Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications

Hari Hutan Indonesia 2022: Menjawab Seberapa Pentingnya Peran Anak Muda dalam Partisipasi Pelestarian Hutan dan Lingkungan

Ben menuturkan bahwa hari hutan Indonesia ini sebagai momentum pengingat bagi kita untuk menggaungkan kembali hal-hal tentang hutan.
Hari Hutan Indonesia 2022: Menjawab Seberapa Pentingnya Peran Anak Muda dalam Partisipasi Pelestarian Hutan dan Lingkungan.

Awal Agustus merupakan momentum di mana kita bersama-sama memperingati Hari Hutan Indonesia. Ajang untuk refleksi diri sudah sejauh mana kita melindungi hutan Indonesia. Apakah dengan melihat kondisi hutan sekarang ini kita sudah merasa cukup dengan effort yang diberikan?

Pertanyaan tersebut tentu hanya bisa dijawab oleh masing-masing diri kita. Kesadaran dan tanggung jawab akan pelestarian hutan semestinya tumbuh dari relung hati yang paling dalam. Meskipun, untuk memunculkan kesadaran tersebut adalah pekerjaan rumah kita bersama. Bagaimana caranya agar makin banyak orang-orang yang paling tidak sadar dan mau ikut memperhatikan kondisi hutan kita.

Itulah mengapa setiap 7 Agustus kita merayakan Hari Hutan Indonesia. Harapannya pada tanggal tersebut orang-orang akan membicarakan soal hutan, lalu memunculkan berbagai postingan, dan media sosial pun akhirnya dipenuhi oleh tagar hutan. Paling tidak sehari dalam setahun banyak pihak yang berkolaborasi dan membawa isu mengenai hutan ini ke permukaan.

Harapan tersebut juga menjadi alasan di balik urgensi perayaan Hari Hutan Indonesia. Seperti kita ketahui, dalam setahun kita bisa merayakan banyak hari yang berkaitan dengan bumi dan alam, mulai dari hari bumi, hari menanam pohon, hari lingkungan hidup, dan sebagainya. Lantas mengapa kita masih perlu merayakan Hari Hutan Indonesia?

“Kalau kita berbicara mengenai hari menanam pohon hutan kan bukan cuman itu, kalau ngomongin hari bumi terlalu luas, lha kita ingin punya yang khusus tetapi tentang hutan, bukan yang pohonnya saja tetapi tentang hutan,” Tutur Miftachur ‘Ben’ Robani selaku koordinator acara Hari Hutan Indonesia.

Ben juga menambahkan bahwasanya di hari hutan ini ditujukan sebagai momentum pengingat bagi kita untuk menggaungkan kembali hal-hal tentang hutan.

Baca juga: ‘Hutan Kita Sultan’ jadi Pesan Utama dalam Perayaan Hari Hutan Indonesa 7 Agustus Ini

“Dengan momentum hari bumi kita jadi ingat hari bumi tuh, lha kita ingin membuat sesuatu supaya hutan bisa diingat lagi, walaupun sebetulnya sehari-hari kita ingat, niatnya kami teman-teman di konsorsium itu agar orang-orang secara umum jadi ingat tentang ini (hutan), makanya kita inginnya semua orang itu ngerayaain gitu, bahkan goals jangka panjangnya itu ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari nasional,”  Sambung Ben.

Isu Hutan Harus Inklusif agar Makin Banyak ‘Tangan’ yang Ikut Menjaga

Hari Hutan Indonesia 2022: Menjawab Seberapa Pentingnya Peran Anak Muda dalam Partisipasi Pelestarian Hutan dan Lingkungan.
Miftachur ‘Ben’ Robani berbicara mengenai pentingnya peran anak muda dalam pelestarian hutan.

Sejatinya apa yang dilakukan oleh Ben bersama Konsorsium Hari Hutan Indonesia adalah bentuk upaya guna mewujudkan isu pelestarian hutan yang bersifat inklusif.

Mengapa demikian? Inklusif menjadi salah satu nilai penting dalam rangka mewujudkan pelestarian hutan berkelanjutan. Sengkarut permasalah hutan ini semestinya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kementerian saja. Pun juga bukan hanya menjadi ranah milik lembaga, NGO, ataupun environmentalist  yang menaruh perhatian pada isu ini.

Lebih luasnya, pembicaraan tentang hutan ini perlu diamplifikasi ke banyak telinga orang. Terutama untuk kalangan anak muda dan masyarakat urban. Generasi muda dalam hal ini millennials atau gen Z adalah calon pewaris bumi yang akan merasakan dampak maupun manfaat di masa depan.

Hal tersebut diamini oleh Ben, sebab generasi muda dinilai memiliki perhatian lebih terhadap isu hutan serta lingkungan.

“Jadi yang ditargetin oleh Hari Hutan Indonesia ini masyarakat luas ya bukan hanya orang yang spesifik hidup dan bergantung di hutan, tetapi kita ingin membawa itu ke ruang yang lebih luas yaitu masyarakat luas dan masyarakat luas yang akan peduli dengan isu ini rata-rata anak muda. Kenapa anak muda karena mereka orang-orang yang secara edukasi maupun literasi lebih bagus dan secara guna bergunannya akan lebih banyak ke generasi yang akan datang (yaitu anak muda ini).

Sementara itu untuk menyasar segmentasi target dengan tepat sasaran, Konsorsium Hari Hutan Indonesia telah melakukan berbagai langkah konkret.

Baca juga: Sharing Publik Relawan LindungiHutan ke-1 Tahun 2022

“Apa langkah konkretnya? Jadi kita ini ajakannya untuk mengajak orang-orang sadar kan, kami itu ingin anak-anak muda itu terlibat, mungkin langkah-langkah paling entengnya mereka bisa bikin konten untuk meningkatkan kepedulian terhadap adanya hutan dan pentingnya hutan,” Jelas Ben.

Ben juga berharap dengan langkah yang seminimal mungkin bisa mencapai banyak hal lain. Berawal dari membuat konten kemudian mulai ikut berdonasi atau dalam bentuk partisipasi lainnya.

Terakhir, Ben berharap anak muda ikut aktif mengambil peran dalam pelestarian lingkungan mengingat generasi merekalah yang akan menikmati dan mewarisi sumber daya alam.

“Anak muda ini adalah generasi yang akan menikmati sumber daya alam di masa yang mendatang, kita bersyukur kita sudah mendapatkannya dan harusnya ini menjadi warisan yang harus kita kasih ke generasi selanjutnya, jadi harapannya anak-anak muda punya cukup pengetahuan dan mau empati untuk hal-hal yang tidak tampak di depan mereka dengan mengambil perannya. Karena anak muda yang baik bukan yang hanya mencita-citakan hal besar tapi mau melakukan hal-hal kecil secara konsisten,” Pungkas Ben.

Muhamad Iqbal
Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.