9 Dampak Kerusakan Hutan bagi Manusia (Update 2022)

Cari tahu 9 dampak kerusakan hutan bagi kehidupan di muka bumi
9 Dampak Kerusakan Hutan bagi Manusia dan Lingkungan

Pernahkan sahabat berpikir mengapa Indonesia sering mengalami bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung? Kenapa kondisi musim penghujan dan kemarau tidak stabil lagi? Apa yang menyebabkan perubahan iklim?

Salah satu jawaban yang sering diutarakan yaitu semua fenomena di atas termasuk dampak kerusakan hutan yang terus terjadi.

Hutan merupakan ekosistem kompleks yang berpengaruh pada hampir setiap spesies yang hidup di muka bumi. Bukan hanya hewan dan tumbuhan saja yang bergantung pada hutan, ratusan juta orang di seluruh dunia mengandalkan sumberdaya hutan untuk bertahan hidup.

350 juta penduduk dunia bergantung pada keberadaan hutan untuk menjalani kehidupan mereka, berdasarkan data FAO dan UNEP yang tercantum di The State of the World’s Forests 2020. Forests, biodiversity and people.

Pada saat hutan tergradasi, maka akan menyebabkan berbagai macam bencana dalam ranah lokal, nasional maupun global.

Kerusakan hutan terjadi di seluruh penjuru dunia. Penyebab utama dari berbagai kerusakan hutan timbul akibat aktivitas manusia.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hampir 7,3 juta hektar hutan di seluruh dunia hilang setiap tahunnya. Data dari Global Forest Watch dengan pencitraan satelit pada tahun 2020 lalu menunjukkan hutan tropis global kehilangan 12,2 juta hektar tutupan pohon.

Dampak kerusakan hutan bagi lingkungan hidup dan kehidupan di muka bumi sangat beragam dan merugikan populasi yang tinggal di kawasan hutan dan sekitarnya.

Penyebab-penyebab Utama Kerusakan Hutan

Penyebab terbesar kerusakan hutan adalah deforestasi atau penebangan hutan. Alasan utama kegiatan deforestasi hutan adalah pembukaan lahan untuk area industri, terutama industri kayu.

Faktor lainnya adalah alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan, pertanian atau pemukiman bagi warga akibat jumlah populasi penduduk yang terus meningkat dan pergeseran pemukiman ke area pedesaan.

Metode yang umum digunakan dalam kegiatan deforestasi yaitu dengan membakar hutan atau menebang pohon-pohonnya secara liar dan tanpa pandang bulu.

Praktek tersebut mengakibatkan tanah menjadi tandus dan sulit menahan cadangan air, lalu menimbulkan berbagai macam bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Aspek lain yang mempengaruhi kerusakan hutan antara lain yaitu:

  1. Illegal logging, yaitu penebangan pohon pada suatu kawasan hutan yang dilakukan secara liar tanpa mempertimbangkan dampak kerusakan hutan bagi lingkungan. Penebangan pohon ilegal dapat menurunkan atau mengubah fungsi hutan tersebut. Meskipun telah ada larangan keras dari Pemerintah untuk melakukan kegiatan tidak berizin ini, tetapi mayoritas kalangan masyarakat dan pelaku industri masih melakukan aktivitas tersebut.
  2. Kebakaran hutan, kebanyakan dari peristiwa kebakaran hutan terjadi karena kesengajaan manusia. Beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja membakar hutan untuk dijadikan lahan perkebunan, pemukiman, peternakan dan lainnya.
  3. Perambaan hutan, para petani yang bercocok tanam tahunan dapat menjadi sebuah ancaman bagi kelestarian hutan. Mereka merambah kawasan hutan guna dijadikan lahan baru untuk bercocok tanam. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang semakin pesat juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya perambaan hutan. Hal ini disebabkan kebutuhan lahan untuk kelangsungan hidup mereka juga semakin meningkat. Lalu hutan menjadi salah satu objek sasaran yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan tinggal ataupun bertahan hidup.
  4. Serangan hama dan penyakit, jumlah populasi hama yang meledak juga bisa menjadi salah satu penyebab kerusakan hutan. Hama-hama tersebut menyerang dan menimbulkan kerusakan pada populasi pohon yang hidup di suatu area hutan.

Dampak Kerusakan Hutan bagi Kehidupan di Muka Bumi

Setelah kita menilik secara ringkas tentang faktor-faktor kerusakan hutan, pembahasan lanjutan artikel ini berkaitan dengan efek negatif dari kerusakan hutan dan ancaman bagi kehidupan di planet ini.

1. Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Dampak kerusakan hutan yang pertama adalah perubahan iklim dan pemanasan global.

Pemanasan global adalah kondisi peningkatan panas rata-rata di seluruh permukaan bumi akibat gas rumah kaca yang meningkat di atmosfer. Gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (N2O), metana (CH4), dan freon (SF6, HFC dan PFC) mempunyai peran untuk menjaga suhu planet ini tetap hangat agar cocok untuk hidup.

Kondisi suhu yang naik akibat gas rumah kaca bertambah seiring penggunaan bahan bakar fosil dan penebangan hutan mengakibatkan ketidakstabilan iklim dan menimbulkan fenomena perubahan iklim.

Oksigen (O2) merupakan gas yang berperan penting untuk menyokong seluruh kehidupan di muka bumi. Hutan adalah produsen terbesar yang menghasilkan gas tersebut.

Selain itu, hutan membantu menyerap gas rumah kaca yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global. Itulah sebabnya mengapa ada istilah yang mengatakan bahwa hutan adalah paru-paru bumi.

Pada saat suatu hutan mengalami kerusakan, maka hal tersebut bisa berakibat terjadinya peningkatan suhu bumi serta perubahan iklim yang ekstrem.

Dengan adanya deforestasi, jumlah karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ke udara akan semakin besar. Kita tahu bahwa karbondioksida merupakan gas rumah kaca yang paling umum.

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyatakan bahwa CO2 menyumbang sekitar 82% gas rumah kaca di negara tersebut.

Profesor ilmu lingkungan di Lasell Collage Newton Massachusets menyatakan bahwa deforestasi tidak hanya mempengaruhi jumlah karbon dioksida yang merupakan salah satu komponen gas rumah kaca terbesar.

Tapi deforestasi juga berdampak pada pertukaran uap air dan karbon dioksida yang terjadi antara atmosfer dan permukaan tanah yang berkaitan dengan terjadinya perubahan iklim. Perubahan konsentrasi udara di lapisan atmosfer akan memiliki efek langsung terhadap iklim dunia.

2. Kepunahan Masif Berbagai Spesies Hewan dan Tumbuhan

Dampak kerusakan hutan selanjutnya adalah kehilangan berbagai jenis spesies flora dan fauna.

Deforestasi menyebabkan habitat bermacam spesies hewan dan tumbuhan yang tinggal di dalam hutan rusak dan lenyap. Menurut National Geographic, sekitar 70% jenis flora dan fauna hidup di kawasan hutan. Kerusakan hutan mengakibatkan mereka tidak lagi ammpu bertahan hidup di habitat aslinya.

Akibat kehilangan habitat-habitat mereka, maka hewan, tumbuhan, serangga dan burung-burung yang bergantung pada ekosistem hutan akan perlahan mati dan menyebabkan kepunahan massal.

Kondisi tersebut juga berdampak di berbagai bidang, seperti di bidang pendidikan dan penelitian yang kehilangan objek kajian karena spesies yang diteliti tidak dapat lagi ditemukan.

Selain itu, di bidang kesehatan, deforestasi dan kerusakan dapat berakibat hilangnya berbagai jenis obat yang bersumber dari flora, fauna, serangga atau burung-burung yang tinggal hutan.

3. Siklus Air akan Terganggu

Dampak kerusakan hutan yang lain adalah terganggunya sikklus air.

Kita tahu bahwa pohon memiliki peranan yang penting dalam siklus air, yaitu menyerap curah hujan serta menghasilkan uap air yang nantinya akan dilepaskan ke atmosfer.

Dengan kata lain, semakin sedikit jumlah pohon yang ada di bumi, maka kandungan air di udara yang nantinya akan dikembalikan ke tanah dalam bentuk hujan juga sedikit.

Selain itu, pohon juga berperan dalam mengurangi tingkat polusi air, yaitu dengan mengurangi polutan dan menghentikan pencemaran.

Jumlah pohon-pohon yang berkurang di hutan akibat kegiatan deforestasi dapat mengurangi efektivitas hutan guna menjalankan fungsinya dalam menjaga tata letak air.

4. Menyebabkan Banjir, Erosi Tanah dan Longsor

Banjir dan erosi tanah adalah dampak kerusahan hutan yang sangat sering terjadi.

Bahkan setiap tahun banjir dan longsor sudah menjadi langganan di berbagai daerah. World Wildlife Fund (WWF) mengungkapkan bahwa sejak tahun 1960, lebih dari sepertiga (33%) bagian lahan subur di bumi telah musnah akibat kegiatan deforestasi.

Kita tahu bahwa pohon memegang peranan penting untuk menghalau berbagai bencana seperti terjadinya banjir dan tanah longsor.

Pohon yang berkurang akibat kerusakan hutan, maka pada saat musim hujan tanah tidak bisa menyerap dengan baik tumpahan air hujan dan mengakibatkan besarnya laju aliran air di permukaan. Akhirnya akan terjadi banjir bandang.

Selain itu, air hujan dapat mengangkut partikel-partikel tanah sehingga menimbulkan erosi tanah atau tanah longsor.

5. Mengakibatkan Kekeringan

Apabila banjir dan tanah longsor termasuk efek negatif kerusakan hutan di musim penghujan, kekeringan adalah dampak kerusakan hutan yang perlu kita waspadai pada musim kemarau.

Karena luasan hutan yang terus berkurang menyebabkan daya serap tanah menipis.

Situasi semacam ini berimbas buruk pada musim kemarau. Kekeringan yang timbul berawal dari cadangan air yang tidak cukup di musim penghujan.

Kondisi kekeringan yang sering kita dengan di berita atau bahkan kita rasakan disebabkan karena pohon yang bertindak sebagai tempat penyimpan cadangan air tanah berkurang signifikan.

6. Rusaknya Ekosistem Darat dan Air

Hutan menjadi habitat bagi berbagai jenis spesies hewan dan tumbuh-tumbuhan. Ini berarti hutan merupakan salah satu sumber daya alam hayati yang terdapat di bumi.

Kegiatan deforestasi dan pembukaan hutan secara semena-mena dapat mengakibatkan kerusakan dan kepunahan bagi kekayaan alam tersebut.

Dampak kerusakan hutan yang terjadi akan menyebabkan banjir dan erosi tanah yang dapat mengangkut partikel-partikel tanah menuju ke laut. Pada akhirnya akan mengalami proses sedimentasi atau pengendapan di sana.

Pengendapan tanah yang berlebihan tentu saja dapat merusak ekosistem di lautan, seperti terumbu karang.

7. Mengakibatkan Abrasi di Pesisir

Selain merusak ekosistem lautan, dampak kerusakan hutan lain di area pesisir adalah abrasi atau pengikisan pasir pantai dan tanah akibat pasang-surut serta gelombang air laut.

Eksploitasi hutan secara liar yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab tidak hanya terjadi di kawasan hutan yang pegunungan saja. Kegiatan tersebut juga bisa dilakukan terhadap hutan-hutan mangrove yang berfungsi untuk melindungi pantai dari terjangan gelombang dan badai yang berada di pesisir pantai.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan akan berakibat terjadinya abrasi pantai dan mengancam kehidupan masyarakat pesisir seperti yang terjadi di pantai utara dan pesisir selatan pulau Jawa.

8. Dampak Kerusakan Hutan akan Mempengaruhi Kegiatan Perekonomian Masyarakat

Hutan merupakan salah satu sumber kekayaan alam dan dimanfaatkan oleh 350 juta penduduk dunia menggantungkan hidup mereka dari hasil hutan.

Jika hutan rusak, maka sumber penghasilan, pangan, dan obat-obatan mereka pun akan terganggu.

Kerusakan hutan bisa menyebabkan tanah menjadi tandus, sehingga akan sulit dipergunakan untuk bercocok tanam.

Selain itu, kerusakan hutan bisa memicu terjadinya berbagai macam bencana yang pada akhirnya akan menimbulkan kerugian, baik itu kerugian material maupun non material.

Banyak orang yang kehilangan lahan, tempat tinggal, maupun anggota keluarga akibat bencana seperti banjir dan tanah longsor.

9. Mempengaruhi Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Hutan

Terjadinya erosi tanah sebagai akibat kerusakan hutan dapat mengangkut partikel-partikel tanah yang mengandung zat-zat berbahaya seperti pupuk organik memasuki danau, sungai, maupun sumber air lainnya.

Ini akan berakibat penurunan kualitas air yang berada di daerah tersebut. Dengan kualitas air yang buruk akan berdampak pada tingkat kesehatan yang buruk pula.

Dari uraian di atas, kita bisa tahu bahwa hutan memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi kehidupan makhluk-makhluk di sekitarnya, khususnya bagi manusia.

Untuk itu, sangatlah penting bagi kita untuk selalu berupaya menjaga hutan kita agar dampak kerusakan hutan yang mengerikan tidak terjadi.

Kita juga harus mengupayakan dampak kerusakan hutan bagi manusia dan lingkungan hidup berkurang.

Mau ikut berperan melestarikan hutan Indonesia?

LindungiHutan.com adalah sebuah platform penggalangan dana dan kolaborasi untuk pelestarian kawasan hutan dengan reforestation dan afforestation di lebih dari 35 daerah se-Indonesia.

Pelajari tentang LindungiHutan

Download Ebook “Tanam Kini, Tuai Nanti” Gratis