Connect with us

Hutanpedia

10+ Manfaat Pohon Akasia untuk Lingkungan, Sosial dan Kesehatan

Published

on

Manfaat pohon akasia untuk lingkungan, obat-obatan, dan sosial

Pohon akasia berasal dari Afrika dan Australia. Pertama kali diidentifikasi di Indonesia sebagai tanaman penghijauan pada tahun 1970-an. Pohon ini dapat tumbuh hingga ketinggian 30 meter dan mudah dijumpai karena termasuk ke dalam tanaman perkebunan unggulan untuk bahan pembuatan pulp dan kertas.

Pohon akasia memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerahnya, misalnya tongke hutan (Seram), nak (Maluku), laj (Aru), dan Jerri (Irian Jaya).

Sebaran dan Habitat Pohon Akasia

Pohon akasia tumbuh secara alami di hutan tropis lembab di Australia bagian timur laur, Papua Nugini, dan juga Kepulauan Maluku atau secara umum ada di kawasan timur Indonesia. Pada pertengahan tahun 1960-an, akasia mulai diperkenalkan ke banyak negara salah satunya Indonesia.

Buktinya, pada tahun 1970-an, pohon akasia pertama kali masuk ke Kepulauan Maluku sebagai jenis pohon untuk rpogram penghijauan. Pohon akasia mempunyai kemampuan adaptasi yang cukup hebat. Bahkan, , mampu tumbuh di tanah yang miskin hara, padang alang-alang, bekas tebangan, tanah-tanah erosi, tanah berbatu, hingga tanah aluvial sekalipun.

Sementara itu, pohon-pohon genus Acacia akan memerlukan curah hujan antara 1500-4000 mm per tahun. Akan tetapi, pohon akasia juga bisa ditemukan di daerah dengan iklim kering dan curah hujan rata-rata 1500-2300 mm per tahun.

Manfaat Pohon Akasia untuk Manusia, Lingkungan, dan Industri

Selain sebagai bahan pembuatan pulp dan kertas, ada banyak manfaat pohon akasia lainnya yang mungkin jarang kamu dengar. Apa saja? Berikut ulasan lengkapnya!

1. Manfaat Pohon Akasia Mencegah Longsor

Manfaat pohon akasia untuk lingkungan yaitu mencegah terjadinya longsor.
Acacia leucophloea dalah salagh satu jenis pohon pengendali tanah longsor.

Manfaat pohon akasia yang pertama adalah sebagai pencegah longsor serta rehabilitasi hutan dan lahan. Dalam melakukan rehabilitasi hutan dan lahan, tingkat keberhasilannya ditentukan oleh banyak faktor. Faktor tersebut antara lain, pemilihan jenis-jenis pohon yang sesuai dengan kondisi daerah yang bersangkutan, tujuan usaha, cara penyiapan lahan, dan sebagainya. Selain itu, faktor iklim, ekologis, dan sosial ekonomi masyarakat juga memiliki pengaruh terhadap keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan.

Dalam konteks pencegahan longsor, vegetasi penutup tanah berfungsi selain sebagai penghalang pukulan langsung air hujan ke permukaan tanah juga berfungsi untuk menambah kandungan bahan organik tanah sehingga menghambat erosi. Pencegahan erosi dapat berlangsung secara efektif apabila paling sedikit 70% permukaan lahan tertutup oleh vegetasi.

Mengutip dari buku Bunga Rampai (Dukungan IPTEK Rehabilitasi Hutan dan Lahan dalam Pemulihan Fungsi Daerah Aliran Sungai) (2020), salah satu jenis pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai pengendali longsor adalah Acacia leucophloea. Di berbagai daerah Acacia Leucophloea dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Misalnya pèlang (Madura), Pilang (Jawa), ai bèsak (Rote), dan lain sebagainya.

Pohon ini mempunyai tinggi hingga mencapai 35 m, diameter batang mencapai 1 m, batang kekar, dengan beberapa cabang berdiameter besar, kulit batang berwarna putih atau abu-abu kekuningan, halus, mengelupas dalam helaian panjang. Tajuknya menyerupai payung, dan daunnya majemuk ganda.

Baca juga: Pohon Akasia: Jenis, Cir-Ciri, Pesebaran, dan Manfaat Akasia TERLENGKAP

2. Pohon Peneduh Jalan

Manfaat pohon akasia selanjutnya yaitu efektif sebagai peneduh jalan.
Manfaat pohon akasia juga mampu menyerap karbon sebanyak 15,19 kg/tahun.

Manfaat pohon akasia berikutnya yaitu digunakan untuk peneduh jalan. Pohon peneduh jalan bukan hanya sekadar pohon yang digunakan untuk menghiasi jalan, tetapi fungsi lain dari tanaman peneduh juga untuk mempercantik lingkungan, halaman, dan juga pinggir jalan.

Selain sebagai estetika, pohon pelindung jalan juga berperan dalam mengurangi polusi udara khususnya gas karbondioksida (CO2) hasil pembakaran yang dikeluarkan kendaraan bermotor. Akan tetapi, tidak semua pohon bisa dimanfaatkan sebagai peneduh jalan.

Pohon yang digunakan sebagai peneduh jalan sebaiknya berkanopi rindang, berbatang besar dan tinggi, percabangan tidak mudah patah, tidak mempunyai ukuran buah yang besar, perakaran dalam, daun tidak mudah rontok, berumur panjang, serta batang atau buahnya tidak mengandung racun atau menimbulkan alergi.

Paling tidak pohon yang memenuhi 50% persyaratan tersebut sudah termasuk ke dalam pohon pelindung jalan yang baik. Pohon akasia adalah salah satu pohon yang juga efektif bila digunakan sebagai peneduh jalan, selain berumur panjang dan berperawakan besar akasia juga mampu menyerap karbon sebanyak 15,19 kg/tahun.

3. Manfaat Pohon Akasia untuk Obat-obatan

Manfaat pohon akasia terbukti bisa digunakan sebagai otab-obatan.
Pohon akasia juga bisa memiliki kandungan yang dapat digunakan sebagai obat-obatan.

Ternyata, salah satu manfaat pohon akasia yang bisa kita dapatkan adalah kegunaannya sebagai obat-obatan. Mengutip dari laman health.detik.com, akar, daun, dan buah Acacia Sieberiana mengandung saponin. Selain itu, daun dan buahnya mengandung flavonoid serta pada buahnya terdapat kandungan polifenol. Akasia juga memiliki satu kandungan zat antimikroba yang berfungsi melawan Streptococcus faecalis.

Akasia banyak digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi, diabetes, kanker, radang gusi, stomatitis (luka mulut), faringitis, dan juga gangguan pencernaan.

Bukan hanya itu, dalam sebuah jurnal (2019), ekstrak daun akasia (Acacia auriculiformis) dapat digunakan sebagai antifungi. Terbukti, ekstrak daun akasia (Acacia auriculiformis) dengan konsentrasi 1%, 5%, 10% berpotensi sebagai antifungi terhadap pertumbuhan Candida albicans.

Mengutip dari laman hellosehat.com, Candida albicans sendiri adalah salah satu jamur yang habitat aslinya memang berada di tubuh manusia. Jamur Candida ini banyak ditemukan di saluran pencernaan, mulut, vagina, rectum (saluran lubang anus), dan bagian bersuhu hangat lainnya.Namun, ketika jumlah jamur Candida albicans di dalam tubuh melebihi batas wajar, hal ini dapat berisiko menyebabkan infeksi berbahaya yang dapat menyebar ke berbagai organ tubuh seperti, aliran darah, jantung, ginjal, ataupun otak.

4. Bahan Baku Pembuatan Mebel

Manfaat pohon akasia kayunya berkualitas untuk membuat mebel.
Kayunya yang berkualitas membuat akasia sering dijadikan bahan pembuatan mebel.

Biasanya untuk membuat mebel interior pengrajin menggunakan kayu komersil jenis agathis atau mahoni. Namun, jenis kayu ini makin hari akan semakin sedikit ketersediannnya. Padahal, untuk melakukan pemanenan pohon tersebut membutuhkan waktu di atas 20 tahun.

Salah satu manfaat pohon akasia yaitu kayunya ternyata memiliki kualitas yang tak kalah bagus ketimbang jenis kayu komersial lainnya. Terbukti jika kayu Acacia mangium mempunyai kenampakan nilai dekoratif berwarna coklat kekuningan seperti warna tanin dan serat tidak beraturan sehingga apabila dimanfaatkan sebagai bahan mebel interior diperlukan proses finishing terlebih dahulu. Dengan begitu, warna, serat, dan tekstur kayu akasia akan terlihat setelahnya.

Sementara itu, jika kita melihat selera konsumen terhadap produk mebel interior, warna kayu mebel yang menjadi primadona antara lain cerah (putih kekuningan, kuning, coklat muda, dan sebagainya). Sedang, tekstur dan serat yang banyak diminati yaitu bentuknya yang beraneka ragam.

Terlepas dari warna dan motif seratnya yang ditampilkan, sifat fisik kayu akasia juga telah memenuhi syarat untuk bahan pembuatan mebel dan bangunan perumahan. Apalagi, jika menggunakan bagian pangkal pohon akan jauh lebih kuat dari pada bagian ujungnya.

5. Bahan Pembuatan Pulp

Manfaat pohon akasia yaitu sifat kayunya yang mendukung untuk pembuatan pulp.
Manfaat pohon akasia kayunya mempunyai kekuatan dan sifat-sifat yang mendukung untuk pembuatan kertas.

Manfaat pohon akasia berikutnya yaitu, kayunya dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pulp. Sebelumnya, industri kertas dan pulp di Indonesia mengandalkan sumber bahan baku dari hutan alam.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan waktu, cara pemerolehannya beralih dari hutan alam ke hutan tanaman. Acacia mangium adalah salah satu jenis kayu yang banyak ditanam di Hutan Tanaman Industri di mana penggunaannya memang ditujukan sebagai bahan baku industri pulp.

Lalu, mengapa kayu akasia digunakan sebagai bahan baku industri pulp? Sebab, kayu akasia mempunyai kekuatan dan sifat-sifat yang mendukung untuk pembuatan kertas. Kualitas panjang dan kekasaran serat kayunya baik sebagai bahan baku.

Serat dengan sifat seperti ini diharapkan akan menghasilkan pulp dengan mutu yang baik sebab serat jadi mudah memipih sehingga memberikan permukaan yang luas bagi terjadinya ikatan antar serat.

6. Manfaat Pohon Akasia, Kayunya Digunakan untuk Pembuatan Veneer dan Kayu Lapis.

Manfaat pohon akasia selanjutnya adalah sebagai bahan pembuatan veener dan kayu lapis.
Manfaat pohon akasia yaitu kayunya diproses menjadi veener dan kayu lapis sehingga bernilai ekonomis lebih tinggi.

Kayu Acacia mangium juga dapat diproses menjadi veneer dan kayu lapis. Proses pengupasan kayu akasia menjadi veneer ini menggunakan mesin rotary konvensional dan dapat dilakukan dengan mudah. Veneer basah yang dihasilkan pun bersifat teguh, halus, dan kualitasnya dapat diterima.

Dengan demikian, pohon akasia akan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Sebab, prospek kayu Acacia mangium sebagai bahan baku kayu lapis sangatlah cerah. Corak dan figur kayu ini menyerupai kayu jati, sehingga diharapkan dapat menjadi pengganti kebutuhan akan bahan kayu jati, yang mana persediaannya makin berkurang seiring berjalannya waktu. 

7. Bahan Pembuatan Papan Partikel

Manfaat pohon akasia juga bisa diambil dari serbuk kayunya untuk membuat partikel board.
Serbuk gergaji pohon akasia juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku papan partikel.

Manfaat pohon mahoni juga ada pada limbah kulit kayunya yang bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan papan partikel. Acacia mangium terdiri dari bagian kayu sebesar 30-50% dan bagian kulit berkisar antara 10,5-12,1%.

Biasanya limbah kayu akasia ini banyak diproduksi oleh perusahaan besar pengelola kayu di Indonesia. Sementara itu, limbah kulit kayunya tidak dimanfaatkan untuk bahan baku produksi. Alhasil, oleh perusahaan hanya dijadikan sebagai kompos.

Padahal, limbah kulit kayu akasia apabila diolah bisa dibuat menjadi papan partikel. Baik itu dicampur dengan partikel kulit kayu lain seperti sengon ataupun juga tidak. Dalam proses pembuatannya, kulit akasia akan dihancurkan menjadi serbuk kemudian dicampur dengan perekat dan bahan-bahan lainya dan setelah itudi-press.

8. Membuat Briket dengan Mengambil Manfaat Pohon Akasia

Manfaat pohon akasia bisa kamu manfatkan serbuk gergajinya untuk membuat briket.
Membuat briket juga bisa menggunakan serbuk gergaji kayu akasia loh!

Sederhananya, briket adalah blok bahan yang dapat dibakar untuk digunakan sebagai bahan bakar guna memulai dan mempertahankan nyala api. Umumnya, briket dibuat dari arang kayu, batu bara, ataupun gambut. Nyatanya, kita juga bisa membuat briket dengan menggunakan serbuk kayu pohon akasia.

Hal ini tentu menjadi terobosan yang cemerlang, sebab serbuk kayu akasia oleh masyarakat hanya dijual Rp2.000, – Rp5.000, per karungnya. Dengan mengolahnya menjadi briket, serbuk kayu ini akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Untuk proses pembuatan briket diawali dengan mengeringkan 1000 gram serbuk kayu akasia di bawah terik sinar matahari selama 3 jam. Kemudian serbuk kayu dicacah hingga berukuran 1—3 cm. Setelah itu, dilakukan proses karbonisasi ditunggu selama kurang lebih 7 jam. Hasil karbonisasi lalu ditumbuk halus. Larutkan juga tepung kanji 100 gram dengan air secukupnya.  Selanjutnya, campurkan serbuk kayu yang sudah dikarbonisasi dengan tepung kanji hingga merata. Voila! Briket siap dicetak dan di-press. Jangan lupa dijemur di bawah terik matahari!

9. Bahan Baku Pembuatan Perabot Rumah Tangga

Manfaat pohon akasia juga ada pada kayunya yang berkualitas guna membuat perabot.
Kayu akasia juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku perabot rumah tangga.

Manfaat pohon akasia yang mungkin sering kita dengar yaitu untuk bahan pembuatan perabot rumah tangga. Barang kali selama ini kita akrab dengan nama-nama kayu jati, mahoni, ataupun sonokeling. Faktanya, selain digunakan untuk bahan pembuatan mebel, kayu akasia juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku perabot rumah tangga.

Mengutip dari laman courtina.id, karakteristik kayu gubalnya yang tipis dan berwarna terang membuat kayu akasia memiliki ciri khas tersendiri. Selain itu, kayu akasia juga tahan lama terhadap suhu ruangan.

10.  Meningkatkan Kesuburan Tanah atau Ladang

Manfaat pohon akasia oleh petani digunakan untuk meningkatkan kesuburan lahan.
Acacia mangium banyak digunakan petani karena mampu berkompetisi dengan gulma yang agresif .

Selain sebagai penaung, manfaat pohon akasia juga bisa digunakan sebagai ornamen, penyaring, pembatas, penahan angin, dan juga dapat ditanam pada sistem wanatani. Pohon ini banyak dipilih oleh petani untuk tujuan peningkatan kesuburan tanah ladang atau padang rumput.

Acacia mangium mampu berkompetisi dengan gulma yang agresif, misalkan alang-alang. Akasia juga mengatur nitrogen udara dan menghasilkan banyak serasah yang dapat meningkatkan aktivitas biologis tanah dan merehabilitasi sifat-sifat fisika dan kimia tanah.

Baca juga: Pohon Bayur: Klasifikasi, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya (2022)

11.  Manfaat Pohon Akasia, Serbuk Kayunya Dijadikan Media Tanam Jamur

Manfaat pohon akasia selain serbuknya untuk briket juga bisa untuk media tanam jamur.
Yup, serbuk gergaji kayu akasia juga digunakan sebagai subtrat berkualitas untuk produksi jamur.

Manfaat pohon akasia yang terakhir adalah serbuk gergajinya dapat digunakan sebagai substrat berkualitas bagus untuk produksi jamur yang dapat dimakan. Untuk membuat media tanam jamur tiram bisa menggunakan beberapa bahan yang dikombinasikan menjadi satu. Media tersebut antara lain. Serbuk gergaji 80%, bekatul 10-15%, kapur CaCo 3%, dan air kurang lebih 40-60%.

Semua bahan-bahan tersebut dicampur dan diaduk hingga merata. Guna mengetahui apakah media sudah tercampur dengan baik, cara mengetesnya apabila digenggam tidak keluar air dan bila dilepas tidak pecah.

Demikian 11 manfaat pohon akasia untuk lingkungan, sosial, dan kesehatan. Tanpa kita sadari, ternyata ada banyak manfaat yang tersimpan di berbagai jenis flora di Indonesia, salah satunya pohon akasia. Semoga, manfaat dan khasiat tersebut bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat luas ya.

Yuk Menanam agar Hutan Kita tetap Lestari!


Bersama LindungiHutan kini semua orang dapat menanam pohon tanpa harus ribet! Melalui smartphone, kamu bisa menanam pohon secara online demi kelestarian hutan Indonesia mulai dari Rp10.000, per pohonnya

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sedekah Pohon LindungiHutan