Connect with us

Hutanpedia

Hutan Mangrove: Ciri-ciri, Fungsi dan Manfaatnya (Terbaru)

Logo LindungiHutan - Green - Square - 1280 x 1280 pixels - PNG

Published

on

Pengertian hutan mangrove, ciri-ciri, manfaat, fungsi dan fakta menarik hutan mangrove.

Siapa sih yang tidak tahu dengan hutan mangrove? Salah satu subjek utama bagi pengembangan lingkungan di Indonesia. Lalu bagaimana pengertian, karakteristik, fungsi dan manfaat dari hutan tersebut ya?

Hutan mangrove adalah jenis hutan yang terdiri atas formasi dari tumbuhan yang spesifik, dan umumnya dijumpai tumbuh dan berkembang pada kawasan pesisir yang terlindung di daerah tropika dan subtropika.

Kata mangrove sendiri berasal dari perpaduan antara bahasa Portugis yaitu mangue, dan bahasa Inggris yaitu grove.

Dalam bahasa Portugis, kata mangrove dipergunakan untuk individu jenis tumbuhan, dan kata mangal dipergunakan untuk komunitas hutan yang terdiri atas individu-individu jenis mangrove.

Sedangkan dalam bahasa Inggris, kata mangrove dipergunakan baik untuk komunitas pohon-pohonan atau rumput-rumputan yang tumbuh di kawasan pesisir maupun untuk individu jenis tumbuhan lainnya yang tumbuh yang berasosiasi dengannya.

Contoh jenis mangrove yang umum ditemui di Indonesia adalah pohon dari spesies bakau.

Hutan mangrove di Indonesia sekitar 8,6 juta hektar, terdiri atas 3,8 juta hektar di dalam kawasan hutan dan 4,8 juta hektar di luar kawasan hutan.

Kerusakan hutan mangrove di dalam kawasan hutan sekitar 1,7 juta hektar atau 44,73 persen dan kerusakan di luar kawasan hutan 4,2 juta hektar atau 87,50 persen, antara tahun 1982-1993 telah terjadi pengurangan hutan mangrove seluas 513.670 ha atau 46.697 ha per tahunnya.

Hutan mangrove menjadi salah satu subjek utama bagi pengembangan lingkungan di Indonesia. Banyak lembaga sosial yang bergerak dalam bidang lingkungan terus mensosialisasikan manfaat mangrove. Kondisi ini mendukung kesadaran masyarakat bahwa mangrove memang penting untuk melindungi lingkungan.

Pelestarikan kawasan mangrove adalah usaha yang sangat baik untuk menstabilkan kondisi lingkungan dan menyelamatkan semua habitat di hutan mangrove. Kawasan mangrove dapat ditemui di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Kabupaten Bangka–Belitung.

Baca juga: Ciri-ciri dan Manfaat Pohon Beringin yang Tidak Kamu Sadari

Pengertian Hutan Mangrove Menurut Para Ahli

Secara umum, Saenger menjelaskan pengertian hutan mangrove adalah sebagai suatu formasi hutan yang dipengaruhi oleh adanya pasang-surut air laut, dengan keadaan tanah yang anaerobik.

Sedangkan Sukardjo, mendefinisikan hutan mangrove merupakan sekelompok tumbuhan yang terdiri atas berbagai macam jenis tumbuhan dari famili yang berbeda. Namun memiliki persamaan daya adaptasi morfologi dan fisiologi yang sama terhadap habitat yang dipengaruhi oleh pasang surut.

Pengertian lainnya dikemukakan oleh Soerianegara yang memberi definisi hutan mangrove sebagai hutan yang terutama tumbuh pada lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai dan eksistensinya selalu dipengaruhi oleh air pasang-surut. Hutan mangrove terdiri dari beragam jenis tumbuhan dari genus Avicennia, Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, Lumnitzera, Excoecaria, Xylocarpus, Scyphyphora dan Nypa.

Tomilinson mendefinisikan mangrove sebagai tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang-surut maupun sebagai komunitas.

Ciri-ciri Hutan Mangrove

Setiap jenis hutan tentulah berbeda antara satu dengan yang lainnya. Jika suatu hutan tidak berbeda satu dengan yang lainnya, tentu tidak akan ada jenis- jenis hutan.

Setiap hutan pasti mempunyai karakteristik atau ciri-cirinya masing- masing, begitu pula dengan hutan mangrove ini. Hutan mangrove mempunyai karakteristik atau ciri- ciri tertentu.

Beberapa karakteristik atau ciri- ciri yang dimiliki oleh hutan mangrove ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Didominasi oleh tumbuhan mangrove atau tumbuhan bakau, yakni tumbuhan yang mempunyai akar mencuat ke permukaan,
  • Tumbuh di kawasan perairan payau, yakni perairan yang terdiri atas campuran air tawar dan air asin,
  • Sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut,
  • Keberadaannya terutama di daerah yang mengalami pelumpuran dan juga terjadi akumulasi bahan organik,
  • Seringkali termasuk jenis hutan homogen karena tumbuhan yang hidup relatif berasal dari genus yang sama.

Persebaran Hutan Mangrove di Indonesia

Di Indonesia, hutan mangrove tumbuh dan tersebar di seluruh daerah, mulai dari pulau Sumatera sampai dengan pulau Irian. Kawasan mangrove dapat ditemui di beberapa daerah di Indonesia, seperti di kabupaten Bangka–Belitung bahkan Jakarta.

Baca juga: Cerita Perjuangan Pak Ujang dan Rekan-rekan Jaga Kelestarian Hutan Mangrove Jakarta

Luas hutan mangrove diperkirakan sekitar 4,25 juta hektar, sedangkan menurut laporan GIESENluas hutan mangrove pada tahun 1993 diperkirakan sekitar 2,49 juta hektar.

Dari seluruh hutan mangrove yang ada di Indonesia tersebut, ditemukan sekitar 202 jenis tumbuhan yang hidup pada hutan mangrove, yakni meliputi 89 jenis pohon, 5 jenis palm, 19 jenis pemanjat, 44 jenis terna, 44 jenis epifit, 1 jenis paku-pakuan.

Sebanyak 43 spesies merupakan jenis tumbuhan mangrove sejati, sementara jenis lainnya merupakan jenis tumbuhan yang biasanya berasosiasi dengan hutan mangrove.

Apabila dikelompokkan lagi, dari total 43 jenis mangrove tersebut, 33 jenis termasuk klasifikasi pohon dan sisanya adalah termasuk jenis perdu. Sedangkan menurut Sukardjo, jenis tumbuhan mangrove di Indonesia tercatat sebanyak 75 jenis.

Manfaat Hutan Mangrove

Keberadaan dan kelestarian hutan mangrove mempunyai peran yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir.

Berikut ini beberapa manfaat hutan mangrove antara lain yaitu:

1. Menyediakan Nutrisi bagi Makhluk Hidup

Tanaman bakau memiliki nutrisi yang baik untuk lingkungan sekitarnya. Bakau atau Rhizophora sp., merupakan salah satu spesies penyusun kawasan mangrove.

Bakau merupakan jenis yang dominan menyusun ekosistem mangrove dan umum ditemukan di garis pantai, yang cenderung lebih dekat ke laut dari pada ke darat.

Pohon bakau termasuk komponen penyusun kelompok tanaman mangrove yang memiliki tipe perakaran tunjang untuk sebagai bentuk adaptasi dari habitat yang mengalami fluktuasi perendaman air karena adanya pasang surut. Keberadaan tanaman ini sama sekali tidak mengganggu keseimbangan dari ekosistem yang ada di tepi pantai.

Terlebih lagi, pohon bakau justru memberikan nutrisi berupa kesuburan tanah yang ada disekitarnya, karena tempat tumbuhnya tanaman bakau berada diantara dataran dan lautan.

Pada saat air laut pasang, tanaman ini akan terlihat sedang berada di laut. Sedangkan pada saat surut, tanaman ini akan terlihat berada di dataran. Letak dari tanaman bakau dipengaruhi oleh jarak tumbuhnya antara daratan dan lautan.

2. Menjernihkan Air dan Menjaga Salinitas Garam

Akar tanaman mangrove berperan tidak hanya sebagai alat bernafas tanaman saja. Namun, fungsi akar tersebut juga bisa menangkap endapan dan membersihkan kandungan zat kimia dalam air yang berasal dari daratan menuju laut.

3. Menyediakan Berbagai Kebutuhan Obat Tradisional

Beberapa bagian tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obat. Kulit batang pohon ini dapat digunakan sebagai pengawet, obat gatal, dan obat radang.

Tanaman mangrove juga dipercaya bisa mengobati gigitan ular, rematik, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan lainnya. Getah tanaman ini juga bermanfaat untuk mengobati sakit akibat sengatan hewan laut.

Namun, ketika getah tanaman tersebut juga bisa menyebabkan kebutaan sementara apabila terkena mata. Sehingga penggunaan sebagai obat harus hati-hati.

4. Mencegah Abrasi dan Erosi Tanah

Sistem perakaran mangrove yang kompleks, rapat, dan lebat dapat menangkap sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari daratan. Proses ini akan membuat air laut menjadi bersih serta memelihara kehidupan padang lamun dan terumbu karang.

Selain memiliki banyak manfaat, hutan mangrove juga memiliki fungsi yang besar bagi kehidupan manusia. Terutama karena akar tanaman mangrove yang kuat mampu menopang tanah di sekitar pesisir agar tidak terbawa arus pasang-surut dan ombak.

Baca juga: Manfaat Pohon Cemara, Jenis dan Ciri-ciri Cemara

Fungsi Hutan Mangrove

Selain memiliki beragam manfaat, hutan mangrove ternyata mempunyai fungsi yang krusial bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar hutan.

Berikut ini penjelasan fungsi-fungsi hutan mangrove antara lain yaitu:

A. Fungsi Fisik

1.Menjaga garis pantai agar tetap stabil. Melindungi pantai dan sungai daerah erosi dan abrasi.

  1. Menahan angin kencang dari laut.
  2. Menahan proses penimbunan lumpur.
  3. Menjaga wilayah penyangga dan menyaring air laut menjadi air tawar di daratan.
  4. Mengolah limbah beracun, menghasilkan oksigen, dan menyerap karbon dioksida.

B. Fungsi Biologis

  1. Menghasilkan bahan pelapukan yang menjadi sumber makanan bagi plankton sehingga dapat menunjang rantai makanan.
  2. Tempat memijah dan berkembang biak ikan, kerang, kepiting, dan udang.
  3. Tempat berlindung, bersarang, dan berkembang biak burung atau satwa lain.
  4. Sumber plasma nutfah dan sumber genetik. Habitat alami bagi berbagai jenis biota.

C. Fungsi Ekonomi

  1. Menghasilkan kayu untuk bahan bakar, arang, dan bahan bangunan.
  2. Menghasilkan bahan baku industri seperti pulp, tanin, kertas, tekstil, makanan, obat-obatan, kosmetik, dan lain sebagainya. Menghasilkan bibit ikan, nener, kerang, kepiting, dan berbagai biota lain.
  3. Tempat wisata, penelitian, dan pendidikan.

Fakta Menarik Hutan Mangrove

Jenis tumbuhan mangrove mampu tumbuh dan berkembang pada lingkungan pesisir yang berkadar garam sangat ekstrim, jenuh air, kondisi tanah yang kurang stabil dan anaerob.

Dengan kondisi lingkungan tersebut, beberapa jenis tumbuhan mangrove mampu mengembangkan mekanisme yang memungkinkan secara aktif untuk mengeluarkan garam dari jaringan.

Sementara itu, organ yang lainnya memiliki daya adaptasi dengan cara mengembangkan sistem akar napas untuk memperoleh oksigen dari sistem perakaran yang hidup pada substrat yang anaerobik.

Disamping itu, beberapa jenis tumbuhan mangrove seperti Rhizophora sp., Bruguiera sp., Avicennia sp. dan Ceriops sp. mampu berkembang dengan menggunakan buah (propagul) yang sudah berkecambah sewaktu masih menempel pada pohon induknya atau disebut sebagai vivipar.

Tumbuhan tersebut pun mampu hidup pada lingkungan dengan salinitas (kadar garam) tinggi. Avicennia merupakan jenis yang mampu hidup bertoleransi terhadap kisaran salinitas yang sangat besar.

Selain, hutan ini menjadi tempat hidup, flora, terdapat pula keanekaragaman fauna di dalamnya yaitu kepiting, ikan, jenis Molusca, dan lain-lain.

Namun, sebagaimana halnya dengan jenis tumbuhan lainnya, mangrove ini tetap membutuhkan air tawar secara normal, unsur hara dan oksigen.

Baca juga: 10+ Tanaman Konservasi untuk Lahan Gambut

FAQ

Apa itu Hutan Mangrove?

Hutan mangrove adalah jenis hutan yang didominasi oleh tanaman-tanaman mangrove dan berada di kawasan pesisir atau bibir pantai yang menjadi tempat pertemuan air tawar dan air laut.

Apa Fungsi Hutan Mangrove?

Fungsi hutan mangrove terbagi menjadi 3 macam yaitu fungsi fisik, biologis dan ekonomi. Kita telah mengulas contoh-contohnya dalam pembahasan ini.

Di Mana Hutan Mangrove dapat Ditemukan di Indonesia?

Di Indonesia, jenis hutan ini tersebar di seluruh daerah. Sebagian hutan ini juga menjadi kawasan ekowisata dan daerah edu-wisata seperti hutan mangrove PIK, Jakarta Utara.

Penulis: Sintiami Ramadhani

Editor: M. Nana Siktiyana

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

  1. Bila

    18/08/2022 at 12:55

    Assalamu’alaikum izin save and share ttg manfaat jamu dari halaman ini ya kak. Terimakasih

  2. Rafael

    10/10/2022 at 11:23

    buat bahan IPS 👍 👍 👍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sedekah Pohon LindungiHutan