Connect with us

Bisnis Lestari

10 Program Kerja Pemberdayaan Masyarakat PT Rimba Raya Conservation

Published

on

10 Program Kerja Pemberdayaan Masyarakat PT Rimba Raya Conservation.

PT Rimba Raya Conservation hadir dalam tonggak sejarah dunia atas keikutsertaanya dalam mitigasi perubahan iklim dengan melihat hutan melalui perspektif yang berbeda. Perjuangan panjang restorasi ekosistem demi terwujudnya masyarakat berdaya, hutan sehat, dan iklim terjaga.

Selain konsen terhadap aksi pelestarian hutan dan upaya mitigasi perubahan iklim, Rimba Raya Conservation sadar betul akan pentingnya membantu dan memberdayakan masyarakat. Sebab, berbicara soal hutan maka berbicara pula mengenai siapa-siapa saja yang ada di sana. Tentu, salah satunya adalah masyarakat sekitar hutan.

Berangkat dari hal tersebut,  Rimba Raya Conservation menginisiasi program kerja pemberdayaan masyarakat. Apa saja? Simak penjelasan berikut!

1. Floating Clinic KM. Bajenta Rimba Raya Conservation

Program pemberdayaan masyarakat Rimba Raya, salah satunya adalah klinik terapung.
Foto Floating Clinic milik Rimba Raya Conservation . Kehadirannya banyak membantu masyarakat setempat.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Seruyan, Klinik Terapung Rimba Raya hadir untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat sekitar wilayah kerja Rimba Raya Conservation di sepanjang Sungai Seruyan.

Klinik terapung tersebut memenuhi kebutuhan mendesak untuk menjangkau orang-orang yang memiliki akses terbatas ke layanan kesehatan profesional. Adanya pendanaan dari mitra, memungkinkan Rimba Raya Conservation bergerak maju dengan visi menyediakan perawatan kesehatan di daerah terpencil.

Pelayanan diberikan oleh tenaga kesehatan profesional dan didukung oleh Tim Rimba Raya. Memberikan manfaat bagi mereka yang lanjut usia, hamil, dan tentu saja, anak-anak di komunitas masyarakat desa binaan yang mana memiliki sumber daya terbatas untuk melakukan perjalanan ke rumah sakit. Baik karena terkendala jarak maupun biaya.

Berdasarkan data, 2.164 pasien (warga desa binaan) mendapatkan manfaat langsung pelayanan kesehatan. Adapun, penyakit tertinggi di desa binaan terdiri dari ISPA (17%), Myalgia (21,67%), dan hipertensi (24%).

Uniknya, klinik terapung ini menyediakan sistem barter bibit pohon/sampah untuk mendapatkan pelayanan gratis. Tentu, hal ini dapat meringankan masyarakat dari segi biaya. Di samping itu, juga mendukung kelestarian alam dan lingkungan.

Program Floating Clinic KM. Bajenta Rimba Raya Conservation ini turut mendukung tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) poin 3, 5, 6, 9, 10, 11, 12, 14, 15.

2. Penguatan POSYANDU untuk Desa Binaan

Salah satu program peberdayaan masyarakat Rimba Raya adalah penguatan POSYANDU.
Program penguatan Posyandu ini meliputi 11 desa dan 2 dusun.

Rimba Raya Conservation bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Seruyan berupaya memperkuat kelembagaan Posyandu dan SDM-nya untuk mendorong kualitas kesehatan ibu dan anak masyarakat dengan menyasar seluruh titik di desa binaan Rimba Raya Conservation.

Melalui Posyandu ini, 460 ibu hamil diberikan makan tambahan. Kemudian, 1.246 balita juga diberikan makan tambahan melalui pos Gizi Posyandu dan 33 balita stunting juga mendapatkan makan tambahan dari pos Gizi Posyandu khusus.

Program penguatan Posyandu untuk desa binaan ini, men-cover 11 desa dan 2 dusun. Di samping itu, program pemberdayaan masyarakat ini juga mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 3, 5, 6, 9, 10, 11, 12, 14, 15.

3. Water Purifying System Air Layak Minum untuk Warga Desa Binaan

Melalui Program Kesehatan Masyarakat, Rimba Raya Conservation terus melakukan upaya-upaya untuk memberi akses lebih luas terhadap kebutuhan air bersih layak konsumsi dengan membangun instalasi pengolah air layak konsumsi Water Purifying System (WPS).

Hasil sebuah survei yang dilakukan menunjukkan bahwa warga merasa lega dengan adanya peningkatan ketersediaan air minum di wilayah mereka. Ditemukan juga bahwa ketersediaan filter air di setiap rumah dan pengenalan sistem pemurni air ini, membuat penularan penyakit melalui air telah menurun secara signifikan.

Program Water Purifying System ini berhasil memproduksi 2.000 liter air per hari dan men-cover 8 desa dengan 1.000 warga yang menerima manfaat. Total, 80.315 liter air layak minum didistribusikan ke penerima manfaat pada tahun 2021.

Program pemberdayaan masyarakat ini sebagai bentuk dukungan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 3, 5, 6, 9, 10, 11, 12, 14, 15.

4. Bersih Sungai Seruyan dan Task Force untuk Desa Binaan

Berbicara soal lingkungan, Rimba Raya Conservation tak lupa menjalin kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Seruyan dan pemerintah desa setempat untuk mengkampanyekan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui gerakan ‘kelompok kerja task force Jumat Bersih’.

Perlu diketahui, mata pencaharian masyarakat sering kali bergantung pada sungai yang menyuplai makanan, memberikan dukungan dalam upaya pertanian, dan membantu berkontribusi pada pendapatan anggota masyarakat.

Baca juga: Klinik Terapung Rimba Raya: Asa untuk Mewujudkan Kemudahan Akses Kesehatan di Wilayah Pedalaman

Sungai yang bersih juga mencegah penularan penyakit melalui air, mengingat masyarakat setempat menggunakan sungai dalam kesehariannya untuk memancing, mandi, dan beraktivitas sosial.

Total, 15.54 ton sampah dikumpulkan dalam periode 2021. Sampah-sampah tersebut terdiri dari sampah organik seperti kayu, ranting, dll (10.918 kg), sampah tidak bernilai ekonomis (3.484 kg), logam/besi/kaleng (205 kg) dan plastik bernilai ekonomis (933 kg).

Program pemberdayaan masyarakat ini mendukung SDGs poin 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15.

5. Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Bank Sampah Surya Harapan

Melalui bank sampah ini, Rimba Raya inisiasi program pemberdayaan masyarakat.
Foto bersama di depan bank sampah Surya Harapan yang diinisiasi oleh Rimba Raya Conservation.

Rimba Raya Conservation bekerja sama dengan pemerintah desa setempat untuk mengkampanyekan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pelayanan BANK SAMPAH Surya Harapan (Telaga Pulang) di sungai dan lingkungan permukiman di wilayah-wilayah desa dampingan Rimba Raya Conservation/ Lebih spesifiknya berada di sepanjang sungai Seruyan.

Program pemberdayaan masyarakat ini juga memberikan akses kepada masyarakat guna mendapatkan pelatihan pengelolaan bank sampah.

Melalui program bank sampah Surya Harapan ini 46.21 ton sampah berhasil terkelola sejak dibangunnya bank sampah dari periode 2014-2022. Sementara pembelian dan pengumpulan berdasarkan jenis sampah terdiri dari 11.631 kg kertas, 10.101 kg plastik, 24.482 kg logam.

Bank sampah Surya Harapan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15.

6. Sekolah Lapang Budidaya Tanaman Sayur untuk Desa Binaan

Program pemberdayaan masyarakat beurpa sekolah lapang budidaya sayur.
Warga setempat sedang berada di sekolah lapang guna mengelola budidaya sayur.

Rimba Raya Conservation melakukan pengembangan kelompok budidaya sayuran dengan tujuan utama untuk mendapatkan produk bahan pangan. Cara untuk mewujudkannya menggunakan sumber daya tanaman yang sebelumnya sudah ditanam, dan juga sebagai bentuk mendorong keterampilan dan kemandirian warga desa dalam hal pangan.

Terdapat 3 sekolah lapang yang telah berjalan yaitu Sekolah Lapang Cempaka Baru, Sekolah Lapang Baung, dan Sekolah Lapang Jahitan.

Program ini sukses mengumpulkan 175 kg hasil panen per musim tanam dengan menghasilkan nilai ekonomis Rp10.00/kg untuk semua sayuran. Dengan adanya program ini pula masyarakat lantas mendapatkan pelatihan pengembangan pertanian.

Program pemberdayaan masyarakat Sekolah Lapang Budidaya Tanaman Sayur ini sebagai bentuk dukungan atas program SDGs poin 1, 2, 3, 5, 8, 10, 12, 13, 14, 15, 16.

7. Kelompok Usaha Ternak Ayam Pedaging Mata Pencaharian Alternatif

Jangan lupa kelompok usaha ternak juga merupakan program pemberdayaan masyarakat Rimba Raya.
Seorang ibu di wilayah binaan Rimba Raya Conservatio sedang mengambil telur di peternakan.

Pengembangan ekonomi masyarakat juga menjadi fokus bagi Rimba Raya Conservation yang membentuk 2 kelompok wanita untuk usaha peternakan ayam. Peternakan tersebut terletak di 2 desa yaitu Indah Berseri (Desa Baung) dan Manuk Tahete (Desa Jahitan).

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Rimba Raya mendorong kelompok wanita untuk memberikan dukungan ketahanan ekonomi pada warga desa binaan. Terbukti, 9909 kg ayam yang diproduksi menghasilkan nilai ekonomis. Adapun, jenis ayam yang diproduksi adalah ayam pedaging.

Kelompok usaha ternak ayam pedaging ini sebagai wujud dukungan program SDGs poin 1, 2, 3, 5, 8, 10, 12, 13, 14, 15, 16.

8. Kelompok Usaha Tambak Ikan Darat

Program pemberdayaan masyarakat tambak ikan darat.
Selain ayam, ada juga kelompok perikanan dan nelayan.

Tak berhenti di peternakan ayam, Rimba Raya Conservation juga melakukan pengembangan kelompok perikanan dan nelayan. Tujuannya sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap guna meningkatkan kemandirian dalam mengelola usaha perikanan.

Total, 492,4 kg produksi ikan yang berhasil dibudidayakan oleh kelompok Tunas Makmur. Jenis ikan yang dibudidayakan adalah jenis ikan gurame.

Program pemberdayaan masyarakat ini mendukung pembangunan berkelanjutan SDGs poin 1, , 2, 3, 5, 8, 10, 12, 13, 14, 15, 16.

9. Electrification Solar Power Energi Terbarukan Warga Desa Binaan

Pengembangan energi terbarukan di pedesaan sangat relevan jika dikaitkan dengan ancaman krisis energi. Potensi energi baru dan terbarukan Indonesia melimpah, tetapi pemanfaatannya masih sangat jauh di bawah potensi.

Saat ini, Rimba Raya Conservation berupaya mendorong desa-desa binaan dengan memberikan bantuan perangkat tenaga surya untuk rumah tangga. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu penduduk desa mendapatkan manfaat dari listrik yang berkelanjutan yang akan memungkinkan masyarakat untuk lebih aktif selama jam malam.

Mengingat, listrik tidak hanya meningkatkan kehidupan sosial tetapi juga memungkinkan anak-anak memiliki penerangan yang cukup untuk belajar di malam hari. Sementara orang dewasa dapat lebih efektif mempersiapkan diri untuk bekerja, memasak, dan mengurus rumah di malam hari.

Adapun, distribusi perangkat ke desa binaan terdiri dari, Lantern Solar Power sejumlah 1.660 unit (70 Watt), Generator Solar Power 70 unit (1KWH), Single House System 70 unit (80 Watt), dan Komunal (Gardu) sebanyak 2.

Program pemberdayaan masyarakat ini mendukung pembangunan berkelanjutan atau SDGs poin 1, 2, 3, 4, 12, 13, 14, 15.

10.  Perpustakaan Desa Binaan

Terakhir, sektor pendidikan tak luput dari perhatian Rimba Raya Conservation. Pengembangan perpustakaan desa bersama pemerintah desa setempat dan sekolah bertujuan untuk menunjang kegiatan wajib belajar yang dicanangkan pemerintah Indonesia. Selain itu, perpustakaan berperan sebagai sarana guna meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat.

Hingga saat ini, 3 perpustakaan telah dilakukan renovasi serta dukungan sarana prasarana. Perpustakaan dilengkapi dengan 2.837 koleksi buku dari dukungan desa dan Rimba Raya Conservation. Bukan hanya lengkap, nyatanya 2.401 pengunjung menandakan bahwa perpustakaan memang benar-benar ramai dan membantu.Dengan adanya perpustakaan lantas melibatkan 3 orang pengurus yang diberi honor dan pelatihan.

Program pemberdayaan masyarakat ini mendukung SDGs nomor 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15.

Baca juga: Atasi Pencemaran Sampah, Rimba Raya Comservation Inisiasi Berbagai Program Menarik

Itulah 10 program kerja pemberdayaan masyarakat Rimba Raya Conservation bersama desa binaannya. Semoga, program tersebut bisa memberikan dampak positif dan kebaikan-kebaikan nyata bagi masyarakat setempat. 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rawat Bumi LindungiHutan