Hutanpedia
Eksplorasi Pohon Sukun: Identifikasi, Habitat Alami, dan Beragam Manfaatnya
Pohon sukun (Artocarpus altilis) adalah salah satu contoh sempurna dari keajaiban alam yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Meskipun seringkali dianggap sebagai tanaman sekunder, pohon sukun memiliki potensi luar biasa yang menunggu untuk ditemukan.
Dari ciri morfologi yang menarik hingga manfaat kesehatan dan ekologis yang signifikan, pohon sukun adalah salah satu harta karun botani yang patut untuk diperhatikan.
Mari menjelajahi lebih dalam tentang keunikan pohon sukun dan mengungkap mengapa tanaman ini pantas mendapatkan lebih banyak perhatian.
Berikut ini ulasan mengenai identifikasi, habitat alami, serta pemanfaatan dari sukun (Artocarpus altilis).
Daftar Isi
Ciri-Ciri Pohon Sukun
Pohon sukun (Artocarpus altilis) adalah tanaman tropis yang termasuk dalam keluarga Moraceae, dikenal karena buahnya yang besar dan berdaging.
Tanaman ini memiliki nilai penting sebagai sumber pangan di berbagai wilayah tropis, terutama karena buahnya yang kaya akan karbohidrat dan dapat dimasak dalam berbagai cara (Sikarwar dkk, 2014).

Pohon sukun (Artocarpus altilis) berasal dari daerah tropis dan subtropis di kawasan Pasifik, termasuk pulau-pulau di sekitar Indonesia, Papua Nugini, dan Polinesia.
Tanaman ini tumbuh subur di iklim panas dengan curah hujan tinggi dan biasanya ditemukan di hutan hujan tropis serta kebun-kebun yang memiliki tanah yang subur dan lembap (Bhor dan Subramanian, 2010).
Baca juga: Cara Menanam Pohon dengan Mudah dan Perawatannya
Tanaman ini hidup di mana suhu rata-rata tahunan berkisar antara 20-30°C (Pamungkas, Kesaulya, dan Jambormias, 2023).
Berikut ini ciri-ciri pohon sukun (Artocarpus altilis)
1. Arsitektur Pohon
Pohon sukun adalah pohon tropis besar dengan model arsitektur pohon rauh yang dapat mencapai ketinggian antara 10 hingga 20 meter.
Arsitektur pohon ini membentuk tajuk yang hemispherical dan memiliki kanopi yang luas dan menyebar. Cabang-cabang pohon sukun terentang secara horizontal.
Struktur ini memungkinkan pohon untuk menciptakan naungan yang lebar, bermanfaat dalam ekosistem tropis (Bhor dan Subramanian, 2010).
2. Daun
Daun pohon sukun memiliki ukuran besar, berbentuk hati atau oval dengan panjang antara 20 hingga 60 cm dan lebar 15 hingga 30 cm.

Daun ini memiliki tepi bergerigi dan permukaan yang kasar dengan warna hijau gelap. Permukaan daun bisa mengkilap dan memberikan tampilan yang mencolok (Sikarwar dkk, 2014).
3. Batang
Batang pohon sukun berbentuk silindris dan memiliki kulit batang yang kasar, berwarna cokelat keabu-abuan dengan retakan-retakan dangkal.
Batang ini cukup besar untuk mendukung kanopi yang luas dan sering kali menunjukkan kekuatan struktural yang diperlukan untuk mendukung pohon yang besar (Estalansa, Yuniastuti, dan Hartati, 2018).
4. Bunga
Bunga pohon sukun bersifat uniseksual dan muncul di tongkol yang terletak di antara daun.
Bunga jantan lebih kecil dan berada di bagian bawah tongkol, sementara bunga betina yang lebih besar terletak di bagian atas.
Tongkol bunga ini tertutup oleh braktea hijau (Peuohaq, Kesaulya, dan Jambormias, 2023).
5. Buah
Buah pohon sukun besar, berbentuk bulat atau oval dengan diameter antara 10 hingga 30 cm.
Kulit buah berwarna hijau saat muda dan dapat berubah menjadi coklat kekuningan saat matang.
Daging buah berwarna putih atau krem, dengan tekstur lembut dan kental ketika dimasak, serta memiliki rasa yang mirip dengan kentang (Ifah, 2021).
Baca juga: Apa Itu Agribisnis? Berikut Definisi, Prospek Bisnis, dan Contohnya
Manfaat Pohon Sukun (Artocarpus altilis)
Pohon sukun tidak hanya menawarkan manfaat ekologis yang penting tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan manusia dan ekonomi lokal.
Berikut ini uraian pemanfaatan sukun dari berbagai aspek;
1. Manfaat bagi Lingkungan
Pohon sukun membantu dalam penyerapan karbon dioksida dari atmosfer, yang penting dalam mengurangi efek perubahan iklim.
Selain itu, sistem akar yang kuat membantu mencegah erosi tanah dengan menstabilkan tanah di area hutan dan kebun (Bhor dan Subramanian, 2010).
Pohon sukun juga berperan habitat bagi berbagai spesies satwa liar dan serangga, membantu menjaga keanekaragaman hayati di ekosistem tropis (Sikarwar dkk, 2014).
2. Manfaat bagi Manusia
Buah sukun adalah sumber karbohidrat yang penting dan dapat dimasak dalam berbagai cara, seperti digoreng, direbus, atau dipanggang.
Selain itu, buah ini memiliki nilai gizi yang tinggi, termasuk vitamin dan mineral (Pamungkas, Kesaulya, dan Jambormias, 2023).

Beberapa bagian dari pohon sukun, seperti daun dan kulit kayu, memiliki potensi penggunaan dalam pengobatan tradisional.
Mereka telah digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk masalah pencernaan dan infeksi (Estalansa, Yuniastuti, dan Hartati, 2018).
3. Manfaat Ekonomi
Pohon sukun menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani dan komunitas lokal melalui penjualan buahnya.
Selain itu, produk olahan dari sukun, seperti tepung sukun, dapat membuka peluang bisnis baru (Ifah, 2021).
Selain makanan, berbagai bagian pohon sukun, seperti kayu yang dapat digunakan dalam industri kerajinan dan konstruksi, menyediakan material yang bermanfaat untuk berbagai aplikasi (Peuohaq, Kesaulya, dan Jambormias, 2023).
Baca juga: Cerita Manfaat Penanaman Mangrove bagi Mitra Petani LindungiHutan
Fakta Unik Pohon Sukun
Pohon sukun dapat hidup hingga 50 tahun atau lebih, memberikan hasil panen yang konsisten sepanjang masa hidupnya.
Ini menjadikannya tanaman yang stabil dan andal untuk produksi pangan jangka panjang.
Pohon ini juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah, termasuk tanah yang kurang subur atau bahkan sedikit terdegradasi.
Ini menjadikannya tanaman yang penting untuk rehabilitasi lahan dan ketahanan pangan di wilayah tropis (Bhor dan Subramanian, 2010).
Baca juga: Tanaman Penghijauan untuk Pelestarian Lingkungan
Pohon, termasuk pohon sukun, memiliki manfaat besar bagi lingkungan. Menanam pohon pada umumnya dapat membantu mendukung konservasi alam, mengurangi emisi karbon, menjaga keberagaman hayati, dan memperkuat ketahanan ekosistem. Langkah sederhana seperti ini dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Bersama LindungiHutan, membantu Anda mewujudkan program penghijauan dengan mudah, berdampak, dan pastinya berkelanjutan. Hingga saat ini, kami menanam lebih dari 800 RIBU pohon di 40+ lokasi penanaman bersama 500+ brand dan perusahaan. Hubungi kami di sini untuk
Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:
Estalansa, Yuniastuti, dan Hartati. 2018. The Diversity of Breadfruit Plants (Artocarpus altilis) Based on Morphological Characters. Agrotechnology Research Journal. 2(2): 80-85. The Diversity of Breadfruit Plants (Artocarpus Altilis) Based on Morphological Characters | Estalansa | Agrotechnology Research Journal (uns.ac.id)
Bhor dan Subramanian. 2010. Breadfruit (Artocarpus altilis Fosb.) – An Underutilized and Neglected Fruit Plant Species. Middle-East Journal of Scientific Research. 6 (5): 418-428. Breadfruit (Artocarpus altilis Fosb) – A Monograph (researchgate.net)
Ifah. 2021. Kajian Morfologi Buah Sukun (Artocarpus altilis Park. Fosberg) di Kabupaten Sleman Bagian Utara di Yogyakarta. Jurnal Hutan Tropika. 16(2): 158-163. Tampilan Kajian Morfologi Buah Sukun (Artocarpus altilis Park. Fosberg) di Kabupaten Sleman Bagian Utara D.I. Yogyakarta (upr.ac.id)
Pamungkas, Kesaulya, dan Jambormias. 2023. Keragaman Morfologi Sukun (Artocarpus altilis Park.Fosberg) di Kecamatan Teluk Ambon. Jurnal Agrosilvopasture-Tech. 2(2): 421-428. View of Keragaman Morfologi Sukun (Artocarpus altilis Park. Fosberg) di Kecamatan Teluk Ambon (unpatti.ac.id)
