Connect with us

Bisnis Lestari

POJK Keuangan Berkelanjutan: Cara Strategis Menuju Investasi Ramah Lingkungan dan Sosial

Published

on

Rencana aksi keuangan berkelanjutan

Beberapa perusahaan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan standar baru Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

POJK keuangan berkelanjutan mewajibkan lembaga keuangan untuk mengikuti parameter keberlanjutan dalam praktik bisnis mereka, termasuk dalam pengambilan keputusan investasi dan laporan keuangan.

Peraturan ini juga berperan dalam menggerakkan perusahaan dan lembaga keuangan agar lebih memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam kegiatan operasional dan investasi.

Beberapa perusahaan sudah menunjukkan komitmen dan antusiasme terhadap aksi keberlanjutan seperti pengurangan limbah,  adopsi  energi  terbarukan,  dan  berpartisipasi  dalam  program-program  pembangunan  masyarakat  setempat.

Lalu, bagaimana pedoman lengkap POJK? Apa rencana aksi keuangan berkelanjutan yang dapat diimplementasikan di perusahaan Anda? Perhatikan penjelasan berikut ini!

Apa Itu POJK Keuangan Berkelanjutan?

POJK Keuangan Berkelanjutan merupakan peraturan yang mengatur penerapan prinsip keuangan berkelanjutan di Indonesia.

Peraturan ini menyatukan faktor-faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam kegiatan operasional dan pengambilan keputusan investasi oleh lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik.

POJK ini bertujuan untuk mendorong lembaga keuangan dan perusahaan publik di Indonesia agar mengambil prinsip-prinsip keberlanjutan dalam strategi dan laporan mereka, sehingga menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan menyesuaikan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

Peraturan ini dapat mengoptimalkan integritas pasar modal dan sistem keuangan dengan memasarkan investasi yang memberikan manfaat finansial sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Hal ini tercantum jelas pada Peraturan  Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK)  Nomor  51  Tahun  2017 atau POJK 51/2017.

Baca juga: Sustainable Finance, Penerapan, Prinsip, hingga Trend di Indonesia Saat Ini

POJK keuangan berkelanjutan 1

Pentingnya Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Keuangan

POJK Keuangan Berkelanjutan bermanfaat baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Berikut ini ulasan manfaat POJK yang perlu Anda ketahui:

Manfaat Ekonomi POJK Keuangan Berkelanjutan

1. Pengelolaan Risiko yang Lebih Efektif

Penerapan prinsip keuangan berkelanjutan memungkinkan lembaga keuangan untuk mengenal dan mengelola risiko mengenai lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dengan lebih baik. 

Implementasi ini dapat mengurangi potensi kerugian yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal dan meningkatkan stabilitas keuangan jangka panjang (POJK 51/2017).

2. Peningkatan Reputasi dan Daya Tarik Investor

Lembaga keuangan yang menggunakan keuangan berkelanjutan biasanya memperoleh reputasi positif di pasar. 

Hal ini dapat menarik investor yang berfokus pada keberlanjutan dan membuka akses ke pembiayaan yang lebih menguntungkan (Syahputra, D dan Mustafa, 2024).

3. Efisiensi Operasional dan Penghematan Biaya

Implementasi prinsip keberlanjutan dapat mendorong lembaga keuangan untuk menggunakan teknologi dan realisasi yang lebih efisien secara operasional. 

Seperti energi terbarukan dan manajemen sumber daya yang lebih baik, yang pada akhirnya dapat mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.

Baca juga: Panduan Meningkatkan Dampak Sosial Positif dalam Pelaksanaan CSR

Manfaat Sosial POJK Keuangan Berkelanjutan

POJK keuangan keberlanjutan juga memiliki manfaat sosial. Berikut di antaranya:

1. Peningkatan Tanggung Jawab Sosial

Dengan mempertimbangkan dampak sosial dalam pengambilan keputusan, lembaga keuangan dapat berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. 

Artinya lembaga keuangan memberikan dukungan terhadap meningkatkan kualitas hidup dan memberikan manfaat sosial yang signifikan (Chandra, Muktiono, dan Sacipto, 2022).

2. Penciptaan Lapangan Kerja dan Pembangunan Komunitas

Investasi dalam proyek-proyek berkelanjutan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pembangunan komunitas. 

Hal ini akan membangun sektor-sektor yang berfokus pada keberlanjutan, seperti energi bersih dan infrastruktur hijau.

3. Publikasi Praktik Bisnis yang Etis dan Berkelanjutan

Lembaga keuangan yang menerapkan POJK keuangan berkelanjutan akan mempublikasikan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan etis, mendorong sektor lain untuk mengikuti jejak mereka dan memperkuat budaya keberlanjutan di seluruh industri (POJK 51/2017).

Baca juga: Pentingnya Menerapkan Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Manfaat POJK Keuangan Berkelanjutan Terhadap Lingkungan

POJK keuangan berkelanjutan memiliki manfaat terhadap lingkungan, berikut ini uraiannya;

1. Pengurangan Dampak Lingkungan

Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam keputusan investasi, lembaga keuangan dapat mendukung proyek dan perusahaan yang berkomitmen untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. 

Perusahaan dapat berinvestasi dalam teknologi bersih, energi terbarukan, dan inisiatif yang mengurangi emisi karbon dan limbah (POJK 51/2017).

2. Peningkatan Efisiensi Sumber Daya

Penerapan keuangan berkelanjutan mendorong lembaga keuangan untuk memilih proyek yang menggunakan sumber daya secara efisien dan menerapkan praktik ramah lingkungan. 

Hal ini bisa mengurangi konsumsi energi dan penggunaan bahan baku, serta mempromosikan ekonomi sirkular yang mengurangi pemborosan dan limbah (Chandra, Muktiono, dan Sacipto, 2022).

3. Perlindungan dan Pemulihan Ekosistem

Investasi yang berfokus pada keberlanjutan biasanya melibatkan proyek yang bertujuan untuk melindungi atau memulihkan ekosistem yang terancam. 

Pelaksanaan proyek ini merupakan upaya dalam konservasi lahan, perlindungan habitat, dan restorasi lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan ekosistem secara keseluruhan (Syahputra, D dan Mustafa, 2024).

4. Peningkatan Kesadaran dan Praktik Lingkungan

Dengan menerapkan dan mempromosikan prinsip keuangan berkelanjutan, lembaga keuangan membantu meningkatkan kesadaran akan isu-isu lingkungan di kalangan investor, perusahaan, dan masyarakat. 

Ini mendorong lebih banyak entitas untuk mengadopsi praktek ramah lingkungan dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan global (POJK 51/2017).

Baca juga: Carbon Footprint Scopes 1, 2, dan 3, Contoh serta Cara Menghitungnya

Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan

Rencana aksi POJK Keuangan Berkelanjutan menjadi blueprint atau peta jalan yang mengarahkan proses implementasi. 

Implementasi POJK Keuangan Berkelanjutan bagi lembaga keuangan melibatkan beberapa tahap penting untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip keberlanjutan diintegrasikan secara efektif dalam pelaksanaan dan pengambilan keputusan. 

Berikut adalah langkah-langkah implementasinya:

1. Penyusunan Kebijakan dan Strategi Keberlanjutan

Lembaga keuangan harus menyusun kebijakan dan strategi keberlanjutan yang mencakup tujuan, prinsip, dan pedoman mengenai penerapan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). 

Langkah ini dapat menetapkan sasaran yang jelas dan mengintegrasikan keberlanjutan dalam visi serta misi perusahaan (POJK 51/2017).

2. Integrasi Faktor ESG dalam Pengambilan Keputusan

Faktor ESG harus diintegrasikan dalam proses analisis risiko dan keputusan investasi. 

Lembaga keuangan perlu melakukan penilaian dampak ESG dari setiap proyek atau investasi dan memastikan bahwa keputusan yang diambil mendukung tujuan keberlanjutan yang telah ditetapkan (Chandra, Muktiono, Sacipto. 2022).

3. Pengembangan dan Implementasi Sistem Pelaporan

Lembaga keuangan harus mengembangkan sistem pelaporan yang transparan untuk mengungkapkan informasi terkait keberlanjutan. 

Pelaksanaan ini melibatkan penyusunan laporan keberlanjutan yang sesuai dengan standar POJK dan pelaporan yang akurat mengenai pencapaian dan tantangan terkait faktor ESG (Nelson dan Meiden. 2023).

4. Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas

Pelatihan bagi staf dan manajemen penting untuk memastikan pemahaman yang mendalam tentang prinsip keuangan berkelanjutan dan bagaimana menerapkannya dalam praktik sehari-hari. 

Program pelatihan ini harus mencakup analisis ESG, pelaporan keberlanjutan, dan manajemen risiko terkait keberlanjutan (Amalia, dkk. 2022)

5. Monitoring dan Evaluasi

Lembaga keuangan perlu melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kebijakan keberlanjutan mereka. 

Hal ini melibatkan penilaian kinerja keberlanjutan, identifikasi area yang memerlukan perbaikan, dan pembaruan kebijakan atau praktik untuk memastikan efektivitas implementasi (Syahputra, D dan Mustafa. 2024)

6. Keterlibatan Stakeholder

Berkomunikasi dan berkolaborasi dengan stakeholder, termasuk investor, pelanggan, dan masyarakat, untuk mendapatkan umpan balik dan memastikan bahwa kebijakan keberlanjutan yang diterapkan sesuai dengan harapan dan kebutuhan berbagai pihak terkait (POJK 51/2017).

Selanjutnya, langkah yang tidak kalah penting adalah penentuan target dan indikator untuk memastikan bahwa lembaga keuangan dapat mengukur dan melacak kemajuan dalam penerapan POJK keuangan berkelanjutan. 

Berikut adalah langkah-langkah untuk menentukan target dan indikator yang efektif;

1. Tujuan Utama

Tentukan tujuan utama dari kebijakan keberlanjutan berdasarkan pedoman POJK, seperti pengurangan dampak lingkungan, peningkatan tanggung jawab sosial, atau pengelolaan risiko yang lebih baik.

2. Spesifikasi Target

Pastikan bahwa target yang ditetapkan itu spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu. Target yang jelas dan terukur memudahkan pemantauan dan evaluasi kemajuan.

3. Keterlibatan dengan Stakeholder

Libatkan stakeholder internal dan eksternal dalam proses penetapan target untuk memastikan bahwa target tersebut realistis dan relevan. 

Stakeholder juga dapat membantu menyesuaikan target agar lebih sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka.

4. Pilih Indikator Kinerja Utama (KPI)

Pilih indikator yang akan digunakan untuk mengukur kemajuan terhadap target.

5. Kuantifikasi dan Standarisasi

Pastikan indikator yang dipilih dapat diukur secara kuantitatif dan memiliki standar yang jelas untuk memastikan konsistensi dalam pengukuran.

6. Implementasi Sistem Pengumpulan Data

Kembangkan sistem dan prosedur untuk mengumpulkan dan melaporkan data terkait indikator.

7. Evaluasi dan Penyesuaian

Secara berkala, evaluasi hasil yang diperoleh dari indikator dan bandingkan dengan target. Jika diperlukan, sesuaikan target atau indikator untuk memastikan bahwa keduanya tetap relevan dan menantang.

Baca juga: Green Finance Itu Apa? Berikut Penjelasan, Implementasi, dan Contohnya

Studi Kasus Implementasi POJK Keuangan Keberlanjutan

Bank Mandiri dalam Integrasi ESG dalam Produk dan Layanan

Bank Mandiri, salah satu bank terbesar di Indonesia, berkomitmen untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh operasionalnya.

Mereka menerapkan POJK Keuangan Berkelanjutan dengan fokus pada pengembangan produk dan layanan yang ramah lingkungan dan sosial berupa;

1. Pengembangan Produk

Bank Mandiri meluncurkan berbagai produk keuangan yang mendukung keberlanjutan, seperti Green Bond dan Sustainable Development Goals (SDGs) Bond, yang mengarahkan investasi ke proyek-proyek yang memiliki dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

2. Penilaian ESG

Bank ini menerapkan penilaian risiko ESG untuk semua proyek pembiayaan. Ini termasuk evaluasi dampak lingkungan dan sosial sebelum memberikan kredit.

3. Pelaporan

Bank Mandiri menyusun laporan tahunan keberlanjutan yang mengungkapkan pencapaian dan tantangan dalam mencapai target keberlanjutan mereka.

Bank Mandiri berhasil menarik minat investor yang peduli terhadap keberlanjutan dan meningkatkan reputasi mereka sebagai lembaga keuangan yang bertanggung jawab.

Baca juga: Simak Cerita Kolaborasi BCA Syariah Bersama LindungiHutan, Bantu Wujudkan Komitmen Aspek Environment ESG Perusahaan

Referensi dan rujukan yang digunakan dalam tulisan ini adalah:

 Syahputra, D dan Mustafa. 2024. Studi Literatur Analisa Kepatuhan Penerapan POJK 51 Tahun 2017 tentang Keuangan Keberlanjutan bagi Emiten Sektor Pariwisata di Indonesia. Pesona Pariwisata. 3(1):7-13. Link: View of STUDI LITERATUR ANALISA KEPATUHAN PENERAPAN POJK 51 TAHUN 2017 TENTANG KEUANGAN BERKELANJUTAN BAGI EMITEN SEKTOR PARIWISATA DI INDONESIA (upnjatim.ac.id)

Peraturan  Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK)  Nomor  51  Tahun  2017,  atau  POJK  51/2017. Link: PERATURAN BANK INDONESIA (ojk.go.id). Link: SAL Penjelasan POJK 51 – keuangan berkelanjutan.pdfLink: POJK – 9 – 2021.pdf

Chandra, Muktiono, Sacipto. 2022. Analisis Peranan Pemerintah Terhadap Praktik Greenwashing dalam Strategi Investasi Keuangan Berkelanjutan Berbasis ESG. Jurnal Panorama Hukum. 7(2): 138-146. Link: View of Analisis Peranan Pemerintah Terhadap Praktik Greenwashing Dalam Strategi Investasi Keuangan Berkelanjutan Berbasis ESG (unikama.ac.id)

Nelson dan Meiden. 2023. Implementasi Prinsip Isi dan Kualitas Pada Laporan Keberlanjutan. Jurnal Ilmiah Batanghari Jambi. 23(1): 114-124. Link: Implementasi Prinsip Isi dan Kualitas pada Laporan Keberlanjutan | Nelson | Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi (unbari.ac.id)

Amalia, dkk. 2022.Implementasi Akutansi Keberlanjutan pada Industri Perbankan dalam Mencapai Sustainable Development (Studi Kasus Bank Kalsel). Jurnal Akutansi. 8(2): 188-199. Link: JUDUL DALAM BAHASA INDONESIA, DITULIS DENGAN HURUF TNR-14 BOLD, MAKSIMAL 14 KATA, RATA KIRI (bsi.ac.id)

ESG (bankmandiri.co.id)

Penulis: Putri Armenia Aurelia

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *