Powered by ProofFactor - Social Proof Notifications

Konservasi Adalah: Pengertian, Tujuan dan Manfaatnya (2022)

Konservasi merupakan kata-kata ajaib dalam dunia lingkungan dan kehutanan, tapi tidak banyak orang yang memahami makna konservasi. Artikel ini mengulas pengertian hingga manfaat konservasi LENGKAP
Konservasi adalah: pengertian, ruang lingkup, tujuan dan manfaat konservasi secara ekologi dan ekonomi.

Kita pasti tidak asing mendengar kata “konservasi” di dalam ruang lingkup lingkungan hidup dan kehutanan. Tapi tidak banyak orang yang memahami pengertian, tujuan dan manfaat konservasi.

Secara ringkas, konservasi adalah metode dan usaha untuk memanfaatkan sumberdaya yang tersedia agar terjamin keberlanjutannya di masa mendatang.

Konservasi Adalah Upaya Perlindungan

Konservasi memiliki arti sempit perlindungan. Istilah “konservasi” berasal dari kata conservation yang mengandung makna kata con- (together) dan servare (keep/save) yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya (keep/save what you have) dengan bijaksana (wise use).

Sedangkan dalam arti luas, pengertian konservasi adalah upaya, langkah dan metode pengelolaan dan penggunaan biosfer secara bijaksana agar memperoleh keuntungan terbesar secara lestari untuk generasi sekarang dengan tetap terpelihara potensi untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi yang akan datang.

Penggunaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam jumlah dan waktu yang lama menyebabkan munculnya konsep konservasi. Harapannya, dengan tindakan konservasi yang tepat dapat menjaga kesejahteraan manusia secara berkelanjutan.

Cakupan konservasi menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) meliputi manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia. Tujuan utamanya yaitu tercipta kualitas kehidupan manusia yang meningkat. Langkah-langkah termasuk dalam kegiatan manajemen konservasi yaitu survei, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan.

Baca juga: Perbedaan Konservasi, Preservasi, Restorasi dan Revitalisasi Terlengkap

Ruang Lingkup Konservasi

Ruang lingkup konservasi bukan hanya sebatas sumber daya alam berupa flora dan fauna. Tapi lingkup upaya konservasi mencakup aspek-aspek lain yaitu:

1. Konservasi Satwa Liar

Kegiatan pelestarian dan perlindungan hewan dan habitatnya untuk memastikan generasi mendatang dapat melihat dan mengetahui keadaan alami dan spesies yang hidup di dalamnya.

Dengan mempelajari dan memahami ekosistem satwa liar, kita dapat melindungi dan menjaga habitat mereka. Manfaatnya secara langsung dan tidak langsung berpengaruh pada keadaan dan kualitas lingkungan dan manusia.

2. Konservasi Ekologi

Konservasi ekologi adalah upaya menjaga keseimbangan ekosistem yang dapat berubah dengan memastikan jumlah populasi spesies fauna yang terancam, hampir punah atau berlebihan di alam dan lingkungan aslinya.

Selain itu, konservasi ekologi juga bertujuan untuk memastikan keadaan lanskap dan flora di dalamnya tetap dalam keadaan yang baik.

3. Konservasi Sumber Daya

Pemanfaatan sumber daya oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan tidak bisa dilakukan begitu saja, perlu adanya pembatasan dalam penggunaan sumber daya agar mengurangi tekanan pada persediaan yang sumber daya yang terbatas.

Apabila manusia dibiarkan untuk mengonsumsi barang dan jasa secara semena-mena, keberlangsungan dan kualitas sumber daya yang dipakai akan berkurang atau hilang di masa depan.

4. Konservasi Warisan Budaya

Konservasi tidak sebatas mengenai sesuatu yang alam saja. Tetapi juga buatan manusia seperti warisan budaya, monumen arkeologi, bangunan penting bersejarah, dan lanskap.

Tujuan konservasi warisan budaya untuk meningkatkan kesadaran budaya dan rasa hormat dan adanya upaya melestarikan warisan yang dibangun untuk generasi di masa mendatang.

Tujuan Konservasi

Untuk mewujudkan langkah konservasi yang tepat, kita perlu menentukan strategi dalam pelaksanaannya. Salah satu cara sebelum menyusun strategi konservasi adalah dengan mengetahui tujuan konservasi. Setelah memahami tujuan konservasi, maka pelaksanaannya dapat dilakukan dengan jelas dan terarah.

Dalam Strategi Konservasi Dunia oleh IUCN 1980, tujuan-tujuan konservasi adalah:

  1. Konservasi bertujuan untuk memelihara proses ekologi penting dan sistem pendukung kehidupan,
  2. Melestarikan keanekaragaman genetik,
  3. Upaya konservasi dilakukan guna memastikan pemanfaatan spesies dan ekosistem yang berkelanjutan.

Secara umum, tujuan konservasi adalah sebagai berikut:

  1. Memelihara dan melindungi tempat-tempat yang dianggap berharga agar tidak hancur, berubah atau punah,
  2. Melindungi benda-benda cagar alam yang dilakukan secara langsung seperti membersihkan, memelihara, dan memperbaiki secara fisik atau dari faktor lingkungan yang dapat merusak benda-benda tersebut,
  3. Memanfaatkan kembali bangunn atau tempat yang fungsinya sudah tidak dipergunakan dengan cara memperbarui atau mengembalikan fungsinya seperti semula sehingga dapat mencegah terjadinya kegiatan pembukaan baru yang bersifat mengalihkan fungsi awalnya.

Pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 menetapkan Hari Konservasi Alam Nasional setiap tanggal 10 Agustus. Peringatan ini merupakan salah satu upaya dalam mengingatkan masyarakat bahwa konservasi adalah bagian penting dalam pembangunan.

Sehingga konservasi alam senantiasa berlanjut dan dipertahankan untuk pemenuhan kebutuhan di masa sekarang dan mendatang.

Baca juga: Pengertian Hutan Konservasi, Jenis-jenis dan Fungsi Hutan Konservasi LENGKAP

Manfaat Konservasi

Seperti ruang lingkup konservasi yang beragam, manfaat konservasi juga bervariasi. Fungsi dan kegunaan konservasi dapat dibagi menjadi 2 aspek yaitu manfaat ekologi dan ekonomi.

Berikut ini penjelasan masing-masing aspeknya yaitu:

1. Manfaat Konservasi Secara Ekologi

Manfaat konservasi yang bisa diperoleh terhadap ekosistem, diantaranya sebagai berikut:

  • Melindungi kekayaan ekosistem alam dan memelihara proses–proses ekologi maupun keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan,
  • Melindungi berbagai spesies flora dan fauna yang langka atau hampir punah,
  • Melindungi ekosistem dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam, mikroorganisme dan lain-lain,
  • Menjaga kualitas lingkungan supaya tetap terjaga, dan lain sebagainya,
  • Mencegah kerugian yang diakibatkan oleh suatu sistem penyangga kehidupan. Contohnya ketika adanya kerusakan hutan lindung, maka akan menimbulkan kerusakan yang berdampak pada bencana.

2. Manfaat Konservasi Secara Ekonomi

Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumber daya alam untuk sekarang, dan terus berlanjut hingga masa mendatang.

Manfaat ekonomi dari upaya konservasi adalah sebagai berikut:

  • Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya memerlukan sumber daya alam, tetapi karena adanya keterbatasan dari kuantitas maupun kualitas diperlukan pengelolaan sumber daya alam yang baik dan bijaksana.
  • Pembangunan yang terus berlanjut tidak dapat terhindarkan dari sumber daya yang ada. Konsep pembangunan berkelanjutan timbul dan berkembang karena timbulnya kesadaran bahwa pembangunan ekonomi dan sosial tidak dapat dilepaskan dari kondisi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Konservasi akan menjaga dan mengelola SDA, sehingga menjadi penting dan strategis dalam konteks pembangunan nasional.
  • Jika kondisi lingkungan menurun maka akan berdampak juga pada perekonomian masyarakat. Contohnya jika semakin rusaknya DAS, hilangnya sumber-sumber air dan semakin menurunnya kualitas air sungai dan laut. Dampak langsung yang terlihat nyata merugikan seperti terjadinya bencana kekeringan, banjir dan longsor di berbagai daerah yang menelan korban manusia, merusak/mengganggu fungsi infrastruktur yang sudah terbangun, dan memperburuk akses terhadap air bersih.

Upaya Strategi Konservasi Indonesia

Kegiatan perlindungan atau konservasi di Indonesia pada awalnya berkaitan dengan aktivitas Dr. Sijfert Hendrik Koorders pada tahun 1863-1919. Tujuan awal Koorders yaitu membuat peraturan tentang hasil penelitian yang dilakukan pada jenis satwa dan tumbuhan di Indonesia.

Dr. Sijfert Hendrik Koorders merupakan seorang botanis yang merupakan pendiri Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Belanda (Nederlandsch Indische Vereeniging tot Natuurbescherming) yang berdiri pada 22 Juli 1912.

Kemudian organisasi tersebut mempelopori dan mengusulkan kawasan dan jenis flora fauna untuk dikonservasi. Ketika Indonesia merdeka, terbentuk Lembaga Pengawetan Alam yang merupakan bagian dari Pusat Penyelidikan Alam Kebun Raya Bogor.

Kemajuan dalam bidang perlindungan dan pengawetan alam meluas hingga muncul Taman Nasional sebagai salah satu bentuk konservasi.

Strategi Konservasi Alam di Indonesia sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU No. 23 Tahun 1997) yang sekarang Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH.

Berikut ini beberapa poin-poin penting dalam peraturan di atas yaitu:

  • Strategi konservasi sumber daya alam disusun dengan maksud untuk memberikan pedoman kepada para pengelolaan sumber daya alam dalam menggunakan sumber daya alam tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pembangunan.
  • Menurut Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, disebutkan bahwa kewenangan daerah mencakup kewenangan dalam seluruh bidang pemerintahan kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter, dan fiskal, agama serta kewenangan lain.
  • Kewenangan lain yang dimaksud meliputi kebijaksanaan antara lain tentang pendayagunaan sumber daya alam serta konservasi. Kebijakan ini dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2004 tentang Tugas Pemerintah yang berkaitan dengan konservasi sumber daya hayati.

Baca juga: CSR Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Manfaat Corporate Social Responsibility

FAQ

Apa itu Konservasi?

Konservasi adalah upaya memanfaatkan dan memelihara sumber daya yang kita miliki dengan bijaksana sehingga dapat terus dimanfaatkan dan berlanjut hingga masa mendatang.

Apa Manfaat Konservasi?

Konservasi memiliki manfaat dari segi ekologi dan ekonomi. Secara ekologi, salah satu manfaat konservasi adalah menjaga keberlanjutan sumber daya berupa flora dan fauna saat ini hingga masa mendatang. Penjelasan lengkap manfaat konservasi telah kita ulas pada pembahasan kali ini.

Baca juga: Pengertian Konservasi In Situ dan Ex Situ, Perbedaan dan Contoh-contohnya di Indonesia

Penulis: Ridha Rizkiana

Editor: M. Nana Siktiyana

Dapatkan Ebook GRATIS dari LindungiHutan

Tim riset LindungiHutan telah menyusun ebook gratis tentang tata cara menanam pohon dari pemilihan benih hingga penananam. Download ebook GRATIS ini tanpa perlu mengisi data apapun, cukup klik link di bawah ini.