5 Bentuk Adaptasi Morfologi pada Tumbuhan (Update 2022)

Simak penjelasan lengkap cara-cara tumbuhan untuk menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan dan ekosistem yang tidak kita sadari selama ini
5 bentuk adaptasi morfologi tumbuhan yang terjadi.

Adaptasi adaptasi kemampuan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan kehidupannya.

Sedangkan morfologi adalah bagian dari makhluk hidup berupa bentuk serta fungsi anggota badan atau tubuhnya.

Sehingga, adaptasi morfologi adalah mekanisme adaptasi yang dilakukan oleh makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan sebagai upaya untuk menyesuaikan dengan lingkungannya dengan disertai perubahan bentuk dan fungsi tubuhnya.

Pada tumbuhan, adaptasi morfologi ditandai dengan perubahan atau perbedaan pada bentuk daun, batang dan akar sebagai bentuk penyesuaian diri terhadap kondisi dan situasi ekosistem.

Langkah tumbuhan untuk menyesuaikan terhadap lingkungan juga merupakan rekayasa secara khusus dari sifat-sifat karakteristik anatomi dan fisiologi untuk memberi peluang terhadap keberhasilan menyesuaikan hidup di habitat tertentu. Karena, adaptasi anatomi dan fisiologi dapat dijadikan sebagai salah satu indikator terhadap perubahan lingkungan hidup dari tanaman.

Namun, sebagian jenis tumbuhan menunjukkan sensitivitas yang berbeda terhadap perubahan ekosistem akibat faktor khusus seperti pencemaran lingkungan karena logam berat atau kerusakan habitat di kawasan hutan.

Jenis-jenis Adaptasi Morfologi pada Tanaman

Adaptasi morfologi pada tumbuhan terbagi menjadi 5 macam yaitu:

  1. Xerofit pada tanaman-tanaman yang hidup di daerah yang kering,
  2. Hidrofit untuk tumbuhan yang hidup di perairan,
  3. Higrofit terjadi di tumbuhan yang hidup di daerah yang lembab,
  4. Halofit berlangsung untuk tanaman yang hidup di daerah yang berkadar garam tinggi,
  5. Mesofit pada tumbuhan yang dapat hidup di daerah yang tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.

Penjelasan-penjelasan detail tentang 5 jenis adaptasi morfologi pada tumbuhan beserta masing-masing contohnya terdapat di uraian artikel ini.

1. Xerofit

Tumbuhan xerofit adalah jenis tumbuhan yang dapat hidup di daerah yang kering dan memiliki sedikit kandungan air. Daerah yang kering ini seperti daerah gurun pasir atau berupa daerah savana.

Adaptasi morfologi kaktus yang hidup di gurun dengan tidak memiliki daun sejati.
Kaktus merupakan jenis tumbuhan xenofit yang beradaptasi dengan tidak memiliki “daun sejati”.

Beberapa contoh tanaman yang mampu hidup di daerah kering antara lain yaitu:

  • Kaktus,
  • Bunga mentega,
  • Lili gurun,
  • Pohon kurma,
  • Lidah buaya
  • Adenium,
  • Buah naga.

Bentuk adaptasi morfologi yang dilakukan oleh tumbuhan yang ada di daerah kering berupa penyesuaian bentuk daun, akar dan bagian-bagian tubuhnya lainnya.

Pada umumnya, daun tumbuhan xerofit akan berbentuk seperti duri dan daunnya cenderung memiliki ukuran yang kecil. Daun yang berbentuk seperti ini berfungsi sebagai upaya untuk memperkecil proses penguapan sehingga untuk mencegah kehilangan air pada tumbuhan yang lebih banyak.

Sedangkan pada akar biasanya akan memiliki bentuk yang panjang dan menyebar ke segala arah. Fungsi dari akar ini adalah sebagai bentuk untuk mencari sumber air ke dalam tanah dan dengan begitu kebutuhan air dari tumbuhan terpenuhi karena jangkauan dari akar lebih luas dan jauh.

Selain itu, tumbuhan xerofit memiliki sedikit stomata dan biasanya pada tubuh tumbuhan dilapisi oleh lilin secara menyeluruh. Kondisi ini berfungsi sebagai upaya meminimalkan laju transparansi pada tubuh tumbuhan dikarenakan suhu di daerah yang kering memiliki suhu yang cukup tinggi.

Ciri-ciri umum tumbuhan xerofit sebagai bentuk adaptasi morfologi terhadap kondisi lingkungan yang kurang air antara lain yaitu:

  1. Daun kecil, tebal dan memiliki lapisan seperti lilin untuk mengurangi penguapan air,
  2. Batang tebal dan lebar guna menahan air,
  3. Akar banyak dan panjang berfungsi untuk menyerap air tanah sebanyak-banyaknya.

2. Hidrofit

Berbeda dengan tumbuhan xerofit, tanaman hidrofit hidup pada daerah yang memiliki banyak air atau berada di daerah perairan.

Jenis flora yang hidup di daerah ini antara lain yaitu:

  • Teratai,
  • Eceng gondok,
  • Kangkung,
  • Bunga lili,
  • Selada laut.

Tumbuhan hidrofit hidup di atas permukaan air dengan cara mengapung.

Teratai (lotus) beradaptasi dengan daun lebar dan tipis untuk mempercepat penguapan.
Bunga teratai beradaptasi di lingkungan perairan dengan bentuk daun yang lebar dan tipis untuk mempercepat penguapan.

Tanaman yang tergolong kategori hidrofit ini melakukan penyesuaian anggota tubuh atau adaptasi morfologi dengan mengubah bentuk dan fungsi tubuhnya seperti pada akarnya memiliki ukuran yang pendek dan halus. Akar ini berfungsi untuk membatasi penyerapan air yang terlalu banyak pada tubuhnya.

Bertangkai daun berongga yang berfungsi untuk membatasi penyerapan air oleh akar dan batang tanaman.

Tumbuhan yang hidup di kawasan perairan umumnya memiliki stomata yang banyak yang terletak di permukaan daun yang bertujuan untuk meningkatkan laju transpirasi dan membuang kelebihan air dalam tubuhnya melalui proses penguapan.

Karakteristik tumbuhan hidrofit antara lain yaitu:

  1. Hidup dengan mengapung di atas permukaan air,
  2. Daun lebar dan tipis untuk mempercepat penguapan,
  3. Batang berongga-rongga dan mampu menampung udara guna mengapung pada permukaan air,
  4. Mempunyai banyak stomata guna meningkatkan laju transpirasi dalam tubuh dan penguapan,
  5. Akar pendek dan halus supaya air cepat berpindah dari akar ke anggota lain.

3. Higrofit

Tanaman higrofit adalah tumbuhan yang hidup di dalam lingkungan yang lembab.

Lumut adalah contoh tumbuhan higrofit.
Lumut mempunyai akar pendek untuk mempersempit bidang penyerapan air.

Contoh jenis-jenis tumbuhan higrofit antara lain yaitu:

  • Talas,
  • Lumut,
  • Dedalu,
  • Tanaman paku-pakuan,
  • Keladi.

Upaya adaptasi morfologi yang dilakukan tumbuhan higrofit yaitu menyesuaikan jumlah stomata. Stomata ini berada di permukaan daun yang berfungsi sebagai alat untuk proses penguapan.

Pada tanaman higrofit, proses penguapan terjadi untuk menyeimbangkan kebutuhan dalam tubuhnya karena tumbuhan jenis ini mendapat cukup asupan air dari lingkungannya.

Selain itu, bentuk adaptasi morfologi lainnya melalui bentuk daun yang memiliki ukuran lebar, tipis dan jumlahnya yang banyak. Daun ini berfungsi untuk menyesuaikan laju transpirasi karena semakin banyak daun maka laju transpirasi yang terjadi akan semakin banyak pula.

Ciri-ciri tumbuhan higrofit secara umum yaitu:

  1. Daun tipis, lebar dan banyak stomata guna memperbanyak penguapan,
  2. Batang berongga udara supaya mengurangi kadar air dalam batang,
  3. Akar pendek untuk mempersempit bidang penyerapan.

4. Halofit

Tumbuhan halofit merupakan tumbuhan-tumbuhan yang dapat hidup pada lingkungan dengan kadar garam yang tinggi. Biasanya tanaman yang hidup pada lingkungan ini berada di wilayah pantai atau laut.

Contoh tanaman halofit yaitu kategori tumbuhan mangrove.

Mangrove merupakan jenis tumbuhan halofit yang bentuk adaptasi morfologi dengan akar yang kuat
LindungiHutan menanam pohon mangrove di pesisir utara Jawa hasil donasi dan kerjasama yang terkumpul (Istimewa).

Adaptasi morfologi flora jenis ini seperti memiliki akar yang kuat yang berfungsi sebagai upaya untuk tetap berdiri kokoh meskipun diterjang oleh ombak pantai.

Keistimewaan tumbuhan halofit antara lain yaitu:

  1. Akar kuat dan menunjang tanah,
  2. Separuh tubuh tergenang pasang-surut air laut,
  3. Mampu beradaptasi di daerah dengan salinitas garam tinggi.

5. Mesofit

Tumbuhan mesofit adalah tumbuhan-tumbuhan yang mampu tumbuh dan hidup di daerah yang tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.

Tanaman pisang di kebun.
Pisang termasuk kategori tumbuhan mesofit yang sering kita jumpai.

Tanaman jebis ini biasa banyak ditemukan di daratan. Oleh sebab itu, tumbuhan mesofit banyak ditemukan di sekitar kita.

Contoh tumbuhan mesofit antara lain yaitu:

  • Pisang,
  • Mangga,
  • Rambutan,
  • Jambu,
  • Pepaya.

Ciri-ciri tanaman mesofit mencakup:

  1. Mempunyai akar yang bercabang dan menjalar untuk menemukan pasokan air tanah,
  2. Batang lebar, keras dan bercabang,
  3. Daun memiliki banyak kandungan klorofil

Penulis: Irene Mega Mellyana

Editor: M. Nana Siktiyana

Setiap 20 detik, 1 hektar hutan hilang

1 hektar hutan cukup untuk 10 rumah ukuran 100 meter persegi, 1 hektar lebih luas dari sebuah lapangan sepak bola. Saat kamu membaca artikel ini selama 5 menit, lebih dari 15 hektar hutan kita hilang dan lenyap.

Selamatkan Hutan, Tanam Pohon Sekarang