Connect with us

Wilayah

Desa Bedono Demak dan Upayanya Menolak Tenggelam

Published

on

Kondisi Desa Bedono Demak

Percaya atau tidak, pesisir utara Pulau Jawa diramalkan oleh Tim Peneliti dari Universitas Diponegoro akan tenggelam dalam 35 tahun ke depan. Rata-rata penurunan tanah atau Land Subsidence di pesisir utara Pulau Jawa adalah sekitar 1-2 meter per tahun. Penurunan tanah ini akan diperparah oleh tingginya abrasi dan banjir rob. 

Hal ini menyebabkan pesisir utara Pulau Jawa mengalami penyempitan luas daratan dan perubahan bentuk lahan yang sangat masif di wilayah pesisir diantaranya hilangnya permukiman, tambak dan vegetasi hutan bakau. Saat ini, banjir rob terparah yang terjadi di Pulau Jawa ada di Desa Bedono Demak. 

Lokasi Desa Bedono Demak

Desa Bedono terletak di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Desa ini merupakan salah satu wilayah pesisir yang terletak di utara Pulau Jawa. Jika dilihat dari sejarah Indonesia pada abad ke-15, Kabupaten Demak adalah tempat Kesultanan Demak berdiri dan berkuasa di mana kerajaan ini memanfaatkan daerah pesisir sebagai jalur perdagangan dan transportasi. 

Kabupaten Demak sendiri mempunyai panjang pantai 34,10 km dan panjang garis pantai 72,14 km yang membentang dari Kecamatan Sayung sampai Kecamatan Wedung (Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, 2016). Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat Demak yang melakukan budidaya perikanan darat atau tambak di daerah pesisirnya. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Demak tahun 2016, luas lahan yang digunakan sebagai tambak/empang/hutan negara sebesar 9.724 Ha.

Pesisir Desa Bedono Demak
Kondisi lokasi penanaman di Desa Bedono. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Lokasi Desa Bedono berada di 3 kilometer arah utara dari pusat Kecamatan Sayung dengan luas wilayah mencapai 7,39 km2 (10% dari luas Kecamatan Sayung). Akses jalan dari pusat kecamatan ke Desa Bedono terbilang sangat baik dengan terbangunnya jalan cor selebar 4 meter.

Penanaman Mangrove Desa Bedono
Lokasi penanaman mangrove LindungiHutan di Desa Bedono. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Baca juga: Pantai Trimulyo Semarang dan Dampak Ekonomi Akibat Rusaknya Mangrove

Kondisi Masyarakat Pesisir Desa Bedono

Tingkat pendidikan di sana tergolong tidak terlalu tinggi dengan rata-rata penduduk tidak tamat sekolah SD sebanyak 549 jiwa. Data tahun 2015 mengatakan bahwa mata pencaharian masyarakat setempat didominasi oleh pekerjaan buruh tani (23,76%), nelayan (20,54 %), buruh bangunan (17,97%), buruh industri (16,86 %), dan pedagang (13,02%). 

Sementara itu, dstribusi penggunaan lahan Desa Bedono hanya dibagi menjadi tiga yaitu tambak (82,83%), bangunan (10,27%) dan tegalan (6,89 %).

Masyarakat Desa Bedono merupakan masyarakat sederhana dan belum banyak terpengaruh budaya dari luar. Mereka merupakan masyarakat homogen yang secara historis turun temurun hidup di daerah tersebut. Homogenitas dilihat dari hal profesi dan agama yang mana mayoritas beragam muslim dan bekerja sebagai petambak. 

Banjir Rob Melanda Desa Bedono

Banjir Rob melanda di beberapa kecamatan di Kabupaten Demak di antaranya Kecamatan Sayung di mana Desa Bedono berada. Karena lokasi Kecamatan Sayung yang menjorok ke laut, dan kondisi topografinya landai serta datar, membuat kawasan ini kerap menjadi korban banjir rob. 

Desa Bedono Demak
Sisa bangunan yang ditinggalkan akibat abrasi di Bedono Demak. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Dalam 10-20 tahun terakhir, pengikisan daratan oleh air laut terus terjadi di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah. Hingga saat ini 200 rumah penduduk tenggelam akibat abrasi tersebut. Warga terpaksa kehilangan mata pencaharian sebagai nelayan sehingga mereka melakukan relokasi tempat tinggal. Kerusakan ini disebabkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. 

Penelitian menyebutkan bahwa faktor manusia yang memicu terjadinya banjir rob adalah reklamasi di pesisir Kota Semarang utamanya di kawasan Pantai Marina dan Pelabuhan Tanjung Emas pada tahun 1985.  Selain itu, intensifikasi lahan tambak yang merambah ke kawasan mangrove di tahun 1990, turut mengakibatkan timbulnya abrasi di sebagian besar pesisir desa Bedono.

Bedono Demak
Sisa bangunan yang ditinggalkan akibat abrasi di Bedono Demak. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

Menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, pada tahun 2011 ekosistem mangrove di Kabupaten Demak sekitar 8 % dalam kondisi rusak. Rusaknya hutan mangrove turut melemahkan pertahanan wilayah daratan di sekitar pesisir Kabupaten Demak terhadap dinamika alam yang berasal dari arah laut, seperti arus, gelombang, pasang surut, dan angin.

Apalagi, tingkat kerusakan ekosistem mangrove di Indonesia, termasuk Jawa Tengah sangat tinggi akibat pembukaan lahan tambak, penebangan hutan mangrove dan pencemaran lingkungan. Imbasnya, luasan mangrove di Kabupaten Demak juga mengalami penurunan sekitar 8%-10% sejak tahun 1980 (Chafid et al., 2012). 

Rusaknya vegetasi mangrove ini memperparah peristiwa erosi pantai (abrasi) dan rob yang terjadi di Desa Bedono. yaitu merubah peta wilayah Kabupaten Demak. Bukan hanya itu, 640 hektare lahan tambak yang menjadi penopang hidup warga ikut hilang tak berbekas. 

Abrasi pantai yang terjadi di pesisir Demak, dikategorikan paling memprihatinkan. Posisi lahan terkena abrasi membentuk teluk. Apabila tidak ditangani secara serius, lahan yang tergerus air laut akan semakin jauh ke perkampungan. Menurut Bemmelen (1949), pertumbuhan pantai Kabupaten Demak dari tahun 1695 hingga 1940 rata-rata 8 meter tiap tahun. Untuk itu diperlukan penyelesaian yang menyeluruh dan komprehensif melalui pendekatan pengelolaan pesisir yang terpadu. 

Baca juga: Kelompok Tani Hutan Remaja Tanjung Burung Jaga Keasrian Muara Cisadane

Fluktuasi Kerapatan Vegetasi Mangrove di Lokasi Penanaman LindungiHutan Desa Bedono Kabupaten Demak

Dari analisis kerapatan yang telah dilakukan, diketahui bahwa kondisi ekosistem mangrove di wilayah Bedono dari tahun 2014 terus mengalami peningkatan dari indeks NDVI hingga tahun 2023, meskipun nilai peningkatan tidak cukup signifikan.

Oleh karenanya, upaya restorasi mangrove di wilayah ini sangatlah diperlukan untuk menjamin keberlangsungan regenerasi dari kondisi mangrove di wilayah Bedono sehingga dapat memitigasi efek abrasi yang terus terjadi.

Kampanye Alam Untuk Desa Bedono Demak

Dengan kondisi banjir rob yang sangat memprihatinkan, ada salah satu warga Desa Bedono yang masih bersikukuh memutuskan untuk tetap tinggal di Desa Bedono yaitu keluarga Mak Jah. Mak Jah memilih tinggal dan melakukan penanaman untuk memulihkan lingkungan. 

Tahun 2017, Lindungi Hutan hadir untuk mendukung semangat Mak Jah dan warga Desa Bedono dalam menanam pohon mangrove. Pohon mangrove terus ditanam untuk menghijaukan kembali Desa Bedono dan mencegah abrasi semakin meluas.

Kehadiran Lindungi Hutan berusaha untuk membantu dalam hal penanaman mangrove, melalui beberapa kampanye alam yang telah diadakan. Hingga Juni 2023, terdapat 190 kampanye alam dengan 97.862 pohon tertanam dengan total 4,01 ha luasan yang tertanam dan menyerap lebih dari 32.800 kg CO2 ekv.

LindungiHutan telah menjalin kerja sama dengan beberapa mitra hijau untuk melakukan penghijauan di Desa Bedono. Berikut, 3 kampanye alam oleh mitra hijau, bantu selamatkan Desa Bedono dari abrasi air laut dan banjir rob:

1. PT Sinar Lediane Indonesia

Penanaman mangrove PT Sinar Lediane Indonesia
PT Sinar Lediane Indonesia tanam 1.018 bibit mangrove di Desa Bedono. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

PT Sinar Lediane Indonesia merupakan salah satu perusahaan ritel pakaian dan busana terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi pakaian renang berkelanjutan yang dapat digunakan oleh semua orang.

Sejalan dengan prinsip berkelanjutan yang diterapkan oleh PT Sinar Lediane Indonesia, perusahaan ini senantiasa berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan agar tetap lestari. 

Kolaborasi antara Lediane dengan LindungiHutan menghasilkan sebuah inisiasi kampanye alam bertajuk ‘Mangrove for Desa Bedono’. Setiap pakaian renang yang terjual, mereka akan menyumbang 1 pohon untuk LindungiHutan. Dalam kampanye tersebut, sebanyak 1.018 bibit mangrove terkumpul dan berhasil ditanam pada 5 Januari 2023. 

2. La’dor

Penanaman mangrove La'dor
La’dor lakukan penghijauan di Desa Bedono Demak dengan menanam 5.001 bibit mangrove. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

La’dor merupakan brand dari PT Maju Kirana Gemilang. Brand ini berfokus pada produk perawatan rambut asal Korea yang berprinsip menyelesaikan masalah rambut di seluruh dunia. La’dor adalah gabungan dari kata ‘leaf’ yang menjadi simbol natural dan ‘adorable’ perasaan senang yang muncul ketika menggunakan produk La’dor.

La’dor sangat mendukung penuh gerakan sustainability bagi masa depan. Oleh karena itu, mereka wujudkan melalui kampanye dengan tagline#LadorWeCanDoMore’. La’dor mengajak setiap konsumennya untuk menanam 1 pohon setiap pembelian 1 produk La’dor. 

Melalui kampanye alam tersebut, La’dor berhasil menanam 5.001 bibit mangrove pada 31 Januari 2023.

3. DBS Indonesia

Penanaman mangrove DBS Indonesia
Penanaman mangrove dibantu oleh mitra petani LindungiHutan. (Dok: Business Development/LindungiHutan).

DBS Indonesia (DBSI) merupakan salah satu bank yang sudah berdiri lama di Asia. Sejauh ini, DBSI memiliki 44 cabang dan 1.600 karyawan yang tersebar di 11 kota besar di Indonesia. Bank ini menyediakan layanan perbankan secara menyeluruh untuk korporasi, usaha kecil dan menengah, dan aktivitas perbankan konsumen.

Berbagai penghargaan telah dicapai oleh Bank DBS Indonesia yaitu ‘Best Wealth Manager In Indonesia’ oleh The Asset dan ‘Best Foreign Exchange Bank in Indonesia’ oleh Global Finance. Berbagai penghargaan yang telah dicapai Bank DBS Indonesia, sekalipun tidak melupakan dengan tanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan atau CSR. Program CSR mereka wujudkan dengan cara penghijauan di Desa Bedono. 

Melalui kampanye alam ‘Penanaman 1000 Pohon oleh DBS Indonesia & BNP Paribas Sri Kehati – Desa Bedono, Demak’, Bank DBS Indonesia berhasil mengumpulkan 1.000 bibit mangrove dan ditanam pada 28 Januari 2023.

Baca juga: No Ribet, No Repot! Pengalaman Arkadia Works Kolaborasi Penanaman Bersama LindungiHutan

Pohon yang didonasikan untuk Desa Bedono merupakan jenis Mangrove Rhizophora. Pohon ini dipilih karena dapat mengendapkan lumpur di akar-akar pohon sehingga mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan. Selain itu, mangrove memiliki akar yang dapat mempercepat penguraian limbah organik dan limbah kimia yang dapat mencemari laut. 

LindungiHutan masih dan akan terus mendukung kampanye penanaman pohon di Desa Bedono. Mari hijaukan bersama kawasan Pesisir Utara Pulau Jawa!

Desa Bedono Demak

Nama Petani: Ihwanudin

Total Pohon Ditanam di Lokasi Ini: 102.109

Ikhwan Bedono demak

Mari Berkontribusi untuk Menjaga Kelestarian Mangrove Desa Bedono Demak Bersama LindungiHutan

LindungiHutan menjalin kerja sama dengan kelompok petani Tambakrejo Semarang untuk memudahkan siapapun yang ingin ikut dalam proses penghijauan dan penanaman bibit mangrove yang mudah, aman, dan berdampak sosial berkelanjutan

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Rawat Bumi LindungiHutan