Connect with us

Bisnis Lestari

Konservasi Hutan Mangrove dan Tren Blue Carbon dalam CSR Perusahaan

Logo LindungiHutan

Published

on

konservasi hutan mangrove

Artikel diperbaharui pada 30 Januari 2025

Komitmen pemerintah terhadap rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove perlu didukung oleh banyak pihak. Termasuk perusahaan Anda! Apalagi melihat besarnya potensi mangrove baik itu dalam rangka mitigasi perubahan iklim maupun manfaat ekologis dan ekonomis dari jasa lingkungan yang diberikannya. Lantas, apa yang bisa dilakukan dan dikolaborasikan?

Mengapa Konservasi Hutan Mangrove Perlu Dilakukan?

Tahukah Anda bahwa luas hutan mangrove di Indonesia adalah 3.364.076 hektare. Luas mangrove tersebut terdiri dari mangrove lebat seluas 3.121.240 Ha, mangrove sedang 188.366 ha, dan mangrove jarang 54.474 ha.

Adapun, sebaran mangrove Indonesia dengan kondisi tutupan yang lebat tertinggi berada di Provinsi Papua dengan total luasan sebesar 1.084.514 Ha dan sebaran mangrove lebat terendah berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta seluas 8 Ha.

Besarnya potensi hutan mangrove tentu perlu diiringi pula besarnya semangat dan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestariannya. Faktanya, ekosistem hutan mangrove juga tidak luput dari permasalahan dan ancaman alih fungsi kawasan menjadi lahan pertanian, pemukiman, tambak, pencemaran limbah, dan lain sebagainya.

Untuk itu, perlu upaya rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove! Apalagi, rehabilitasi mangrove diperlukan karena hutan mangrove dapat menyimpan karbon 4-5 kali lipat lebih banyak daripada hutan tropis daratan. Tentu, hal tersebut akan berkontribusi besar dalam penyerapan emisi karbon dan mempercepat pencapaian net zero emission.

📖 Gratis! Ebook Carbon Policy: Solusi Hijau untuk Bisnis Anda 🌿

Pelajari regulasi terkini, peluang offset karbon, dan strategi bisnis berkelanjutan berbasis hutan Indonesia. Unduh gratis sekarang!

Baca juga: Landing Page Carbon Offset LindungiHutan Resmi Dirilis

Manfaat Ganda Konservasi Hutan Mangrove

Keberadaan hutan mangrove jelas bermanfaat baik itu dari segi ekologis maupun sosial dan ekonominya. Dari segi ekologis saja, selain potensi penyimpanan karbon dan juga benteng alami kawasan pesisir, hutan mangrove menjadi rumah dan habitat bagi berbagai biota laut.

Sementara itu, dari sisi sosial dan ekonomi, masyarakat pantai juga banyak yang menggantungkan hidup kepada kelestarian kawasan hutan mangrove.

Jadi, upaya konservasi hutan mangrove tidak hanya akan memberikan dampak positif lingkungan tetapi juga sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

Manfaat ekonomi hutan mangrove

Penanaman mangrove

Manfaat konservasi hutan mangrove tidak hanya terbatas pada aspek ekologis, tetapi juga mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan edukasi, termasuk bagi Mitra Petani LindungiHutan.

Menurut Kelompok Tani CAMAR di pesisir Tambakrejo Semarang, upaya konservasi hutan mangrove turut membuka peluang untuk memperdalam pemahaman tentang ekosistem mangrove, memperluas aktivitas penanaman, serta mendorong pengembangan tempat pembibitan yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, konservasi hutan mangrove berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi Mitra Petani dan masyarakat setempat, baik melalui pendapatan tambahan dari pembibitan mangrove maupun pengembangan UMKM berbasis produk olahan mangrove.

“Untuk masyarakat tentunya bisa merasakan kegiatan untuk pengolahan hasil dari mangrove-nya, melalui UMKM-nya, misalkan produksi keripik mangrove, bisa untuk membantu UMKM,” Cerita Yazid anggota Kelompok Tani CAMAR. Simak selengkapnya dalam “Cerita Manfaat Penanaman Mangrove bagi Mitra Petani LindungiHutan”

Di pesisir Pantai Bahagia, Muaragembong, Bekasi misalnya, kelompok masyarakat Kebaya tidak hanya menanam dan merawat mangrove, tetapi juga memanfaatkan buah mangrove untuk diolah.

Ada berbagai produk olahan mangrove yang dihasilkan kelompok Kebaya Muaragembong Bekasi mulai dari sirup, jus, stick, kacang umpet, keripik umpet, keripik daun, keripik buah, kopi, hingga tepung mangrove. Semua produk tersebut kemudian dipasarkan dan menghasilkan pundi uang bagi masyarakat setempat.

Sementara di pesisir Baros, Bantul, Yogyakarta, aktivitas konservasi hutan mangrove membawa manfaat besar bagi masyarakat dusun Baros. Mangrove yang lestari membuat warga dusun Baros dapat melakukan aktivitas pertanian dengan tenang karena berkurangnya ancaman abrasi. Selain itu, lahan pertanian juga lebih produktif karena berkurangnya gangguan angin laut.

Maka, sekali lagi, upaya konservasi hutan mangrove merupakan bentuk sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Dampak baik dari jasa lingkungan yang didapatkan bisa dirasakan semua makhluk hidup.

Baca juga: Panduan Mudah Pelaksanaan CSR Lingkungan Perusahan Anda

Besarnya Potensi Blue Carbon, Masih Enggan Rehabilitasi dan Konservasi Hutan Mangrove?

Blue carbon atau karbon biru adalah karbon yang diserap dan disimpan oleh ekosistem laut dan pesisir. Ekosistem penghasil dan penyimpan karbon biru di antaranya mangrove, rawa gambut, padang lamun, terumbu karang, hingga fitoplankton.

Diperkirakan mangrove dapat menyimpan 20 Pg C dan 70-80% tersimpan di dalam tanah sebagai bahan organik. Pg C atau pentagram karbon merupakan ukuran yang digunakan untuk mengukur jumlah karbon dalam skala besar. Hutan bakau di Indonesia sendiri diperkirakan menyimpan 0,82-1,09 Pg C per hektare.

Tak heran, apabila program karbon biru dengan fokus rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove mendapatkan pengakuan internasional sebagai sarana untuk mengatasi perubahan iklim. Sekaligus mendorong praktik pengelolaan pesisir berkelanjutan.

“Mangrove sendiri untuk penyimpanan karbon itu hampir 5 kali lipat atau bahkan lebih daripada hutan-hutan tropis lainnya, jadi dibandingkan hutan boreal, ataupun hutan tropis sekalipun, mangrove ini punya potensi penyimpanan karbon yang lebih besar sekitar 5 kalinya dari hutan lain,” Jelas Alma Cantika Aristia, Product Manager LindungiHutan, dalam Webinar Green Skilling LindungiHutan.

Konservasi hutan mangrove

Program CSR Penanaman Mangrove

Penanaman mangrove bisa menjadi alternatif program CSR perusahaan Anda untuk membantu mewujudkan dampak positif yang berkelanjutan. Apalagi, rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam rangka menekan emisi karbon serta upaya mitigasi perubahan iklim.

Untuk itu, akan sangat menarik apabila program CSR perusahaan Anda dapat selaras dengan program dan komitmen pemerintah. Kolaborasi dengan banyak pihak sangat mungkin dilakukan!

Program CSR perusahaan konservasi hutan mangrove kini lebih mudah bersama LindungiHutan. Perusahaan tidak perlu menangani aspek teknis, karena kami siap membantu dari pemilihan lokasi hingga monitoring pertumbuhan pohon, memastikan program berjalan efektif dan tanpa kendala operasional.

Dengan 30+ lokasi penanaman di seluruh Indonesia, LindungiHutan memastikan setiap program berdampak nyata. Lokasi dipilih berdasarkan kebutuhan lingkungan dan sosial, dengan keterlibatan petani bibit setempat. Jenis pohon yang ditanam disesuaikan untuk mendukung ekosistem serta tujuan keberlanjutan.

Impact report LindungiHutan

Laporan CSR

Keberlanjutan menjadi kunci dalam konservasi hutan mangrove. Kami juga menyediakan fitur monitoring dan impact report yang memantau pertumbuhan pohon, serapan karbon, serta dampak sosial dan ekonomi. Semua data ini dapat diakses secara transparan, membantu perusahaan melaporkan hasil nyata kepada pemangku kepentingan dan mitra bisnis.

Baca juga: The Wujil Resort & Conventions Gandeng LindungiHutan Tanam 3.000+ Mangrove, Simak Proses dari Awal hingga Akhir

LindungiHutan Menanam Lebih Dari 800 RIBU Pohon di 50 Lokasi Penanaman yang Tersebar di Indonesia!

Apa yang Kami Lakukan?
Jalin Kerja Sama!
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *