Bisnis Lestari
Urban Farming, Salah Satu Green Jobs yang Cocok di Perkotaan
Daftar Isi
- Metode Urban Farming yang Banyak Digunakan di Daerah Perkotaan
- Pemanfaatan Teknologi Sebagai Bagian dari Pengimplementasian Urban Farming
- Urban Farming Sebagai Bagian dari Green Jobs dan Aksi Lingkungan
- Berkolaborasi Bersama LindungiHutan sebagai Salah Satu Startup Green Jobs
- LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan
LindungiHutan Insight
- Di daerah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan akibat kepadatan penduduk, inovasi di bidang pertanian menjadi solusi penting untuk menjaga keberlanjutan pangan, yaitu urban farming
- Pemanfaatan teknologi seperti sistem recirculating, IoT, dan panel surya membantu membuat urban farming lebih efisien, hemat air, dan ramah lingkungan.
- Urban farming merupakan bagian dari green jobs yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sejalan dengan inisiatif startup seperti LindungiHutan yang berfokus pada aksi pelestarian lingkungan melalui program penanaman pohon
Di daerah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan akibat kepadatan penduduk, inovasi di bidang pertanian menjadi solusi penting untuk menjaga keberlanjutan pangan. Salah satu inovasi tersebut dikenal dengan urban farming.
Urban farming atau pertanian perkotaan adalah praktik bercocok tanam di area perkotaan yang padat penduduk dan minim lahan kosong. Kegiatan ini memanfaatkan lahan terbatas seperti pekarangan sempit hingga rooftop untuk menghasilkan pangan.
Urban farming cocok untuk semua generasi yang ingin hidup hemat dengan menghasilkan sumber pangan sendiri. Namun, khusus bagi gen-z yang dilansir dari kompasiana.com, kegiatan urban farming bisa menjadi trend edukatif di media sosial.
Trend edukatif tersebut yaitu, peduli terhadap keberlangsungan hidup, keberlangsungan lingkungan, keberlanjutan pangan, dan memaksimalkan ruang terbuka hijau di tengah kepadatan kota berpolusi.
Metode Urban Farming yang Banyak Digunakan di Daerah Perkotaan
Dilansir dari bbppkupang.com, terdapat 3 metode urban farming yang banyak digunakan di daerah perkotaan yaitu, hidroponik, vertikultur, dan aquaponik.
3 metode urban farming ini, dapat memberikan dampak keberlanjutan seperti keberlanjutan pangan, keberlanjutan hidup, hingga keberlanjutan lingkungan dengan menghasilkan kualitas udara yang lebih baik di tengah kepadatan kota yang berpolusi.
1. Hidroponik
Hidroponik merupakan teknik menanam menggunakan pipa dan air. Teknik hidroponik bisa dimanfaatkan pada lahan terbatas seperti rooftop ataupun pekarangan.
Caranya yaitu, pipa ditata secara horizontal dan diberi lubang di atasnya untuk tempat tanaman. Adapun airnya telah terisi di dalam pipa tersebut.
Kualitas tanaman yang dihasilkan dari teknik hidroponik, dinilai lebih sehat dan bersih karena tanaman bagian atas yang akan dikonsumsi, tidak terkena oleh bahan kimia apapun.
Nutrisi tanaman telah tercampur bersama air di dalam pipa sehingga yang terkena bahan kimia hanya bagian akarnya saja.
Adapun tanaman yang cocok ditanam dengan metode hidroponik antara lain, kangkung, sawi hijau, pakcoy, hingga selada.
2. Vertikultur
Vertikultur merupakan teknik menanam yang juga menggunakan pipa dan air seperti teknik hidroponik. Namun, penataan pipanya berbeda dengan hidroponik yang horizontal. Penataan pipa pada teknik vertikultur, ditata secara vertikal dan diberi lubang di bagian samping untuk tempat tanaman.
Teknik vertikultur lebih cocok untuk dimanfaatkan pada lahan terbatas dengan bidang vertikal. Namun, jika ingin dimanfaatkan pada lahan terbatas lainnya seperti rooftop atau pekarangan juga masih bisa.
Menanam dengan teknik vertikultur, juga dinilai lebih sehat dan bersih karena tanaman bagian atas yang akan dikonsumsi, tidak terkena oleh bahan kimia apapun.
Nutrisi tanaman telah tercampur bersama air di dalam pipa sehingga yang terkena bahan kimia hanya bagian akarnya saja.
Adapun tanaman yang cocok ditanam dengan metode vertikultur antara lain, seledri, stroberi, hingga bayam.
3. Aquaponik
Aquaponik merupakan teknik menanam yang dipadukan dengan budidaya ikan. Kotoran ikan akan menjadi pupuk alami untuk tanaman sehingga tidak perlu menambahkan nutrisi pada air. Adapun akar tanaman, akan membantu menyaring kotoran pada air untuk ikan.
Pengaplikasiannya menggunakan wadah ukuran besar berbentuk balok dengan bagian atas terbuka, untuk tempat tanaman.
Namun, jika anda ingin cara yang lebih estetik, kamu bisa mencoba teknik menanam ini dengan diaplikasikan sebagai pagar rumah.
Caranya yaitu dengan membuat pagar rumah berbentuk persegi panjang dengan desain seperti pernyataan di atas ini. Metode ini lebih cocok dimanfaatkan pada lahan terbatas seperti pekarangan.
Menanam dengan teknik aquaponik, juga dinilai lebih sehat dan bersih karena tanaman bagian atas yang akan dikonsumsi, tidak terkena oleh bahan kimia apapun. Nutrisi tanaman didapatkan secara alami dari kotoran ikan.
Adapun tanaman yang cocok ditanam dengan metode aquaponik antara lain selada, kangkung, pakcoy, hingga tomat, sedangkan jenis ikannya yang bisa dibudidaya antara lain, ikan lele, ikan mas, hingga ikan nila.
Pemanfaatan Teknologi Sebagai Bagian dari Pengimplementasian Urban Farming
Ketiga metode urban farming tersebut, memanfaatkan media air sebagai sarana utama dalam proses budidaya tanaman. Oleh karena itu, muncul kekhawatiran bagaimana jika praktik bercocok tanam tersebut justru membuat nyamuk-nyamuk berkembang biak.
Solusinya terletak pada pengelolaan siklus airnya yang berfokus pada sistem recirculating atau perputaran air.
Jadi, air dipompa berulang kali dari tandon (tempat sumber air) ke pipa-pipa ataupun wadah yang menjadi tempat budidaya. Agar lebih bersih, gunakan juga sistem filtrasi atau alat penyaring kotoran.
Cara tersebut akan membuat air selalu bersih sehingga tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Sistem recirculating cocok untuk menghemat penggunaan air. Namun, tidak cocok untuk menghemat penggunaan energi dan listrik.
Alat untuk memompa air, membutuhkan energi dan listrik yang cukup besar. Penggunaan energi dan listrik yang berlebihan dapat berdampak negatif bagi lingkungan, seperti memicu pemanasan global serta meningkatkan emisi gas rumah kaca.
Solusi untuk menghemat energi dan listrik pada alat pemompa air yaitu, dengan memanfaatkan tenaga surya menggunakan panel surya. Caranya yaitu dengan menyambungkan alat pemompa air pada panel surya.
Panel surya merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan panas matahari. Energi dari surya juga dapat disimpan di baterai sebagai cadangan.
Adapun pada pemantauan sistem recirculating dapat memanfaatkan teknologi bernama IoT. IoT adalah jaringan perangkat fisik yang dihubungkan melalui internet sehingga memungkinkan benda-benda dapat terhubung secarareal-time walaupun dalam jarak jauh.
Dalam hal urban farming perangkat yang dapat digunakan yaitu sebuah sensor yang dipasangkan pada alat pemompa air. Nantinya perangkat fisik tersebut dapat disambungkan pada sebuah aplikasi yang dapat dipantau dalam jarak jauh selagi ada internet.
Penggunaan internet pada perangkat fisik sensor di alat pemompa airnya, juga dapat memanfaatkan panel surya untuk menghemat listrik.

Urban Farming Sebagai Bagian dari Green Jobs dan Aksi Lingkungan
Urban farming tidak hanya menjadi solusi inovatif bagi pertanian di perkotaan, tetapi juga merupakan bagian dari green jobs dan aksi pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini dapat membantu memaksimalkan ruang terbuka hijau sekaligus meningkatkan kualitas udara, terutama di tengah kepadatan kota yang rentan terhadap polusi.
Green jobs sendiri merupakan pekerjaan yang mendukung keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Urban farming menjadi salah satu contoh green jobs yang paling mudah dilakukan karena dapat dimulai dari rumah secara mandiri dengan memanfaatkan lahan terbatas menjadi ruang hijau yang produktif.
Selain itu, urban farming juga menjadi bagian dari gerakan sustainability atau keberlanjutan di perkotaan. Praktik ini dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan, terutama di wilayah perkotaan yang padat penduduk dan memiliki keterbatasan lahan untuk memproduksi makanan sehat.
Baca juga: Green Jobs, Wujudkan Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan
Berkolaborasi Bersama LindungiHutan sebagai Salah Satu Startup Green Jobs
Pekerjaan yang mendukung keberlanjutan dan kelestarian lingkungan, juga dapat ditemukan pada salah satu startup di Indonesia bernama LindungiHutan.
Startup ini berfokus pada berbagai inisiatif ramah lingkungan dengan program utama berupa kegiatan penanaman pohon.
Dalam menjalankan programnya, LindungiHutan juga memanfaatkan teknologi, salah satunya melalui fitur monitoring. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memantau perkembangan pohon yang telah ditanam secara mudah, kapan saja dan di mana saja.
Ingin menjadi bagian dari aksi pelestarian lingkungan? Anda dapat berkolaborasi bersama LindungiHutan. Cukup dengan memenuhi persyaratan yang diperlukan, sementara seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan program akan didampingi oleh tim LindungiHutan.
