Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications

Pohon Ketapang: Klasifikasi, Ciri-ciri dan Manfaat Ketapang

Pohon ketapang sering kita temukan di pinggir jalan untuk peneduh. Tapi, manfaat ketapang ternyata sangat beragam dari segi ekologi, lingkungan, sosial dan kesehatan
Artikel lengkap pohon ketapang: klasifikasi, ciri-ciri, jenis, status kelangkaan, cara menanam dan manfaat ketapang.

Pohon Ketapang dikenal sebagai tanaman peneduh atau tanaman penghias taman memiliki nama latin Terminalia catappa. Tumbuhan ini di Indonesia mempunyai berbagai nama di tiap daerah. Contohnya, ketapang di Sulawesi Utara dikenal dengan nama Talisei, di Maluku Utara dikenal Tiliho, dan di Papua Barat dikenal nama pohon Kalis.

Ketapang secara umum memiliki penyebutan dan nama khusus yang biasa digunakan dalam dunia internasional, yaitu tropical almond, umbrella tree, sea almond, serta beach almond.

Karena tumbuh rindang, pohon ketapang mudah dijumpai di pinggir jalan dan taman. Ketapang sering dimanfaatkan sebagai tumbuhan peneduh.

Tanaman ini memiliki ciri khas, yaitu bentuk cabang dan tajuknya. Lalu, ukuran dan bentuk daun ketapang cukup besar dan tebal dibandingkan daun pohon lainnya.

Pohon ketapang disebut juga tanaman pinggir pantai. Karena habitat terbaik ketapang untuk tumbuh adalah kawasan pesisir pantai. Tapi, ketapang juga mudah beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan dan kesuburan tanah.

Baca juga: Perjuangan Pak Ujang Menjaga Kelestarian Hutan Ibukota Jakarta

Klasifikasi Pohon Ketapang

Berdasarkan taksonominya, ketapang dapat diklasifikasikan dalam tabel di bawah ini.

KingdomPlantae
Sub-kingdomMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
Sub-kelasRosidae
OrdoMyrtales
FamiliCombretaceae
GenusTerminalia
SpesiesTerminalia catappa
Tabel klasifikasi taksonomi ketapang (Terminalia catappa).

Habitat dan Persebaran Ketapang

Daerah pesisir pantai menjadi tempat ideal bagi pohon ketapang tumbuh dengan optimal. Karenanya, tanaman ini disebut juga tanaman pinggir pantai atau ketapang laut. Namun, ketapang juga memiliki kemampuan yang mudah beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan.

Pohon ketapang termasuk tumbuhan asli Asia Tenggara maupun Polinesia hingga Australia bagian Utara. Tumbuhan ketapang dapat juga ditemui di Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika Timur, Afrika Barat, Pakistan, India, dan Madagaskar.

Di Indonesia, ketapang tersebar di berbagai daerah. Pada umumnya, pohon ini berkembang di dataran rendah hingga tinggi, di hutan primer atau sekunder, hutan campuran, hutan rawa, hutan pantai, hutan jati, hingga di sepanjang sungai.

Secara umum, pohon ketapang tumbuh di kawasan tropis terutama daerah tropis beriklim lembab.

Lokasi yang paling cocok untuk perkembangbiakkan ketapang adalah kawasan yang berada pada ketinggian antara 400 meter di atas permukaan laut.

Selain itu, daerah yang ideal untuk pertumbuhan ketapang memerlukan curah hujan rata-rata 1.000-3.500 mm per tahun pada rentang bulan kering, yaitu selama enam bulan.

Upaya pohon ketapang untuk beradaptasi pada musim kemarau dengan menggugurkan daunnya sebanyak dua kali dalam satu tahun. Ketika memasuki musim hujan, kuncup daun ketapang akan lahir kembali.

Status Kelangkaan Ketapang

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, ketapang berstatus Least Concern (LC). Artinya, pohon ketapang termasuk jenis flora yang aman dan tidak terancam kepunahannya.

Status LC ditetapkan pada tahun 2018 dan telah diperbarui pada tahun 2019. Karena jumlah populasi ketapang masih stabil. Hal ini seimbang dengan tingkat persebaran tumbuhan ini yang hampir dapat ditemui di seluruh dunia.

Baca juga: Hutan Adalah: Pengertian, Ciri-ciri dan Jenis-jenis Hutan Terbaru 2022

Ciri-ciri Pohon Ketapang

Alasan utama ketapang sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh adalah karena ketapang dapat tumbuh besar (tingginya dapat mencapai 40 meter), termasuktumbuhan berkayu dengan percabangan banyak dan daun yang rindang.

Ciri khas ketapang yaitu tajuknya yang tumbuh secara bertingkat sehingga serupa pagoda serta cabangnya yang mendatar. Tajuk merupakan keseluruhan bagian tumbuhan yang meliputi daun, cabang, ranting, bunga dan buah.

Berikut ini ciri-ciri dan karakteristik pohon ketapang:

A. Akar

Akar ketapang tergolong dalam tumbuhan dikotil atau berkeping dua dan berakar tunggang bercabang. Tanaman ketapang berjenis akar tunggang bercabang karena terdapat satu pokok bagian berbentuk kerucut, tumbuh lurus ke bawah, dan mempunyai banyak cabang akar yang tumbuh ke samping berfungsi sebagai penopang.

B. Batang

Di permukaan kulit batang ketapang terdapat alur atau sulcatus yang mengakibatkan tekstur kulit batang kasar. Berbentuk bundar atau teres, tumbuh tegak lurus dan memiliki ketebalan hingga 1,5 meter.

Batang pokok ketapang sulit dikenali karena mempunyai ukuran yang hampir sama dengan percebangan. Percabangan batang pohon ketapang disebut juga percabangan simpodial.

Terkadang, ukuran cabang tanaman ketapang lebih besar dari batang pokoknya. Karena proses tumbuh dan berkembang batang biasanya lebih cepat berhenti, sedangkan cabang akan terus tumbuh.

Cabang-cabang pada tanaman peneduh ini tumbuh mendatar dan pokok batangnya membentuk sudut siku-siku.

C. Daun

Daun pohon ketapang termasuk kelompok daun tidak lengkap, dikarenakan unsur penyusun hanya ada dua, yaitu tangkai dan helai daun. Daun yang lengkap tersusun dengan tiga bagian, yaitu

  • Pelepah daun (vagina)
  • Tangkai daun (petiolus), dan
  • Helai daun (lamina).

Pada umumnya, bentuk daun ketapang lebih lebar dari daun-daun pohon lain. Lebarnya mencapai 3 cm sampai 9 cm setiap helainya.

Tangkai daun ketapang berbentuk silinder, bagian pangkal melebar dan cenderung pipih. Helaian daun tanaman ini berbentuk menyerupai telur yang terbalik atau seperti jantung. Tekstur permukaan bagian atas licin. Sedangkan permukaannya bawah berambut halus.

Tulang daun pohon ketapang menyirip, satu tulang daun besar sebagai induk, dan memiliki cabang yang tumbuh menuju luar tepi daun. Posisi tulang daun berada di bagian pangkal daun.

Daunnya berwarna hijau muda segar seperti pohon manggir. Ketika musing gugur tiba, daun ketapang berubah warna menjadi merah atau kuning.

D. Bunga

Bunga ketapang bentuknya mirip seperti lonceng dan berukuran kecil. Ukuran bunga 4 sampai 8 mm dan memiliki variasi warna yaitu putih, krem dan kuning.

Terdapat 5 helai di kelopaknya disetiap bunga. Bunganya tidak mempunyai mahkota. Pusat pertumbuhan bunga ketapang terdapat di ujung ranting dengan panjang 8-25 cm.

E. Buah

Ukuran buah tanaman ketapang 4 sampai 5,5 cm, dan bentuknya mirip almond. Pada usia muda, buah berwarna hijau dan akan berubah merah kecoklatan ketika sudah matang. Di dalam buah ketapang, terdapat biji yang dilindungi oleh kulit yang licin.

F. Biji

Biji buah ketapang terbagi menjadi dua bagian yaitu:

1. Kulit Biji

Di kulit biji ada dua lapisan, yaitu testa (lapisan kulit terluar) yang berfungsi sebagai pelindung karena memiliki tekstur yang keras seperti kayu dan tegmen (lapisan kulit terdalam).

2. Tali pusar

Tali pusar merupakan penghubung antara biji dan tembuni (plasenta). Memiliki peran seperti tangkai pada biji. Ketika biji ketapang sudah matang, biji secara otomatis terlepas dari tali pusar. Tali pusar terlihat cukup jelas pada bagian atas biji.

Baca juga: Pohon Trembesi: Klasifikasi, Ciri-ciri, Habitat dan Manfaat Trembesi yang Tidak Kamu Sadari

Manfaat Ketapang

Pohon ketapang mempunyai beragam manfaat dan kegunaan dari segi ekologis (lingkungan), sosial dan kesehatan. Ketapang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan manusia.

Berikut ini beberapa manfaat pohon ketapang bagi kehidupan dan lingkungan antara lain yaitu:

1. Pohon Peneduh

Manfaat ketapang yang paling umum adalah sebagai pohon peneduh di jalanan atau di taman. Sebab ketapang dapat tumbuh besar dan bentuk kanopinya sepeti payung lebar. Sehingga cukup rindang dan memberikan kesan teduh.

Tapi saat musim kemarau, pohon ketapang akan menggugurkan banyak daun, yang terkadang membuat lingkungan sekitar pohon tumbuh menjadi kotor.

Ketapang memiliki sistem akar tunggang yang mampu menahan erosi dan pergerakan tanah di pegunungan dan pesisir pantai. Namun, akarnya yang kuat juga dapat merusak konstruksi jalanan dan bangunan.

2. Bahan Pewarna Alami

Manfaat ketapang selanjutnya adalah sebagai bahan pewarna alami. Daun dan kulit batang tanaman ini mengandung senyawa tanin.

Senyawa tanin sering dipakai untuk pewarna hitam alami jika dilarutkan. Warna hitam ini dapat dimanfaatkan untuk tinta dan sebagai bahan baku industri tekstil. Selain itu, kulit kayunya dapat menghasilkan warna kuning kecoklatan hingga warna zaitun.

3. Membantu Menetralkan pH Air

Daun ketapang dapat digunakan untuk menetralkan kadar pH air. Manfaat pohon ketapang yang satu ini sering digunakan oleh masyarakat yang memelihara ikan.

Caranya dengan memasukan daun ketapang ke dalam aquarium atau kolam. Kadar pH air yang netral juga bagus untuk pertumbuhan ikan cupang.

4. Batang Ketapang Sebagai Material Bangunan

Batang tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan karena teksturnya yang keras dan kokoh. Harga batang tumbuhan ketapang juga lebih terjangkau. Tapi kualitasnya tidak sebagus kayu jati dan kayu bangunan lainnya.

5. Tanaman Hias

Karena memiliki tajuk yang rindang dan lebar, manfaat ketapang berikutnya adalah sebagai pohon hias. Banyak yang memanfaatkan jenis tanaman ini sebagai pohon hias di tempat terbuka, taman, atau di pinggir jalan.

Pohon ketapang juga memberikan suasana asri dan teduh di tempatnya tumbuh.

6. Pengganti Kacang Almond

Pohon ketapang memiliki banyak nama, salah satunya adalah sea almond. Sebutan “almond” ini karena bijinya mirip dengan kacang almond.

Biji ketapang dapat dikonsumsi tanpa harus melalui proses terlebih dahulu. Namun di dunia kuliner, biji pohon ketapang akan dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Terlebih lagi, biji ketapang dapat dimanfaatkan sebagai campuran dalam pembuatan kue untuk menggantikan kacang almond atu biji kenari.

7. Meredakan Peradangan

Buah ketapang mengandung polifenol, triterpenoid, dan senyawa lainnya yang dapat digunakan untuk obat anti radang.

8. Daun Ketapang Mengandung Antioksidan

Antioksidan dalam daun ketapang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kekebalan tubuh. Apabila tubuh memiliki kekebalan yang terjaga, tubuh akan mudah menghindari berbagai penyakit.

Selain itu, antioksidan juga terkandung dalam buah tanaman ketapang. Kandungan antioksidan mampu menangkal radikal bebas yang menyebabkan sel kulit rusak sehingga dapat mencegah penuaan dini.

Tetapi, sebelum mengonsumsi atau memanfaatkan pohon ketapang, kita harus dipastikan sudah berkonsultasi kepada dokter untuk mengurangi efek samping yang tidak diinginkan.

Baca juga: Pohon Angsana: Klasifikasi, Ciri-ciri dan Manfaat Bunga Angsana

Cara Mudah Menanam Ketapang

Tumbuhan ketapang akan tumbuh optimal di pesisir pantai. Namun, tanaman ini memiliki kemampuan yaitu mudah beradaptasi.

Kita juga bisa menanam tumbuhan ini di pekarangan rumah dengan cara sebagai berikut:

1. Memilih Biji Ketapang

Langkah pertama untuk melakukan penanaman tanaman ketapang adalah dengan memilih biji. Biji yang sudah masak akan lepas secara mandiri dari buahnya. Namun, apabila biji belum matang, dapat dilepaskan dengan cara membelah buah, dan ambil bijinya.

Agar mendapatkan kualitas biji yang bagus, biji harus dikeringkan terlebih dahulu. Cara mengeringkan biji ketapang dapat dijemur di bawah matahari secara langsung selama kurang lebih 5 sampai 6 jam. Kemudian, pindahkan biji ke tempat yang teduh.

Biji dapat disimpan kurang lebih satu hari sebelum ditanam.

2. Pembibitan Ketapang

Biji ketapang yang sudah melewati proses pengeringan dan penyimpanan satu hari bisa langsung di tanam di polybag atau seedling bag. Agar pembibitan berhasil dengan baik, media tanam harus mendapatkan asupan sinar matahari dan air yang cukup.

Sehingga, penempatan polybag yang berisi biji ketapang harus diperhatikan. Tempatkan di lokasi yang sering terkena sinar matahari dan juga air, contohnya pekarangan rumah yang cukup teduh.

Untuk melanjutkan ke tahap yang terakhir, proses pembibitan ini akan berlangsung sampai tunas ketapang ini mencapai tinggi sekitar 30 cm.

3. Penanaman Permanen

Biji ketapang yang sudah memiliki tinggi sekitar 30 cm, dapat dipindahkan ke media tanam permanen.
Siapkan media tanam permanen berupa lubang yang ukuran tinggi, panjang dan lebarnya sama, yaitu 40 cm.

Namun, sebelum dipindahkan, lubang diberi pupuk dan dibiarkan kondisi terbuka selama dua minggu, dengan begitu kondisi tanah akan optimal dan siap untuk ditanami tumbuhan ketapang.

Jenis-jenis Pohon Ketapang

Pohon ketapang tidak hanya satu spesies saja. Jenis-jenis ketapang yang sering ditemukan antara lain yaitu:

1. Ketapang Sentani

Ketapang sentani adalah jenis ketapang yang paling sering dimanfaatkan sebagai penghias pekarangan dan sebagai tanaman peneduh.

Ciri-ciri utama ketapang sentani adalah daunnya yang lembut. Jenis ketapang sentani lumayan sulit untuk dibedakan dengan jenis tanaman ketapang lainnya.

2. Ketapang Laut (Beach Almond Tree)

Jenis pohon ketapang ini sering ditemui di pesisir pantai karena dimanfaatkan sebagai peneduh.
Ciri-ciri utama ketapang laut adalah daunnya rindang dan cenderung berlapis. Ukuran daun sekitar 50 sampai 60 cm. Usia terbaik tumbuhan ketapang laut adalah 8-10 bulan.

Perkembangan pohon ketapang laut cukup cepat dibandingkan dengan jenis ketapang lainnya, yaitu dapat mencapai 1-5 meter dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun.

3. Ketapang Biola

Pertumbuhan pohon ketapang biola cukup mudah dikontrol. Ketapang biola mudah dijadikan sebagai tanaman hias berukuran kecil karena mudah dipangkas.

Ciri-ciri utama ketapang biola adalah daunnya yang lebar menghadap ke atas seperti mangkok.

4. Ketapang Mini

Ketapang mini juga dikenal ketapang kencana sering digunakan sebagai penghias taman. Tidak sekedar menjadi penghias, bermanfaat juga sebagai peneduh. Ukuran ketapang mini relatif kecil. Daunnya juga berukuran kecil.

Ketapang mini cocok ditanam di pekarangan rumah yang lahannya terbatas, karena tidak akan terlalu memenuhi taman tersebut.

5. Ketapang Kencana Lhokseumawe

Jenis pohon ketapang ini berasal dari Aceh. Ketapang kencana Lhokseumawe mempunyai nama yang berbeda dari lainnya. Namun cukup sulit dibedakan karena memiliki ciri-ciri yang serupa.

Baca juga: AXA Indonesia Tanam 500 Pohon di Jakarta

Ringkasan

Pohon ketapang sering dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh atau tanaman penghias taman. Ketapang memiliki nama latin Terminalia catappa.

Habitat pohon ketapang yang paling optimal yaitu daerah pesisir pantai. Namun, ketapang memiliki dapat beradaptasi di kondisi tanah dan iklim yang berbeda.

Ciri khas ketapang yaitu memiliki tajuk yang lebar dan daun yang kuat.

Jenis ketapang yang sering ditemukan di Indonesia diantaranya yaitu:

  • Ketapang sentani,
  • Ketapang laut,
  • Ketapang biola,
  • Ketapang mini, dan
  • Ketapang kencana.

Penulis: Marchyta Putri Prabowo

Editor: M. Nana Siktiyana