Bisnis Lestari
Sustainability Report: Pengertian dan Manfaat bagi Perusahaan
Sustainability atau keberlanjutan merupakan keseimbangan dari prinsip Triple Bottom Line yakni people, planet, dan profit.
Di dalam perusahaan, dikenal dengan istilah sustainability report yang menjadi tren dan kebutuhan bagi perusahaan untuk melaporkan kinerjanya pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan kepada pemangku kepentingan perusahaan.
Pemangku kepentingan atau stakeholder yang dimaksud meliputi pemegang saham, pemerintah, karyawan, hingga masyarakat secara umum.
Melalui laporan keberlanjutan, aktivitas yang dilakukan perusahaan dapat dilihat oleh semua pihak dan menjadikan perusahaan tidak menyalahi aturan yang menimbulkan kerugian berbagai pihak.
Daftar Isi
- Apa Itu Sustainability Report?
- Mengapa Sustainability Report itu Penting?
- Regulasi Terkait Sustainability Reporting di Indonesia
- 3 Dimensi Pengungkapan Sustainability Report
- Manfaat Laporan Keberlanjutan
- Komponen Sustainability Report
- Tambahan Komponen Sustainability Report
- Tahapan Penyusunan Sustainability Report
- Pemanfaatan Teknologi Inovatif dalam Menyusun Laporan Keberlanjutan
- Contoh Sustainability Report
- FAQ
- LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.1 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan
Apa Itu Sustainability Report?
Laporan keberlanjutan atau sustainability report adalah praktik pengukuran, pengungkapan, dan upaya akuntabilitas dari kinerja perusahaan/organisasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan kepada para pemangku kepentingan secara internal maupun eksternal.
Pengertian lain menyebutkan bahwa sustainability report adalah laporan yang berdasarkan pada konsep sustainable development.
Sementara itu, sustainable development bermakna sebagai terpenuhinya pembangunan saat ini tanpa mengurangi kebutuhan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
Implementasi laporan keberlanjutan saat ini didukung oleh Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007.
Jika secara global mengacu pada Global Reporting Initiative (GRI), di Indonesia memiliki National Center for Corporate Reporting (NCSR) merupakan organisasi pertama yang mengembangkan pelaporan keberlanjutan di Indonesia.
🌱 Download Gratis! Ebook Panduan Sustainability Report 101: Langkah, Regulasi, dan Alat Bantu untuk Laporan Bisnis Berkelanjutan
Ingin menyusun laporan keberlanjutan yang sesuai standar? Ebook ini memandu Anda dengan langkah praktis, regulasi terkini, framework internasional (GRI, SASB, TCFD), dan alat bantu untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas bisnis di mata pemangku kepentingan.
Mengapa Sustainability Report itu Penting?
Laporan keberlanjutan perusahaan dinilai sangat penting. Sebab, tujuan dari laporan ini untuk menginformasikan kinerja perusahaan dalam segi ekonomi, sosial, dan lingkungan serta sebagai bukti bentuk pertanggungjawaban perusahaan terhadap stakeholder.
Selain itu, sustainability report membantu perusahaan untuk mentaati peraturan dan tuntutan para stakeholder. Perusahaan tidak sekadar mengeruk keuntungan, melainkan ikut serta dalam menjaga keseimbangan alam sekitar.
“Sustainability report ini tidak hanya dibuat untuk memenuhi regulasi, tetapi sebagai penguatan internal perusahaan untuk mengupayakan strategi bisnis, jadi biasanya nih kalau perusahaan sudah memiliki rekam jejak yang baik mengenai penerapannya, biasanya mereka memiliki peluang untuk memenangkan persaingan pasar, karena investor itu biasanya tertarik nih untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut,” Ujar Sekar Dwi Setyaningrum, PT Sucofindo Cabang Semarang dalam webinar Green Skilling LindungiHutan “Menerapkan Metric dan Laporan Keberlanjutan dalam Meningkatkan Tanggung Jawab Sosial, Lingkungan, dan Finansial Perusahaan”
Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan ESG Score? Bagaimana Cara Menghitungnya?
Regulasi Terkait Sustainability Reporting di Indonesia
Berikut ini beberapa regulasi yang dapat Anda baca lebih lanjut:
- POJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Hijau
- POJK No.51/POJK.04/2017 tentang Keuangan Berkelanjutan
- POJK No.29/POJK.05/2014 tentang Pelaporan Keuangan Berkelanjutan: Peraturan ini mengharuskan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengungkapkan praktik keberlanjutan mereka, termasuk E-S-G.
- Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas: Mewajibkan perusahaan untuk melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (csr), terutama bagi perusahaan di sektor tertentu (misalnya mining dan forestry).
- Kementerian LHK: Pedoman untuk analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL)
- Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Mewajibkan laporan tahunan tentang kegiatan CSR untuk sektor tertentu (misalnya mining forestry).
🌱 Download Gratis! Ebook Kumpulan Regulasi dan Peraturan Seputar Kegiatan Sustainability
Temukan regulasi dan pedoman penting yang mendukung praktik keberlanjutan, mulai dari standar nasional hingga kebijakan pemerintah untuk mewujudkan lingkungan dan sosial yang lebih baik.
3 Dimensi Pengungkapan Sustainability Report
Menurut Global Initiative Reporting (GRI) G4 Guidelines, pengungkapan laporan keberlanjutan meliputi 3 dimensi, antara lain:
1. Ekonomi
Pada dimensi ekonomi yang berkelanjutan menyangkut peran perusahaan terhadap kondisi ekonomi para pemangku kepentingan dan sistem ekonomi di tingkat lokal, nasional, dan global.
Isi yang dilaporkan, menekankan pada kontribusi perusahaan terhadap sistem perekonomian di sekitarnya.
2. Lingkungan
Dimensi lingkungan keberlanjutan melihat dampak dari sebuah perusahaan terhadap lingkungan hidup seperti ekosistem, tanah, air, dan udara.
Di dalam laporan ini, mengungkapkan kinerja perusahaan dalam mengelola sumber daya air, bahan energi, keanekaragaman hayati, limbah, emisi, jasa dan produk, dan lainnya.
3. Sosial
Dimensi sosial yang berkelanjutan membahas dampak yang dimiliki perusahaan terhadap sistem sosial sesuai dengan perusahaan tersebut beroperasi.
Pada dimensi ini, mencakup pada praktik ketenagakerjaan dan kenyamanan dalam bekerja, hak asasi manusia yang diperhitungkan oleh perusahaan, dampak yang diterima masyarakat sekitar perusahaan, dan tanggung jawab atas jasa dan produk yang diberikan perusahaan kepada konsumen.

Manfaat Laporan Keberlanjutan
Laporan keberlanjutan memiliki manfaat bagi perusahaan secara, antara lain:
1. Meningkatkan Nilai Perusahaan
Nilai baik perusahaan dimata publik menjadi tujuan dari setiap perusahaan. Citra baik perusahaan dapat meningkatkan kemakmuran bagi stakeholder terutama pemegang saham, sehingga mereka akan lebih banyak menginvestasikan modalnya kepada perusahaan.
2. Meningkatkan Kinerja Keuangan
Pengungkapan laporan keberlanjutan secara luas dapat memberikan pengaruh besar kepada keuangan perusahaan baik secara mikro maupun dan makro.
Para investor akan berdatangan dan bergabung mendukung kinerja perusahaan sehingga meningkatkan modal kerja dan kegiatan operasi perusahaan.
3. Membantu dalam Mengelola Risiko dan Tantangan
Setiap perusahaan dihadapkan dengan tantangan yang menguji pada ketahanan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Perusahaan juga harus memikirkan resiko apa yang bisa dihadapi dan bagaimana cara meminimalisir ataupun mencegahnya.
Dengan sustainable report, perusahaan bisa mengantisipasi setiap tantangan yang datang dan memungkinkan perusahaan untuk bertahan lebih lama.
4. Meningkatkan Peluang Pengembangan Perusahaan di Masa Mendatang
Melalui laporan keberlanjutan ini perusahaan mampu membuat inovasi baru yang lebih ramah lingkungan dan menjadi peluang dalam menjalankan bisnis untuk kemajuan perusahaan di masa depan.
Sebab, bisnis yang ramah lingkungan lebih disukai oleh generasi muda saat ini.
5. Mengurangi Dampak Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola yang Buruk
Melihat dari 3 dimensi yang dituangkan dalam laporan berkelanjutan, perusahaan bisa mengetahui apa saja kegiatan yang berdampak baik dan yang harus diupayakan lebih baik bagi lingkungan, sosial, sehingga meminimalisir dari tata kelola yang buruk dari suatu perusahaan.
Dengan begitu, dapat menjadi tolak ukur dalam keberlanjutan perusahaan agar sesuai dengan regulasi dari stakeholders.
Baca juga: Environmental Social Governance atau ESG, Langkah Penerapan dan Checklist untuk Perusahaan Anda
Komponen Sustainability Report
Setelah mengetahui manfaat dari sustainability report, kini saatnya mengenal komponen apa saja yang ada di dalamnya.
Sederhananya dalam menyusun laporan pasti ada standar penulisan. Begitu pula dalam laporan keberlanjutan ini, terdapat 8 komponen yang sering dicantumkan berdasarkan G4 Pedoman Pelaporan Keberlanjutan GRI, meliputi:
1. Pengungkapan Standar Umum
- Strategi dan Analisis
- Profil Organisasi
- Aspek Material dan Boundary Teridentifikasi
- Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
- Profil Laporan
- Tata Kelola
- Etika dan Integritas
2. Pengungkapan Standar Khusus
- Pengungkapan Pendekatan Manajemen
- Indikator
Tambahan Komponen Sustainability Report
Berikut ini elemen tambahan untuk memberikan informasi lebih komprehensif kepada pembaca:
1. Pernyataan CEO
Di bagian awal sustainability report, biasanya disertakan pernyataan dari CEO perusahaan. Pernyataan ini mencakup visi perusahaan terhadap keberlanjutan, komitmen jangka panjang terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta pencapaian-pencapaian utama yang ingin ditonjolkan kepada para pemangku kepentingan.
2. Penilaian Dampak
Penilaian dampak adalah proses yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi dampak dari kegiatan bisnis perusahaan terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi.
Penilaian ini membantu perusahaan untuk mengukur dampak negatif dan mengembangkan strategi mitigasi. Komponen ini sering kali didukung oleh data kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai performa perusahaan dalam aspek keberlanjutan.
3. Analisis Materialitas
Analisis materialitas adalah proses yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu utama yang dianggap penting oleh pemangku kepentingan dan yang dapat berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Dalam sustainability report, analisis ini membantu memastikan bahwa laporan fokus pada isu-isu yang paling relevan dan memiliki dampak terbesar terhadap perusahaan dan pemangku kepentingannya. Biasanya, hasil dari analisis ini disajikan dalam bentuk matriks materialitas.
4. Strategi dan Tujuan Keberlanjutan
Bagian ini menguraikan strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan, termasuk tujuan yang spesifik, terukur, dan berbasis waktu (SMART goals) yang ingin dicapai dalam aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi.
Ini juga mencakup langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut, serta indikator kinerja utama (KPI) yang digunakan untuk mengukur kemajuan.
Tahapan Penyusunan Sustainability Report
Menyusun sustainability report atau laporan keberlanjutan membutuhkan strategi yang tepat untuk memastikan laporan tersebut sesuai dengan standar global dan secara transparan mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
- Organization context: Memahami identitas organisasi sangat penting, termasuk mengenali bagaimana proses inti bisnis berjalan dan apa yang menjadi fokus utama. Selain itu, perlu dievaluasi apakah visi dan misi perusahan sudah selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan.
- Materiality assessment: Menentukan isu yang paling relevan untuk perusahaan.
- Pengumpulan data: Pengumpulan data berdasarkan framework pedoman.
- Reporting: Penyusunan laporan berdasarkan standar.
- Dissemination: Publikasi laporan kepada pemangku kepentingan untuk meningkatkan transparansi
Pemanfaatan Teknologi Inovatif dalam Menyusun Laporan Keberlanjutan
Transformasi data perusahaan yang kompleks menjadi laporan keberlanjutan yang interaktif dan mudah dipahami merupakan tantangan yang signifikan.
Oleh sebab itu, pengintegrasian kecerdasan buatan atau (AI) dan analitk data menjadi elemen penting dalam proses penyusunan laporan tersebut.
“Ini yang sedang naik daun ya, pembuatan laporan keberlanjutan dengan AI dan data analytic, kenapa harus pakai itu? Karena datanya sekian banyak bagaimana mereka bisa simplify itu dan saat ini yang paling umum digunakan adalah dengan menggunakan AI, untuk menggunakan akurasi data dan pengambilan keputusan dalam pelaporan keberlanjutan,” ungkap Regina Inderadi, sustainability professional, Head of External ISSP Indonesia.
Penggunaan kecerdasan buatan atau AI nyatanya dapat meningkatkan efisiensi waktu sekaligus memperkuat efektivitas dalam proses penyusunan laporan keberlanjutan.
“Dengan menggunakan AI integration, ini terbukti bahwa dengan menggunakan waktu yang dihabiskan untuk menyusun laporan berkurang hingga 40%,” sambung Regina.
Contoh Sustainability Report
Berikut ini merupakan contoh sustainability report yang bisa menjadi referensi bagi perusahaan Anda. Laporan berikut sepenuhnya merupakan milik perusahaan terkait, hanya saja menurut LindungiHutan Anda bisa melihatnya.
Berikut ini contoh laporan keberlanjutan dari beberapa perusahaan baik nasional maupun internasional:
🌱 Download Gratis! Ebook Contoh-Contoh Sustainability Report
Ambil langkah pertama menuju keberlanjutan dengan berbagai contoh laporan keberlanjutan dari perusahaan.
Baca juga: Apa Itu GRI Sustainability Reporting? Bagaimana Cara Mengimplementasikannya?
Menyusun sustainability report yang komprehensif tidak hanya menggambarkan transparansi dan tanggung jawab perusahaan terhadap keberlanjutan, tetapi juga memperkuat citra positif di mata stakeholder.
Salah satu cara efektif untuk memperkaya laporan ini adalah dengan memasukkan inisiatif konkret, seperti program penghijauan yang berdampak langsung pada lingkungan.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan sustainability report?
Sustainability report adalah laporan yang mengukur, mengungkapkan, dan mempertanggungjawabkan kinerja perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal.
Sustainability meliputi apa saja?
Menurut Global Initiative Reporting (GRI) G4 Guidelines, pengungkapan laporan keberlanjutan meliputi 3 dimensi yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial.
