Connect with us

Lingkungan

Tumpang Sari, Solusi Keterbatasan Lahan Saat Ini (2022)

Published

on

Serba-serbi sistem tanam tumpang sari.

Pasti kalian sadar kalau lahan pertanian di Indonesia saat ini mengalami penurunan luasan setiap tahunnya. Banyak lahan pertanian yang telah dialihfungsikan, misalnya menjadi areal perumahan, perkantoran, perindustrian, dan sebagainya.

Tak bisa dimungkiri bahwa, kebutuhan pangan masyarakat Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah populasi manusia. Ternyata, tumpang sari bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa membutuhkan banyak lahan.

Lantas, apa itu  tumpang sari? Apakah benar tumpang sari menjadi solusi keterbatasan lahan pertanian saat ini? Yuk, simak penjelasan dibawah ini.

Apa yang Dimaksud dengan Tumpang Sari?

Ilustrasi pola tanam tumpang sari.
Karena diisi oleh berbagai jenis tanaman membuat lahan tampak bervariasi.

Bisa dibilang pengetahuan tentang budidaya pertanian masyarakat dahulu sangat kurang. Sebenarnya, sistem tumpang sari merupakan warisan dari nenek moyang dan masih ada hingga saat ini. Oleh karena itu, tumpang sari sudah menjadi kearifan lokal bagi petani setempat.

Tumpang sari (intercropping) adalah sistem tanam campuran antara dua atau lebih jenis tanaman yang ditanam dalam waktu relatif bersamaan di sebidang tanah yang sama. Penanaman pada sistem tumpang sari dilakukan secara selang-seling dan memiliki jarak tanam yang teratur.

Menurut Setiawan (2009), sebelum melakukan tumpang sari sebaiknya perlu memperhatikan beberapa faktor, yaitu ketersediaan air, kesuburan tanah, cahaya matahari, dan hama penyakit.

Ketersediaan air sangat penting diperhatikan agar pertumbuhan tanaman dan hasil produksi secara optimal. Kesuburan tanah yang dimaksud agar menghindari persaingan antar tanaman (penyerapan air dan unsur hara yang dibutuhkan).

Perakaran tanaman pada tumpang sari lebih baik dikombinasikan dengan jenis tanaman perakaran dangkal dan perakaran dalam, sehingga meminimalisir persaingan antar tanaman.

Setiap tanaman membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Tanaman yang ditumpangsarikan perlu melihat seberapa tinggi dan lebar tajuk antar tanaman, jika cahaya matahari tidak masuk secara merata maka hasil produksi tidak akan maksimal.

Baca juga: Apa Itu Hidroponik? Jenis-Jenis hingga Kelebihan dan Kekurangannya! (2022)

Prinsip Tumpang Sari

Tumpang sari akan berhasil apabila berpedoman pada prinsip yang tidak boleh ditinggalkan, antara lain:

  • Sebaiknya jenis tanaman tumpang sari memiliki periode pertumbuhan yang tidak sama,
  • Apabila jenis tanaman tumpang sari sama umurnya, maka sebaiknya memiliki fase yang berbeda
  • Adanya perbedaan kebutuhan seperti unsur hara, air, kelembaban,  dan intensitas cahaya,
  • Adanya perbedaan kanopi dan tinggi tanaman,
  • Adanya perbedaan perakaran (sifat, luas, dan kedalaman akarnya),
  • Tanaman tidak berpengaruh sebagai alelopati.

Apa Tujuan dari Pola Tanam Tumpang Sari?

Ilustrasi Polikultur.
Ilustrasi pola tanaman tumpang sari.

Adanya tumpang sari memiliki tujuan agar lahan pertanian dengan luasan tertentu dapat memperoleh hasil yang maksimal bagi para petani. Penggunaan pola tanam tumpang sari memiliki tujuan yaitu:

1. Meningkatkan jenis dan jumlah hasil produksi

Dalam satu kali panen, petani dapat menghasilkan beberapa jenis atau hasil produksi tanaman. Petani dapat memperoleh keuntungan lebih banyak dibanding menanam menggunakan pola monokultur.

2. Mengurangi resiko kegagalan panen

Kegagalan panen mungkin pernah dirasakan oleh sebagian besar petani. Kegagalan panen yang dirasakan petani lebih kecil apabila menanam dengan pola tumpang sari dibanding dengan pola monokultur. Apabila gagal dalam satu komoditas maka masih ada komoditas lain yang bisa dipanen.

3. Meningkatkan produktivitas lahan, waktu, dan sumberdaya manusia

Sistem tumpang sari sering digunakan petani dalam skala kecil. Lahan yang sempit dapat dimanfaatkan dengan maksimal dengan sistem tumpang sari, jadi sistem tumpang sari dapat dijadikan solusi agar lahan yang dimiliki petani menghasilkan beragam tanaman. Waktu yang digunakan petani dan tenaga juga lebih efisien, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.

4. Meningkatkan perekonomian masyarakat

Beragam jenis tanaman yang dipanen bertujuan untuk menambah pendapatan masyarakat dengan cara meningkatkan hasil produksi dan menekan biaya produksi yang dikeluarkan.

Apa saja Keuntungan dan Kerugian dari Tumpang Sari?

Pengelolaan lahan menggunakan sistem tumpang sari memiliki banyak keuntungan. Keuntungan dengan adanya tumpang sari antara lain:

  • Mudah dalam memelihara tanaman,
  • Jenis yang dihasilkan beragam,
  • Produktivitas lahan tinggi,
  • Memperkecil risiko gagal panen, 
  • Efisien dalam penggunaan lahan,
  • Hemat dalam menggunakan sarana produksi,
  • Mengurangi populasi hama dan penyakit.

Sementara itu, dari sisi ekologi sistem tumpang sari memiliki keuntungan seperti:

  • Dapat memperkecil erosi,
  • Memperbaiki tata air tanah dengan cara meningkatkan infiltrasi tanah,
  • Menyuburkan tanah dengan memperkaya kandungan unsur hara pada tanah, 
  • Memperbaiki struktur tanah.

Kendati demikian penerapan sistem tanam tumpang sari juga memiliki kekurangan, misalnya:

  • Adanya persaingan antar tanaman dalam mendapatkan unsur hara,
  • Pemilihan komoditas karena permintaan pasar yang tidak menentu sehingga tidak sesuai dengan harga jualnya,
  • Memerlukan tambahan biaya apabila faktor lingkungan seperti ketersediaan air tidak mendukung dengan adanya tumpang sari.

Apa Saja Tanaman Tumpang Sari?

Pemilihan tanaman yang dijadikan tumpang sari dilihat berdasarkan aspek morfologi dan fisiologinya. Misalnya sistem perakarannya, bentuk tajuk, dan lintasan fotosintesisnya, sehingga hasil produksi dapat dimaksimalkan.

Menurut Odum (1983), tanaman yang dipilih sebagai tanaman tumpang sari adalah tanaman yang berbeda dalam kebutuhan zat hara, hama dan penyakit, dan faktor-faktor lainnya.

Mayoritas petani memilih tanaman jagung, singkong, dan kacang tanah sebagai tanaman tumpang sari. Tanaman kedelai dan jagung bisa ditumpangsarikan maupun ditanam secara monokultur.

Ada kacang tanah dan jagung, kacang tanah termasuk kedalam tanaman C3 dan jagung termasuk kedalam tanaman C4. Tanaman C3 adalah tanaman yang memiliki kemampuan adaptif pada lingkungan yang kaya CO2, sedangkan tanaman C4 adalah tanaman yang mampu menyesuaikan diri pada lingkungan kering dan panas.

Menurut Smeltekop dkk (2002), kacang tanah dalam sistem intercropping dapat menyumbang nitrogen pada tanah. Oleh sebab itu, kacang tanah sering kali dijadikan salah satu tanaman tumpang sari.

Menurut Beets (1982), tanaman jagung dapat ditumpangsarikan dengan tanaman lain misalnya padi gogo, sayuran, atau palawija. Hal ini dilakukan dengan tujuan penganekaragaman jenis tanaman, mengurangi resiko kegagalan panen, dan meningkatkan intensitas tanam.

Beberapa kombinasi lain yang dapat ditumpangsarikan antara lain jagung -ketela pohon, jagung –  cabe rawit, ketela pohon – kacang panjang, kacang tanah – kacang hijau, kacang tanah – talas, kacang panjang – cabe rawit, pisang – turi, pisang – pepaya – turi, ketela pohon dan kunyit, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Tutorial Singkat Berkebun di Rumah, Cocok untuk Pemula (2022)

Keterbatasan lahan pertanian saat ini bukan berarti hambatan yang tidak ada jalan keluarnya. Buktinya tumpang sari dinilai efektif dan berjalan hingga saat ini. Budidaya dengan sistem tumpang sari bisa menjadi solusi bagi petani yang memiliki keterbatasan lahan, akan tetapi harus dilakukan dengan sistem yang benar.

FAQ

Apa itu pola tanam tumpang sari?

Tumpang sari (intercropping) adalah sistem tanam campuran antara dua atau lebih jenis tanaman yang ditanam dalam waktu relatif bersamaan di sebidang tanah yang sama

Apa saja kombinasi tanaman yang dapat ditumpangsarikan?

Beberapa kombinasi lain yang dapat ditumpangsarikan antara lain jagung -ketela pohon, jagung –  cabe rawit, ketela pohon – kacang panjang, kacang tanah – kacang hijau, kacang tanah – talas, kacang panjang – cabe rawit, pisang – turi, pisang – pepaya – turi, ketela pohon dan kunyit, dan masih banyak lagi.

Penulis: Ana Salsabila

Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan Hanya 10 Ribu Rupiah

LindungiHutan telah dipercata 40 RIBU sahabat alam untuk menanam pohon dengan mudah, transparan, dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat sekitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Sedekah Pohon LindungiHutan