Connect with us

Tim Kami

Faris Setiawan: UI Designer dan Fitur Baru di LindungiHutan (2022)

Published

on

Kenalan dengan UI Designer LindungiHutan Faris Setiawan.

Kalau di artikel sebelumnya kita pernah membahas sosok di balik admin LindungiHutan, kali ini hadir orang yang bertanggung jawab dengan desain dan tampilan website lindungihutan.com.

Mungkin kamu pernah berdonasi, membuat kampanye alam, atau sekadar berkunjung di website LindungiHutan. Apa yang kamu lihat dan pengalaman selama menggunakannya merupakan hasil dari tangan dingin seorang Faris Setiawan, UI Designer kami. Mulai dari ilustrasi, fon, warna, hingga fitur-fitur yang hadir merupakan hasil kerja Faris bersama tim.

Lantas, siapakah Faris sebenarnya dan seperti apa kisahnya selama bersama LindungiHutan? Yuk, simak artikel berikut ini!

Cerita Faris Menambatkan Hatinya di LindungiHutan

Pria penggemar stand up ini bercerita perihal bergabungnya dia bersama LindungiHutan pada tahun 2019. Faris awal mulanya merupakan seorang developer android yang bekerja di Semarang. Sampai akhirnya dia dikenalkan oleh teman satu kontrakannya yang kebetulan sudah bekerja di LindungiHutan.

“Kebetulan aku ngontrak dengan dia—Iqbal, nah dia itu Developer Full Stack di LindungiHutan, waktu bulan Desember 2019, LindungiHutan itu ada penanaman di Trimulyo dalam rangka ulang tahun, terus aku diajakin ikut penanaman saman dia,” Tutur Faris.

Baca juga: Kenalan sama Admin LindungiHutan, Orang yang Akan Menjawab Segala Kebingunganmu! (2022)

Faris yang akhirnya ikut penanaman tersebut, kemudian berkenalan dengan tim LindungiHutan lainnya. Salah satu yang menunjukkan ketertarikan terhadap Faris ialah Maulana, Product Manager LindungiHutan saat itu.

“Mas Maulana ini nanyain kalau aku bisa desain enggak? Terus aku bilang bisa mas, akhirnya ditawarin dan diajakin ke kantor, di sana aku nunjukin portofolio desainku terus ada yang cocok, dan diajaklah aku gabung LindungiHutan,” Sambung Faris.

Faris resmi bergabung Januari 2020, sebagai desainer konten LindungiHutan dan kemudian mengawali kariernya menjadi UI designer.

UI Designer tuh Ngapain sih Mas?

Tak sedikit memang yang awam dengan jobdesk atau role seorang UI Designer. Apa yang dikerjakan dan apa yang dihasilkan rasa-rasanya masih terasa abstrak di kepala.

“Sebenarnya kerjaan UI Designer itu lebih ke konsisten sama font size, coloring, layouting, sama lebih ke tampilan, karena UI kan User Interface. Jadi, gimana caranya user itu enak kalau pakai produk punya kita,” Jelas Faris.

Ketika ditanya mengapa tertarik menjadi UI Designer, Faris mengaku ketertarikannya muncul semenjak duduk di bangku SMK.

“Kenapa tertarik, jadi dulu pas SMK itu sering ikut lomba semacam hackathon/lomba web/mobile design terus dipresentasiin dan dapat juara, pas SMK itu aku sering jadi desainer, nah pas aku lulus kebetulan ada alumni yang kerja UI/UX juga, ketemu dan ngobrol soal kerjaan UI/UX tuh gimana,” Terang Faris.

Faris bercerita bahwa dia sempat mendalami coding, tetapi ada perasaan tidak nyaman dan memutuskan kembali ke UI Designer.

“Selesai dari ngoding aku tuh feeling-nya enggak dapet, nah pengenku ke desain aja. Yaudah, terus akhirnya ada jalan dan bisa jadi UI Designer,” Tambah Faris.

Lulusan SMK, tapi Skill Bukan Kaleng-Kaleng! Pernah Ditawari Join Startup Investasi Kenamaan

Fun Fact!!!Faris Setiawan mengenyam pendidikan terakhir di SMK. Kendati demikian, skill-nya tidak bisa dianggap sebelah mata. Kalau enggak percaya, coba aja cek website LindungiHutan! Gimana udah lihat? Itu baru namanya skill boss

Bahkan, Faris mengaku sempat ditawari posisi UI Designer di salah satu startup Investasi kenamaan di Indonesia.

Sewaktu ditanya darimana dirinya belajar, selama ini Faris menggunakan metode otodidak dan cara-caranya sendiri.

“Aku pertama otodidak belajarnya, belajar dengan cara ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), terus aku juga nyari-nyari kaya sumber belajar di Instagram, microblog, terus sama artikel di medium, selebihnya itu nyari ke komunitas,” Ungkap Faris.

Workflow Seorang UI Designer dan Fitur Baru Website LindungiHutan

Biasanya proses UI/UX design di LindungiHutan bermula dari WHY (kenapa?). Dalam beberapa kasus, selalu ada masalah dari sisi user-nya. Kadang kala dari divisi marketing atau partnership yang merasa perlu menambahkan beberapa fitur di halaman landing page. Bisa juga berdasarkan experience user, baik itu donatur, campaigner, maupun mitra selama menggunakan website LindungiHutan.

“Teknisnya itu aku ngomong ke mas Cacip—CTO LindungiHutan, enaknya gimana, kira-kira setelah tahu gambarannya mau gimana nantinya, aku follow up ke orang-orang atau stakeholder terkait, buat ngasih tunjuk nanti jadinya akan kaya gini,” Terang Faris.

Bagi Faris, bekerja di LindungiHutan selain menyenangkan juga menantang. Salah satu yang menurutnya cukup challenging ketika mengerjakan Progressive Web Apps atau PWA LindungiHutan.

“Waktu ngerjain PWA, karena aku yang ngawalin, PWA awalnya itu enggak ada di LindungiHutan, dulu tuh adanya responsive doang, nah karena di PWA base on-nya bisa diinstal jadi menantang banget, karena aku mikirin konten-kontennya, terus halaman home seperti apa, layout untuk halaman donasi seperti apa, detail campaign-nya kaya apa, jadi emang berubah kaya baru lagi,” Jelas Faris.

Baca juga: Divisi Partnership: Siap Membantu Partner Bersama-sama Menghijaukan Indonesia (2022)

Terakhir, Faris membocorkan beberapa hal yang akan muncul di LindungiHutan. Sederhananya, fitur ini yang jelas akan mempermudah lagi pengguna ketika berdonasi ataupun membuat kampanye alam.

“LindungiHutan bakal ngeluarin notifikasi buat user maupun buat campaigner, notifikasi itu bakal muncul di setiap step, misal kaya habis donasi bakal ada notifikasi, atau sehabis tanam pohon, selain itu di PWA juga sudah ada Imbangi, kalkulator jejak karbon yang bisa dicoba,” Pungkas Faris.

Muhamad Iqbal adalah SEO content writer di LindungiHutan dengan fokus pada tulisan-tulisan lingkungan, kehutanan dan sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Unduh Annual Report LindungiHutan