Connect with us

Wilayah

Pesisir Pabean Ilir Indramayu: Hamparan Mangrove yang Mesti Kita Jaga

Published

on

Lokasi penanaman Pabean Ilir, Indramayu.

Pesisir Pabean Ilir terletak di Desa Pabean, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu atau lebih tepatnya berada di sebelah utara dari pusat administrasi Kecamatan Pasekan. Jarak dari ibu kota kabupaten berkisar 7 Km dengan waktu tempuh 30 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Desa Pabean berada di dataran rendah/pesisir pantai, dengan ketinggian 0,5 M Dpl di mana peruntukan lahannya untuk persawahan, kelautan, dan tambak ikan/udang.

Umumnya, lahan yang berada di Desa Pabean Ilir digunakan secara produktif, mengingat kondisinya yang subur terutama jika dijadikan lahan pertanian, baik pertanian sawah maupun tambak.

Jika berbicara angka dan penggunaan lahan, tiga komposisi utama yang ada di Desa Pabean terdiri dari pemukiman (132.600 Ha), persawahan (186.750 Ha), dan tambak (1.050.240 Ha).

Lantas bagaimana dengan kondisi hutan mangrovenya?

Baca juga: Talaga Sunda, Kabupaten Subang: Nikmat Keindahan Alam dan Perihal Mempedulikan Lingkungan

Hutan Mangrove di Pesisir Pabean Ilir, Indramayu

Lokasi penanaman LindungiHutan di Pabean Ilir Indramayu.
Lokasi penanaman Pabean Ilir jika dilihat menggunakan peta satelit.

Sebelum berbicara spesifik mengenai Pesisir Pabean Ilir, mari kita tengok terlebih dahulu kondisi hutan mangrove di Kabupaten Indramayu. Mengutip dari Nur Ikhsanudin, dkk (2018), menurut data Dishut Provinsi Jawa Barat tahun 2013 Kabupaten Indramayu memiliki hutan mangrove terluas ke tiga di Provinsi Jawa Barat setelah Kabupaten Karawang diperingkat pertama dan Kabupaten Bekasi di peringkat kedua.

Meningkatnya budidaya tambak dan banyaknya pembudidayaan ikan tambak tidak diiringi dengan kelestarian hutan mangrove yang merupakan ekosistem khas di sepanjang pantai Indramayu. Kabupaten Indramayu memiliki hutan mangrove di dalam kawasan yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Indramayu seluas lahan 9.023 Ha. Hutan mangrove di dalam kawasan hutan tersebut seluas 1.283,77 Ha (16%) dalam kondisi baik dan 6.739,70 Ha (84%) dalam kondisi rusak.

Adapun, hutan mangrove di luar kawasan hutan dengan luas lahan 4.370 Ha di mana seluas 1.879,1 Ha (43%) berada dalam kondisi baik dan 2.490,9 Ha-nya atau (57%) berada dalam kondisi rusak.

Tingginya kerusakan hutan mangrove ini disebabkan oleh perambahan dan konversi hutan mangrove menjadi kawasan kawasan bukan hutan seperti tambak, areal pertanian, dan pemukiman.

Sementara itu, mengutip dari Sodikin (2012), hutan mangrove di Desa Pabean Ilir bisa ditemui di sepanjang pantai. Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan Indramayu, luas hutan mangrove di Desa Pabean Ilir sendiri adalah 367 Ha yang tersebar di sepanjang pantai.

Adapun jenis-jenis dan distribusi vegetasi mangrove di Desa Pabean Ilir ada berbagai macam. Tercatat, ada 10 jenis vegetasi mangrove dengan tiga jenis yang paling dominan yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Avicennia.

Kemudian terkait dengan vegetasi dan status lahan, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 16 Tahun 2013 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jawa Barat tahun 2013-2029, di kawasan Kecamatan Pasekan merupakan zona pantai mangrove. Saat ini pengelolaan kawasan mangrove dilakukan oleh Pemerintah Desa (milik negara).

Upaya Menjaga dan Melestarikan Hutan Mangrove Pesisir Pabean Ilir

Tak bisa dipungkiri, ekosistem mangrove memegang peran penting baik untuk lingkungan dan makhluk hidup maupun masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir. Selain melindungi bibir pantai, mencegah abrasi, dan intrusi laut, hutan mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut. Biota tersebut tinggal, mencari makan, hingga melakukan pemijahan di ekosistem mangrove.

Sayangnya, menjaga kelestarian hutan mangrove bukanlah perkara mudah. Tingginya angka alih fungsi lahan atau konversi hutan mangrove menjadi kawasan bukan hutan seperti tambak dan permukiman membuat pesisir pantai kehilangan ‘benteng’-nya. Abrasi dan banjir lantas dengan mudah menerjang dan menggenangi permukiman.

Maka dari itu, pemahaman mengenai pentingnya keberadaan hutan mangrove perlu kita tumbuhkan bersama. Apalagi, kini ada banyak alternatif untuk berdaya secara ekonomi melalui tambak tanpa harus merusak kawasan hutan mangrove, seperti menggunakan sistem silvofishery,

Baca juga: Bontang Mangrove Park: Peran Penting Keberadaannya bagi Lingkungan dan Masyarakat

Guna mendukung aksi-aksi pelestarian hutan mangrove, LindungiHutan bersama Riyanto dari Paguyuban Penyelamat Lingkungan telah melakukan penanaman 1,000 mangrove di Pesisir Pabean Ilir, Indramayu. Tentunya, penanaman akan terus kami galakkan melalui inisiasi kampanye alam yang ada.

Jadi, mari dukung penanaman penanaman pohon LindungiHutan di Pesisir Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu melalui kampanye alam dan donasi pohon! Kami percaya kita bisa #BersamaMenghijaukanIndonesia

Rawat Bumi LindungiHutan