Bisnis Lestari
Implementasi Verra Carbon Standard oleh PT Rimba Raya Conservation
Verra hadir sebagai lembaga standar global yang memfasilitasi sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam mengatasi tantangan lingkungan serta sosial melalui aksi iklim yang kredibel.
Didirikan pada tahun 2007, Verra memberikan jaminan kualitas tinggi dalam pasar karbon sukarela guna mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan secara lebih efektif.
Dengan menerapkan standar Verra Carbon yang ketat, program yang dijalankan memiliki keunggulan kompetitif sebagai berikut:
- Dipercaya oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), sektor swasta dan pemerintah. Hal ini membuat Verra diakui secara luas mengingat penilaian kinerja atas sebuah proyek dilakukan secara kredibel dan transparan.
- Memberikan solusi inovatif untuk masalah lingkungan dan sosial dengan cara mengidentifikasi peluang lapangan, guna membantu mengatasi tantangan mendesak dalam skala besar sekalipun.
- Bekerja untuk manusia dan bumi yang kita tinggali dengan mendukung proyek maupun kegiatan yang memberikan berbagai manfaat baik bagi masyarakat dan lingkungan.
Daftar Isi
Perjalanan Verra Bersama Rimba Raya Conservation
Sejak 2008, Rimba Raya Conservation telah mempelopori pemantauan area konsesi di Seruyan, Kalimantan Tengah, hingga berhasil mewujudkan proyek REDD+ pertama di Indonesia pada tahun 2013 melalui skema Avoided Deforestation.
Bekerja sama dengan OFI dan InfiniteEarth, proyek ini juga menjadi yang pertama terdaftar dalam Sustainable Development Verified Impact Standard (SD VISta).
Hal ini memungkinkan pelaporan manfaat pembangunan berkelanjutan secara kredibel dan selaras langsung dengan target SDGs PBB.
Baca juga: 10 Program Kerja Pemberdayaan Masyarakat PT Rimba Raya Conservation
“Ini adalah tonggak penting. Dengan berhasil menyelesaikan pendaftaran dan berhasil memverifikasi hasil yang dipantau di bawah SD VISta, Rimba Raya telah menunjukkan bagaimana sebuah proyek dapat melacak progres terhadap SDG dengan cara yang ketat dan dapat diterapkan,” Ujar David Antonioli, CEO Verra.
Implementasi Verra Carbon Standard oleh Rimba Raya Conservation
Verra mengonfirmasi bahwa Rimba Raya Conservation, kawasan rawa gambut seluas 64.500 hektare di Kalimantan Tengah sekaligus suaka orangutan swasta terbesar dunia, menjadi proyek pertama yang terdaftar dalam Standar Dampak Terverifikasi Pembangunan Berkelanjutan (SD VISta).
Melalui inisiatif ini, Rimba Raya berfokus menghindari kerusakan hutan yang menyimpan lebih dari 130 juta ton karbon, sembari menjalankan program pemberdayaan desa untuk mewujudkan seluruh 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.
Program-program tersebut secara komprehensif menyediakan akses pendidikan, lapangan pekerjaan, dan harapan masa depan yang lebih baik, sekaligus berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mempromosikan kesetaraan gender.
Perjalanan mendapatkan pengakuan program REDD+ bagi Rimba Raya merupakan proses yang panjang, di mana pada Mei 2013, mereka berhasil meraih validasi serta verifikasi pertama untuk periode Juli 2009 hingga Juni 2010.
Tahapan berlanjut dengan verifikasi kedua yang diselesaikan pada 9 Desember 2013, diikuti verifikasi ketiga pada 30 Juni 2014, dan terakhir, proses pemantauan keempat untuk standar VCS berhasil dituntaskan pada 22 Juni 2017.

Meskipun terjadi kebakaran yang berdampak pada area proyek, pada tahun 2019 Rimba Raya berhasil mencatatkan pengurangan emisi sebanyak 7.722.728 tCO2e sebagai bukti keberhasilan operasional di lapangan.
Belajar dari pengalaman tersebut, Rimba Raya kini memperkuat kapasitas organisasi melalui tindakan pencegahan karhutla yang lebih masif guna memitigasi ancaman terhadap cadangan karbon di masa depan.
Dalam aspek biodiversitas, Rimba Raya bertujuan memperluas habitat dari taman nasional ke arah Sungai Seruyan untuk mendukung kerja Orangutan Foundation International (OFI) dalam pelestarian satwa di wilayah tersebut.
Komitmen Rimba Raya juga mencakup keterlibatan aktif masyarakat lokal untuk meningkatkan akses kesehatan, pendidikan, peningkatan kapasitas, hingga layanan pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan di zona proyek.
Baca juga: Program Kerja Keanekaragaman Hayati PT Rimba Raya Conservation
Kawasan konservasi dan pendapatan dari penjualan kredit karbon ini akan terus mendanai aksi berbasis komunitas, sehingga manfaat positifnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi masyarakat mendatang.
