Connect with us

Hutanpedia

Jambu Monyet, Buah dengan Rasa dan Nama yang Unik

Published

on

Mengenal buah jambu monyet dan sebra-serbinya.

Kacang mete mungkin tidak asing di lidah kita, rasanya yang gurih dengan tekstur garing sering menjadi pelengkap produk olahan coklat. Namun, tahukan kamu dari mana asal kacang tersebut?

Kacang mete berasal dari buah jambu monyet atau jambu mete, yang pohonya sering ditanam di negara-negara tropis. Beberapa di antaranya seperti Indonesia, Brazil, dan Afrika Selatan. 

Secara botani, buah jambu monyet sama sekali bukan anggota jambu-jambuan (Myrtaceae) maupun kacang-kacangan (Fabaceae). Akan tetapi, justru lebih dekat kekerabatannya dengan keluarga mangga-manggaan (Anacardiaceae).

Pohon ini juga termasuk sering dibudidayakan, bukan hanya karena kacang metenya yang bernilai jual. Melainkan juga karena  kandungan nutrisinya yang diminati oleh masyarakat.

Penasaran apa saja kandungan yang disimpannya? Yuk, simak lebih lanjut pembahasan tentang jambu monyet!

Morfologi Pohon Jambu Monyet

Gambar pohon jambu monyet.
Gambar pohon jambu monyet dari dekat.

Pohon jambu monyet dikabarkan berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman tersebut kemudian dibawa oleh pelaut Portugis ke India pada 425 tahun yang lalu, lalu menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya.

Sebagaimana pohon buah lainnya, perawakan pohon jambu monyet dapat diketahui dari akar hingga buah yang dihasilkannya. Mulai dari bagian bawah tumbuhan, seperti akarnya yang merupakan akar tunggang dengan cakupan pertumbuhan sangat dalam bisa mencapai kedalaman 50 m. 

Batang jambu monyet merupakan batang sejati yang berbentuk bulat, berkayu keras, dan bercabang. Batangnya yang memiliki getah, dengan tampilan warna putih agak kotor ini dapat mencapai ketinggian pohon antara 10 m-15 m. 

Gambar daun jambu monyet.
Daun pohon jambu monyet.

Daun jambu monyet tumbuh pada cabang pohonnya secara berselang seling. Daunnya berbentuk bulat panjang hingga oval, dengan warna hijau gelap. Selain itu, daun jambu mete memiliki bentuk tulang daun menyirip.

Bunga tanaman jambu mete memiliki bentuk beragam, seperti bentuk piramida, kerucut, dan berbentuk tidak teratur. Ketika mekar, bunganya berwarna putih tetapi beberapa hari kemudian akan berubah menjadi merah muda.

Tanaman jambu mete mempunyai daya adaptasi yang cukup kuat terhadap berbagai lingkungan. Kendati demikian, tanaman tersebut paling ideal dibudidayakan pada ketinggian 0 m 35 m dari permukaan laut (dpl), dengan kelembapan udara tidak terlalu tinggi.

Selain itu, tanaman jambu mete paling ideal dibudidayakan pada jenis tanah berpasir dengan kedalaman lebih dari 50 cm. Di samping itu, tanahnya juga harus mengandung cukup bahan organik agar bibit pohon jambu monyet dapat tumbuh subur.

Baca juga: Bunga Bangkai, Kenali Penyebab Penurunan Populasinya

Kenapa Diberi Nama Jambu Monyet?

Buah jambu monyet.
Biji buah yang mirip mionyet bergelantung membuatnya disebut jambu monyet.

Sampai sejauh ini, mungkin kamu sudah penasaran dengan maksud di balik penanaman jambu monyet, bukan? Nama monyet yang identik untuk fauna primata ternyata juga bisa dipakai untuk penamaan buah.

Sayangnya, belum ada penjelasan ilmiah mengapa dinamakan jambu monyet. Kendati begitu, ada dugaan bahwa biji buahnya yang mirip saat monyet bergelantung membuat jambu ini diberi nama demikian.

Jika dilihat bentuknya, jambu mete memang memiliki keunikan tersendiri. Selain memiliki warna mencolok yang menggoda, bentuk bijinya unik tergantung di bagian bawah, persis seperti monyet ketika bergelantungan.

Selain itu, buah jambu mete juga memiliki kisah yang mungkin masih jarang didengar oleh banyak orang. Konon, masyarakat mengaitkan buah jambu tersebut sebagai kutukan bagi anak yang durhaka pada orang tuanya.

“Makanya orang tua zaman dulu bilang ke anaknya ‘Nek durhaka, dadi jambu munyuk kowe lho’ atau dalam Bahasa Indonesia berarti ‘kalau durhaka, jadi jambu monyet kamu lho! Ditakut-takutin, biar anak itu nurut sama orangtua, nggak durhaka,” ujar Kadilah, warga asli Yogyakarta, yang dikutip dari Kumparan.com (19/6/2019).

Dalam cakupan yang lebih luas, penyebutan buah jambu monyet sejatinya beragam di seluruh Nusantara. Di Sumatera Barat dikenal dengan nama jambu erang, di Jawa Barat disebut jambu mede, di Bali dinamakan jambu jipang atau jambu dwipa, dan di Sulawesi Utara dikenal dengan nama buah yaki.

Apakah Buah Jambu Monyet Bisa Dimakan?

Konsumsi buah jambu monyet.
Yup, buah ini tentu bisa dikonsumsi!

Buah jambu monyet mempunyai beragam varietas. Menurut para ahli botani, tanaman jambu tersebut terdiri atas 60 genus dan 400 spesies. Di antaranya ada yang berkulit putih, merah, merah muda, kuning, hijau kekuningan, dan hijau.

Sama seperti warna buahnya, berat buah jambu mete juga bervariasi antara 20 gr-100 gr. Panjang dari buah tersebut sekitar 5 cm – 11 cm.

Daging buah jambu monyet mempunyai tekstur lunak karena mengandung banyak air. Ketika masak, buah tersebut bisa langsung dimakan bahkan diolah menjadi minuman sirup.

Sirup tersebut merupakan salah satu jenis minuman segar, yang mulai populer di Indonesia. Produk tersebut dapat diperoleh dari daging buahnya tanpa perlu mengalami proses fermentasi.

Adapun, cara pengolahan sirup buah jambu mete dimulai dengan membersihkan buahnya yang sudah masak dan masih segar. Buah yang sudah dibersihkan, kemudian dibagi empat bagian agar bisa direndam dalam larutan garam selama seharian.

Buah jambu monyet dalam larutan garam, kemudian dicuci lagi dengan air bersih. Selanjutnya, tiriskan buah tersebut agar bisa dikukus selama 20 menit dan biarkan sampai dingin.

Guna mendapatkan sari buah jambu mete maka hasil kukusan buah tersebut perlu diperas. Gunakan alat sederhana seperti kain saring, lalu peras secara manual.

Cairan sari buah kemudian dipanaskan selama 10 menit bersama dengan 2 gram serbuk gelatin. Dengan maksud, agar mendapatkan sari buah yang jernih tanpa endapan kotoran.

Sari buah jambu monyet yang jernih kemudian ditambahkan gula pasir sebanyak 650–700 gram, perasan 4 buah jeruk nipis, dan ditambahkan pula bahan pengawet Natrium benzoat 1 gram. Terakhir, panaskan campuran sari buah tersebut sambil diaduk 15–20 menit agar selanjutnya bisa dikonsumsi.

Bagaimana Rasa Jambu Monyet?

Rasa buah jambu monyet.
Aromanya khas, cenderung sepat ke arah manis.

Ketika buah jambu mete langsung dikonsumsi tanpa melalui proses pengolahan. Lantas, bagaimana rasa buahnya?

Buah jambu monyet yang telah masak mempunyai aroma yang khas. Rasa buahnya cenderung sepat ke arah manis. Rasa buah tersebut disebabkan oleh zat tanin dan astringen yang terkandung di dalamnya.

Pada saat buah mete dikonsumsi akan terbentuk ikatan silang antara tanin dengan protein atau glikoprotein di rongga mulut. Alhasil, zat tersebut menimbulkan perasaan getir di tenggorokan.

Peningkatan citarasa buah jambu monyet dapat dilakukan, dengan penambahan aneka bahan lainnya. Tahap terpenting dalam pengolahan buah tersebut, yakni mengurangi rasa sepat yang disebabkan oleh kandungan tanin pada buahnya.

Daging buah jambu mete yang lunak dan mengandung banyak air ini dapat diolah menjadi beragam pangan. Alhasil, rasa sepat dari buah tersebut tidak menjadi alasan buahnya tidak layak dikonsumsi. 

Apalagi, kandungan dari buah jambu monyet juga banyak mengandung vitamin C. Bahkan, kandungan vitamin tersebut sekitar 3-4 kali lipat dari kandungan sari buah jeruk.

Baca juga: Kenalan dengan Temulawak, Tanaman Rimpang yang Berkhasiat bagi Manusia

Manfaat Jambu Monyet untuk Apa?

Manfaat buah jambu monyet.
Biji buah ini biasa diolah dan digoreng menjadi makanan yang bergizi tinggi.

Pohon jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya, mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya. Selain itu, kacang mete dari buah jambu monyet juga dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi dan bernilai jual.

Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat. Apabila terkena udara, cairan tersebut berubuah menjadi hitam. Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta, bahan pencelup, atau bahan pewarna. 

Selain itu, kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. 

Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap, terutama di daerah Jawa Barat. Bahkan, daunnya yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar.

Dilansir dari Buku Seri Mengenal Tanaman Obat: Jambu Monyet, bahwa buah satu ini juga dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit lainnya. Mulai dari  mengobati pegal linu, disentri, radang mulut hingga pengobatan diabetes.

FAQ

Kenapa diberi nama jambu monyet?

Sayangnya, belum ada penjelasan ilmiah mengapa buah jambu monyet dinamakan demikian. Tetapi, ada dugaan bahwa biji buahnya yang mirip saat monyet bergelantunganlah, yang membuat jambu tersebut diberi nama demikian.

Apakah buah jambu monyet bisa dimakan?

Daging buah jambu monyet mempunyai tekstur lunak karena mengandung banyak air. Ketika masak, buah tersebut bisa langsung dimakan bahkan diolah menjadi minuman sirup.

Bagaimana rasa jambu monyet?

Buah jambu monyet yang telah masak mempunyai aroma yang khas. Rasa buahnya cenderung sepat ke arah manis. Rasa buah tersebut disebabkan oleh zat tanin dan astringen yang terkandung di dalamnya.

Manfaat jambu monyet untuk apa?

Dilansir dari Buku Seri Mengenal Tanaman Obat: Jambu Monyet, bahwa manfaat jambu monyet juga dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit lainnya. Mulai dari  mengobati pegal linu, disentri, radang mulut hingga pengobatan diabetes.

Penulis: Yemita Gea

Ambil Langkah Nyata dengan Menanam Pohon Bersama LindungiHutan Hanya 10 Ribu Rupiah

LindungiHutan telah dipercaya 40 RIBU Sahabat Alam untuk menanam pohon dengan mudah, transparan, dan berkelanjutan. Kami menjalin kerja sama dengan puluhan petani bibit dan masyarakat sekitar hutan untuk memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rawat Bumi LindungiHutan