Connect with us

Hutanpedia

Cerita dari Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) tentang Hutan dan Jati Diri Masyarakat Uud Danum

Logo LindungiHutan - Green - Square - 1280 x 1280 pixels - PNG

Published

on

Cerita Yayasan Alam Sehat Lestari soal Hutan dan Jati Diri Masyarakat Uud Danum

Penulis: Aris Munandar – ASRI

“Sangat dekat” adalah 2 kata yang dipilih Eventius Aneng untuk menggambarkan hubungan masyarakat Uud Danum dan hutan. Hubungannya tak terbatas pada aspek historis, tapi hampir pada semua aspek dalam kehidupan. Termasuk di dalamnya aspek spiritual, ekonomi, sosial dan budaya. Dekatnya hubungan ini membuat masyarakat Uud Danum tidak lagi melihat hutan sebatas hamparan hijau luas dengan segala keanekaragaman hayatinya, tetapi sesuatu yang mempengaruhi segala sendi kehidupan. 

Foto 1: Foto bersama masyarakat Desa Nanga Jelundung, ASRI, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya usai upacara adat penyambutan tamu, November 2023 (Foto: Aris Munandar – ASRI)

Komunitas masyarakat Uud Danum yang hidup sejalan dengan kelestarian alam berandil sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Termasuk di dalamnya bertahan dari laju perubahan iklim. Namun sayangnya mereka masih kesulitan mengakses kebutuhan-kebutuhan dasar. 

Baca juga: Sehari Bersama Mak Jah, Menanam Mangrove dan Rasanya Tinggal Sendiri di Tengah Lautan

Di tengah masyarakat itulah Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) menghadirkan program kesehatan, pendidikan kesehatan planetari, dan mata pencarian berkelanjutan. ASRI hadir sebagai ucapan terima kasih dari masyarakat dunia kepada komunitas Dayak Uud Danum yang tinggal di desa penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya karena telah menjaga hutan. 

“Kalau masyarakat Uud Danum di sini selalu mengaitkan semua kegiatannya dengan hutan. Selalu minta izin dan minta pertolongan dulu dengan hutan, baru kita bisa memulai aktivitas kita,” ucap Temenggung Desa Nanga Jelundung ini.

Seperti pada tradisi bertani yang mereka lakoni sarat penghormatan pada alam. Contohnya saat pohon harus ditebang untuk membuka lahan pertanian, terlebih dahulu diadakan upacara adat. Mereka juga mengenal hari-hari baik untuk memulai aktivitas pertaniannya.

Begitupun untuk memilih lahan pertanian. Pilihan sangat tergantung tanda-tanda yang ada di sekitarnya. “Jika kita akan bertani di suatu tempat, lalu ada burung berbunyi yang tidak bagus, itu artinya kita tidak boleh bertani di situ. Juga kalau ada dahan jatuh atau pohon tumbang, itu juga tanda kita tidak boleh bertani di sana,” ujarnya.

Komunitas masyarakat Uud Danum percaya, jika ada kewajiban yang tidak dilakukan atau ada pantangan yang dilanggar, bala akan menimpa. Mulai dari gagal panen, tertimpa penyakit, hingga kehilangan nyawa. “Jadi kita harus ikut aturan-aturan nenek moyang kita,” ucapnya.

Seorang anak dari Desa Nanga Jelundung yang menyeberangi sungai usai mengambil durian yang baru jatuh di seberang sungai, November 2023 (Foto: Irvan – ASRI)

Sejak zaman nenek moyang, kehidupan  masyarakat Uud Danum sangat tergantung pada kelestarian hutan. Air jernih sumber air minum utama mereka mengalir sepanjang Sungai Jelundung yang termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) Melawi, daerah tangkapan airnya (catchment area) ada di hutan. Begitupun sumber makanannya sebagian berasal dari hutan. Rotan juga jadi bahan baku kerajinan tangan yang menjadi perabotan dan peralatan dapur pengisi rumah mereka.  

Mereka juga punya keyakinan untuk berhajat pada hutan yang diwakili oleh puncak tertinggi di deretan Pegunungan Schwaner, yaitu Bukit Raya saat punya keinginan dan harapan. Dua sosok, yaitu Kemeruh dan Jin diyakini komunitas masyarakat Uud Danum menjadi penunggu 7 summit Indonesia yang ada di Pulau Kalimantan itu. 

“Misalnya anak saya pergi merantau untuk kuliah, saya akan minta bantuan ke penunggu Bukit Raya untuk menjaga anak saya dari awal dia kuliah sampai selesai. Setelah hajatnya selesai, kami akan melaksanakan syukuran lagi untuk membalas jasanya yang telah menjaga anak kita selama kuliah,” ucapnya.

Aktivitas masyarakat Desa Nanga Jelundung dalam memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi, sumber air bersih, dan sumber protein, November 2023 (Foto: Irvan – ASRI)

Paragraf-paragraf sebelumnya memberikan sedikit konteks akan peran penting hutan bagi masyarakat Uud Danum. Tak ada alasan untuk memilih antara hutan atau masyarakat, karena bagi komunitas masyarakat Uud Danum, keduanya adalah dwitunggal. Seperti ASRI dengan ide Kesehatan Planetari yang berupaya mengintegrasikan kesehatan masyarakat dan kelestarian hutan agar tercipta masyarakat yang sehat, sejahtera dan alam yang lestari. Karenanya, tepat memaknai kelestarian hutan sama dengan eksistensi masyarakat Uud Danum. Begitupun memisahkan keduanya yang berarti mencerabut masyarakat Uud Danum dari akarnya.

“Agar kedekatan kita dengan alam terus terjalin, kita harus menjaga kelestarian hutan yang diwariskan nenek moyang ini. Supaya hutan ini tidak hilang. Saya tidak bisa bayangkan kalau hilang. Karena tradisi dan budaya kami itu sangat tergantung kepada alam,” ucapnya.

Ia pun berharap generasi-generasi baru yang lahir dan tumbuh di sekitar Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya ini bisa membawa semangat menjaga kelestarian hutan warisan nenek moyang ini ke generasi selanjutnya. Agar waktu tidak menghapus jati diri masyarakat Uud Danum.

Foto drone Desa Nanga Jelundung, April 2024 (Foto: Aris Munandar – ASRI)

Baca juga: Thomas Heri Wahyono, Pakar Mangrove dari Kampung Laut Cilacap Mendapat Penghargaan

About Yayasan Alam Sehat Lestari

ASRI adalah lembaga non profit yang mengusung ide Planetary Health yang berpusat di Sukadana, Kalimantan Barat. Kami percaya bahwa kelestarian hutan dan kesehatan manusia adalah 2 hal yang tak dapat dipisahkan. Karenanya, kami memadukan program kesehatan dan konservasi dalam aksi kesehatan planetari.

Hingga Desember 2023, sudah 394 hutan Kalimantan yang terdegradasi menjadi hijau kembali, 614.353 bibit pohon telah ditanam, 39.000 masyarakat di sekitar hutan bisa mengakses layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, dan 283 penebang menyerahkan senso dan beralih ke mata pencarian yang lebih ramah lingkungan. Mari bersama kami mewujudkan masyarakat sehat, sejahtera, dan hutan yang lestari.

Contact

Email: [email protected]

Phone: +62 811-5699-300

Jl. Sungai Mengkuang, Pangkalan Buton, Sukadana Kab. Kayong Utara, Kalimantan Barat, Indonesia 78852

Artikel ini merupakan kolaborasi antara LindungiHutan dengan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rawat Bumi LindungiHutan