Connect with us

Hutanpedia

Meniran, Tanaman Berdaun Kecil yang Punya Manfaat Besar untuk Kesehatan

Published

on

serba-serbi meniran.

Siapa yang sudah pernah melihat tanaman meniran? Sudahkah kamu tahu, bahwa tanaman tersebut merupakan obat tradisional di Indonesia.

Dikenal sebagai tanaman obat, meniran (Phyllanthus niruri L.) kerap dijadikan alternatif untuk mengobati penyakit berat hingga berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh.

Sebagai masyarakat awam, tentu banyaknya jenis tanaman obat di Indonesia tak jarang membuat kita kesulitan untuk membedakannya. Apalagi ketika membahas tanaman meniran, yang daunnya sering disamakan dengan daun tanaman kelor.

Oleh karena itu, sebelum membahas tentang manfaat dan  cara mengonsumsi daun meniran. Maka, ada baiknya penulis menyajikan dulu perbedaan daun meniran dengan daun kelor agar tergambar jelas perbedaan kedua daun tersebut.

Perbedaan Daun Meniran dengan Daun Kelor

Daun meniran.
Sekilas mirip dengan daun kelor, tetapi ketika dilihat dari dekat ternyata berbeda.

Sejatinya, meniran dan kelor merupakan tanaman asli Indonesia yang kerap dijadikan obat herbal. Karena, daun dari kedua tanaman tersebut dikenal memiliki senyawa aktif flavonoid yang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. 

Sementara dari segi bentuk, daun dari tanaman meniran dan kelor sama-sama memiliki bentuk seperti bulat telur. Meskipun, kedua daun tersebut memiliki bentuk oval. Namun, daun meniran memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan dengan daun kelor.

tumbuhan meniran.
Gambar tumbuhan meniran.

Perbedaan daun meniran dengan daun kelor juga dapat terlihat dari segi warna. Daun meniran memiliki warna hijau, yang bagian bawah helaiannya terdapat bintik samar berwarna merah. Sementara, daun kelor hanya memiliki warna hijau yang akan mengalami perubahan warna hijau muda ke hijau tua ketika tanamannya beranjak dewasa.

Adapun, klasifikasi ilmiah dari pohon meniran dan pohon kelor secara umum dapat dibedakan sebagai berikut:

Klasifikasi IlmiahPohon MeniranPohon Kelor
KingdomPlantaePlantae
DivisiSpermatophytaMagnoliophyta
KelasDicotyledoneaeMagnoliopsida
FamiliEuphorbiaceaeMoringaceae
GenusPhyllanthusMoringa
SpesiesPhyllanthus niruri L.Moringa oleifera Lam
Tabel klasifikasi pohon meniran dan kelor secara umum.

Baca juga: Kantong Semar, Tumbuhan Unik Pemakan Serangga di Indonesia

Manfaat Meniran untuk Mengobati apa saja?

Daun meniran memiliki rasa agak asam dan pahit dengan sensasi yang mendinginkan. Namun, di balik rasanya yang mungkin kurang nikmat, daun tersebut memiliki khasiat bagi tubuh manusia.

Khasiat meniran terbukti secara ilmiah sebagai tanaman imunomodulator. Hal tersebut terbukti dari dipatenkannya meniran sebagai obat stimuno (Aldi, Yufri dkk, 2014)

Selain meningkatkan daya tahan tubuh berkat senyawa aktif flavonoid dalam daun meniran. Daun tersebut juga diketahui memiliki khasiat mengobati beberapa penyakit pada tubuh manusia. Berikut khasiat meniran bagi kesehatan:

1. Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis merupakan penyakit yang ditandai dengan munculnya benda keras terbentuk di dalam ginjal. Ukurannya bisa mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar kacang polong. 

Penyebab penyakit batu ginjal bermacam-macam dan tidak memandang jenis kelamin. Kekurangan minum air putih menjadi salah satu yang dapat menyebabkan batu ginjal.  

Dalam kasus batu ginjal yang belum terlalu parah, selain disembuhkan dengan perawatan medis maka daun meniran dapat menjadi salah satu pengobatan herbal. 

Dikutip dari Tempo.co (21/4/2022) disebutkan, bahwa kandungan basa dalam meniran dapat melawan batu ginjal yang bersifat asam. Selain itu kandungan zat alkali dan kalium sitrat dalam tanaman tersebut juga membantu mengeluarkan urin.

Pasca pengobatan, minum air putih yang cukup dapat menjadi salah satu cara membantu ginjal bekerja dengan lebih baik. Sehingga, menghindari terjadinya penggumpalan limbah dan cairan dalam ginjal di kemudian hari.

2. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang banyak memengaruhi manusia. World Health Organization (WHO) menyebutkan, bahwa angka kasus hipertensi terus meningkat secara global hingga diprediksi sekitar 29 persen orang dewasa diseluruh dunia akan mengidap tekanan darah tinggi pada tahun 2025 (Aulia, 2017).

Seseorang bisa dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darahnya melebihi 140/100 mmHg saat berpuasa atau bisa mencapai 180 mmHg setelah makan. Untuk menurunkan tekanan darah menjadi normal maka daun meniran menjadi salah satu solusinya.

Daun meniran mengandung methyl brevifolin carboxylate yang bisa melemaskan pembuluh darah. Khasiat daunnya yang mencegah penyumbatan membuat aliran darah di tubuh berjalan lancar. Sehingga, jantung tak perlu bekerja terlalu keras saat memompa darah dan risiko hipertensi pun bisa dicegah.

3. Liver

Penyakit liver merupakan gangguan pada fungsi maupun fisiologis organ hati. Liver atau hati berada tepat di bagian bawah tulang rusuk pada sisi kanan perut manusia. 

Organ hati berukuran menyerupai bola yang bekerja paling keras dalam tubuh. Hal ini karena, organ terbesar dalam tubuh tersebut secara terus-menerus berfungsi untuk menyaring dan memurnikan darah. 

Gangguan fungsi hati dapat disebabkan oleh banyak hal. Penyebab sakit liver bisa diawali oleh infeksi virus maupun penyalahgunaan alkohol, seperti konsumsi alkohol berlebihan. Selain itu, obesitas memiliki hubungan erat dengan penyakit hati.

Dalam kasus penyakit liver yang belum terlalu parah, selain disembuhkan dengan perawatan medis maka daun meniran dapat menjadi salah satu pengobatan herbal. Dikutip dari Liputan6.com (5/3/2020), bahwa khasiat meniran dapat menyembuhkan gangguan fungsi hati karena ekstrak tanamannya mampu melindungi sel-sel hati.

4. Asam Urat

Asam urat atau gout merupakan salah satu jenis radang sendi yang terjadi karena kadar asam urat terlalu tinggi di dalam tubuh. Penyakit tersebut dapat timbul salah satunya karena kebiasaan mengonsumsi makanan mengandung purin tinggi yang berlebihan. Seperti, jeroan, otak sapi, kembang kol, dan hati sapi. 

Dikutip dari Kontan.co.id (23/6/2021), bahwa meniran mengandung flavonoid yang bisa menurunkan asam urat tinggi. Ion natrium dan kalium dalam meniran akan membentuk senyawa garam yang mudah larut dalam air. Dengan begitu kristal asam urat dalam darah dan ginjal dapat keluar dari tubuh melalui urin.

Selama proses pengobatan, jenis makanan yang boleh dikonsumsi saat terkena asam urat di antaranya mengandung asam lemak esensial seperti ikan tuna atau salmon. Lalu, karbohidrat kompleks seperti roti, sereal, pasta, nasi, dan sayur. Tak lupa buah-buahan  seperti ceri, stroberi, blueberry, anggur, dan sebagainya.

5. Sariawan

Sariawan bisa terjadi pada siapa pun, tidak mengenal usia atau jenis kelamin. Penyebab penyakit tersebut juga beraneka ragam, seperti kekurangan vitamin dan mineral, infeksi, stres, lidah tergigit, perubahan hormon, serta alergi.

Meski tampak sepele, sariawan sangat mengganggu karena rasanya perih dan tidak nyaman saat makan. Sariawan ringan biasanya memerlukan pengobatan karena waktu sembuhnya memakan waktu 1 hingga 2 minggu. 

Salah satu alternatif pengobatan sariawan dapat memanfaatkan daun meniran. Khasiat pada daun tersebut, yakni dapat membunuh kuman penyebab sariawan karena kandungan antibiotik di dalamnya.

Supaya sariawan tidak datang kembali, pastikan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian, terutama vitamin B dan vitamin C. Mulai dari mengonsumsi asparagus, kacang-kacangan, paprika, hati sapi, bahkan mencukupi kebutuhan nutrisi harian dengan suplemen vitamin.

Bagaimana Cara Mengonsumsi Daun Meniran?

Buah meniran.
Berikut cara mengonsumsi meniran.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati berpeluang besar mengembangkan riset obat herbal. Daun meniran menjadi salah satu tanaman obat yang tak luput dari pengembangannya.

Pada umumnya, masyarakat memperoleh manfaat daun meniran dengan cara merebus daun tersebut lalu mengonsumsi air rebusannya. Selain itu, menghaluskan daun meniran, lalu memeras hasil tumbukannya hingga menghasilkan air meniran juga menjadi cara mendapatkan khasiat dari tanaman tersebut. 

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, daun meniran juga sudah dapat dikonsumsi dalam bentuk ekstrak yang dikemas dalam butiran kapsul, sirup, hingga bentuk bubuk. Untuk kapsul meniran sendiri maka dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan dengan bantuan air.

Jika mengonsumsi meniran dalam bentuk sirup maka kocok kemasan sebelum dikonsumsi. Gunakan sendok takar yang tersedia dalam kemasan agar dosis yang dikonsumsi tepat. 

Sedangkan, untuk meniran bentuk bubuk, larutkan meniran tersebut ke dalam air sesuai dengan takaran yang dianjurkan pada label. Aduk larutan sampai merata sebelum diminum.

Dilansir dari Sehatq.com (01/03/2023), efek samping mengonsumsi daun meniran perlu diperhatikan kembali. Apalagi, kepada seseorang yang memiliki riwayat penyakit dimana mengharuskannya untuk mengonsumsi jenis obatan tertentu. 

Selain itu, penggunaan tanaman tersebut sebagai obat sebaiknya juga dihindari pada anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca juga: Pohon Dadap Serep, Tumbuhan Herbal Populer yang Kaya Khasiat

Sedangkan, bagi pengguna yang mengonsumsi obat dari daun meniran harus tetap memperhatikan kadar pemakaiannya. Selain itu, pengguna tanaman obat tersebut juga harus memperhatikan faktor makanan dan minuman yang dikonsumsinya agar tetap terjaga seimbang.

FAQ

Manfaat Meniran untuk Mengobati Apa Saja?

Meniran diduga memiliki khasiat mengobati beberapa penyakit seperti batu ginjal, hipertensi, liver, asal urat, dan sariawan.

Bagaimana Cara Mengonsumsi Meniran?

Masyarakat memperoleh manfaat daun meniran dengan cara merebus daun tersebut lalu mengonsumsi air rebusannya. Selain itu, menghaluskan daun meniran, lalu memeras hasil tumbukannya hingga menghasilkan air meniran juga menjadi cara mendapatkan khasiat dari tanaman tersebut. 

Penulis: Yemita Gea

Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan Hanya 10 Ribu Rupiah

LindungiHutan telah dipercaya 40 RIBU sahabat alam untuk menanam pohon dengan mudah, transparan, dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat sekitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rawat Bumi LindungiHutan