Bisnis Lestari
Penanaman Mangrove: Ide Program CSR Lingkungan yang Berdampak
Artikel ini di-review oleh Muthi’ah Aini Rahmini, Tim Rnd dan Product LindungiHutan. Terakhir diperbaharui pada 29 Januari 2025.
Penanaman mangrove bisa jadi ide program CSR yang menarik bagi perusahaan karena mangrove bisa menyimpan dan menyerap emisi karbon dengan efektif dan juga punya banyak manfaat lain bagi lingkungan dan masyarakat.
Berikut ini LindungiHutan berikan panduan untuk menjalankan program CSR yang berdampak dan berkelanjutan melalui penanaman mangrove!
Daftar Isi
- Apa Tujuan Penanaman Mangrove?
- Manfaat Mangrove bagi Lingkungan dan Masyarakat
- Penanaman Mangrove Merupakan Program CSR yang Menarik Dilakukan, Kenapa?
- Jalankan CSR bersama LindungiHutan, Lakukan Penanaman Mangrove dengan Mudah, Transparan, dan Berkelanjutan
- Rekomendasi Lokasi Penanaman Mangrove untuk CSR
- LindungiHutan Menanam Lebih dari 1.2 JUTA Pohon di 30+ Lokasi Penanaman Bersama 600+ Brand dan Perusahaan
Apa Tujuan Penanaman Mangrove?
Mengapa mangrove? Mengapa tidak pohon lain? Sebab tahukah Anda, bahwa ekosistem mangrove punya segudang manfaat baik itu untuk lingkungan maupun masyarakat. Mari kita mulai dari lingkungan.
Keberadaan mangrove nyatanya berperan penting sebagai benteng alami pencegah abrasi. Acap kali, hutan mangrove kerap dieksploitasi dan dialih fungsikan. Padahal, hilangnya hutan mangrove menimbulkan berbagai dampak negatif dan bencana. Abrasi contohnya!
Di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah ada 200 rumah penduduk tenggelam akibat abrasi. Intensifikasi lahan tambak yang merambah ke kawasan mangrove pada tahun 1990, turut mengakibatkan timbulnya abrasi di sebagian besar pesisir Desa Bedono.
Berkaca pada Desa Bedono, maka tujuan menanam mangrove jelas sudah, ia menjaga lingkungan pesisir beserta seluruh isinya.
Selain manfaat penanaman mangrove untuk lingkungan, hutan mangrove juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat pesisir.
Perlu diketahui, ekosistem mangrove yang lestari akan mendukung keberadaan ikan-ikan sehingga secara tidak langsung membantu menyejahterakan nelayan.
Buah mangrove memiliki potensi besar untuk diolah menjadi beragam produk pangan, seperti yang dilakukan oleh Kelompok Kebaya di Muaragembong, Bekasi.
Mereka memproduksi sirup, jus, kopi, hingga tepung mangrove yang menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat melalui penjualan produk olahan tersebut.
Jadi, jelas bahwa tujuan penanaman mangrove ada banyak sekali! Menanam mangrove maka melestarikan keberadaan hutan mangrove. Sementara hutan mangrove yang terjaga akan lestari lingkungannya dan sejahtera masyarakatnya!
Baca juga: Panduan Mudah Pelaksanaan CSR Lingkungan Perusahaan Anda!

Manfaat Mangrove bagi Lingkungan dan Masyarakat
Ada banyak manfaat mangrove di internet dan mungkin Anda juga sudah tahu. Namun dalam rangka mengingatkan, berikut beberapa tujuan penanaman mangrove!
- Menyediakan nutrisi bagi makhluk hidup,
- Menjernihkan air dan menjaga salinitas garam,
- Menyediakan berbagai kebutuhan obat tradisional,
- Tujuan penanaman mangrove untuk mencegah abrasi dan erosi tanah,
- Menghasilkan bahan pelapukan yang menjadi sumber makanan bagi plankton sehingga dapat menunjang rantai makanan,
- Tempat memijah dan berkembang biak burung atau satwa lain,
- Manfaat hutan mangrove menyerap emisi karbon dioksida dengan baik,
- Propagul mangrove bisa dimanfaatkan sebagai tinta untuk batik,
- Hutan mangrove juga cocok untuk tempat budidaya wanamina,
- Rekomendasi wisata hingga pusat penelitian.
Penanaman Mangrove Merupakan Program CSR yang Menarik Dilakukan, Kenapa?
Tahukah Anda, total luas mangrove Indonesia seluas 3.364.076 Ha. Luas tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki mangrove terluas di dunia atau sekitar 20% mangrove di dunia.
Namun, ancaman pembangunan serta alih fungsi lahan mengancam kelestarian hutan mangrove dan membawa dampak buruk bagi lingkungan maupun masyarakat utamanya yang berada di wilayah pesisir.
Presiden Jokowi menegaskan akan terus melakukan rehabilitasi mangrove melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
Pemerintah secara konsisten terus mendorong upaya-upaya rehabilitasi ekosistem mangrove dengan melibatkan semua pihak. Tentunya, termasuk pelaku usaha dan industri.
Perusahaan Anda tentu bisa menjalankan program CSR lingkungan yang selaras dengan komitmen pemerintah dalam hal ini mengupayakan rehabilitasi ekosistem mangrove.
Program CSR penanaman mangrove menjadi solusi guna menjaga kelestarian hutan mangrove dan upaya rehabilitasi wilayah yang rusak.
Di sisi lain, hutan mangrove juga termasuk dalam ekosistem karbon biru yang terbukti efektif menyerap gas rumah kaca dan menyimpan karbon lebih banyak dibandingkan ekosistem daratan.
Cadangan karbon biru yang dapat diserap di Indonesia sendiri mencapai 891,70-ton C/ha dengan total cadangan karbon biru nasional sebesar 2,89 Tt C.
Maka rasa-rasanya penanaman mangrove sebagai program CSR sangat cocok untuk perusahaan Anda lakukan, mengingat ini juga bisa dilakukan sebagai usaha carbon offsetting atau tebus emisi karbon.
Baca juga: LindungiHutan: 5+ Keuntungan Jalankan CSR Lingkungan Bersama Kami
Jalankan CSR bersama LindungiHutan, Lakukan Penanaman Mangrove dengan Mudah, Transparan, dan Berkelanjutan
LindungiHutan merupakan solusi bagi perusahaan dan brand yang ingin mewujudkan aksi penghijauannya dengan mudah, transparan, berdampak, dan tentunya berkelanjutan. Kami hingga saat ini telah membantu menanam 1.2 Juta pohon di 30+ lokasi penanaman.
LindungiHutan juga menjalin kerja sama dengan lebih 600 perusahaan dan brand yang berkontribusi dengan memberikan dukungan dana untuk kegiatan konservasi hutan yang kami lakukan.
Salah satu program kami miliki yaitu CorporaTree. Melalui CorporaTree, LindungHutan membantu perusahaan dan brand dalam menjalankan program CSR di bidang lingkungan dan sosial secara berdampak dan berkelanjutan dengan cara menanam pohon.
Dalam praktiknya, penanaman yang LindungiHutan lakukan akan diperhatikan pertumbuhannya untuk memastikan pohon tumbuh dan memberikan manfaatnya kepada lingkungan maupun masyarakat.
Mitra perusahaan dan brand akan mendapatkan laporan monitoring dari tim LindungiHutan yang berkunjung secara berkala ke lokasi penanaman untuk mengecek kondisi pohon.
Baca juga: Intip Cerita DCI Jalankan Program CSR Bersama LindungiHutan, Katanya Acaranya Seru!
Rekomendasi Lokasi Penanaman Mangrove untuk CSR
Lebih 30 lokasi penanaman yang LindungiHutan sediakan, banyak di antaranya yang merupakan hutan mangrove. Beberapa lokasi tersebut, di antaranya:
1. Pesisir Tambakrejo
Pesisir Tambakrejo di Semarang dulunya dikenal sebagai area tambak yang subur dengan hasil melimpah.
Namun, sejak tahun 2000-an, abrasi mulai menggerus wilayah ini, menyebabkan bibir pantai semakin mendekat ke pemukiman warga dan mengancam mata pencaharian mereka sebagai nelayan tambak.
Kerusakan ekosistem mangrove turut memperburuk situasi, mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan dan seringnya terjadi banjir rob.
Untuk mengatasi masalah tersebut, LindungiHutan bersama kelompok tani CAMAR (Cinta Alam Mangrove Asri) telah melakukan penanaman lebih dari 100 ribu bibit mangrove jenis Rhizophora sp. sejak tahun 2016.
Penanaman ini bertujuan untuk menahan abrasi, meredam ombak, dan memperbaiki ekosistem pesisir.
Selain itu, pembangunan Alat Pemecah Ombak (APO) sepanjang 90 meter dan pendirian rumah pembibitan berkapasitas lebih dari 10.000 bibit mangrove juga dilakukan untuk mendukung upaya konservasi ini.
Kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti Exacoat, TelusuRI, dan Alt Perfumery & Space by Alt, telah berhasil menanam ribuan bibit mangrove di Pesisir Tambakrejo.
Upaya ini tidak hanya membantu memulihkan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Pesisir Tambakrejo dapat kembali menjadi wilayah yang lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Simak cerita lokasi Pesisir Tambakrejo lebih lengkapnya di sini!
2. Pantai Indah Kapuk
Di Pantai Indah Kapuk terdapat kawasan wisata hutan Mangrove yang memiliki luas mencapai 99 hektare dan 40% lahan di kawasan hutan ini digunakan untuk konservasi hutan bakau yang asri dan alami.
Kendati demikian, Jakarta tetap menjadi daerah rawan banjir karena penyerapan air yang buruk dan naiknya permukaan air laut.
Untuk itu, LindungiHutan hadir membantu penanaman Mangrove rhizophora yang dapat mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan.
Simak cerita lokasi penanaman Pantai Indah Kapuk lebih lengkapnya di sini!
3. Pulau Pari
Meskipun memiliki potensi yang besar, kegiatan wisata dan aktivitas kehidupan lain di Pulau Pari terancam oleh abrasi dan banjir rob.
Pada tahun 2020, sempat terjadi luapan air laut hingga ke daratan dan pemukiman penduduk Pulau Pari. Maka, penanaman mangrove di Pulau Pari penting untuk dilakukan.
Hingga Desember 2025, LindungiHutan telah melaksanakan 66 Kampanye Alam untuk menanam 42.755 pohon di Pulau Pari. Dalam prosesnya, LindungiHutan dibantu oleh Mitra Hijau seperti PT Sunindo Adipersada Tbk, PT SeaBank Indonesia, dan PT Bank Mega Syariah.
Simak cerita lokasi penanaman Pulau Pari lebih lengkapnya di sini!
4. Pesisir Pabean Ilir Indramayu
Tingginya kerusakan hutan mangrove disebabkan oleh perambahan dan konversi hutan mangrove menjadi kawasan bukan hutan seperti tambak dan permukiman. Maka, menjaga kelestarian hutan mangrove bukanlah perkara mudah.
Hingga Desember 2025, ada 24.528 pohon tertanam di Pesisir Pabean Ilir, Indramayu dengan 18 kampanye alam. Serapan karbon yang dihasilkan sebanyak 3.8k kg CO₂eq
Simak cerita lokasi penanaman Pesisir Pabean Ilir Indramayu lebih lengkapnya di sini!
5. Pesisir Untia, Makassar
Penanaman mangrove di Pesisir Untia telah dilakukan sejak tahun 2021 untuk mengatasi persoalan abrasi. Hingga Desember 2025, LindungiHutan telah melakukan 22 Kampanye Alam dengan melibatkan 475 orang. Sebanyak 14.777 pohon tertanam di luas 1,48 ha.
Tokopedia merupakan salah satu Mitra Hijau yang ikut bersama menanam di Pesisir Untia, Makassar. Menggandeng LindungiHutan, Tokopedia melakukan penanaman mangrove sebanyak 1.000 bibit pada 19 Juni 2022.
Simak cerita lokasi penanaman Pesisir Untia lebih lengkapnya di sini!
