisasi non-pemerintah turut berperan dalam pelestarian mangrove. Kolaborasi ini mencakup program edukasi masyarakat, penelitian, hingga implementasi teknologi pemantauan ekosistem.
🌍 Panduan CSR Lingkungan: Dari Konsep ke Aksi Nyata 📖
Pelajari strategi perencanaan, implementasi, dan monitoring CSR lingkungan yang berdampak nyata. Download Ebook-nya GRATIS!
Baca juga: Panduan Mudah Pelaksanaan CSR Lingkungan Perusahaan Anda!
Contoh Upaya Konservasi Mangrove
Di pesisir Semarang, terdapat kisah dari dua lokasi penanaman mangrove yang bekerja sama dengan LindungiHutan yakni Mangunharjo dan Tambakrejo. Kedua lokasi ini sebelumnya menghadapi kondisi kritis akibat abrasi, penurunan kualitas lingkungan, dan ancaman kehilangan biodiversitas.
Namun, berkat kerja keras komunitas lokal dan dukungan berbagai pihak, mangrove di kawasan ini membawa perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat.
1. Mangunharjo
Desa Mangunharjo di Kecamatan Tugu, Semarang, pernah menjadi saksi degradasi lingkungan pesisir akibat abrasi yang menggerus lahan. Namun, seorang tokoh lokal bernama Sururi mengambil inisiatif untuk memulihkan ekosistem mangrove di desanya. Ia bersama masyarakat dan mitra lingkungan menanam ribuan bibit mangrove sebagai langkah awal melindungi pesisir dari kerusakan lebih lanjut.
Hasilnya, kini hutan mangrove di Mangunharjo telah menjadi benteng alami yang mampu menahan abrasi.
Sururi mengatakan “Kampung saya sekarang jauh dari abrasi. Dulunya kalau mau ke laut itu enggak sampai 1 kilo sudah sampai ujung pantai, karena abrasi tergerus. Nah sekarang kalau mau ke laut itu sudah jauh sekarang kalau mau ke laut itu sudah 3 kilometer”.
Baca juga: 5+ Keuntungan Jalankan CSR Lingkungan Bersama LindungiHutan, Mudah, Berdampak, dan Berkelanjutan!
2. Tambakrejo
Tambakrejo, kawasan pesisir lainnya di Semarang, memiliki cerita serupa. Pada sekitar tahun 1980-an, jarak antara pesisir dan permukiman warga di Tambakrejo mencapai sekitar 1,5 kilometer.
Saat itu, masyarakat masih dapat berjalan kaki menuju bibir pantai. Namun, sejak awal tahun 2000-an, ancaman abrasi mulai terasa. Daratan yang sebelumnya dapat diakses dengan mudah kini telah tenggelam dan berubah menjadi area yang tergenang air.
Dari tempat kapal-kapal nelayan Tambakrejo berlabuh, sekitar satu kilometer lebih ke arah laut, terdapat sisa-sisa bangunan bekas pom bensin yang kini tenggelam. Bahkan, makam umum yang berada di kawasan ini turut tenggelam, sehingga masyarakat Tambakrejo harus memindahkan makam tersebut ke lokasi yang lebih aman, tentu saja hanya bagi mereka yang mampu melakukannya.
Di sisi daratan, rumah-rumah di pesisir Tambakrejo banyak yang ditinggikan 3-4 kali sejak abrasi mulai merusak kawasan ini. Tujuannya untuk menghindari genangan air laut ketika pasang tiba.
Namun, bagi warga yang belum memiliki biaya untuk renovasi, mereka terpaksa tetap tinggal di rumah-rumah yang memiliki jarak sangat rendah antara lantai dan atap, membuat ruang tinggal menjadi semakin sempit.
Kelompok CAMAR, sebuah komunitas lokal yang peduli lingkungan, berhasil menanam lebih dari 500.000 pohon mangrove. Jika dikonversikan mereka telah menghijaukan di area seluas tiga hektar.
Bagaimana Perusahaan Anda Bisa Terlibat dalam Upaya Konservasi Mangrove?
Mangrove bukan hanya pelindung alami garis pantai, tetapi juga salah satu solusi paling efektif dalam mitigasi perubahan iklim. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan Anda dapat berkontribusi nyata dalam pelestarian ekosistem mangrove bersama LindungiHutan melalui layanan CorporaTree.
Perusahaan Anda dapat berkolaborasi dalam kegiatan penanaman mangrove yang tidak hanya dilakukan secara profesional, tetapi juga dilengkapi dengan proses pemantauan hingga perawatan untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup pohon yang optimal.


Kami juga menyediakan Impact Report yang komprehensif sebagai bukti nyata dampak lingkungan dari kegiatan CSR perusahaan Anda. Dengan laporan ini, perusahaan dapat menunjukkan kontribusinya secara transparan kepada pemangku kepentingan, sekaligus membangun citra sebagai perusahaan yang peduli terhadap keberlanjutan.
Baca juga: Cerita Bank Danamon Menanam Mangrove Bersama LindungiHutan
