Hutan bagi sebagian pihak hanya seonggok kawasan yang belum terjamah dan dikelola oleh manusia. Terpinggirkan dari konsep permasalahan lingkungan hidup lain yang sering kita bicarakan seperti limbah dan sampah, pencemaran lingkungan dan perubahan iklim.
Padahal hutan memberikan peranan yang signifikan dalam aspek kehidupan di muka bumi diantaranya mencakup:
-
Mengurai Karbon Dioksida (CO2) menjadi Oksigen (O2)
-
Menyediakan makanan dan obat-obatan bagi masyarakat sekitar
-
Memberikan perlindungan akan “bencana alam” seperti banjir, longsor dan abrasi
-
Serta berbagai manfaat lain yang sangat besar untuk kami utarakan
LindungiHutan adalah platform crowdplanting penggalangan dana online untuk konservasi hutan dan lingkungan
36,628M
Donasi Alam
1.4Jt
Pohon Tertanam
72.4k
Sahabat Alam
2.9k
Kampanye Alam
Mudah dan Berkelanjutan, jawaban yang kita tawarkan pertanyaan “Mengapa memilih untuk menanam pohon?” dari kamu.
Mudah sebab siapa saja mampu untuk memulai dan melakukannya, serta Berkelanjutan dampak positif yang kita ambil dari pohon yang tumbuh.
Apa yang bisa kamu lakukan di LindungiHutan?
LindungiHutan mengajak kamu tanpa memandang nama, jabatan, kedudukan, warna kulit, suku, ras maupun agama guna terlibat “Bersama Menghijaukan Indonesia”.
Karena pilihan yang kita tapaki mustahil untuk kami jalani sendiri. Awali langkah kamu menjadi penggalang yang menyerukan kebaikan bagi alam bersama LindungiHutan.
#AlamRaya: Rayakan Bersama Alam
Pilih Lokasi
Isi Informasi
Bagikan Tautan
Pohon Ditanam
Yayasan Lingkungan Nusantara Indah juga merupakan salah satu lembaga yang mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara ilmiah dan Pembinaan langsung kepada masyarakat, untuk mengembangkan kemampuan Yayasan Lingkungan Nusantara Indah sebagai wahana pendidikan dan pemberdayaan dalam membantu mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Pengamalan ilmu pengetahuan, Pemberdayaan lingkungan hidup dan UMKM serta sosial oleh pengurus Yayasan Lingkungan Nusantara Indahi sebagai pembimbing pemberdayaan harus senantiasa dilandasi niat dan motivasi yang murni untuk mengabdi melalui metodologi ilmiah, baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasinya.
YLNI telah menjadikan kegiatan penghijauan dan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu fokus utama gerakan lingkungan hidup di wilayah Pantura. Jenis mangrove yang ditanam antara lain Rhizophora mucronata (bakau hitam), Avicennia marina (api-api), dan Sonneratia alba (perepat) — ketiganya dikenal memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi pesisir berlumpur dan gelombang laut yang kuat.
Dengan menanam pohon di lokasi ini, diharapkan dapat tercipta kawasan hijau yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah longsor, memperkuat cadangan air tanah, serta menghadirkan udara yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan penanaman juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya mencintai dan merawat lingkungan.
Melalui keterlibatan aktif Komunitas Pecinta Alam Ibu Pertiwi bersama warga juga Kelompok Petani Hutan, program penanaman ini bukan hanya sekadar penghijauan, melainkan gerakan nyata untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewariskan alam yang lestari bagi generasi mendatang.
Kecamatan Kronjo memiliki potensi maritim yang besar berkat letak geografisnya di pesisir utara Tangerang. Berikut adalah poin penting pengembangannya:
-
Wilayah Utama: Fokus pada Desa Kronjo, Muncung, dan Pagedangan Ilir.
-
Potensi Alam: Keberadaan hutan mangrove sebagai pelindung ekosistem dan habitat biota laut.
-
Ekonomi & Infrastruktur: Didukung oleh pusat pendaratan ikan (PPI), pelabuhan perikanan, serta budidaya bandeng dan udang.
-
Sosial & Wisata: Hubungan sosial antarwilayah terjalin melalui perdagangan ikan dan wisata religi di Pulau Cangkir.
-
Tantangan: Perlunya manajemen yang tepat agar pemanfaatan sumber daya tidak merusak lingkungan pesisir yang rentan.
-
Desa Lontar merupakan Desa yang memiliki wilayah pantai yang sangat luas. Alam Desa Lontar memiliki keindahan yang luar biasa terutama keindahan lautnya, berbagai biota dasar laut yang memiliki beragam spesies terumbu karang dan berbagai bioata lainnya, ini jarang dijumpai di Daerah lain, hal ini disebabkan Indonesia beriklim tropis sehingga berbagai faktor yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan semua jenis biota laut terdapat disini. Selain itu Desa Lontar juga Mempunyai Hutan Mangrove yang indah dan tumbuh kembang dengan subur sebagai faktor utama keanekaragaman hayati yang mendorong sebagai keindahan dan menjaga kelestarian lingkungan pesisir
Secara umum hutan bakau atau mangrove mempunyai definisi sebagai hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut tepatnya di daerah pantai dan sekitar muara sungai, sehingga tumbuhan yang hidup di hutan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Berikut merupakan beberapa manfaat dan peranan Hutan Mangrove :
-
Mencegah Intrusi Air Laut.
-
Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai.
-
Sebagai pencegah dan penyaring alami.
-
Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa
-
Berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir
Desa Margagiri berada di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pada masa silam Desa Margagiri merupakan desa yang nyaman, dan masih memiliki suasana alam yang sejuk. Selain itu banyak persawahan dan lautan. Berjalannya waktu demi waktu Desa Margagiri sekarang berubah. Persawahan banyak diperjualbelikan untuk dijadikan pabrik. Selain itu lautan juga menjadi sasaran ditimbuni tanah. Salah satunya di kampung Solor, lautan dijadikan sebagai jalan berlalu lalangnya kendaraan truk dan tronton yang membawa barang dengan kapasitas berat berasal dari pabrik. Akibatnya udara yang kurang sehat tercemar pada warga desa Margagiri.
Sejak 2022, LindungiHutan bersama Kampung Bahari Nusantara (KBN) Sukawali menjalankan rehabilitasi dengan Rhizophora sebagai jenis dominan. Syahrul menjadi salah satu penggerak muda di balik konservasi kawasan ini, bersama Mas Bawi dan anggota KBN yang telah bergerak sejak kelompok masih bernama Remaja Tabur Mangrove. Konservasi Sukawali tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga berkembang melalui pembibitan mandiri, silvofishery, Rumah Pintar, hingga edukasi jenis mangrove bagi pengunjung.
Perubahan mulai terlihat dari meningkatnya tutupan vegetasi pada area rehabilitasi dan semakin kuatnya akar mangrove berusia tiga hingga empat tahun yang secara bertahap mengambil alih fungsi perlindungan dari APO. Pemulihan ini juga mulai membuka peluang ekonomi melalui pembibitan, budidaya bandeng dan udang, serta beragam olahan mangrove seperti kopi, mie, kue, sirup, dan selai. Seiring restorasi berlanjut, Sukawali diarahkan menjadi kawasan pesisir yang tidak hanya lebih terlindungi dari abrasi, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan, edukasi, dan ekonomi masyarakat lokal.
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi tekanan abrasi dan memperkuat ketahanan kawasan pesisir (SDG 13 & 15)
• Memulihkan tutupan mangrove dan habitat biota pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung ketahanan pangan dan peluang ekonomi masyarakat lokal (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Penguatan APO dan rehabilitasi garis pantai
• Pengembangan silvofishery
• Pengembangan produk olahan mangrove
• Eco-eduwisata mangrove
Konservasi mangrove di Warloka digerakkan oleh Pokdarwis Desa Warloka dan kelompok Si Mangrove, dengan Rifaldo sebagai salah satu penggerak muda setempat. Kelompok telah mengembangkan pembibitan di tepi kawasan dan menanam Rhizophora mucronata sebagai jenis utama. Mangrove Warloka menjadi habitat monyet ekor panjang dan berbagai burung kecil. Kehidupan masyarakat sendiri masih sangat lekat dengan laut, tercermin dari mata pencaharian nelayan, pasar barter hasil laut dan pertanian, hingga tradisi Mappaleppe dari masyarakat Bajo.
Warloka merupakan lokasi baru LindungiHutan dengan fokus utama diarahkan untuk memperkuat dan menambah kerapatan mangrove secara bertahap. Di saat yang sama, tiga kelompok UMKM ibu-ibu telah tumbuh melalui produk sambal, kerupuk, dan kerajinan, sementara potensi wisata dapat dikembangkan dengan menghubungkan mangrove, Situs Batu Meja, panorama pesisir, dan cerita kehidupan nelayan. Seiring kolaborasi berlanjut, pemulihan Warloka diharapkan mampu menjaga ekosistem pesisir tanpa melepaskan identitas sosial dan ekonomi masyarakatnya.
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi tekanan abrasi dan memperkuat perlindungan pesisir (SDG 13 & 15)
• Memadatkan tutupan mangrove dan menjaga habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung penghidupan nelayan dan peluang ekonomi masyarakat lokal (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Penguatan pembibitan mangrove
• Eco-eduwisata mangrove
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
Desa Wotan, menurut sejarah kata WOTAN berasal dari suku kata WOT dan AN. Wot adalah kayu besar yang melintang dari barat ke timur yang berada di telaga minum Desa Wotan.
WOTAN (Wotan Ujur ngeTAN) jadi lah WOTAN. Penanaman pohon dilakukan di Hutan Panceng yang merupakan kawasan hutan jati dan mahoni yang dikelola Perum Perhutani Tuban, menjadi satu-satunya kawasan hutan di Gresik. Wilayah ini mencakup area Wotan hingga Prupuh, menawarkan potensi ekowisata seperti Bukit Larangan, perkemahan Mahoni, serta fokus pada pelestarian ekosistem.
Pada tahun 2019, LindungiHutan membangun hubungan kemitraan dengan mayarakat sekitar untuk turut menyemarakkan penanaman pohon Mangrove di Pesisir Tangkolak. Tanaman , mangrove mampu menahan air masuk ke daratan, menjaga tanah pesisir dari ancaman abrasi, dan menambahkan keindahan pantai-pantai di Dusun Tangkolak. Selain itu, adanya mangrove dapat mendukung masyarakat dalam membangun wisata bahari seperti wisata diving, snorkling, dan meseum Barang Muatan Kapal Tenggelam jaman kolonial.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
- Wisata bahari terumbu karang
- Meseum bawah laut Barang Muatan Kapal Tenggelam
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Melalui kampanye alam, LindungiHutan sejak tahun 2019 ikut andil dalam kegiatan penanaman di Ekowisata Mangrove PIK. Pohon mangrove dipilih karena akarnya dapat mengendapkan lumpur sehingga mencegah intrusi air laut ke daratan. Selain itu, hasil olahan mangrove juga dapat dimanfaatkan warga untuk kegiatan usaha yang menunjang wisata.
Pelajari lebih lanjut terkait Ekowisata Hutan Mangrove PIK, Jakarta Utara
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
LindungiHutan berkolaborasi dengan KTH Ekowisata Mangrove Wonorejo sejak 2022, melanjutkan rehabilitasi yang telah dirintis masyarakat. Penanaman difokuskan pada Rhizophora mucronata, didukung keberadaan Rhizophora stylosa, R. apiculata, Avicennia, dan jenis mangrove lainnya yang membentuk green belt pesisir. Di balik proses ini ada figur seperti Nurul Fatmawati, serta Ahmad David yang mewakili semangat gotong royong warga. Ekosistem mangrove Wonorejo kini juga menjadi habitat kepiting bakau, kera ekor panjang, serta sedikitnya 38 spesies burung, termasuk burung migran dan Kuntul Besar.
Kerapatan mangrove kini mulai lebih baik dibanding satu dekade lalu, meski beberapa area masih tergerus abrasi dan membutuhkan penanaman ulang. Pemulihan ekosistem berjalan beriringan dengan berkembangnya ekowisata dan ekonomi lokal, mulai dari penyemaian bibit, aktivitas wisata, hingga produk olahan buah pedada seperti sirup Bogem, tepung, keripik, dan kopi mangrove. Dengan rehabilitasi yang terus berlanjut, Wonorejo diharapkan semakin kuat sebagai benteng alami pesisir Surabaya sekaligus ruang konservasi, edukasi, dan penghidupan masyarakat.
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi dampak abrasi dan banjir rob di kawasan pesisir perkotaan (SDG 13 & 15)
• Memulihkan tutupan mangrove dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung sumber penghidupan melalui konservasi dan ekowisata berbasis masyarakat (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Pengelolaan sampah pesisir
• Penguatan pembibitan mangrove
• Eco-eduwisata mangrove
• Pengembangan produk olahan mangrove
Bersama jaringan masyarakat lokal melalui Forestry Lestari dan Pokmasi Mandrajaya Nusantara, rehabilitasi difokuskan pada Rhizophora apiculata dan Avicennia, dengan Rhizophora menjadi jenis dominan dalam penanaman. Persemaian lokal juga dikembangkan untuk mendukung ketersediaan bibit sekaligus melibatkan masyarakat dalam proses pembibitan, penanaman, dan pemantauan.
Pemulihan ekosistem masih berada dalam proses jangka panjang. Menurut pengelola lokal, perkembangan kawasan baru berada pada sebagian dari kondisi yang diharapkan, tetapi tanda-tanda pemulihan habitat mulai terlihat. Burung, kupu-kupu, amfibi, reptil, kerang dan biota air semakin sering dijumpai, bahkan terdapat kemunculan penyu hijau di sekitar kawasan pesisir. Harapannya, konservasi yang terus berjalan dapat membuat Geopark Ciletuh semakin dikenal bukan hanya karena warisan geologinya, tetapi juga sebagai bentang alam yang mampu menjaga keseimbangan antara konservasi mangrove, biodiversitas, dan kehidupan masyarakat pesisir.
Baca selengkapnya...
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Memperkuat ketahanan kawasan pesisir terhadap abrasi dan perubahan iklim (SDG 13 & 15)
• Memulihkan habitat mangrove dan biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung penghidupan serta keterlibatan masyarakat lokal (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Penguatan persemaian mangrove
• Eco-eduwisata mangrove
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
Namun, kebakaran hutan yang terjadi telah menyebabkan kerusakan pada sebagian kawasan vegetasi, menghilangkan tutupan tanaman, mengganggu habitat satwa, serta meningkatkan potensi erosi dan degradasi tanah.
Melalui campaign "Satu Pohon, Sejuta Harapan", kami mengajak seluruh masyarakat, pendaki, komunitas pecinta alam, perusahaan, dan berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam gerakan rehabilitasi hutan pascakebakaran di Gunung Buthak.
Abrasi dan banjir kerap terjadi sehingga perbaikan ekosistem perlu dilakukan dengan penanaman mangrove. Mangrove ditanam di sekitar pesisir untuk menjaga garis pantai. Usaha penanaman mangrove telah LindungiHutan lakukan sejak tahun 2020 dengan dukungan dari warga sekitar.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Di tahun 2019, LindungiHutan hadir untuk turut mendukung kegiatan penanaman pohon oleh warga sekitar. Pohon mangrove difungsikan untuk mencegah intrusi air laut ke daratan. Masyarakat sekitar juga mengembangkan potensi mangrove melalui kegiatan wisata dan usaha olahan hasil mangrove.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
- Usaha olahan hasil mangrove
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
LindungHutan mulai mencanangkan Kawasan Hutan Mangrove Ambulu sebagai salah satu tempat penanaman pohon mangrove sejak tahun 2022. Dengan adanya program ini diharapkan hutan mangrove dapat lestari kembali dan kerusakan alam di daerah Ambulu berkurang. Mangrove memiliki manfaat untuk yang besar pada tanah dan perairan pertanian di daerah Ambulu.
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Sejak tahun 2021, LindungiHutan telah melakukan kampanye penanaman bersama masyarakat di Kawasan Hutan Mangrove Caplok Barong. Dengan ditanamnya mangrove, biota laut disana memilki tempat berlindung dan mendapatkan banyak sumber makanan. Langkah ini diharapkan dapat membantu keberlangsungan Hutan Mangrove Caplok Barong dan membantu pertumbuhan ekonomi warga sekitar. Kekayaan sumber daya yang ada pada Mangrove Caplok Barong menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan serta meningkatkan hasil tangkapan ikan untuk nelayan.
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Sejak akhir 1990-an, masyarakat mulai menanam mangrove secara bertahap hingga terbentuk kawasan hutan mangrove seperti sekarang. Rhizophora menjadi salah satu jenis utama, bersama Avicennia marina, Sonneratia alba, dan Nypa fruticans, namun kebutuhan penanaman tetap ada untuk menjaga kerapatan vegetasi, memperkuat area yang masih rentan, dan mempertahankan fungsi perlindungan pesisir dalam jangka panjang. Konservasi juga berkembang hingga perlindungan penyu melalui KTH Wana Tirta.
Perjalanan tersebut turut mengubah pandangan warga yang sebelumnya sempat menolak penanaman menjadi ikut menjaga kawasan. Kini Pasir Kadilangu berkembang sebagai kawasan wisata mangrove dengan filosofi Dharma Wisata, yang mengajak pengunjung tidak hanya menikmati alam tetapi turut menjaganya. Ke depan, pemulihan mangrove perlu terus dilanjutkan agar fungsi perlindungan pesisir tetap terjaga, sekaligus mendukung pengembangan eco-eduwisata yang menyatukan konservasi, edukasi, wisata, dan perlindungan penyu.
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Memperkuat perlindungan kawasan muara dari abrasi dan intrusi air laut (SDG 13 & 15)
• Menjaga ekosistem mangrove serta habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung sumber penghidupan melalui konservasi dan wisata berbasis masyarakat (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Eco-eduwisata mangrove
• Konservasi dan edukasi penyu
• Peningkatan sarana wisata edukasi
• Produk olahan mangrove
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
Kegiatan Agroforestri di Desa Pangalengan, Bandung, Jawa Barat masih dalam proses pengembangan untuk mengurangi laju deforestasi dan erosi yang terjadi. Melalui Kelompok Tani Hutan Mulya Sejahtera, dengan dilakukannya penanaman pohon kayu di lahan-lahan yang bukan untuk lahan produksi dapat berfungsi mengurangi laju erosi dan meningkatkan fungsi ekologi hutan.
- Penanaman di Kawasan Kritis: Kegiatan penanaman pohon baru-baru ini dilaksanakan di kawasan kritis di KHDPK (Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus) Margamulya, bekerja sama dengan Yayasan Lindungihutan dan Dinas Kehutanan Jawa Barat (Dishut Jabar).
- Program "Jumat Menanam": Pelaksanaan program "Jumat Menanam" untuk penghijauan lingkungan juga pernah dilakukan di SDN Pasirmulya 2 Desa Margamulya, melibatkan berbagai pihak termasuk penyuluh kehutanan dan pegiat alam setempat.
- Inisiatif Lain di Pangalengan: Di tingkat Kecamatan Pangalengan secara umum, terdapat berbagai inisiatif reforestasi lain yang melibatkan Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menanam ribuan pohon di berbagai lokasi seperti Gunung Pangalengan dan Cisanti.
Kegiatan Agroforestri di Desa Pangalengan, Bandung, Jawa Barat masih dalam proses pengembangan untuk mengurangi laju deforestasi dan erosi yang terjadi. Melalui Kelompok Tani Hutan Mulya Sejahtera, dengan dilakukannya penanaman pohon kayu di lahan-lahan yang bukan untuk lahan produksi dapat berfungsi mengurangi laju erosi dan meningkatkan fungsi ekologi hutan.
- Penanaman di Kawasan Kritis: Kegiatan penanaman pohon baru-baru ini dilaksanakan di kawasan kritis di KHDPK (Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus) Margamulya, bekerja sama dengan Yayasan Lindungihutan dan Dinas Kehutanan Jawa Barat (Dishut Jabar).
- Program "Jumat Menanam": Pelaksanaan program "Jumat Menanam" untuk penghijauan lingkungan juga pernah dilakukan di SDN Pasirmulya 2 Desa Margamulya, melibatkan berbagai pihak termasuk penyuluh kehutanan dan pegiat alam setempat.
- Inisiatif Lain di Pangalengan: Di tingkat Kecamatan Pangalengan secara umum, terdapat berbagai inisiatif reforestasi lain yang melibatkan Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menanam ribuan pohon di berbagai lokasi seperti Gunung Pangalengan dan Cisanti.
Kegiatan Agroforestri di Desa Pangalengan, Bandung, Jawa Barat masih dalam proses pengembangan untuk mengurangi laju deforestasi dan erosi yang terjadi. Melalui Kelompok Tani Hutan Mulya Sejahtera, dengan dilakukannya penanaman pohon kayu di lahan-lahan yang bukan untuk lahan produksi dapat berfungsi mengurangi laju erosi dan meningkatkan fungsi ekologi hutan.
- Penanaman di Kawasan Kritis: Kegiatan penanaman pohon baru-baru ini dilaksanakan di kawasan kritis di KHDPK (Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus) Margamulya, bekerja sama dengan Yayasan Lindungihutan dan Dinas Kehutanan Jawa Barat (Dishut Jabar).
- Program "Jumat Menanam": Pelaksanaan program "Jumat Menanam" untuk penghijauan lingkungan juga pernah dilakukan di SDN Pasirmulya 2 Desa Margamulya, melibatkan berbagai pihak termasuk penyuluh kehutanan dan pegiat alam setempat.
- Inisiatif Lain di Pangalengan: Di tingkat Kecamatan Pangalengan secara umum, terdapat berbagai inisiatif reforestasi lain yang melibatkan Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menanam ribuan pohon di berbagai lokasi seperti Gunung Pangalengan dan Cisanti.
Masyarakat kemudian bergerak menanam mangrove, dan LindungiHutan berkolaborasi dengan Pokdarwis Alipbata melalui penanaman Rhizophora sp. Selain Rhizophora, tumbuh pula Avicennia marina dan Sonneratia alba yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan berbagai produk olahan.
Pemulihan Pantai Bahagia masih membutuhkan proses panjang, tetapi perubahan mulai dirasakan masyarakat. Mangrove yang kembali tumbuh membantu membentuk habitat bagi kerang, bibit udang, dan biota pesisir lainnya. Kawasan ini juga menjadi habitat penting bagi Lutung Jawa dan berbagai burung air, termasuk Bangau Bluwok. Dari sisi ekonomi, Kelompok Kebaya atau Kelompok Bahagia Berkarya telah mengembangkan beragam olahan mangrove dan hasil laut sebagai sumber pendapatan tambahan. Melalui penanaman yang terus berjalan dan keterlibatan masyarakat, pemulihan kawasan diharapkan semakin memperkuat perlindungan pesisir, biodiversitas, dan sumber penghidupan warga Kampung Beting.
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi tekanan abrasi dan meningkatkan ketahanan pesisir (SDG 13)
• Memulihkan ekosistem mangrove dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung sumber penghidupan dan peluang ekonomi masyarakat lokal (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Pengembangan UMKM Kebaya
• Eco-eduwisata mangrove
• Fasilitas sanitasi dan pengelolaan sampah
• Penguatan pembibitan mangrove
• Konservasi Lutung Jawa dan burung air
Pantai Banji merupakan lokasi baru LindungiHutan yang dikembangkan bersama Komunitas Jaga Pesisir, dengan Tokim sebagai salah satu penggerak utamanya. Ia telah aktif menanam mangrove sejak masih sekolah dan membawa pengalaman rehabilitasi dari sejumlah pesisir Indramayu ke Pantai Banji. Penanaman diarahkan pada Rhizophora serta cemara laut untuk membangun perlindungan vegetasi pesisir secara bertahap. Kawasan ini juga masih menyimpan kehidupan pesisir seperti kepiting bakau dan burung air, serta tradisi Nadran dan Mapag Sri yang mencerminkan kuatnya hubungan masyarakat dengan laut dan lahan pertanian.
Program LindungiHutan di Pantai Banji diharapkan dapat meningkatkan tutupan mangrove, meningkatkan perlindungan sawah warga, dan meningkatkan biodiversitas pesisir. Masyarakat juga melihat peluang agar kawasan yang pulih nantinya dapat berkembang menjadi ruang wisata edukasi mangrove, sehingga pemulihan ekosistem tidak hanya menjaga daratan tetapi juga membuka manfaat baru bagi generasi berikutnya.
Baca selengkapnya...
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi tekanan abrasi dan intrusi air laut pada kawasan pesisir (SDG 13 & 15)
• Membangun kembali vegetasi pelindung dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung perlindungan lahan produktif dan penghidupan masyarakat lokal (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Penguatan pembibitan mangrove
• Eco-eduwisata mangrove
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
Pantai Banji merupakan lokasi baru LindungiHutan yang dikembangkan bersama Komunitas Jaga Pesisir, dengan Tokim sebagai salah satu penggerak utamanya. Ia telah aktif menanam mangrove sejak masih sekolah dan membawa pengalaman rehabilitasi dari sejumlah pesisir Indramayu ke Pantai Banji. Penanaman diarahkan pada Rhizophora serta cemara laut untuk membangun perlindungan vegetasi pesisir secara bertahap. Kawasan ini juga masih menyimpan kehidupan pesisir seperti kepiting bakau dan burung air, serta tradisi Nadran dan Mapag Sri yang mencerminkan kuatnya hubungan masyarakat dengan laut dan lahan pertanian.
Program LindungiHutan di Pantai Banji diharapkan dapat meningkatkan tutupan mangrove, meningkatkan perlindungan sawah warga, dan meningkatkan biodiversitas pesisir. Masyarakat juga melihat peluang agar kawasan yang pulih nantinya dapat berkembang menjadi ruang wisata edukasi mangrove, sehingga pemulihan ekosistem tidak hanya menjaga daratan tetapi juga membuka manfaat baru bagi generasi berikutnya.
Baca selengkapnya...
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi tekanan abrasi dan intrusi air laut pada kawasan pesisir (SDG 13 & 15)
• Membangun kembali vegetasi pelindung dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung perlindungan lahan produktif dan penghidupan masyarakat lokal (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Penguatan pembibitan mangrove
• Eco-eduwisata mangrove
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
Di tahun 2017, LindungiHutan mulai berkontribusi untuk masyarakat sekitar dengan menanam pohon cemara laut. Cemara laut dapat mencegah abrasi pada pantai karena memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap air laut dan guncangan angin kencang. Terjaganya keindahan pantai diharapkan menjadikan Pantai Karangmalang potensi wisata yang diminati masyarakat.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman cemara laut untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Mangrove Rhizophora ditanam oleh LindungiHutan untuk menjerat sedimen tanah dengan harapan daratan baru dapat muncul. Selain itu, penanaman mangrove juga berfungsi untuk menambah estetika kawasan wisata. Kegiatan penanaman mangrove ini telah menggandeng masyarakat sekitar sejak tahun 2017.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
KPLPB DPW beltim, bekerja sama dan memdampingi kelompok petani dan nelayan di berbagai daerah Belitung, termasuk di Desa Mengkubang. Melalui kegiatan restorasi mangrove, tidak hanya akan berkontribusi pada perbaikan lingkungan mangrove, namun juga pada penaikan kualitas dan pendapatan masyarakat di kemudian hari, terutama masyarakat pesisir. Selain itu, melalui kegiatan restorasi ini, menjadi alat untuk menginformasikan dan membangun kesadaran masyarakat terkait dengan isu-isu lingkungan hidup.
LindungiHutan membantu masyarakat untuk melakukan penanaman pohon tumbuhan berkayu/buahdi sana. Pohon mangrove bermanfaat menjaga daratan dari abrasi dengan pembentukan sedimen baru. Selain itu, hasil mangrove juga dapat dimanfaatkan untuk usaha olahan oleh masyarakat sekitar.
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob serta memperbaiki ekosistem yang rusak akibat aktivitas tambang
Potensi Pengembangan Program
Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi dan aktivitas tambang (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Ancaman utama Kelapapati hingga kini adalah abrasi, yang ketika pasang, air laut masuk ke daratan hingga rumah warga. Di tengah tekanan tersebut, Kelapapati justru menyimpan keanekaragaman mangrove yang tinggi, namun dalam kondisi terancam. LindungiHutan mulai berkolaborasi di lokasi ini pada 2026 dengan fokus pada Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa, dua jenis yang sebelumnya sangat sulit ditemukan secara lokal dan kini sedang dikembangkan kembali.
Proses pemulihan mulai terlihat dari sedimentasi yang membuat sejumlah area semakin stabil dan kemunculan kembali berbagai biota. Mangrove menjadi habitat monyet, bangau, kuntul, kepiting, lokan, berbagai jenis ikan, hingga udang galah yang baru ditemukan setelah sekitar 14 tahun kelompok bergerak. Kawasan ini juga berkembang sebagai ruang belajar, riset, dan kegiatan ekonomi melalui Home Creative Paghet Seghagah, membuka peluang agar konservasi memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat.
Baca selengkapnya...
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi tekanan abrasi dan meningkatkan ketahanan pesisir (SDG 13 & 15)
• Memulihkan keanekaragaman mangrove dan habitat biota pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung penghidupan nelayan dan peluang ekonomi masyarakat (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Penguatan pembibitan mangrove
• Eco-eduwisata mangrove
• Pengembangan Home Creative Paghet Seghagah
Upaya pemulihan kemudian tumbuh dari masyarakat melalui Satgas Lingkungan Desa Pejarakan yang digerakkan Pak Riri yang aktif mengedukasi warga, menjaga kawasan dari penebangan, sekaligus menangani persoalan sampah pesisir. Gerakan konservasi ini juga berakar pada filosofi Tri Hita Karana sebagai nilai penting dalam menjaga hubungan manusia dan alam.
Sejak 2025, LindungiHutan berkolaborasi dengan masyarakat setempat melalui penanaman Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata. Seiring konservasi berjalan, perubahan mulai terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat dan kembali ditemukannya berbagai biota pesisir. Kawasan ini memiliki sedikitnya 13 jenis mangrove dan menjadi habitat berbagai satwa, termasuk Jalak Bali yang mulai kembali dijumpai. Pemulihan Pejarakan diharapkan terus memperkuat biodiversitas sekaligus kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut dan pariwisata alam.
Baca selengkapnya...
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Memperkuat perlindungan pesisir dan mengurangi dampak intrusi air laut (SDG 13 & 15)
• Memulihkan ekosistem mangrove dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung mata pencaharian dan peluang ekonomi berbasis lingkungan (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Eco-eduwisata mangrove
• Ekowisata dan wisata edukasi
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
• Konservasi pesisir dan terumbu karang
Tambakrejo memiliki arti khusus bagi LindungiHutan karena menjadi lokasi penanaman pertama sejak 2016. Bersama Kelompok CAMAR (Cinta Alam Mangrove Asri dan Rimbun), rehabilitasi dilakukan dengan penanaman Rhizophora sp., yang membantu menahan sedimen sekaligus menyediakan habitat bagi ikan, udang, dan kepiting. Perjalanan konservasi turut mengubah pandangan masyarakat yang dahulu sempat menganggap mangrove sebagai pengganggu tambak menjadi pelindung penting bagi kampung mereka.
Seiring penanaman terus berjalan, perubahan mulai dirasakan di area yang semakin rapat oleh mangrove, mulai dari berkurangnya air pasang yang masuk ke permukiman hingga terbukanya sumber penghidupan baru. Pembibitan mangrove, Mangrove Edupark, serta olahan mangrove dan hasil laut kini memberi ruang tambahan bagi masyarakat untuk terlibat dalam ekonomi berbasis konservasi. Sehingga, proses pemulihan akan terus digalakkan untuk menekan laju abrasi, penurunan muka tanah, hingga potensi rob.
Baca selengkapnya...
Fokus Program
Penanaman mangrove dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Tujuan dan Dampak Program
• Mengurangi tekanan abrasi dan banjir rob serta memperkuat ketahanan pesisir (SDG 13 & 15)
• Memulihkan ekosistem mangrove dan habitat biodiversitas pesisir (SDG 14 & 15)
• Mendukung sumber penghidupan dan peluang ekonomi masyarakat pesisir (SDG 1 & 8)
Peluang Pengembangan
• Pengelolaan sampah dan limbah pesisir
• Pengembangan Mangrove Edupark
• Penguatan pembibitan mangrove bersama Kelompok CAMAR
• Pengembangan UMKM olahan mangrove
• Edukasi dan monitoring biodiversitas
Untuk mengatasi hal tersebut, LindungiHutan bekerja sama dengan mitra petani di Pesisir Trimulyo sejak tahun 2017 melalui kampanye alam penanaman pohon. Pohon mangrove dipilih untuk kegiatan penanaman di lokasi ini karena akarnya mampu menahan sedimen sehingga mengurangi abrasi. Dengan demikian, aktivitas warga dapat kembali berlangsung dengan baik.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Usaha pengolahan hasil mangrove
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Penanaman di Pesisir Untia oleh LindungiHutan dilakukan sejak tahun 2021 untuk mengatasi masalah ini. Mangrove adalah pohon yang paling tepat untuk menghijaukan daerah ini karena akarnya dapat menahan ombak. Dengan demikian, mitigasi iklim dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana di daerah tersebut.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
KTH Halimun Lestari terlekat zona tradisional di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) beralamat di Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Masyarakat yang tinggal di Zona tradisional Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini merupakan masyarakat hukum adat (MHA) Kasepuhan Sinar Resmi yang memiliki nilai hidup menjaga aturan adat, menjaga alam, selaras dengan alam dan sebagai penjaga hutan. Nilai tersebut merupakan warisan turun temurun yang dijaga hingga kini.
Bagi Masyarakat hukum adat (MHA) seperti kami yang tinggal di zona Taman Nasional Gunung Halimun Salak, hutan merupakan kesatuan ekosistem yang tergabung dengan kehidupan kami. Kami mengemban amanah untuk menjaga, hidup bersama dan selaras dengannya. Lokasi penanaman yang kami menyebutnya Pondok Injuk ini, sangat perlu dipulihkan. Dulu di titik lokasi ini terjadi penebangan pohon hutan yang begitu masif. Ada rangkaian oknum yang menebang pohon-pohon hutan di areal ini sehingga lokasi gundul.
Guna menangani masalah tersebut, LindungiHutan pada tahun 2022 merealisasikan program masyarakat Dukuh Sigempol untuk melakukan penanaman mangrove. Harapan penanaman ini adalah agar pohon mangrove dapat menahan intrusi air ke daratan. Dengan adanya pohon mangrove serta adanya mitos sekitar di Puau Hantu, masyarakat bisa menciptakan suatu kawasan wisata Mangrove yang unik dengan latar belakangnya.
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
- Pengolahan hasil hutan
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Untuk itu, LindungiHutan melalui kampanye alam melakukan penanaman mangrove sejak tahun 2022 sebagai upaya untuk menahan abrasi. Akar mangrove berfungsi untuk mengendapkan lumpur sehingga dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan. Perbaikan ekosistem magrove di Pulau Pari juga menunjang kegiatan wisata untuk meningkatkan perekonomian warga.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Ekowisata mangrove
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Sejak tahun 2018, LindungiHutan bersama masyarakat melakukan kegiatan konservasi dengan penanaman pohon nyatoh. Program ini diharapkan dapat memperbaiki ekosistem yang terdegradasi. Ekosistem gambut yang kembali pulih akan berdampak positif pada kehidupan satwa dan ekonomi masyarakat.
Program Utama
Penanaman Pohon Nyatoh untuk merestorasi ekosistem gambut
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's) dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Pada tahun 2022, LindungiHutan membantu masyarakat untuk melakukan penanaman pohon buah. Pohon tersebut bermanfaat menjaga daratan dari erosi, penghijauan, dan meningkatkan ekosistem hutan. Selain itu, hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi serta edukasi untuk masyarakat sekitar.
Program Utama
Penanaman pohon buah untuk edukasi masyarakat
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata Taman Nasional
- Kawasan Edukasi
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat erosi dan industri (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Pada tahun 2022, LindungiHutan membantu masyarakat untuk melakukan penanaman pohon buah. Pohon tersebut bermanfaat menjaga daratan dari erosi, penghijauan, dan meningkatkan ekosistem hutan. Selain itu, hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi serta edukasi untuk masyarakat sekitar.
Program Utama
Penanaman pohon buah untuk edukasi masyarakat
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata Taman Nasional
- Kawasan Edukasi
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat erosi dan industri (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Usaha konservasi kembali LindungiHutan galakkan di Teluk Benoa agar ekosistem mangrove pulih kembali. LindungiHutan bekerja sama dengan warga sekitar sejak tahun 2022 untuk kegiatan penanaman mangrove. Pohon mangrove ditanam untuk menahan abrasi serta memulihkan kondisi biota sekitar.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQs)
Apa itu LindungiHutan.com?
LindungiHutan.com merupakan platform galang dana untuk konservasi hutan dan lingkungan
Bagaimana saya tahu LindungiHutan.com legal?
Yayasan Lindungi Hutan resmi terdafar di Kemenkumham dengan tanda daftar yayasan No. AHU-0004022.AH.01.12.Tahun 2018 dan memiliki izin pengumpulan sumbangan melalui SK Kemensos No. 37/HUK–PS/2026.
Mengapa harus berpartisipasi dalam #KadoBumi?
- Gratis dan Mudah
- Donasi yang terkumpul akan kami salurkan kepada mitra penggerak yang telah berkolaborasi dengan LindungiHutan.com untuk dilakukan penanaman pohon
- Memperoleh halaman situs ekslusif yang dapat kamu bagikan ke orang lain dan sosial media
- Setiap donatur (pemberi hadiah) akan mendapatkan sertfikat digital sebagai apresiasi dan bukti dukungan atas upaya penghijauan di Indonesia
Apa yang perlu saya siapkan?
Gambar sampul dan deskripsi. Kamu bisa cek beberapa referensi kampanye alam (klik tautan)
Bagaimana saya menghubungi LindungiHutan untuk info lebih lanjut?
Hubungi Kami atau klik ikon yang tersedia di halaman ini.
Dukungan Untuk Alam
Azka Zanuba Yahya
Rayakan 150K Followers Instagram, Tanam 1.000 Mangrove Bersama LindungiHutan!Aku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
Ibu Sri Wiji Bapak Juandi
Rayakan 150K Followers Instagram, Tanam 1.000 Mangrove Bersama LindungiHutan!Aku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
Lisma Nurasfiah
Rayakan 150K Followers Instagram, Tanam 1.000 Mangrove Bersama LindungiHutan!Aku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
Muhamad Rizki Ismail
Rayakan 150K Followers Instagram, Tanam 1.000 Mangrove Bersama LindungiHutan!Aku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
RETNO SARI
Rayakan 150K Followers Instagram, Tanam 1.000 Mangrove Bersama LindungiHutan!Aku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
HSADA
Menanam Karya, Menumbuhkan HarapanSemoga Jasa kebajikan ini mengalir ke arah penghancuran noda batin, menjadi jalan merealisasi nibbana, .. Lihat selengkapnya
alisa dwi astanti
Rayakan 150K Followers Instagram, Tanam 1.000 Mangrove Bersama LindungiHutan!Aku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
sheviana mutiara
Tanam Perlawanan, Pulihkan Kalimantan, Selamatkan OrangutanTerima kasih LindungiHutan udah jadi jembatan buat kami yang mau bantu bumi .. Lihat selengkapnya
Junita Putri Safarah
Rayakan 150K Followers Instagram, Tanam 1.000 Mangrove Bersama LindungiHutan!Aku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
Fairuz Annisa Zahrani
Reforestathon Investasi Oksigen Murni untuk Masa DepanAku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya