Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications

Tanaman Kapulaga: Rempah Kaya Manfaat Bagi Kesehatan (2022)

Kapulaga adalah tanaman yang memiliki banyak khasiat, khususnya bagi kesehatan manusia. Namun, saat ini masih sedikit pemahaman masyarakat modern mengenai manfaat dari tanaman kapulaga.
Apa itu tanaman kapulaga?

Kapulaga adalah tanaman yang memiliki banyak khasiat, khususnya bagi kesehatan manusia. Namun, saat ini masih sedikit pemahaman masyarakat modern mengenai manfaat dari tanaman kapulaga. Oleh karena itu, mari kita pelajari apa itu kapulaga, ciri-ciri morfologi, dan manfaatnya bagi manusia!

Apa itu Tanaman Kapulaga?

Biji kapulaga memiliki banyak manfaat.
Foto biji kapulaga yang bisa dimanfaatkan untuk bahan masakan maupun kesehatan.

Kapulaga (Ammomum cardamomum) adalah tanaman rempah yang banyak ditanam masyarakat, karena bernilai ekonomi tinggi dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kapulaga ini sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat dan rempah-rempah yang berasal dari kandungan minyak esensial tanaman ini. 

Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis kapulaga yang dibudidayakan, yaitu Kapulaga Jawa  (Ammomum cardamomum) dan Kapulaga Seberang  (Elettaria cardamomum) yang berasal dari India. Kapulaga Jawa merupakan kapulaga asli yang berasal dari Indonesia, yang menjadi komoditas substitusi Kapulaga Seberang (Komala et al., 2022).

Kapulaga biasanya dimanfaatkan sebagai rempah dalam makanan maupun jamu tradisional, yang diyakini dapat memberikan manfaat melalui senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak kapulaga ini (Kusumawati et al., 2021). 

Para pelaku usaha tani banyak yang menjual pohon kapulaga, dikarenakan pohon ini memiliki beragam manfaat dan harga jual yang cukup tinggi. Sehingga, masyarakat memiliki potensi besar pada saat menjual tanaman kapulaga baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Kapulaga sendiri memiliki banyak nama di berbagai daerah, yaitu seperti kardamon (Aceh, Melayu), kardamunggu atau gardamunggu (Jakarta), Pelaga, Palago, atau Puwar (Sumatera Barat) dan Kapol sebrang, Kapol sabrang, Kapulaga (Sunda, Jawa). Dalam bahasa asing, kapulaga dinamakan cardamom (Inggris), krava (Thai), elaichi (India), pelaga (Malaysia) dan elakkaai (Tamil) (Hani et al., 2021).

Klasifikasi Tanaman Kapulaga

Taksonomi Pohon Kapulaga (Ammomum cardamomum) sebagai berikut:

KingdomPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasLiliopsida
OrdoZingiberales
FamiliZingiberaceae
GenusAmomum
SpesiesA. cardamomum
Tabel klasifikasi kapulaga.

Ciri-Ciri Morfologi Kapulaga

Kapulaga memiliki ciri-ciri yang dapat membedakannya dengan tanaman lain. Berikut ini morfologi dari tanaman kapulaga!

Akar kapulaga merupakan akar rimpang yang berwarna putih kekuningan dan memiliki bentuk bulat memanjang serta memiliki cabang simpodial, seperti tanaman jahe.

Batang tanaman kapulaga berbentuk semu dan terpisah, dengan diameter batang berkisar 2,5 cm. Batang tanaman ini juga  memiliki 20-30 rumpun batang yang tumbuh dari akar yang berada di bawah permukaan tanah. Tanaman ini berwarna hijau gelap dan dapat tumbuh tegak hingga mencapai ketinggian 3 meter. Batang kapulaga sendiri juga termasuk batang basah berpelepah daun, yang mana dapat membalut setiap batangnya. 

Melihat lebih dekat tanaman kapulaga.
Tanaman kapulaga jika dilihat lebih dekat.

Daun dari tanaman kapulaga ini berwarna hijau tua yang merupakan daun tunggal dan memiliki bentuk lanset. Daun ini berbentuk runcing pada bagian pangkalnya, dengan panjang 25 – 35 cm dengan lebar daun mencapai 3 – 10 cm.

Baca Juga: Pohon Bidara: Pengertian, Ciri-Ciri, Manfaat, hingga Cara Mengolahnya (2022)

Bunga dari tanaman kapulaga ini tersusun dalam tandan yang terdapat pada setiap ruang tangkai kapulaga. Bunga kapulaga sendiri berbentuk bonggol yang berwarna putih bergaris coklat dengan daun pelindung berwarna kusam.

Buah pada tanaman kapulaga berbentuk bulat yang berwarna putih kemerah-merahan dan menyebar pada percabangan batang. Buahnya ini juga memiliki 3 ruang yang dipisahkan oleh selaput tipis seperti kertas dan tiap ruangnya terdapat 14 – 16 biji kecil. 

Biji kapulaga memiliki lipatan-lipatan pada bagian luarnya yang terlindungi dalam selaput tipis. Biji dari tanaman ini berwarna coklat atau hitam yang dapat mengeluarkan aroma harum yang khas. 

Manfaat Kapulaga

Salah satu manfaat kapulaga adalah bagi kesehatan.
Selain digunakan sebagai rempah-rempah, tanaman kapulaga juga berkhasiat bagi kesehatan.

Kapulaga merupakan jenis rempah yang memiliki banyak manfaat. Kapulaga dalam kuliner digunakan untuk memberi aroma harum dan menghilangkan bau tak sedap pada makanan, contohnya seperti pada daging sapi dan kambing.

Minyak dan ekstrak biji kapulaga juga memiliki khasiat penyembuhan yang telah digunakan sebagai pengobatan tradisional. Berikut beberapa manfaat dari tanaman kapulaga bagi kesehatan!

1. Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Kapulaga memiliki sifat antioksidan yang dapat menurunkan tekanan darah karena adanya efek diuretik.

2. Melindungi Tubuh dari Penyakit Kronis

Antioksidan pada kapulaga dipercaya mampu melindungi tubuh dari kerusakan dan menghentikan terjadinya peradangan.

3. Mengobati Masalah Infeksi

Kapulaga memiliki efek antibakteri yang bisa mengobati masalah infeksi. Efek dari ekstrak kapulaga dan minyak atsiri memiliki senyawa yang bisa melawan beberapa jenis bakteri.

4. Mengatasi Masalah Pencernaan

Kandungan minyak atsiri yang terdapat pada kapulaga mampu mengatasi masalah pencernaan, contohnya seperti sakit perut, mual, susah buang air besar, dan gangguan pencernaan lainnya.

5. Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi

Ekstrak dari biji kapulaga dapat membantu menjaga kesehatan mulut, seperti bau mulut, penyakit gusi, dan gigi berlubang. Hal tersebut lantaran kapulaga memiliki sifat antibakteri dan antioksidan.

Baca juga: Pohon Ara atau Tin: Klasifikasi, Pesebaran, Ciri-Ciri, dan Manfaatnya (2022)

Cara Budidaya Kapulaga

Tanaman kapulaga merupakan komoditas yang harus dikembangkan, karena permintaan pasar cukup tinggi terhadap tanaman ini. Dalam melakukan budidaya kapulaga, kita harus memahami syarat tumbuh dan mengerti bagaimana cara menanam kapulaga dengan baik, serta mempelajari bagaimana cara memeliharanya. Berikut cara budidaya tanaman kapulaga yang harus diketahui:

Kenali Syarat Tumbuh

Tanaman kapulaga dapat tumbuh subur di bawah naungan pohon-pohon kayu hutan, agar terlindungi. Tanaman ini biasanya tumbuh pada daerah dengan curah hujan 2000 – 4000 mm/tahun dan suhu antara 10 – 30 ºC dengan kelembaban 70%. Adapun, jenis tanah yang cocok untuk tanaman kapulaga adalah latosol, andosol, dan aluvial (Wijayanto dan Nurnnajah, 2012).

Pembibitan

Terdapat dua bibit dalam membudidayakan kapulaga, yaitu dari biji (generatif) dan stek (vegetatif).  Budidaya menggunakan bibit dari biji harus melalui tahap persemaian, di mana biji dibersihkan dari kulitnya dan disemai dalam media semai selama 10 bulan agar bisa ditanam. Sedangkan, untuk bibit dari stek harus memiliki tanaman induk yang berumur 12 bulan lebih dan memilih 4 – 8 helai daun yang tingginya 80 – 100 cm dengan sedikit akar.

Penanaman

Kapulaga sangat peka terhadap kekeringan, jadi pada saat melakukan penanaman lebih baik ditanam pada awal musim hujan. Jarak tanam yang dibutuhkan adalah 2 x 1,5 cm dengan kedalaman tanam 3 – 5 cm. Pada saat penanaman, benih kapulaga ditanam dengan posisi tegak dan tunas menghadap ke atas. Setiap lubang ditanami 1 – 2 benih dan setelah itu dipadatkan dengan tanah.

Pemeliharaan

Lakukan penyulaman pada usia 2 – 3 minggu setelah ditanam. Lahan tanam sebaiknya dibersihkan dari  gulma untuk upaya meminimalisir unsur hama dan penyakit. Berikan juga pupuk organik pada saat pembuatan lubang. Lalu, perhatikan naungan tanaman kapulaga agar tetap rimbu dan matahari yang masuk hanya 30 – 70 %. Selain itu, lakukan penggemburan tanah untuk membuat tanah menjadi subur!

Pemanenan

Tanaman kapulaga bisa dipanen pada umur 2 bulan setelah penanaman. Adapun, ciri-ciri kapulaga yang sudah bisa dipanen yaitu seperti warna buah sudah merah keunguan, kulit buat sedikit keriput, dan buah sudah cukup keras.

Bagaimana Persebaran Tanaman Kapulaga?

Kapulaga berasal dari pegunungan Malabar di pantai barat India. Saat ini, tanaman kapulaga dapat ditemukan di India, Bangladesh, Bhutan, dan Pakistan. Kapulaga di Indonesia sendiri sudah dibudidaya sejak tahun 1985. Terdapat 2 jenis kapulaga yang ada di Indonesia, yaitu kapulaga jawa (Indonesia) dan kapulaga seberang (India).

Apa Manfaat Rebusan Kapulaga?

Rebusan dari tanaman Kapulaga dapat digunakan untuk mengobati asam urat, meredakan demam, meminimalisir penyakit kanker, dan menjaga kesehatan lambung.

Berapa Banyak Panen Kapulaga Tiap Bulan?

Setiap panen 2 bulan, petani kapulaga dapat memanen hingga 15 – 20 kg kapulaga.

Penulis: Rayhan Arief Ferdian

Mari Berkolaborasi Bersama untuk Membuat Dampak Kebaikan bagi Hutan dan Masyarakat Indonesia

LindungiHutan merupakan startup yang membantu mempermudah program hijau yang transparan dan bermanfaat secara berkelanjutan. Kami telah dipercaya 300+ mitra hijau dari UMKM, perusahaan, startup dan multinational coorporations sebagai rekan bisnis mereka.